Ristiawan Agung Nugroho
Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 42 Documents
Articles

PENGARUH PEMBERIAN RECOMBINANT GROWTH HORMONE (rGH) MELALUI METODE PERENDAMAN DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN NILA LARASATI (Oreochromis niloticus) Setyawan, Puguh Karisma Ferry; Rejeki, Sri; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 3. No 2 (2014): Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.593 KB)

Abstract

Ikan nila memiliki prospek budidaya yang baik, karena peningkatan permintaan, seiring dengan penduduk dunia yang meningkat. Sehubungan dengan hal tersebut perlu diadakannya rekayasa budidaya untuk memenuhi permintaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Recombinant Growth Hormone (rGH) melalui metode perendaman, dan mengetahui dosis pemberian pemberian rGH yang paling tepat dengan metode perendaman pada larva ikan nila larasati. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Perbenihan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) Janti, Klaten, pada 27 September – 29 November 2013.  Ikan uji yang digunakan adalah larva ikan nila larasati umur 7 hari setelah habis kuning telur. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan yaitu A 2.5 mg/L, B 2 mg/L, C 1.5 mg/L, D (tanpa rGH), dan 3 ulangan untuk masing-masing perlakuan. Pemeliharaan dilakukan selama 63 hari. Variabel yang diukur meliputi kelulushidupan (SR), pertumbuhan ( panjang mutlak dan SGR bobot), efisiensi pemberian pakan (EPP), dan kualitas air. Nilai kelulushidupan (SR) pada perlakuan A 83.00 ± 2.00, B 83.58 ± 0.58, C 82.67 ± 4.58, dan D 73.67 ± 6.11. Panjang mutlak pada perlakuan A 8.18 ± 0.04, B 7.58 ± 0.11, C 7.42 ± 0.05, D 6.69 ± 0.15. SGR bobot pada perlakuan A 3.32 ± 0.017, B 2.85 ± 0.058, C 2.77 ± 0.010,  dan D 2.22 ± 0.098. EPP perlakuan A  1.40 ± 0.11, B 1.25 ± 0.02, C 1.21 ± 0.08, dan D 1.17 ± 0.06 . Dengan demikian , pemberian rGH  melalui metode perendaman dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan EPP  larva ikan nila larasati, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan.  Dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan nilai EPP yang baik adalah 2.5 mg/L. Tilapia “Larasati” is a fresh water fish which has a good prospect in aquaculture industry. The demand of both in local and international market due to the market of the world population. To fulfill those demand, the improvement of it’s aquaculture engineering. Application of rGH solution in the the tilapia larvae media is one of the method for aquaculture engineering improvement. The purpose of this research was to observe the effect of different dose rGH solution trough dipping method an the larvae media on the survival rate and  growth. A first feeding larvae of tilapia were the research experimental animal.This research was conducted in the Central of Freshwater Aquaculture Hatchery (BPBIAT) Janti, Klaten,  on 27 September – 29 November 2013.  The fish sample used larvae tilapia larasati aged 7 days or first feeding larvae. A completely randomized design were applied with 4 treatments, each treatment was replicated 3 times. The treatment were A 2.5 mg/L, B 2 mg/L, C 1.5 mg/L, and  D (control/without rGH). The research was out for 63 days. The collected were survival rate (SR), growth (length absolute and  SGR weight),  EPP, and water quality .The result show that the different dose of rGHthrought dipping method show a significant effect on the  survival rate value (SR) A 83.00 ± 2.00 , B 83.58 ± 0.58, C 82.67 ± 4.58, and D 73.67 ± 6.11. length absolute treatment A 8.18 ± 0.04, B 7.58 ± 0.11, C 7.42 ± 0.05, D 6.69 ± 0.15. SGR weight on treatment A 3.32 ± 0.017, B 2.85 ± 0.058, C 2.77 ± 0.010; D 2.22 ± 0.098. EPP treatment A 1.40 ± 0.11, B 1.25 ± 0.02, C 1.21 ± 0.08, and D 1.17 ± 0.06. Thus, gift of rGH through dipping methods with different dose  take effect real  toward growth, and EPP of the tilapia larvae fish larvae, but not real influential toward survival rate. The best dose to improve the growth and a good EPP value is 2.5 mg/L.
