Articles

Found 11 Documents
Search

PERHITUNGAN FAKTOR EMISI CO2 PLTU BATUBARA DAN PLTN Nugroho, Ari
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.282 KB)

Abstract

ABSTRAK MODIFIKASI BENCHMARK DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKURASI PENGUKURAN DEFORMASI DI MURIA. Monitoring deformasi di sekitar Gunung Muria, Jawa Tengah direkomendasikan oleh IAEA (International Atomic Energy Agency) untuk dilakukan di sekitar calon tapak PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang perubahan deformasi akibat adanya aktivitas vulkanik dari Gunung Muria sebagai analisis awal bahaya Gunung Muria terhadap keselamatan bangunan PLTN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketelitian dari dua sesi pengukuran deformasi dengan BM (Benchmark) yang berbeda. Pada penelitian ini digunakan alat GPS (Global Positioning System) geodetik jenis Trimble R7 GNSS. Pengukuran pada Bulan April s/d Juli 2011 digunakan BM standar, dilakukan di delapan BM yaitu BKI (Bopkri), UJW (Ujung Watu), PDP (Perdopo), RTW (Rahtawu), RGG (Rengging), KTP (Ketek Putih), CRG (Cranggang), DM (Danyang Mulyo) dan di pantau terhadap satu BM bernama Mijen. Pengukuran pada bulan November 2011 digunakan BM yang sudah dimodifikasi, dilakukan di enam BM yaitu BKI, PDP, RTW, RGG, KTP, CRG dan di pantau terhadap BM yang sama. Hasil pengukuran dengan BM standar menghasilkan ketelitian horisontal berkisar  4 - 7 mm dan vertikal 16 - 28 mm, sedangkan untuk BM yang sudah dimodifikasi menghasilkan ketelitian horisontal berkisar 0,6 mm - 1,3 mm, dan vertikal 0,3 - 0,6 mm. Kata kunci: Deformasi, global positioning system, metode diferensial ABSTRACT THE EFFECT OF MODIFIED BENCHMARK ON THE ACCURACY OF MEASURING THE DEFORMATION AT MURIA. The monitoring of deformation surrounding the Muria mountain is recommended by The IAEA (International Atomic Energy Agency). In addition, this study also to provide the   data of deformation caused by the volcanic activity of Mount Muria, as a basic study in analyzing the volcanic hazard toward the NPP (Nuclear Power Plant). The main purpose of this study is to discover the accuracy between the two measurements by using the different BM (Benchmark). This study uses geodetic GPS (Global Positioning System) Trimble R7 GNSS.  The measurement in the month of April to July 2011 used the standar BM and conducted in eight BM which are BKI (Bopkri), UJW (Ujung Watu), PDP (Perdopo), RTW (Rahtawu), RGG (Rengging), KTP (Ketek Putih), CRG (Cranggang), DM (Danyang Mulyo) and refer to one reference BM named Mijen. The measurement in the month of November 2011 used the modified BM and conducted in six BM which are BKI, PDP, RTW, RGG, KTP, CRG refered to the same reference BM named Mijen. These measurements resulted data in the range of 4-7 mm (horizontal), 16-28 mm (vertical), and in the range of 0.6 mm - 1.3 mm (horizontal), 0.3 mm – 0.6 mm, respectively. Keywords: Deformation, global positioning system, differential method
PEMBUATAN PETA DIGITAL TOPOGRAFI PULAU PANJANG, BANTEN, MENGGUNAKAN ArcGIS 9.2 dan SURFER 8 Nugroho, Ari; Budi Susilo, Yarianto Sugeng
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1772.198 KB)

