Dyah Nugrahani
IKIP PGRI SEMARANG

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERPERSPEKTIF LIFE-SKILLS Nugrahani, Dyah
Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitianini adalah untuk mengembangkan sebuah model pembelajaran yang dapatmembangun life skills pada tahapan pembelajaran bahasa Inggris berbasis genre. Penelitian ini adalahpenelitian kualitatif berbasis pada analisis konsep. Penelitian dilakukan di 3 SMA dan 3 SMK di KotaSemarang dalam 4 tahapan: 1) observasi mendalam dan studi kepustakaan; 2) Wawancara dengan gurubahasa Inggris; 3).pemberian try out; 4) peer debriefing, diskusi terbatas dengan teman sejawat dan ahli,Temuan menunjukan bahwa life skills dapat diterapakan pada masing-masing tahapan pembelajaranbahasa Inggris (Building Knowledge of the Field, Modeling, Joint Construction, IndependentConstruction). Life-skills dapat diterapkan melalui: 1) pembiasaan; 2) memanipulasi isi materi; 3)penguatan dan pembetulan perilaku; dan 4) memanipulasi aktifitas kelas.Kata kunci: Kecakapan hidup, tahapan pembelajaran, proses pembelajaran.
REGISTER, GENRE, IDEOLOGY IN TRANSLATION Nugrahani, Dyah; Arso, Setyaji
ETERNAL Vol 1, No 1 (2010): Februari Edisi 1
Publisher : ETERNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teks adalah satuan unit bahasa yang mengungkapkan makna secara kontektual. Konteks dapat diinterpretasikan sebagai diversitas metafungsinal, yang meliputi makna eksperiensial, makna interpersonal, dan makna tekstual. Di dalam register, makna eksperiensial direalisasikan melalui field (Medan), makna interpersonal melalui tenor (pelibat), dan makna tekstual melalui mode (sarana). Register, genre dan ideologi direalisasikan di dalam teks. Teks akan mengungkapkan makna sosial di dalam konteks situasi dan konteks budaya. Register merujuk pada konteks situasi sedangkan genre merujuk pada konteks budaya. Register meliputi field, tenor, dan mode.
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS LIFE SKILLS Nugrahani, Dyah; IKIP PGRI Semarang, Senowarsito; Egar, Ngasbun; Sumardiyani, Listyaning; Wardoyo, Subur L
E-DIMAS Vol 2, No 01/Maret (2011): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract To achieve the goal of teaching learning, a proper method, as an instrument, plays an important role in serving the teaching learning materials. The education of pre-school is aimed to develop the life skill, which covers attitude, knowledge, creativity, and skill. The teaching learning methode that forms the child’s character has to be turned back to the curriculum. It should remain concerning in the phase of the development and character of child who like playing, singing, dan moving. Finally, the teaching learning methode must be addressed in shaping academic, social, personal intellegence, and child’s creativity. Key words: a proper method, pre-school, life skills
PENINGKATAN KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MELALUI METODE PELATIHAN ANGGOTA FORUM KOMUNIKASI REMAJA ISLAM Nugrahani, Dyah; Kustantinah, Indri; Himatu K., Rr. Festi; IKIP PGRI Semarang, Larasati
E-DIMAS Vol 2, No 2 maret (2012): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPublic speaking is the process of speaking to a group of people in a structured, deliberate manner intended to inform, influence, or entertain the listeners. Speaking in front of audience is not an easy task. It needs a good speaking skill. Fear and nervousness become major problem, especially for beginners who have not experienced in public speaking. This also occurs in members of the Muslim Youth Forum Gayamsari (Foksari). Their speaking competence is inadequate. That is why Public Speaking training activity