Nur Endah Nuffida
Jurusan Arsitektur FTSP ITS

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Pendekatan Tema Jelajah dalam Konsep dan Rancangan Perpustakaan sebagai Ruang Publik Sakinah, Rahma; Rachmawati, Murni; Nuffida, Nur Endah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5800.051 KB)

Abstract

Tema merupakan salah satu pendekatan perancangan yang umum dilakukan. Tema merupakan panduan, pedoman, dan arahan yang dapat menuntun perancang untuk membuat konsep yang dapat memecahkan permasalah dalam suatu obyek rancangan. Tema untuk obyek rancang perpustakaan dipilih dengan mempertimbangkan permasalahan utama obyek, yaitu belum mampunya perpustakaan menjadi ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kesan perpustakaan di mata masyarakat yang cenderung kaku dan tidak ramah. Tema “Jelajah” memiliki karakteristik yang berkebalikan dengan kaku. Pendekatan tema pada obyek rancang dilakukan secara metafora dengan mengaplikasikan karakteristik-karakteristik “Jelajah” pada berbagai macam aspek rancang. Dengan pendekatan tema “Jelajah” tersebut dihasilkan rancangan perpustakaan yang menarik dan jauh dari kesan kaku dan tidak ramah
Pendekatan Tema Koneksi pada Rancangan Taman Baca Kota Yogyakarta Mardisiwi, Adiar Ersti; Rachmawati, Murni; Nuffida, Nur Endah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5212.442 KB)

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang mencanangkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) atau “Perpustakaan Masyarakat” berbasis Rukun Warga (RW). Sejak tahun 2007, kini 237 TBM telah berdiri diantara 615 RW. Kebijakan ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Namun, desain perpustakaan dewasa ini cenderung menjenuhkan. Perpustakaan Kota Yogyakarta yang sudah ada pun belum mencerminkan budaya Yogyakarta. Kapasitas Perpustakaan Kota Yogyakarta juga masih terlalu kecil untuk disebut perpustakaan kota. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah taman baca yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat Yogyakarta, mencerminkan budaya lokal, serta dapat menjadi ruang publik yang menyenangkan. Tema ‘koneksi’ diaplikasikan pada rancangan Taman Baca Kota Yogyakarta dengan metode studi kasus, survei lapangan, serta pembagian acak kuesioner preferensi pengujung Perpustakaan Kota Yogyakarta. Lokasi terpilih ialah di bantaran Kali Code karena atmosfernya yang tenang dan memenuhi kriteria untuk didirikan taman baca. Rancangan ini diharapkan dapat mengakomodasi berbagai fungsi perpustakaan umum sehingga dapat berperan sebagai ruang publik untuk menggali informasi melalui media apapun, tanpa batas waktu dan batas apapun
Penerapan Tema Atraktif dalam Rancangan Taman Wisata Brawijaya Malang Ad’ha, Pridany Widya; Rachmawati, Murni; Nuffida, Nur Endah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.69 KB)

Abstract

Dalam merancang arsitektur seorang arsitek dapat menggunakan tema sebagai alat untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Tema dalam arsitektur adalah ide yang harus dieksplor dan memasukkannya ke dalam desain untuk menciptakan karakteristik atau makna pada bangunan tersebut. Selanjutnya, eksplorasi tema tersebut dapat diterapkan ke dalam konsep perancangan. Konsep perancangan akan menentukan berbagai elemen rancangan seperti bentuk, ruang luar, material, dan sebagainya. Objek rancang adalah taman wisata dengan wahana permainan 4 dimensi sebagai hiburan utamanya. Tema atraktif diangkat karena mampu mewakili esensi objek sebagai bangunan wisata. Pendekatan metafora digunakan untuk menerapkan tema atraktif ke dalam objek rancang. Karakteristik atraktif yang digunakan adalah kontras, dinamis, dan mengejutkan. Hasil rancangan berupa penerapan karakteristik atraktif ke dalam bentuk massa, fasad, sirkulasi antar massa, komposisi massa, serta penerapan atraksi dalam rancangan.
Fenomena ‘Entertainment Architecture’ di Indonesia dan Perkembangan dalam Arsitektur Nuffida, Nur Endah
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The entertainment architecture phenomenon that started in many developed countries in the second half of the 20th century has marked the birth of architectural designs with their primary purpose of providing interactive entertainments for their users. This literature study aims for analyzing a similar phenomenon that grows as an archetype of architectural designs, particularly in Indonesia. The method used in this study is a qualitative research method with naturalistic paradigm. The purpose of this study is to investigate and find the meaning of entertainment architecture, certain characteristics in the form of visual and architectural forms and how these characteristics can be read as a type in the development of architecture. The results of the study is to conclude that the phenomenon of entertainment architecture in Indonesia can be read as the development of new ideas in thinking and making architecture through the figure, looks, and its form, that  is different from the language of pre-existing buildings
Pelestarian Identitas Arsitektural Lokal melalui Redesain Terminal Bandar Udara Erawati, Dela; Nuffida, Nur Endah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.088 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22609