Abstract

ABSTRAKPEMBUATAN PETA DIGITAL TOPOGRAFI PULAU PANJANG, BANTEN, MENGGUNAKAN ArcGIS 9.2 DAN SURFER 8. Dalam mendukung kegiatan pengkajian kelayakan tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), telah dilakukan pembuatan peta topografi berbasiskan Sistem Informasi Geografis (SIG). Pembuatan peta ini merupakan penyusunan dan pengolahan data primer spasial hasil kegiatan survei topografi Pulau Panjang pada bulan Februari 2009. Alat yang digunakan adalah seperangkat personal computer yang dilengkapi dengan perangkat lunak ArcGIS versi 9.2 dari Environmental System Research Institute (ESRI) dan Surfer versi 8. ArcGIS 9.2 digunakan untuk mengolah dan menyusun data hasil dari pengukuran extra-terestrial dengan alat Global Positioning System (GPS) dan metode Real Time Kinematic (RTK), sedangkan Surfer versi 8 digunakan untuk pembentukan kontur hasil pengukuran terestrial data elevasi orthometrik. Hasil yang diperoleh adalah peta topografi Pulau Panjang dalam bentuk digital yang terintegrasi, mudah dicopy, informatif, dan editable.Kata kunci : Sistem Informasi Geografis, ESRI, Surfer 8 ABSTRACTDIGITIZING TOPOGRAPHYA MAP OF PULAU PANJANG BANTEN, USING ArcGIS 9.2 AND SURFER 8. In supporting the site safety and feasibility assessment of the Nuclear Power Plant (NPP), has been created the topographical map based on Geographic Information System (GIS). This map was created from the primary spatial data compilation resulting from the topographical survey of Pulo Panjang Island in February 2009. A personal computer installed with ArcGIS version 9.2 from Environmental System Research Institute (ESRI) and Surfer version 8 was used to support the activity. ArcGIS 9.2 was used to compile and process an extra-terestrial spatial data from Global Positioning System (GPS) Real Time Kinematic (RTK) while surfer 8 was used to create a contour from orthometric elevation data. The result of this activity is a topographical map of Pulo Panjang in digital data which integrated, duplicable, informative, and editable.Keywords: Geographic Information System, ESRI, Surfer 8
Deteksi Gelatin Babi Menggunakan Sensor Emas Termodifikasi NiO nanopartikel pada Quartz Crystal Microbalance Nugroho, Ari; Kurniawan, Fredy
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.283 KB)

Abstract

Sensor emas terlapis NiO nanopartikel pada probe Quartz Crystal Microbalance (QCM) telah berhasil dibuat. NiO nanopartikel dilapiskan pada permukaan sensor emas QCM berfungsi sebagai partikel aktif. Sensor emas QCM yang telah termoifikasi NiO nanopartikel dipasang pada crystal holder dan dicelupkan pada larutan gelatin sapi dan larutan gelatin babi dengan konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm untuk menguji perbedaan frekuensi yang teramati pada larutan gelatin sapi dan larutan gelatin babi.
ANALISA PERHITUNGAN EFISIENSI CIRCULATING WATER PUMP 76LKSA-18 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP MENGGUNAKAN METODE ANALITIK Yohana, Eflita; Nugroho, Ari
ROTASI Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.364 KB)

Abstract

Pompa adalah suatu peralatan mekanik yang digerakkan oleh suatu sumber tenaga yang digunakkan  untuk memindahkan cairan (fluida) dari suatu tempat ke tempat lain, dimana cairan tersebut hanya  mengalir apabila terdapat perbedaan tekanan. Perbedaan nilai data pompa antara data spesifikasi pabrikan dengan data aktualnya akan berdampak terhadap kondisi pompa. Perhitungan efisiensi secara analitik dibutuhkan untuk menentukan seberapa besar nilai efisiensi suatu pompa. Berdasarkan data pabrikannya, circulating water pump mempunyai head pada pompa 18 m, debit 7,17 m3/s dan mempunyai efisiensi 87,3 %. Analisa dilakukan pada pembangkit listrik tenaga uap melalui perhitungan efisiensi circulating water pump berdasarkan head, daya hidrolis dan daya poros yang dihasilkan circulating water pump,  Dengan mengolah data secara analitik didapatkan efisiensi pompa circulating water pump sebesar 85,25 %. Efisiensi circulating water pump mengalami penurunan dari efisiensi pabrikannya, yaitu menjadi 87,3 % .Perbedaan nilai efisiensi antara nilai pabrikan dengan hasil perhitungan secara aktual disebabkan karena perbedaan nilai head pada pompa, pada spesifikasi pabrikan mempunyai head 18 m, sedangkan setelah dilakukan perhitungan analitik didapatkan head sebesar 8,9075 m. Semakin kecil head pada sebuah pompa maka efisiensi yang dihasilkan akan semakin kecil, begitu juga sebaliknya. Dengan adanya penghitungan ini dapat dilakukan perawatan pada circulating water pump sehingga dapat menghasilkan kerja yang lebih optimal.
ANALISIS PARAMETER RADAR DUAL POLARISASI PADA KEJADIAN HUJAN TANGGAL 14 FEBRUARI 2016 DI WILAYAH DKI JAKARTA Sibarani, Rini Mariana; Nugroho, Ari; Wirahma, Samba
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol 17, No 1 (2016): June 2016
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2017.373 KB)