PENGARUH PEMBERIAN RECOMBINANT GROWTH HORMONE (rGH) MELALUI METODE ORAL DENGAN INTERVAL WAKTU YANG BERBEDA TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN GURAME var Bastard (Osphronemus gouramy Lac, 1801) Fitriadi, Mohamad Warham; Basuki, Fajar; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 3. No 2 (2014): Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.899 KB)

Abstract

Peningkatan produksi gurame dapat dilakukan salah satunya dengan menggunakan rGH. Penggunaan rGH pada ikan diduga sebagai salah satu metode alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan ikan budidaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian rGH melalui metode oral dengan interval waktu yang berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan larva ikan gurame. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Perbenihan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) Muntilan, Magelang, pada bulan Semptember-November 2013.  Ikan uji yang digunakan adalah larva ikan gurame umur 10 hari setelah habis kuning telur.  Pemeliharaan dilakukan selama 63 hari. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan untuk masing-masing perlakuan. Perlakuan pertama (A) adalah larva ikan gurame diberi rGH setiap 3 hari, Perlakuan kedua (B) adalah larva ikan gurame diberi rGH setiap 4 hari,  Perlakuan ketiga (C) adalah larva ikan gurame diberi rGH setiap 5 hari, dan perlakuan keempat (D) yaitu tanpa pemberian rGH. Variabel yang diukur meliputi kelulushidupan (SR), Spesific Growth Rate (SGR) bobot, panjang mutlak, rasio konversi pakan (FCR), dan kualitas air.   Nilai kelulushidupan (SR) pada perlakuan A 83,67±1,53, B 82,67±0,58, C82,67±1,53 ,dan D 69,00±1,00; Panjang mutlak pada perlakuan A 3,24±0,02, B 2,93±0,01, C 2,58±0,01, C 2,22±0,01; SGR bobot pada perlakuan A 5,700±0,010, B5,513±0,009, C 5,219±0,012, D 4,966±0,007; dan FCR perlakuan A 0,769±0,016, B 0,829±0,008, C 0,967±0,031, D 1,083±0,028. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian rGH melalui metode oral sangat efektif untuk digunakan pada larva ikan gurame, dan  pemberian rGH dengan interval waktu 3 hari menghasilkan laju pertumbuhan dan kelulushidupan terbaik pada larva ikan gurame.   The increased production of giant gouramy can be improve to accelerate the achievement of giant gouramy production. This can be done by an rGH in the diet. The use of rGH in the diet was alleged as an alternative methods to improve the growth of giant gouramy aquaculture. The purpose of this research was to determine the effectiveness of oral administration of rGH through application of rGH diet at different time intervals with regane to survival and growth of giant gouramy larvae.  This research was conducted in the Central Seed Freshwater Aquaculture (BPBIAT) Muntilan, Magelang, on september-november 2013.  The fish sample used are giant gouramy larvae age 10 days after the expiration of the yolk.  Maintenance performe during 63 days.  This study uses 4 treatments and 3 replicates for each treatment.  The first treatment (A), giant gouramy larvae was given rGH every 3 days, the second treatment (B), giant gouramy larvae was given rGH every 4 days, the third treatment (C), giant gouramy larvae was given rGH every 5 days, and the fourth treatment (D) was without rGH. The variables measured include survival rate (SR), spesific growth rate (SGR) weight, ansolute growth, food conversion ratio (FCR), and water quality.  Survival value (SR) in the treatment of  A 83.67 ± 1.53  B 82.67 ± 0.58, C 82, 67 ± 1.53, and D 69.00 ± 1.00;  absolute growth treatment A 3.24 ± 0.02, B 2.93 ± 0.01, C 2.58 ± 0.01, and D 2.22 ± 0.01; SGR weight on treatment A 5,700 ± 0,010, B 5, 513 ± 0.009, C 5.219 ± 0.012, and D 4.966 ± 0.007, and  FCR treatment A 0.769 ± 0.016,  B 0.829 ± 0.008, C 0.967 ± 0.031, and  D 1.083 ± 0.028.  Based on these results it can be concluded that rGH administration via oral method very effective to be application in giant gouramy larvae, and rGH administration at 3 days intervals resulted in the best growth rate and survival rate of the giant gouramy larvae.
