This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geodesi Undip
Wahyu Satya Nugraha
Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

PENENTUAN LOKASI POTENSIAL UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN BOYOLALI Nugraha, Wahyu Satya; Subiyanto, Sawitri; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.242 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Boyolali memiliki kelebihan yang dapat dijadikan sebagai modal pembangunan daerah karena berada pada segitiga wilayah Yogyakarta – Solo – Semarang (Joglosemar) dan termasuk wilayah yang sangat strategis untuk mendirikan sebuah kawasan industri. Untuk mendorong pertumbuhan sektor industri agar lebih terarah, terpadu dan memberikan hasil guna yang lebih optimal maka di butuhkan pengembangan kawasan industri. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan langkah yang tepat dalam menyajikan aspek spasial (keruangan). Dalam hal ini SIG mempunyai manfaat yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat potensi lahan pengembangan kawasan industri di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini mempertimbangkan enam parameter yang menunjang dalam pengembangan kawasan industri, yaitu kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah, jarak terhadap jalan, jarak terhadap sungai, dan jarak pusat perdagangan dan infrastruktur.Dari analisis dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) menunjukkan besar bobot yang mempengaruhi untuk masing-masing parameter sebesar 35,26% untuk kemiringan lereng, 8,21% penggunaan  lahan, 5,04% jenis tanah, 35,26% jarak terhadap jalan utama, 3,56% jarak terhadap sungai, dan 12,66% untuk jarak terhadap pusat perdagangan dan infrastruktur. Dari hasil intersect peta prioritas lahan dengan RTRW Kabupaten Boyolali, dan kemudian hasil tersebut  dilakukan pengurangan berdasarkan luas lahan RTRW maka hasil yang didapat adalah hasil potensi lahan sebesar 17389,633 Ha.Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan dengan skoring, tingkat potensi lahan di Kabupaten Boyolali untuk pengembangan kawasan industri dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas sangat sesuai (S1) dengan luas 18438,34 Ha, kelas sesuai (S2) dengan luas 21175,51 Ha, kelas cukup sesuai (S3) dengan luas 35670,16 Ha, kelas kurang sesuai (N1) dengan luas 24953,14 Ha, kelas tidak sesuai (N2) dengan luas 9701,42 Ha.Kata Kunci : AHP, Potensi Lahan Industri, SIG ABSTRACTBoyolali Regency has geographical advantage which can be used as region development due to its position on the golden triangle of Yogyakarta – Solo – Semarang (Joglosemar) and it also categorized as strategic regionfor developing the industry area. In order toenhance the development of industrial sector to be aimed, integrated, and give more optimum usage, it needs the developing of industrial area. In this study, Geographical Information System (GIS) brings specific benefit which can be used to find out the terrain potency level of industrial area development in Boyolali. This study takes consideration on six aspects which can enhance the development of industrial area, they are terrain slope, the use of the terrain, the soil type, distance to the road, distance to the river, and also distance of trading center and infrastructure.By the analysis using AHP method (Analytical Hierarchy Process) shows that the weighted score which affected each of parameter is 35.26% for terrain slope, 8.21% for the use of terrain, 5.04% for soil type, 35.26% for the distance to the main road, 3.56% for the distance to the river, and also 12.66% for the distance of trading center and infrastructure. From the intersect result terrain priority map and RTRW of Boyolali Regency, and then that result deducted based on the RTRW wide and resulting the terrain potency level is 17,389.633 Hectares.Whereas, according to the calculation result by scoring concludes that terrain potency level in Boyolali for industrial area development classified into 5 classes that are: 1) very appropriate (S1) with 18,438.34 hectares of wide, 2) appropriate (S2) with 21,175.51 hectares of wide, 3) fairly appropriate (S3) with 35,670.16 hectares of wide, 4) poorly appropriate (N1) with 24,953.14 of wide, and 5) unappropriate (N2) with 9,701.42 hectares of wide.Keywords: AHP, industrial terrain potency, GIS