Abstract

IntisariRadar Dual Polarisasi digunakan pada kegiatan Intensive Observation Periode (IOP) yang dilaksanakan pada tanggal 18 Januari  - 16 Februari 2016 di Puspiptek Serpong. Berdasarkan data hujan dari satelit TRMM tanggal 14 Februari 2016 terpantau kejadian hujan di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan dengan intensitas 30–40 mm/h pada siang hingga sore hari. Kejadian hujan ini menyebabkan adanya genangan di beberapa titik di wilayah tersebut. Jika dilihat dari parameter keluaran radar, pada saat terjadi hujan maka nilai untuk setiap parameter sebagai berikut; untuk parameter rain terukur sebesar 20–30 mm/h. Parameter reflektivitas (Zh) berkisar 25-35 dBz yang menunjukkan bahwa hujan yang terjadi adalah hujan dengan sifat moderate, parameter Zdr berkisar 2–2,5 menunjukkan ukuran butir droplet hujan (D) > 2 mm , parameter beda perambatan fase (fdp) berkisar 200–250 dan nilai beda spesifik fase (Kdp) berkisar 0.4–2 yang membuktikan bahwa konsentrasi droplet hujan di wilayah tersebut cukup tinggi, serta nilai parameter koefisien korelasi (rhv) sebesar 0.85–1 yang menandakan bahwa partikel yang tertangkap radar adalah partikel hidrometeorologi. Parameter terakhir, kecepatan (V) bernilai positif 0–10 m/s yang menandakan partikel bergerak menjauhi radar dengan kecepatan yang tidak terlalu besar.   AbstractDual Polarization Radar is used on Intensive Observation Period (IOP) activities that was held on Januari 18 – Februari 16, 2016 at Puspiptek Serpong. Based on TRMM satellite data on February 14 2016, rainfall event is observed in East Jakarta and South Jakarta with the intensity of 30-40 mm/h in the afternoon. This rainfall caused inundation at some point in the region. When viewed from the radar output parameter during rain, the values for each parameter as follows; Rain ranges from 20-30 mm/h. Reflectivity (Zh) ranges from 25-35 DBZ which showed that the rain occurred was the rain with moderate nature, ZDR ranges from 2-2.5 indicates the grain size droplet of rain (D)> 2 mm, different propagation phase (fdp) ranges from 200-250 and the specific value of the phase difference (KDP) ranges from 0.4-2, which proves that the droplet concentration of precipitation in the region is quite high, and the value of the correlation coefficient (rhv) of 0.85-1 indicating that the particles which is captured by radar are hydrometeorology particles. Last parameter, velocity (V) is positive 0-10 m/s which indicates that the particles moves away from the radar at a not too large pace. 
REKOMENDASI PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR WADUK/ DANAU PLTA DI INDONESIA MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA Harsoyo, Budi; Yananto, Ardila; Athoillah, Ibnu; Nugroho, Ari
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol 16, No 2 (2015): December 2015
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.897 KB)