PERFORMA KEMATANGAN GONAD, FEKUNDITAS, DAN DERAJAT PENETASAN MELALUI STRATEGI PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA PADA CALON INDUK LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) Sidharta, Visakha; Pinandoyo, Pinandoyo; Nugroho, Ristiawan Agung
Sains Akuakultur Tropis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induk lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) yang berkualitas adalah induk yang memiliki fekunditas tinggi, bisa bertelur beberapa kali, serta menghasilkan benih yang ukurannya besar dan sehat. Pemberian kombinasi pakan yang lengkap dapat mempercepat kematangan gonad serta meningkatkan nilai fekunditas dan derajat penetasan (hatching rate) lobster air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan komposisi terbaik pakan alami tauge, cacing sutra, dan ubi jalar putih terhadap kematangan gonad, fekunditas, dan derajat penetasan pada induk lobster air tawar. Pemilihan tauge, cacing sutra, dan ubi jalar putih dikarenakan ketiga bahan tersebut memiliki kualitas nutrisi yang tinggi, murah serta mudah didapat. Hewan uji yang digunakan adalah lobster air tawar dengan umur 6 bulan dan ukuran 35 – 45 gram. Sistem yang digunakan adalah sistem resirkulasi dan wadah sebanyak 15 buah dengan padat tebar 1 ekor pada tiap masing – masing wadah. Pemberian pakan diberikan sebanyak 3% dari biomassa lobster air tawar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini, yaitu perlakuan A (50% tauge, 0% cacing sutra, dan 50% ubi jalar putih), perlakuan B (50% tauge, 25% cacing sutra, dan 25% ubi jalar putih), perlakuan C (25% tauge, 50% cacing sutra, dan 25% ubi jalar putih), perlakuan D (25% tauge, 25% cacing sutra, dan 50% ubi jalar putih), dan perlakuan E (0% tauge, 50% cacing sutra, dan 50% ubi jalar putih). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian komposisi pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap fekunditas dan derajat penetasan (hatching rate). Hasil perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan C (25% tauge, 50% cacing sutra, dan 25% ubi jalar putih) dengan nilai fekunditas sebesar 330,67±18,15 butir dan nilai derajat penetasan sebesar 93,52±0,35%.
PENGARUH KEPADATAN YANG BERBEDA TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN, PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN TAWES (Puntius javanicus) PADA SISTEM RESIRKULASI Utami, Kesuma Putri; Hastuti, Sri; Nugroho, Ristiawan Agung
Sains Akuakultur Tropis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi ikan tawes mengalami peningkatan setiap tahunnya total produksi tahun 2015 yaitu 14,048 ton dan tahun 2016 sebesar 44,210 ton. Peningkatkan produksi dapat dilakukan dengan meningkatkan padat tebar. Padat penebaran merupakan satu diantara aspek budidaya yang perlu diketahui karena menentukan laju pertumbuhan, rasio konversi pakan dan kelangsungan. Pemanfaatan sistem resirkulasi pada budidaya intensif menjadi penting untuk menjaga kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan yang terbaik terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan ikan tawes. Penelitian dilaksanakan di Balai Benih Ikan Kebowan, Semarang pada bulan April-Mei 2018. Ikan uji yang digunakan adalah ikan tawes dengan panjang rata-rata 3,08±0,13 cm dan bobot rata-rata 1,65±0,22 g/ekor. Pakan yang digunakan adalah pakan komersil dengan kandungan protein 39 – 40 %. Pemberian pakan dilakukan pada pukul 07.00, 12.00 dan 17.00 WIB secara at satiation. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A (27 ekor/ 100 l), perlakuan B (54 ekor/ 100 l), perlakuan C (81 ekor/ 100 l) dan perlakuan D (108 ekor/ 100 l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan individu, SGR, pertumbuhan panjang relatif, SGR dan SR dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap FCR. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah A dengan nilai TKP 10,37±0,46 g/ind, FCR 1,77±0,04 %, Pertumbuhan Panjang Relatif 1,48±0,02 %/hari, SGR 9,08±0,57 %/hari, SGR 3,74±0,12 %/hari, SR 93,83±2,14 % dan Glukosa Darah 67,33±3,06 mg/dl. Kualitas air selama pemeliharaan masih dalam kisaran yang layak untuk budidaya ikan tawes. Peningkatan padat tebar dapat menurunkan pertumbuhan ikan tawes dan kadar glukosa darah ikan meningkat.