is held. It is expexted to improve their skills. This activity is performed in two stages, namely the delivery of content and practice. Based on the evaluation, the results obtained are very significant. The existence of enthusiastic participants indicates that they are very interested. Besides, there is a seriousness of the participants who attend a series of events organized by the team from beginning to end.Key Words: Skill, Public Speaking, TrainingAbstrakBerbicara di depan umum adalah proses berbicara kepada sekelompok orang dengan cara terstruktur yang disengaja dimaksudkan untuk menginformasikan, mempengaruhi, atau menghibur pendengar. Berbicara di depan umum bukanlah tugas yang mudah. Perlu keterampilan berbahasa yang baik. Ketakutan dan kegelisahan menjadi masalah besar, terutama bagi pemula yang belum berpengalaman dalam public speaking. Ini juga terjadi pada anggota Youth Forum Muslim Gayamsari (Foksari). Kompetensi berbahasa mereka tidak memadai. Itulah sebabnya kegiatan pelatihan Public Speaking diadakan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mereka. Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengiriman konten dan praktek. Berdasarkan evaluasi, hasil yang diperoleh sangat signifikan. Adanya peserta antusias menunjukkan bahwa mereka sangat tertarik. Selain itu, ada keseriusan dari para peserta yang menghadiri serangkaian acara yang diselenggarakan oleh tim dari awal sampai akhir.Kata Kunci: Keterampilan, Speaking Training, Public
IBM RAUDHATUL ATHFAL AL HIKMAH GAYAMSARI DAN RAUDHATUL ATHFAL AL MUTA’ALIMIN KECAMATAN TEMBALANG SEBAGAI SEKOLAH MODEL RAMAH ANAK Nugrahani, Dyah; ., Senowarsito; Musarokah, Siti
E-DIMAS Vol 6, No 01 MARET (2015): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak   IbM ini bertujuan untuk mengembangkan RA Al Hikmah Kecamatan Gayamsari dan RA Al Muta’alimin Kecamatan Tembalang sebagai model sekolah ramah anak berbasis 3Ps (Provision, Protection, dan Participation). Sasaran IbM adalah 2 Kepala Sekolah mitra, dan 17 guru, dan orang tua peserta didik. Bentuk kegiatanya adalah 1) sosialisasi pengelolaan sekolah dan pendidikan ramah anak berbasis 3P; 2) membangun komitmen bersama antara kepala sekolah, guru, dan orang tua murid; 3) Pelatihan pengelolaan sekolah dan proses belajar mengajar  berperspektif  ramah  anak;  4)  Parenting;  5)  Penyusunan  program  sekolah  dan program pembelajaran; 6) Implementasi program; 7) Monitoring dan Evaluasi.  Pendampingan dilakukan pada setiap tahapan. Hasil yang dicapai adalah 1) adanya peningkatan pemahaman guru dan kepala sekolah di kedua RA tersebut tentang pengelolaan sekolah dan pendidikan ramah anak dan telah tercapainya kesepakatan bersama antara kepala sekolah dan guru untuk menyelenggarakan pendidikan ramah anak;  2) pembenahan administrasi sekolah, penyusunan program semester dan tahunan,   serta program  penyelenggaran  parenting secara rutin; 3)penataan tempat bermain yang lebih bersih, rapi, aman, dan nyaman: 4) pemenuhan kebutuhan makan yang sehat dan aman; dan 5) proses pembelajaran, penyusunan perangkat dan media sudah memperhatikan 3P.   Kendala yang dihadapi adalah masih terdapat ketidak samaan pemahaman dari orang tua, masyarakat sekitar, dan sekolah terdekat yang tentang pendidikan ramah anak.  Kata Kunci: sekolah model ramah anak, Provisi, Proteksi, dan Partisipasi
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS LIFE SKILLS Nugrahani, Dyah; IKIP PGRI Semarang, Senowarsito; Egar, Ngasbun; Sumardiyani, Listyaning; Wardoyo, Subur L
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2011): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.538 KB) | DOI: 10.26877/e-dimas.v2i1.102

