Articles

Found 17 Documents
Search

Estimasi Asupan Energi dan Protein Itik Kerinci Sistem Umbar Di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Adrizal, Adrizal; Nur, Hanafi; Yusrizal, Yusrizal; Manin, Fahmida; Rahayu, Pudji
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XII No. 2 Edisi Mei 2009
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed at estimating true metabolizable energy (TME) and crude protein (CP) intake of Kerinci Duck reared under scavenging system in Kerinci District, Province of Jambi. Twovillages (Koto Majidin [KM] and Semerap [SP]) were selected for the study where ducks were the most common livestock kept by farmers. Koto Majidin was located deed in the land, whereas Semerap was close to a natural lake. Geographically, these villages had the same climate and constituted paddyproducingareas where at the time of the study, these locations were inharvesting season. Five mature 7 to 9-month old ducks (1 male and 4 females) were selected from each location and killed late afternoon after being scavenged for 9.0 (KM) to 11.5 hours (Semerap) for gizzard sampling. The results showedthat based on proximate analysis of gizzard contents and corrections made on scavenging time, TME intake by ducks in KM was not different from that in SP (618 vs. 996 kcal/kg), but CP intake was less in KM (3.90 vs. 7.28; P ≤ 0.01). Relative weights of gizzards of ducks were comparable in the twolocations. Thus, difference in body weight (1,352 [KM] vs. 1,579 kg [SP]; P ≤ 0.01) was likely in part influenced by different absolute weight of gizzard (55.6 vs. 78.0 g; P ≤ 0.01) and its contents (10.60 vs. 18.03 g; P ≤ 0.01). Scavenged feeds, which were similar in both locations, composed of grits, paddy,snails, and other unidentified ingredients. This study suggested that ducks scavenged feed in KM and SP had not got sufficient energy and protein for optimum production. Under the presencecircumstances, at least additional 20 g of feed composing of energy and protein source is required to meetnutrient requirements of a duck.  
PERFORMANCE OF QUAILS (Coturnix-coturnix japonica) GIVEN DRINK CONTAINING MORINGA LEAF SOLUTION IN THEIR GROWING PERIOD Rohman, Fatkur; Handarini, Ristika; nur, Hanafi
JURNAL PETERNAKAN NUSANTARA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.384 KB)

Abstract

Moringa leaves contain phytochemicals which can be used to improve the performance of quails in their growing period.  This study was aimed at assessing the effects of the inclusion of moringa leaf solution in drinking water on the performance of quails.  The study was conducted at Badrupuyuh Farm, Sukajaya Village RT 01/02, Ciomas, Bogor Regency from October to December 2017.  One-hundred quail birds aged 7 days with average initial body weight of 17.87±0.46 g were used.  The birds were fed starter and grower commercial rations.  Moringa leaf solution was given through drinking water.  A completely randomized design with 4 treatments and 5 replicates was used.   Treatments consisted of drinking water containing no moringa leaf solution (R0), drinking water containing 5% moringa leaf solution (R1), drinking water containing 10% moringa leaf solution (R2), drinking water containing 15% moringa leaf solution (R3).  Data were subjected to an analysis of variance and a Duncan test.  Measurements were taken on feed intake, body weight gain (BWG), feed conversion, and mortality rate.  Results showed that there were significant effects (P<0.05) of treatments on BWG in week 2 and 4 and feed conversion in week 2.  No mortality of quails was found.  It was concluded that the inclusion of 10% moringa leaf solution in drinking water could increase BWG in week 2 and 4, improve feed conversion, and maintain the life of quails.  It was recommended that further studies on the effects of moringa leaf solution inclusion in drinking water on egg production in laying period.  Key words: performance, quail, moringa leaf solution
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG JAHE DAN TEPUNG KUNYIT PADA RANSUM TERHADAP KUALITAS EKSTERNAL TELUR PUYUH nugraha, prayoga; Nur, Hanafi; ., Anggraeni
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Nusantara
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.585 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas eksternal telur puyuh baik dari segi bobot telur utuh, indeks telur, dan tebal kerabang telur. Penelitian ini juga memberikan informasi mengenai pengaruh dari perlakuan yang sudah diuji terhadap kualitas eksternal telur puyuh. Puyuh yang digunakan adalah puyuh petelur Strain Coturnix coturnix japonica yang diproduksi oleh CV. Slamet Quail Farm sebanyak 225 ekor. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial dengan merk dagang SP2 diproduksi oleh PT. Sinta Feedmill dan rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan sebagai berikut: P0 (pakan komersial tanpa penambahan tepung jahe dan tepung kunyit), P1 (Pemberian pakan komersial dengan penambahan 1 % tepung jahe), P2 (Pemberian pakan komersial dengan penambahan 1 % tepung kunyit),  dan  P3 (Pemberian pakan komersial dengan penambahan 0.5 %  tepung jahe dan 0.5 % tepung kunyit). Perlakuan dilakukan pada puyuh berumur 35 hari hingga umur 80 hari. Pakan dan air minum diberikan secara adlibitum (selalu tersedia).
KARAKTERISTIK NON KARKAS KELINCI YANG DIBERI PAKAN TAMBAHAN TEPUNG DAUN SIRSAK DAN ZEOLIT Abdullah, Made Dwi; Nur, Hanafi; Anggraeni, Anggraeni
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.472 KB)