Aplikasi Teknologi Aquaponic Pada Budidaya Ikan Air Tawar Untuk Optimalisasi Kapasitas Produksi Nugroho, Ristiawan Agung; Pambudi, Lilik Teguh; Chilmawati, Diana; Haditomo, Alfabetian Herjuno Condro
SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : SAINTEK PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.71 KB)

Abstract

The experiment was conducted to acknowledge the effect of seed to the media using aquaponic system and to  identify the  influence of aquaponic system to the media’s  water quality of Oreochromis  niloticus’s fingerling to increase production capacity. The experiment was conducted at fish farmer’s  fingerling ponds at Muntilan, Magelang (Central Java) for 2 weeks observations.   It used completely  randomized design, were reared at 200,400 and 600 fish density with three replications over to 2 m2 ponds with aquaponic system and 400 densities as a control to non-aquaponic system.  The result of experiment showed that there was an influence of seed’s density to cultivan’s growth that used aquaponic system, especially to total length of fish.  The aquaponic system is also influence the fixing of media water Oreochromis niloticus fingerling, especially the reduction of ammonias (NH3).   Key words: aquaponic, water quality, red tilapia, fingerling
PENGARUH KOMBINASI OMEGA-3 DAN KLOROFIL DALAM PAKAN TERHADAP FEKUNDITAS, DERAJAT PENETASAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio, L) Firmantin, Irfana Tiya; Soedaryono, Agung; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.22 KB)

Abstract

Rendahnya derajat penetasan telur ikan mas merupakan permasalahan serius yang dihadapi pada kegiatan budidaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas benih ikan mas yaitu dengan meningkatkan kualitas nutrisi pakan induk. Unsur nutrien yang harus ada dalam pakan induk ikan antara lain asam lemak esensial dan vitamin E yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan kualitas reproduksi induk. Penelitian ini mengkombinasikan suplemen pakan yaitu omega-3 dan klorofil dengan menambahkannya pada pakan induk ikan mas. Kombinasi bahan tersebut diharapkan meningkatkan fekunditas, derajat penetasan, dan kelulushidupan benih ikan mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi omega-3 dan klorofil ke dalam pakan induk terhadap fekunditas, derajat penetasan, dan kelulushidupan benih ikan mas. Perlakuan uji adalah A (tanpa kombinasi omega-3 dan klorofil ke dalam pakan), B (kombinasi 5 mL omega-3 dan 5 mL klorofil/kg pakan), C (kombinasi 3,5 mL omega-3 dan 6,5 mL klorofil/kg pakan) dan D (kombinasi 6,5  mL omega-3 dan 3,5 mL klorofil/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi omega-3 dan klorofil berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap nilai fekunditas, derajat penetasan dan kelulushidupan. Nilai fekunditas dan derajat penetasan pada perlakuan B, C dan D tidak berbeda nyata (P&gt;0,05), akan tetapi berbeda nyata (P&lt;0,05) terhadap perlakuan A. Nilai kelulushidupan pada perlakuan D berbeda nyata (P&lt;0,05) terhadap perlakuan A, B dan C. Perlakuan D menunjukkan nilai kelulushidupan yang tertinggi. Kombinasi 6,5 mL omega-3 dan 3,5 mL klorofil/kg pakan merupakan kombinasi yang paling disarankan untuk dapat meningkatkan fekunditas, derajat penetasan dan kelulushidupan ikan mas (C. carpio L). The low hatching rate of eggs in the common carp is a serious problem faced in fish culture. One of the efforts to improve and optimize the seed quality of common carp was by increasing the feed nutrition quality for the broodstock. The nutriens such as vitamin E and essential fatty acids are required for increasing the quality of broodstock reproduction. The research was design to combine omega-3 and chlorophyl as feed supplements in diets for common carp broodstock. This combination was expected to improve fecundity, hatching rate and survival rate common carp seeds. The research was aimed to know influence of combination omega-3 and chlorophyll in feed diets on fecundity, hatching rate and survival rate of common carp seeds. Those treatments were A (without combination of omega-3 and chlorophyl), B (combination of 5 mL omega-3 and 5 mL chlorophyl/kg feed diets), C (combination of 3.5 mL omega-3 and 6.5 mL chlorophyl/kg feed diets) and D (combination of 6.5 mL omega-3 and 3.5 mL chlorophyl/kg feed diets). The result revealed that combination omega-3 and chlorophyl affected significantly (P&lt;0,05) on the fecundity, hatching rate and survival rate. The fecundity and hatching rate values of the treatments of B, C and D did not significantly affect (P&gt;0,05) but significantly affected (P&lt;0,05) on the treatment A. The survival rate values of the treatment D significant different effect (P&gt;0,05) with treatments A, B and C. Treatment D performed the best survival rate. Base on the results suggested that the combination of combination of 6.5 mL omega-3 and 3.5 mL chlorophyl/kg feed diets could to increase fecundity,hatching rate and survival rate of common carp larvae.