Abstract

Abstract To achieve the goal of teaching learning, a proper method, as an instrument, plays an important role in serving the teaching learning materials. The education of pre-school is aimed to develop the life skill, which covers attitude, knowledge, creativity, and skill. The teaching learning methode that forms the child?óÔé¼Ôäós character has to be turned back to the curriculum. It should remain concerning in the phase of the development and character of child who like playing, singing, dan moving. Finally, the teaching learning methode must be addressed in shaping academic, social, personal intellegence, and child?óÔé¼Ôäós creativity. Key words: a proper method, pre-school, life skills
IBM RAUDHATUL ATHFAL AL HIKMAH GAYAMSARI DAN RAUDHATUL ATHFAL AL MUTA?óÔé¼ÔäóALIMIN KECAMATAN TEMBALANG SEBAGAI SEKOLAH MODEL RAMAH ANAK Nugrahani, Dyah; ., Senowarsito; Musarokah, Siti
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2015): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.156 KB) | DOI: 10.26877/e-dimas.v6i1.789

Abstract

?é?á Abstrak ?é?á IbM ini bertujuan untuk mengembangkan RA Al Hikmah Kecamatan Gayamsari dan RA Al Muta?óÔé¼Ôäóalimin Kecamatan Tembalang sebagai model sekolah ramah anak berbasis 3Ps (Provision, Protection, dan Participation). Sasaran IbM adalah 2 Kepala Sekolah mitra, dan 17 guru, dan orang tua peserta didik. Bentuk kegiatanya adalah 1) sosialisasi pengelolaan sekolah dan pendidikan ramah anak berbasis 3P; 2) membangun komitmen bersama antara kepala sekolah, guru, dan orang tua murid; 3) Pelatihan pengelolaan sekolah dan proses belajar mengajar?é?á berperspektif ?é?áramah ?é?áanak; ?é?á4) ?é?áParenting; ?é?á5) ?é?áPenyusunan ?é?áprogram ?é?ásekolah ?é?ádan program pembelajaran; 6) Implementasi program; 7) Monitoring dan Evaluasi. ?é?áPendampingan dilakukan pada setiap tahapan. Hasil yang dicapai adalah 1) adanya peningkatan pemahaman guru dan kepala sekolah di kedua RA tersebut tentang pengelolaan sekolah dan pendidikan ramah anak dan telah tercapainya kesepakatan bersama antara kepala sekolah dan guru untuk menyelenggarakan pendidikan ramah anak; ?é?á2) pembenahan administrasi sekolah, penyusunan program semester dan tahunan,?é?á ?é?áserta program?é?á penyelenggaran?é?á parenting secara rutin; 3)penataan tempat bermain yang lebih bersih, rapi, aman, dan nyaman: 4) pemenuhan kebutuhan makan yang sehat dan aman; dan 5) proses pembelajaran, penyusunan perangkat dan media sudah memperhatikan 3P.?é?á?é?á Kendala yang dihadapi adalah masih terdapat ketidak samaan pemahaman dari orang tua, masyarakat sekitar, dan sekolah terdekat yang tentang pendidikan ramah anak.?é?á Kata Kunci: sekolah model ramah anak, Provisi, Proteksi, dan Partisipasi
PENINGKATAN KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MELALUI METODE PELATIHAN ANGGOTA FORUM KOMUNIKASI REMAJA ISLAM Nugrahani, Dyah; Kustantinah, Indri; Himatu K., Rr. Festi; IKIP PGRI Semarang, Larasati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.107 KB) | DOI: 10.26877/e-dimas.v3i1.246