Abstract

Melalui program Sistem Inovasi Nasional (SINas) oleh Kementerian Ristek Dikti telah dilakukan inventarisasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang ada di seluruh Indonesia melalui penyusunan sistem informasi waduk/danau PLTA berbasis webGIS, yang mampu menyajikan informasi mengenai lokasi, kondisi hidrologi dan cuaca serta karakteristik fisik catchment area untuk masing-masing lokasi PLTA. Dari hasil monitoring data curah hujan serta analisis data hidrologi di setiap lokasi PLTA, diketahui sekitar 80% PLTA yang ada di seluruh Indonesia (kecuali yang ada di wilayah Aceh dan Sumatera Utara) mengalami defisit air akibat berkurangnya curah hujan sejak bulan Mei – Agustus sebagai dampak fenomena El Nino kuat yang mempengaruhi iklim global pada tahun 2015. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah banyak dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan air waduk/danau, baik untuk keperluan irigasi maupun PLTA. Output penelitian ini juga menghasilkan Peta Rencana Waktu Pelaksanaan TMC untuk Mitigasi Bencana Kekeringan di Indonesia dan Peta Rencana Waktu Pelaksanaan TMC untuk Pengisian Waduk/Danau PLTA di Indonesia.Kata Kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Sistem Informasi, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)=Through the National Innovation System (SINas) by the Ministry of Research Technology and Higher Education has conducted an inventory of Hydroelectric Power Plant which exist throughout Indonesia through the development of an information system reservoir / lake Hydroelectric Power Plant based WebGIS, which is able to present information about the location, hydrology and weather as well as physical characteristics of the catchment area for each location Hydroelecric Power Plant. From the results of the monitoring of rainfall data and analysis of hydrological data at each location Hydroelectric Power Plant, known to about 80% Hydroelectric Power Plant that exist throughout Indonesia (except in Aceh and North Sumatra) experienced water deficit due to reduced rainfall since the month of May to August as the impact Strong El Nino phenomena that affect the global climate in 2015. Weather Modification Technology (TMC) has been used to maintain the availability of water reservoirs / lakes Hydroelectric Power Plant, both for irrigation and hydropower. The output of this research also generates Execution Time Plan Map of TMC for Drought Mitigation in Indonesia and Execution Time Plan Map of TMC for filling Reservoir/ Lake Hydroelectric Power Plant in Indonesia.Keywords: Hydroelectric Power Plant, System Information, Weather Modification Technology (TMC)
DETERMINAN INKLUSI KEUANGAN DI INDONESIA (GLOBAL FINDEX 2014) Nugroho, Ari; Purwanti, Evi Yulia
JURNAL DINAMIKA EKONOMI PEMBANGUNAN Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, FEB Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial inclusion has been a trend since post 2008 crisis especially derived from the effects of the crisis towards the class in the bottom of the pyramid. Financial inclusion rate in Indonesia, if seen from three main indicators, is still low. Indonesians who have an account in financial institutions is at 35,95 percent and those who save is at 25,56 percent. Meanwhile, Indonesians who borrow in formal financial institutions are only at 13,3 percent. This study aims to examine individual characteristics in influencing three main indicators of financial inclusion, the ownership of the account, saving, and borrowing from formal financial institution in Indonesia. The data used is the micro-level data with 1000 respondents of the Indonesian population obtained from Global Findex 2014 issued by the World Bank. In accordance with the objectives of this study, the method used is the logit regression model.The results of the research shows that individual characteristics such as income level, education level, and age significantly affect ownership and savings accounts in formal financial institutions. While gender has no significant effect. In the third indicator which is the borrowing from formal financial institutions, only the poorest income quintile and age has a significant effect.
Usulan Jadwal Perawatan Preventif Mesin HGF di Stasiun Puteran Pabrik Gula Sutopo, Wahyudi; Nugroho, Ari; -, Yuniaristanto
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 7, No 1 (2008): PERFORMA Vol. 7, No. 1 Maret 2008
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.537 KB)

Abstract

The HGF (High Grade Fugal) Machine is one of the machines which often failed in The Sugar Factory XYZ. Brake Shoes and Belt drive are critical components of HGF Machine. The Management already used corrective maintenance policy where the maintenance only was done while the machines were failed. The loss of corrective maintenance was the other components which could be failed caused by failure of critical components. To anticipate this event could conduct the preventive action at critical components before the critical components reached limit usage. Considering was the situation above, this research concern how to arrange the appropriate preventive maintenance schedule, so that could be eliminate the failure frequency which caused by critical component failed. Time to failure of critical component is fitted the normal distribution with the test of hypothesis Kolmogorov-Smirnov. In analysis uses 70 % minimum reliability. The result shows the time to failure of Brake shoes and Belt drive havenormal distribution. The interval of preventive maintenance for belt drive of HGF WS machine is 28 days, and has the reliability value 73.8%, and for the Brake shoes of HGF WS machine is 28 days, and has the reliability value above 90%. The interval preventive maintenance for Brake shoes of HGF Zagitter machine is 20 days, and will be has reliability value 86,2%. The Interval of the preventive maintenance for the belt drive of HGF Zagitter machine is 24 days, and will be has reliability value above 90%.
KARAKTERISTIK DEFORMASI GUNUNG MURIA PERIODE 2010-2014 Nugroho, Ari; Gumilar, Irwan
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.362 KB)