PENGARUH PEMBERIAN OMEGA-3 DAN KLOROFIL DALAM PAKAN TERHADAP FEKUNDITAS DAN DERAJAT PENETASAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Noviantoro, Adi; Sudaryono, Agung; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.065 KB)

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas benih ikan nila yaitu dengan meningkatkan kualitas nutrisi pakan induk. Unsur nutrien yang harus ada dalam pakan induk ikan antara lain asam lemak esensial dan vitamin E yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi benih yang berkualitas. Penelitian ini menambahkan suplemen pakan yaitu omega-3 dan klorofil dengan menambahkannya pada pakan induk ikan nila. Kombinasi bahan tersebut diharapkan meningkatkan fekunditas dan derajat penetasan ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian omega-3 dan klorofil ke dalam pakan induk terhadap fekunditas dan derajat penetasan ikan nila. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan masing-masing terdiri dari 3 ulangan. Perlakuan uji adalah A (tanpa kombinasi omega-3 dan klorofil ke dalam pakan), B (Kombinasi 2,5 mL omega-3 dan 2,5 mL klorofil/kg pakan), C (kombinasi 1,7 mL omega-3 dan 3,3 mL klorofil/kg pakan) dan D (kombinasi 3,3 mL omega-3 dan 1,7 mL klorofil/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian omega-3 dan klorofil tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap fekunditas dan derajat penetasan. Nilai fekunditas  pada perlakuan A, B, C, dan D masing-masing adalah 4878; 5168; 6248; dan 6910 butir/kg. Nilai derajat penetasan pada perlakuan A, B, C, dan D masing-masing adalah 81,38; 81,59; 82,18; dan 86,39%. Berdasarkan hasil penelitian pemberian omega-3 dan klorofil dalam pakan belum dapat meningkatkan nilai fekunditas dan derajat penetasan benih ikan nila. One of the efforts to improve and optimize the larvae quality of tilapia was by increasing the feed nutrition quality for the broodstock. The nutrients such as vitamin E and essential fatty acids are required to increase the quality of fish reproduction. The research was designed to add omega-3 and chlorophyll as feed suplements in diets for tilapia broodstock. This combination was expected to improve fecundity and hatching rate tilapia larvae. The research was aimed to know influence of omega-3 and chlorophyll addition in diets on fecundity and hatching rate of tilapia larvae. A completely randomized design was applied to the research with 4 treatments  and 3 replicates. Those treatment were A (without combination of omega-3 and chlorophyll), B (combination of 2.5 mL omega-3 and 2.5 mL chlorophill/kg feed diets), C (combination of 1.7 mL omega-3 and 3.3 mL chlorophill/kg feed diets) and D (combination of 3.3 mL omega-3 and 1.7 mL chlorophyll/kg feed diets). The result revealed that addition of omega-3 and chlorophyll did not affect significantly (P&gt;0,05) on the fecundity and hatching rate. The fecundity values of the treatments A, B, C, and D were 4878; 5168; 6248; and 6910 grain/kg. The hatching rate values of the treatments A, B, C, and D were 81.38; 81.59; 82.18; dan 86.39%. it was concluded that  addition  of omega-3 and chlorophyll in diets could increase fecundity and hatching rate of tilapia larvae.