Abstract

AbstractPublic speaking is the process of speaking to a group of people in a structured, deliberate manner intended to inform, influence, or entertain the listeners. Speaking in front of audience is not an easy task. It needs a good speaking skill. Fear and nervousness become major problem, especially for beginners who have not experienced in public speaking. This also occurs in members of the Muslim Youth Forum Gayamsari (Foksari). Their speaking competence is inadequate. That is why Public Speaking training activity is held. It is expexted to improve their skills. This activity is performed in two stages, namely the delivery of content and practice. Based on the evaluation, the results obtained are very significant. The existence of enthusiastic participants indicates that they are very interested. Besides, there is a seriousness of the participants who attend a series of events organized by the team from beginning to end.Key Words: Skill, Public Speaking, TrainingAbstrakBerbicara di depan umum adalah proses berbicara kepada sekelompok orang dengan cara terstruktur yang disengaja dimaksudkan untuk menginformasikan, mempengaruhi, atau menghibur pendengar. Berbicara di depan umum bukanlah tugas yang mudah. Perlu keterampilan berbahasa yang baik. Ketakutan dan kegelisahan menjadi masalah besar, terutama bagi pemula yang belum berpengalaman dalam public speaking. Ini juga terjadi pada anggota Youth Forum Muslim Gayamsari (Foksari). Kompetensi berbahasa mereka tidak memadai. Itulah sebabnya kegiatan pelatihan Public Speaking diadakan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mereka. Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengiriman konten dan praktek. Berdasarkan evaluasi, hasil yang diperoleh sangat signifikan. Adanya peserta antusias menunjukkan bahwa mereka sangat tertarik. Selain itu, ada keseriusan dari para peserta yang menghadiri serangkaian acara yang diselenggarakan oleh tim dari awal sampai akhir.Kata Kunci: Keterampilan, Speaking Training, Public
ALAT PERMAINAIN EDUKATIF BERBASIS KONTEKSTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Nugrahani, Dyah; Alfiah, Alfiah; Khasanah, ismatul; Zahraini, Dian Ayu
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6840.163 KB) | DOI: 10.26877/e-dimas.v3i2.1551

Abstract

ALAT PERMAINAIN EDUKATIF BERBASIS KONTEKSTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
THE USE OF CARTOON “FROZEN” MOVIE AS VISUAL MEDIA TO IMPROVE THE STUDENTS’ ABILITY IN LEARNING SPEAKING: A CASE OF NINTH GRADE STUDENTS OF SMP SULTAN AGUNG 1 SEMARANG Nugrahani, Dyah; Fitria, Fitria
ETERNAL (English Teaching Journal) Vol 4, No 1 (2013): February
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.69 KB) | DOI: 10.26877/eternal.v4i1.1950

Abstract

The objectives of this study are (1) to find out the speaking ability of students in grade 9th of SMP SultanAgung 1 taught without using Cartoon “frozen” movie. (2) to find out the speaking ability of students in grade 9th of SMP Sultan Agung 1 taught with cartoon “frozen” movie. (3) to know the difference in speaking ability of students in grade 9thin SMP Sultan Agung 1 taught with and without using cartoon “frozen” as Media.This study investigates the speaking ability of the students taught using cartoon “frozen” movie as media, the speaking ability of the students taught without using cartoon “frozen” movie as media, whether or not there is significant difference of speaking ability between the students taught using cartoon “frozen” movie and those taught without cartoon “frozen” as media..This study, belongs to experimental quantitative method. The population of the study was ninth grade students of SMP Sultan Agung 1 Semarang. In this study, purposive sampling has been used to take the samples. The samples were 9A as experimental group, and 9E as control group. Then, the instruments of this study were test and document.It was found that the mean of experimental group was 72.53. Meanwhile, the mean of control group was 60.67. The mean of experimental group was higher than the mean of control group. So, it found that there was significant difference of the speaking ability between the students taught using cartoon “frozen” movie and those taught without using cartoon “frozen” movie as media.From the research findings, it can be concluded that since the use of cartoon “frozen” movie as modelin teaching speaking , the students were more interested in teaching learning process. It was proven based on the computation. The result of t-test was3.71 and t-table was 2.00. So the value of t-test was higher than t-table (3.71>2.00).It concludes that using cartoon “frozen” movie as media can promote students speaking ability. Based on the conclusion, some suggestions were proposed for the teacher and the students. The teacher can use cartoon “frozen” movie as media for teaching speaking. The students can use cartoon “frozen” movie to enhance the understanding of the content information, and to promote their speaking ability.