Abstract

Identitas lokal merupakan sebuah wujud kekayaan dari kearifan lokal. Masing-masing daerah memiliki kearifan lokal yang bermaksud untuk mempertahankan keseimbangan pada daerah tersebut. Sehingga sudah sepatutnya hal tersebut dilestarikan. Mewujudkan sebuah bentukan yang ikonik pada ruang publik berdasarkan ciri atau identitas khusus suatu daerah merupakan salah satu cara mengabadikan identitas lokal tersebut, terutama saat bentukan hadir sebagai gerbang kota yang menyambut datangnya orang dari luar daerah. Bangunan tersebut menyambut dan menjadi wajah pertama kota tempatnya berada. Disini kegiatan redesain memiliki tujuan secara khusus untuk memperkenalkan kembali identitas arsitektural khas Papua yang kian hilang melalui sebuah transformasi bentuk serta penyesuaian terhadap tipologi bangunan yang ada.
Bentuk Analogi Seni Pertunjukan dalam Arsitektur Dewayani, Lakmi; Nuffida, Nur Endah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.114 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25533

Abstract

Indonesia memiliki keragaman budaya. Keragaman budaya tersebut sudah dikenal hingga mancanegara. Keragaman yang ada di Indonesia terdiri atas bahasa, perilaku, cara berpakaian, makanan, kesenian, dan lain-lain. Kesenian adalah bagian dari kebudayaan, dimana merupakan sarana untuk mengekspresikan rasa jiwa manusia yang memiliki unsur keindahan dan keelokan, dimana proses penciptaannya dapat melengkapi sisi batin bagi manusia (emosional). Kesenian terdiri atas seni tari, seni musik, seni rupa, seni kontemporer, serta seni peran. Pada proyek pernacangan ini, metafora yang penulis gunakan ada combined metaphor, dimana pada bentuk, konsep dalam serta plaza dapat mengadaptasi dari unsur pertunjukan. Dengan proses pendekatan movement, modern, dan image pada metode metafora, sehingga keluaran objek arsitektural mengarah kepada bentukan baik secara visual maupun tidak Dengan menjadikan arsitektur sebagai bentuk dari bahasa maka akan dapat memberikan kemudahan bagi metafora untuk berkomunikasi langsung dengan arsitektur salah satu contoh memetaforakan bentuk-bentuk arsitektur seperti konsep, analisa dan sebagainya
Fenomena ‘Entertainment Architecture’ di Indonesia dan Perkembangan dalam Arsitektur Nuffida, Nur Endah; Prijotomo, Josef; Rachmawati, Murni
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 2 No 2 (2016): EIJA | December 2016 ~ February 2017 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.582 KB) | DOI: 10.29080/emara.v2i2.20