ANALISIS KARAKTER REPRODUKSI IKAN NILA PANDU (F6) (Oreochromis niloticus) DENGAN STRAIN IKAN NILA MERAH LOKAL KEDUNG OMBO DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM RESIPROKAL Wicaksono, Katon Adhi; Susilowati, Titik; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.935 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui karakter reproduksi hasil pemijahan ikan nila Pandu (F6) (Oreochromis niloticus) dengan strain ikan nila merah lokal Kedung Ombo secara hibridisasi dan inbreeding meliputi fekunditas, diameter dan bobot telur, dan hatching rate (HR), panjang dan bobot larva kuning telur, panjang dan bobot larva lepas kuning telur, survival rate (SR), feed convertion ratio (FCR) dan specific growth rate (SGR) dan mengetahui perlakuan terbaik. Penelitian ini dilaksanakan dari Maret - Juni 2015 di Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (PBIAT) Janti, Klaten. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila Pandu (F6) dan ikan nila merah lokal Kedung Ombo dengan bobot rata-rata ♂ ± 240-540 g dan ♀ ± 110-260 g. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan A (Pandu (F6) ♂ x Pandu (F6) ♀), B (Pandu (F6) ♂ x Nila Merah Lokal Kedung Ombo ♀), C (Nila Merah Lokal Kedung Ombo ♂ x Pandu (F6) ♀), dan D (Nila Merah Lokal Kedung Ombo ♂ x Nila Merah Lokal Kedung Ombo ♀). Data yang diamati meliputi fekunditas, HR, diameter dan bobot telur, panjang dan bobot larva kuning telur, panjang dan bobot larva lepas kuning telur, SGR, FCR, SR, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai fekunditas, HR, SR, FCR dan SGR menunjukkan bahwa perlakuan hibridisasi lebih baik dari perlakuan inbreeding dengan masing-masing nilai terbaik yaitu fekunditas pada perlakuan B (1479,00±120,58 butir telur), HR pada perlakuan B (73,61±2,71%), SR pada perlakuan C (74,68±3,99%), FCR pada perlakuan B (0,65±0,06), dan SGR pada perlakuan B (7,01±0,37 %/hari), tetapi pada nilai diameter dan bobot telur menunjukkan bahwa perlakuan inbreeding lebih baik dari perlakuan hibridisasi dengan masing-masing nilai terbaik yaitu diameter telur pada perlakuan A (2,79±0,23 mm) dan bobot telur pada perlakuan A (0,01±0,001 gram), Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk budidaya ikan nila. The objectives to know the character reproduction spawning tilapia Pandu (F6) (Oreochromis niloticus) with strains tilapia local red Kedung Ombo in hybridization and inbreeding covering fecundity, diameter and weights eggs, and hatching rate (HR) long and weight larvae egg yolk, long and weight larvae off egg yolk, survival rate (SR), feeds convertion ratio (FCR) and specific growth rate (SGR), and knowing the best treatment. Study was conducted from March-June 2015 in a work unit is Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (PBIAT) Janti, Klaten. The  fish tilapia with weights on average ♂ ± 240-540 g and ♀ ± 110-260 g. This research was conducted with the experimental method using Random Design Complete (RAL) with 4 treatments and 3 repetition. The treatments in this study: the treatment A (Pandu (F6) ♂ x Pandu (F6) ♀), B (Pandu (F6) ♂ x Local Red Tilapia Kedung Ombo ♀), C (Local Red Tilapia Kedung Ombo ♂ x Pandu (F6) ♀), and D (Local Red Tilapia Kedung Ombo ♂ x Local Red Tilapia Kedung Ombo ♀). The observed data covering fecundity, HR, egg weight, diameter and length of the larval weights and egg yolks, the length and weight of the egg yolk off larvae, FCR, SGR, SR, and water quality. The research results show that the value of fecundity, HR, SR, FCR and SGR shows that treatment hybridization better than treatment inbreeding with each the best value that is fecundity in treatment B (1479.00±120.58 egg), HR in treatment B (73.61±2.71%), SR in treatment C (74.68±3.99%), FCR in treatment B (0.65±0.06), and SGR in treatment B (7.01±0.37%/day), but on the value diameter and weights eggs shows that treatment inbreeding better than treatment hybridization with each the best value that is diameter the eggs in treatment A (2.79±0.23 mm) and weights the eggs in treatment A (0.01±0.001 gram), the quality of water at media maintenance found in a range unfit for cultivation tilapia.