Abstract

Kelinci berpotensi sebagai alternatif sumber protein hewani. Daging kelinci mengandung protein tinggi dan kandungan lemak yang rendah dibandingkan dengan daging ternak lain. Saat ini, informasi terkait performa karkas kelinci Rex dan lokal masih sangat kurang. Penelitian ini dilaksanakan di Cibanteng Gunung Letik, Kampung Pabuaran Sawah, Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mangetahui performa non  karkas, pada kelinci lokal.Kelinci yang digunakan sejumlah 20 ekor kelinci lokal jantan dengan bobot rata-rata 1,655 kg.  Kandang yang digunakan adalah kandang individu dengan ukuran panjang 0.56 m, lebar 0.45 m dan tinggi 0.45 m. Pemberian pakan dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu (P0) 65% hijauan + 35% konsentrat, (P1) : 62% hijauan n+3% tepung daun sirsak + 35% konsentrat,  (P2): 65% hijauan + 32% konsentrat +3% zeolit, (P3) :62% hijauan +3% tepung daun sirsak + 32% konsentrat + 3% zeolit. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan  Acak Lengkap  dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Analisis data menggunakan program SPSS 20.0. Pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian daun sirsak dan zeolit pada ransum kelinci lokal tidak mempengaruhi bobot non karkas.KATA KUNCI: kelinci lokal, daun sirsak, zeolit , kualitas non karkas CHARACTERISTIC NON CARCASS OF RABBIT WHICH GIVEN SOURSOP LEAF MEAL AND ZEOLITABSTRACTThe aim of this research was to identify characteristic non carcass of rabbit which given soursop leaf meal and zeolit.  This Research was conducted on 15 May – 11 Juni 2014 at Gunung Leutik, Cibanteng Village Bogor.  This research used 20 male rabbit with avarage weight 1,655 Kg. The cage of this research used individual cage. This research used Randomize Complete Design (RCD) with 4 treatments and 5 ripitation.  Analyzed data used SPSS 20.0 programe.  The treatments of this research was (PO) 65% grass + 35% concentrate, (P1) (62% grass + 3% soursop leaf meal) +35% concentarte, (P2) 65% grass + (32% concertrate + 3% zeolit), (P3) (62% grass +3% soursop leaf meal) + (32% concentrate + 3% zeolit).  The result of this research showed field treatment for local rabbit made not influenced to weigth of non carcass. 
PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN DEDAK PADI TERHADAP PERFORMA AYAM KAMPUNG eriko, eriko; Jatmiko, Jatmiko; Nur, Hanafi
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.114 KB)