Abstract

ABSTRAK KARAKTERISTIK DEFORMASI GUNUNG MURIA PERIODE 2010-2014. Kegiatan pemantauan deformasi di Gunung Muria direkomendasikan oleh IAEA untuk dilakukan selama lima tahun. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui deformasi tanah di sekitar Muria yang terdiri dari pergeseran regional maupun lokal serta nilai regangan tanah, data ini bermanfaat untuk mendukung aspek keamanan dan keandalan calon tapak dalam rencana pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Semenanjung Muria, Jawa Tengah. Sejak tahun 2010 sampai dengan 2014 telah dilakukan pemantauan pada 5 lokasi BM (Benchmark). yaitu di Mijen, Rahtawu, Perdopo, Cranggang, dan Ketek Putih. Pemantauan dilakukan dengan metode survei GPS secara periodik bekerjasama dengan Fakultas Teknik Jurusan Geodesi ITB. Hasil analisis menggunakan software GAMIT 10.4 dapat disimpulkan bahwa sampai dengan tahun 2014 terjadi pergeseran regional di sekitar Muria yang didominasi oleh pergerakan lempeng (rotasi blok Sunda) dengan kecepatan 2,2 cm/tahun. Pergeseran lokal terjadi di 5 lokasi BM dengan kecepatan 2-3 mm/tahun. Perhitungan regangan diperoleh nilai sebesar 2 x 10-2 microstrain/tahun terjadi di wilayah Utara Muria, nilai tersebut lebih tinggi dari nilai regangan yg konsisten (5 x 10-8 microstrain/tahun), artinya ada indikasi gerakan tanah. Kata kunci: deformasi, global positioning system, metode diferensial.ABSTRACT THE CHARACTERIZATION OF MURIA MOUNTAIN DEFORMATION IN THE PERIOD OF 2010-2104. Deformation monitoring activity for Muria Mountain is recommended by the IAEA to be carried out in five years. The goal of this activity is to identify the soil deformation and strain surrounding Muria regionally and locally, this data is beneficial to support safety and reliability aspect of candidate site for constructing the Nuclear Power Plant in Muria Peninsula. Since the year of 2010 to 2014 the deformation monitoring had been applied in five benchmarks which are Mijen, Rahtawu, Perdopo, Cranggang, and Ketek Putih. The monitoring has been done successfully in collaboration with the faculty of Geodesy ITB. Based on the analysis by using GAMIT 10.4 it can be concluded that until the year of 2014 the regional deformation surrounding the Muria is dominated by plate movement namely Sunda block which has the acceleration as fast as 2.2 cm/year. The local deformation at the 5 Benchmark indicates the presence of deformation as fast as 2-3 mm/year. The strain measurement demonstrates the presence of the strain rate at Northern Muria as big as 2 x 10-2 microstrain/year, which is higher than the number of consistent strain (5x 10-8 microstrain/year), this mean there is an indication of deformation. Keywords: deformation, global positioning system, differensial method.
STRATEGI MARKETING MIX, LOYALITAS KONSUMEN, DAN EFEKTIFITAS KERJA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN LA LIGHTS Nugroho, Ari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.436 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk melihat seberapa tinggi pengaruh Strategi Marketing Mix, Loyalitas Konsumen serta Efektifitas Kerja menurut sudut pandang konsumen atas Keputusan Pembelian LA Lights. Penelitian ini adalah sebuah studi kasus di Kampus Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang dilakukan pada bulan Mei - Agustus 2013. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar ke responden. Penelitian ini menggunakan pihak yang telah membeli dan/atau mengonsumsi rokok LA Lights sebagai populasi penelitian. Konsumen yang diteliti sebanyak 110 orang. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana dan berganda sebagai teknik analisis penelitian. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa: 1). Terdapat pengaruh positif Strategi Marketing Mix terhadap Keputusan Pembelian. 2). Terdapat pengaruh positif Loyalitas Konsumen terhadap Keputusan Pembelian. 3).Terdapat pengaruh positif Efektifitas Kerja terhadap Keputusan Pembelian. 4). Terdapat pengaruh positif Strategi Marketing Mix, Loyalitas Konsumen, serta efektivitas kerja secara berkesinambungan atas kepuusan pembelian. Berdasarkan out put regresi linear sederhana dan berganda Strategi Marketing Mix, Loyalitas Konsumen, dan Efektifitas Kerja secara simultan berpengaruh positif sebesar 24,7 % terhadap Keputusan Pembelian, sedangkan 75,3 % dipengaruhi oleh variabel lain.