ANALISIS KARAKTER REPRODUKSI IKAN NILA PANDU (F6) (Oreochromis niloticus) PERSILANGAN STRAIN NILA MERAH SINGAPURA MENGGUNAKAN SISTEM RESIPROKAL PADA PENDEDERAN I Prabowo, Bayu Timur; Susilowati, Titik; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.308 KB)

Abstract

Penelitian pemuliaan ini adalah untuk mengetahui karakter nisbah dominan dengan menganalisis karakter reproduksi ikan nila pandu F6 (Oreochromis niloticus) persilangan nila Merah Singapura dalam sistem budidaya resiprokal. Karakter reproduksi merupakan nilai dugaan yang mampu menunjukkan laju perubahan yang dapat dicapai dengan seleksi untuk sifat di dalam populasi. Karakter reproduksi dan performa benih mampu menunjukkan laju perubahan sifat didalam populasi dengan seleksi hibridisasi dan Inbreeding. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hasil analisis karakter reproduksi dan performa benih, mengetahui homozigositas pemijahan ikan nila pandu dengan nila singapura, dan kelayakan kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan 1 Maret - 28 Juni 2015 di Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) Janti, Klaten. Analisis data terhadap kinerja variabel karakter reproduksi menggunakan uji homogenitas, normalitas, dan additivitas. Data yang memenuhi syarat kemudian dianalisis menggunakan uji – t untuk memenuhi pengaruh dari perlakuan. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila pandu dan nila Singapore lokal dengan bobot jantan berkisar 330 g dan bobot betina berkisar 240 g. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Karakterisasi reproduksi yang diamati meliputi : Fekunditas, Hatching Rate (HR), diameter dan bobot telur, panjang dan bobot larva kuning telur, panjang dan bobot larva lepas kuning telur. Pengamatan performa benih yang diamati meliputi : Specific Growth Rate (SGR), Food convertion Ratio (FCR), dan Survival Rate (SR).Hasil penelitian menunjukkan variabel analisis karakter reproduksi dan performa benih bahwa berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap pengamatan data  Fekunditas, Hatching Rate (HR), bobot telur, panjang larva kuning telur, panjang larva lepas kuning telur, Food Convertion Ratio (FCR), dan Survival Rate (SR). Hasil analisis karakter reproduksi dengan presentase terbaik yaitu; perlakuan B pemijahan Hibrid (Nila Merah Singapura ♂ x ♀ Nila Pandu F6) untuk Fekunditas, diameter telur, panjang dan bobot larva kuning telur, panjang larva kuning telur, FCR, dan SR. Kualitas air selama penelitian untuk media pemijahan induk nila, penetasan telur dan pemeliharaan benih pendederan I masih berada dalam kisaran yang layak selama penelitian. The objective is to find character dominant by analyzing character reproduction tilapia guard F6 (Oreochromis niloticus) Tilapia red cross singapura cultivation resiprokal system. Reproductive character is considered as was demonstrated the rate of change that can be attained with a to its nature in population. Character and reproductive seed performance demonstrated in the change the nature of the population with a hybridized and inbreeding. Research purposes to know the analysis character and reproductive seed performance, knows homozigositas spawning tilapia guide to indigo singapura, and feasibility water quality. Study was conducted 1 March 28 - June 2015 BPBIAT Janti, Klaten. Analysis of data on performance variable character use the reproductive homogeneity, normality, and additivitas. The data qualified then analyzed use the t - test to meet the effects of treatment. Fish the used in research is tilapia guard and tilapia Red Singapura male weight ranges 330 g and female weight ranges 240 g. this report is written with the experimental methods used random design complete (RAL) with 4 treatment and 3 times test. Characterization reproduction observed covering: fecundity, hatching rate (HR), diameter and weights eggs, long and weights larvae egg yolks, long and weights larvae off egg yolks. The seed performance observed covering: specific growth rate (SGR), food convertion ratio (FCR), and survival rate (SR).The result showed variable character analysis and reproduction seed performance that influential real (P&lt;0,05) against observation data fecundity, hatching rate (HR), egg weight, long larvae egg yolk, larvae off long egg yolk, food convertion ratio (FCR), and the survival rate (SR). The analysis of the character of reproduction with the percentage best namely; treatment b spawning hybrids ( Tilapia red singapura ♂ x ♀ Tilapia guide to F6 ) fecundity, the diameter of eggs, long and weights larvae egg yolk, long larvae egg yolk, FCR, and SR. The quality of water during media research for spawning parent indigo, hatching eggs and maintenance of the seeds system I still be in the range of decent during research.