Abstract

Kondisi yang ada terkait dengan masalah utama dalam pengembangan ayam kampung adalah biaya ransum yang mahal. Alternatif untuk mengatasi biaya ransum yang mahal adalah dengan cara mengganti sebagian ransum komersial dengan dedak padi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggantian sebagian ransum komersial dengan dedak padi terhadap performa ayam kampung.Penelitian ini menggunakan 100 ekor anak ayam kampung umur 1 hari (DOC). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan, 5 ulangan dan setiap unit percobaan terdiri atas 5 ekor DOC. Ransum perlakuan terdiri atas perlakuan P0 = 100% Ransum komersial, P1 = 85% Ransum komersial + 15% Dedak padi, P2 = 70% Ransum komersial + 30% Dedak padi dan P3 = 55% Ransum komersial + 45% Dedak padi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian sebagian ransum komersial dengan dedak padi sampai 45% tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap rataan bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum dan mortalitas ayam kampung selama penelitian. Oleh karena itu, penggantian sebagian ransum komersial dengan dedak padi sampai 45% dapat digunakan sebagai alternatif mengatasi biaya ransum yang mahal.
KONDISI FISIOLOGIS DOMBA EKOR TIPIS JANTAN YANG DIBERI BERBAGAI LEVEL RANSUM FERMENTASI ISI RUMEN SAPI Septiadi, Asep; Nur, Hanafi; handarini, ristika
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.876 KB)