Abstract

The entertainment architecture phenomenon that started in many developed countries in the second half of the 20th century has marked the birth of architectural designs with their primary purpose of providing interactive entertainments for their users. This literature study aims for analyzing a similar phenomenon that grows as an archetype of architectural designs, particularly in Indonesia. The method used in this study is a qualitative research method with naturalistic paradigm. The purpose of this study is to investigate and find the meaning of 'entertainment architecture', certain characteristics in the form of visual and architectural forms and how these characteristics can be read as a type in the development of architecture. The results of the study is to conclude that the phenomenon of 'entertainment architecture' in Indonesia can be read as the development of new ideas in thinking and making architecture through the figure, looks, and its form, that  is different from the language of pre-existing buildings
Aspek Alam sebagai Bagian Therapeutic Architecture pada Rumah Sakit Ketergantungan Obat Mustika, Afra; Nuffida, Nur Endah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.403 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22586

Abstract

Arsitektur adalah produk dari manusia untuk manusia. Sejak jaman dulu kala, meskipun bentuknya masih sederhana (naungan, lindungan, tumpukan batu), manusia tidak dapat dipisahkan darinya. Sedikit banyak arsitektur atau lingkungan binaan berdampak bagi user bangunan dan lingkungan sekitarnya, seperti kutipan dari Winston Churchill “We shape our building, thereafter they shape us”. Secara umum, arsitektur sebagai media behaviour modifier diharapkan membawa dampak positif untuk proses kesehatan jiwa bila diterapkan pada bangunan atau lingkungan binaan. Konsep therapeutic architecture dapat diterapkan pada healthcare building ataupun lingkungan binaan yang terdapat aktivitas pengobatan di dalamnya, seperti rumah sakit ataupun pusat rehabilitasi. Dalam konsepnya, aspek-aspek arsitektur dimanipulasi sedemikian rupa untuk mempercepat proses penyembuhan.
Re-interpreting Memory of History by Fragmented Continuum Concept in Museum Design Hapsari, Nisita; Nuffida, Nur Endah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.538 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33942

Abstract

Architecture has always been considered as a carrier of messages. Stories and buildings have been tied up together since the beginning of the conscious formation of space and the first attempts to understand the world around us. Architecture that has been ruined or abandoned is also has the same condition. The 'death' could be a new beginning for buildings. An example that still exists in the present is Kedung Cowek Fort. Kedung Cowek Fort is a witness of history that still exists. The design problem which will be proposed in this final project is how the ruins of architecture could be 'revived'. Architect also responsible to how the space could be an instrument which people could experience the memory of history from the event of the past with universal language which people in the present could understand. By using historicism approach, what already happened in the past become a background for the design and by using meaning in architecture approach, those past events are interpreted to story. The tool to transfer the story into architectural design is narrative method. The building type proposed in this final project is historical museum. By giving the interpretation of historical background, people could try to understand the history from the perspective and story architect creates. In this case, history is defined as a fragmented continuum story.
Penanganan Anak Korban Kekerasan dengan Menggunakan Metode Ecobehavior Liyanto, Gagas Dio Agil; Nuffida, Nur Endah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.379 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22639

Abstract

Anak yang mengalami kekerasan akan mengalami dampak dengan gejala berbagai macam dan berbeda-beda tergantung kejadian yang dialami korban. Namun pada umumnya akan memiliki dampak seperti mudah marah, tempramental, stres yang dilampiaskan ke tindakan kasar, trauma, merasa cemas yang berkelanjutan, depresi, pendiam, sensitif, cenderung menarik diri kehidupan sosial, bahkan yang paling parah adanya kecenderungan untuk melakukan bunuh diri karena tidak sanggup menananggung peristiwa yang dialaminya. Perlu adanya penanganan fasilitas yang dapat mendukung proses terapi dan memperbaiki perilaku anak. Dan juga dapat mempersiapkan anak untuk kembali ke lingkungan sosial mereka seperti semula. Objek rancang yang mewadahi respon tersebut adalah Fasilitas Rehabilitasi Anak Korban Kekerasan yang menggunakan metode ecobehavior sebagai penananganannya. Dengan menerapkan metode desain Rationalist Approaches, serta pendekatan Behavior Setting dan Architecture for Children, metode ecobehavior tersebut dapat dihadirkan kedalam fasilitas yang memiliki elemen-elemen arsitektur menyesuaikan kebutuhan dari pengguna.