PENGARUH PEMBERIAN RECOMBINANT GROWTH HORMONE (rGH) DENGAN DOSIS BERBEDA PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN, PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN PATIN (P. pangasius) Fissabela, Fika Ainallaudia; Suminto, -; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.209 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan recombinant Growth Hormone (rGH) pada pakan komersial dengan dosis berbeda terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan dan mengetahui perlakuan pemberian recombinant Growth Hormone (rGH) pada pakan komersial yang memberikan efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin (P. pangasius) yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perairan Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah Tengah pada 14 November – 15 Januari 2016. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan patin (P. Pangasius), dengan benih 0,9 - 1,4 g. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yakni, perlakuan A (pakan + 0 mg/kg), B (pakan + 1 mg/kg), C (pakan + 2 mg/kg), dan D (pakan + 3 mg/kg). Pembuatan larutan rGH untuk 1 kg pakan adalah pencampuran rGH sesuai dosis ditambah kuning telur 20 ml + larutan Phosphate Buffered Saline (PBS) 100 ml, dicampur &amp; disemprotkan secara merata ke pakan dan diberikan secara at satiation sehari 2 kali. Data yang diamati meliputi TKP, EPP, PER, SGR, SR dan kualitas air. Data dianalisa menggunakan ANOVA untuk melihat perbedaannya, kemudian jika terdapat perbedaan maka dilakukan uji wilayah Duncan untuk melihat perlakuan terbaik. Pendederan benih berlangsung selama 63 hari. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi rGH dan pakan komersial, menunjukkan pengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap TKP, EPP, PER, SGR, panjang mutlak dan SR. Perlakun terbaik terhadap TKP, EPP, PER, SGR, dan SR adalah perlakuan C dengan nilai TKP sebesar 670,36±26,11 gram, EPP sebesar 58,49±0,92%, PER sebesar 1,13±0,02%, SGR sebesar 4,60±0,02%, dan kelulushidupan sebesar 73,33±2,89%. Sehingga perlakuan penambahan rGH dengan dosis 2 mg/kg menghasilkan efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan terbaik untuk ikan patin (P. pangasius). This research was aimed to assess the effect of giving recombinant Growth Hormone (rGH) in commercial feed with different dosage for food utilization efficiency (FCE), growth and survival rate (SR); and determine the exact dosage of recombinant Growth Hormone (rGH) that provides the best result on food conversion efficiency, growth and survival rate of pangasius fish (P. pangasius). This research was conducted at the Aquaculture Laboratory, University of Diponegoro, Semarang, Central Java on November 14 to January 15, 2016. The trial fish used in this research was Fry Pangasius (P. pangasius) with average weight of seed about 0,9 to 1,4 g. The experimental design used was completely randomized design with 4 treatments and 3 replicates. Which were treatment A (feed + 0 mg / kg); B (feed + 1 mg/kg); C (feed + 2 mg/kg); and D (feed + 3 mg/kg). of rGH for 1 kg of feed is the appropriate dose of rGH mixed with 20 ml egg yolk + solution Phosphate Buffered Saline (PBS) 100 ml, mixed and sprayed evenly to feed. The methode been used was at satiation (2 times/day). The data observed were involving Food Consumption Rate, Food Utilization Efficiency, Protein Efficiency Ratio (PER), Spesific Growth Rate (SGR), absolute length, SR and water quality. Data were analyzed by  using ANOVA to see the difference, then if there is a difference then tested with  Duncan area to see the best treatment. Trial fish was reared for 63 days. The conclusions shown that the combination of rGH and commercial feed were giving affect significantly (p&lt;0,05) for Food Consumption Rate, Food Utilization Efficiency, PER, SGR, absolute length and SR. Best treatment that affected the value of Food Consumption Rate, Food Utilization Efficiency, PER, SGR, absolute length and SR is treatment C with value of Food Consumption Rate 670,36±26,11 grams, Food Utilization Efficiency 58,49±0,92%, PER 1,13±0,02%, SGR 4,60±0,02%, the absolute length 9,78±0,015 cm and SR 73,33±2,89%. The addition of rGH with dosage of 2 mg/kg was the best treatment for food utilization efficiency, growth and survival rate of Pangasius (P. pangasius).