Abstract

Kondisi fisiologis merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktifitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemberian berbagai level ransum fermentasi isi rumen sapi terhadap kondisi fisiologis domba ekor tipis jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 September sampai 4 Desember 2014. Penelitian ini berlokasi di Desa Tambilung RT 03/RW 04, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Ternak yang digunakan pada penelitian ini adalah 12 ekor domba ekor tipis jantan, dengan rataan bobot badan 11,15 ± 0,33 kg. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu R0 = 100% rumput lapangan, R1 = 50% rumput lapangan + 50% fermentasi isi rumen sapi, R2 = 25% rumput lapangan + 75% fermentasi isi rumen sapi, R3 = 15% rumput lapangan + 85% fermentasi isi rumen sapi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah suhu badan, laju respirasi dan detak jantung domba ekor tipis jantan. Hasil analisis laju respirasi, detak jantung dan suhu badan domba ekor tipis jantan selama penelitian menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata (P > 0,05).
PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica) DALAM AIR MINUM TERHADAP PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) luthfi, muhammad; Nur, Hanafi; anggraeni, Anggraeni
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.072 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh produksi telur burung puyuh yang diberi larutan ekstrak kunyit. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17 mei 2015 sampai dengan 13 juni 2015. Penelitian ini dilaksanakan di kandang ternak unggas jurusan peternakan, Universitas Djuanda Bogor. Penelitian ini menggunakan burung puyuh petelur sebanyak 80 ekor. Rancangan yang digunakkan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok, dimana perlakuan R0 tanpa penambahan larutan ekstrak kunyit (kontrol), R1 penambahan 1 ml ekstrak kunyit dalam 500 ml air minum, R2 penambahan 2 ml ekstrak kunyit dalam 500 ml air minum, R3 penambahan 3 ml ekstrak kunyit dalam 500 ml air minum dan R4 penambahan 4 ml ekstrak kunyit dalam 500 ml air minum. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, konsumsi air minum, produksi telur, konversi pakan dan bobot telur. Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka pemberian kunyit dengan taraf 4 ml dalam air minum dapat berpengaruh nyata P(<0,05) terhadap peningkatan konsumsi pakan dan tidak berpengaruh nyata P(>0,05) terhadap peningkatan konsumsi air, produksi telur, bobot telur dan dapat menekan angka konversi pakan pada burung puyuh. Pemberian larutan ekstrak kunyit 4 ml dalam air minum 500 ml terhadap burung puyuh (Cortunix cortunix japonica) dapat meningkatkan konsumsi pakan. Tetapi tidak berpengaruh terhadap konsumsi air minum, produksi telur, bobot telur dan konversi pakan.
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG BUNGKIL INTI SAWIT DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP KARKAS AYAM KAMPUNG lukmana, candra; Nur, Hanafi; anggraeni, Anggraeni
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayam kampung merupakan ayam lokal di Indonesia yang sudah terkenal di masyarkat. Bungkil inti sawit (BIS) merupakan hasil olahan dari proses pengolahan inti sawit menjadi Palm Kernel Oil (PKO). Zat makanan yang terdapat pada bungkil inti sawit yaitu kandungan protein kasar sebesar 18-19%. Penelitian dilaksanakan pada bulan mei sampai bulan juli 2015 di kandang ternak unggas Program Diploma Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung bungkil inti sawit dalam ransum komersil terhadap karkas ayam kampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Masing-masing terdiri dari 4 perlakuan dan 4ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu : R0 = 100% Ransum Komersil, R1 = 90% Ransum Komersil + BIS 10%, R2 = 85% Ransum Komersil + BIS 15% dan R3 = 80% Ransum Komersil + BIS 20% . Data yang diperoleh dianalisa menggunakan Analisys Of Variance (ANOVA), bila data menunjukan hasil yang berbeda nyata (p<0,05) dilanjutkan dengan uji Duncan. Subtitusi Tepung Bungkil Inti Sawit dalam ransum komersil terhadap karkas ayam kampung tidak berpengaruh nyata terhadap Bobot potong, persentase karkas, persentase jeroan rempela dan jantung dan persentase potongan komersil. (p>0,05), akan tetapi berpengaruh nyata terhadap persentase bobot hati (p<0,05) pada perlakuan R0 dan R3
PENGARUH NERACA KATION ANION RANSUM YANG BERBEDA TERHADAP BOBOT KARKAS DAN BOBOT GIBLET AYAM BROILER Suryanah, Suryanah; Nur, Hanafi; Anggraeni, Anggraeni
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.388 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui pengaruh NKAR terhadap bobot potong, bobot karkas mutlak (BKM), bobot karkas relatif (BKR), bobot daging dada tanpa tulang dan kulit mutlak (Skinless Boneless Breast/SBBM), bobot daging dada tanpa tulang dan kulit relatif (Skinless Boneless Breast/SBBR) dan bobot jeroan (Giblet) yang terdiri dari bobot jantung mutlak (BJM), bobot jantung relatif (BJR), bobot rempela mutlak (BRM), bobot rempela relatif (BRR), bobot hati dan limpa  mutlak (BHLM), bobot hati dan limpa  relatif (BHLR), bobot usus  mutlak (BUM)  dan  bobot usus  relatif (BUR).  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2012 sampai 17 Januari 2013. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Jurusan Peternakan, Fakultas Ilmu dan Bisnis Pertanian, Universitas Djuanda Bogor. Pemberian Neraca Kation Anion Ransum (NKAR)  yang berbeda pada  ransum perlakuan R1 (10 mEq), R2 (15 mEq), R3 (21 mEq  atau kontrol), R4 (25  mEq) dan R5 (30 mEq)  secara statisitik  tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua peubah penelitian. Ransum R1 memberikan hasil cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain kecuali pada bobot karkas relatif (BKR), bobot jantung mutlak (BJM) dan bobot jantung relatif (BJR).
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH (PIPPER BETLE LINN) DALAM AIR MINUM TERHADAP BOBOT POTONG DAN PRESENTASE KARKAS KELINCI LOKAL Royadi, Royadi; Nur, Hanafi; Malik, Burhanudin
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.628 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh pemberian air rebusan daun sirih dalam air minum terhadap bobot potong dan presentase karkas kelinci lokal. Penelitian dilaksanakan dari bulan April 2015 sampai dengan Mei 2015 . Lokasi penelitian yaitu di PT. Indoanilab yang berada di Kampung Carang Pulang Rt 04 Rw 06 Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci lokal lepas sapih yang berumur 2 bulan. Jumlah ternak yang digunakan sebanyak 24 ekor dengan bobot badan rata-rata 1,5 kg. Pakan yang digunakan adalah pakan komersil berbentuk pellet merk Indofeed K-03 super. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), terdiri dari 6 perlakuan masing-masing 3 taraf dosis/jumlah daun sirih yang direbus dan 2 taraf waktu/lama perebusan dengan 4 ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan dalam penelitian yaitu faktor pertama, lama perebusan sebanyak 2 taraf yaitu : R1 = 10 menit dan R2 = 20 menit. Faktor kedua, jumlah daun sirih sebanyak 3 taraf yaitu : S1 = 250 gram/liter, S2 = 200 gram/liter, S3 = 150 gram/liter. Peubah yang diamati adalah bobot potong, bobot karkas dan presentase karkas. Pengolahan data dianalisis menggunakan SPSS 21. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Duncan menunjukan bahwa pemberian air rebusan daun sirih dalam air minum terhadap bobot potong dan presentase karkas kelinci lokal tidak berbeda nyata (P>0,05).