Articles

Found 10 Documents
Search

EVALUASI SISTEM DISTRIBUSI DAN TINGKAT BUNGA BEBAN GADUHAN TERNAK SAPI BIBIT PROVINSI JAMBI Novra, Ardi; Pramushinto, Bagus
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 14 No 2 (2011): JIIP Volume 14 No. 2 November 2011
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v14i2.868

Abstract

The research objective to evaluating of the heifer distribution system which?s can be using as a base of the capacity building program of the farmer institution empowerment. The research survey doing 8 (eights) month which?s unit analysis is the livestock farmer households who?s receive the meat cow on the breeding program. Data collected by multi-stage cluster random sampling at the three regencies which?s representative of the three regions of Jambi Province were west, middle and east. Data analyzed using the compound interest and structural equation model with threes equation behavior divide 3 endogenous and 6 exogenous variable. The result of the research can be indicated that the interest rate of the 1 : 2 system was 22,65% and this rate more than higher from Grati system (6,60%), 1 : 1 system (4,39%) and so commercial credit investment. The evaluation of the distribution system show that the long time to first restore cattle are not different among the system rotate (average  > 30 months), the level of restored is lowest and predicted will be more length than contract period (60 months). This level of restored significantly influenced by the share cropping system, the first of restored period, and the running of shared cropping period. The interest rate of which?s must be pay by households different significantly among the share cropping system and will be significantly effected by the time period of the restored. Based on the result and discussion will be conclude that not only unfair among the share cropping system but on the same system too. Nothing incentive as a reward of the fast of restored will be decreasing the household livestock motivation to effort to acceleration of their heifer productivities.
VALUASI EKOSISTEM DALAM MENENTUKAN POTENSI NILAI MANFAAT EKONOMI TEKNOLOGI BIOGAS BAGI RUMAH TANGGA PETERNAK SAPI DAN DAERAH Fatati, F; Novra, Ardi; Farizal, F
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 18 No 2 (2015): Nopember 2015
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.948 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v18i2.2676

Abstract

Teknologi biogas merupakan bioenergi yang berpotensi mengurangi kerusakan lingkungan. Manfaat teknologi biogas bagi rumah tangga peternak sapi masih ber bentuk deskriptif, sehingga dibutuhkan kajian empiris guna menentukan potensi nilai manfaat ekonomi sebenarnya teknologi biogas. Maka dilakukan penelitian penggunaan metode valuasi ekosistem guna menentukan nilai manfaat teknologi biogas bagi rumah tangga dan potensi nilai ekonomi jika dikembangkan secara luas pada suatu wilayah. Pemilihan rumah tangga sebagai unit analisis menggunakan teknik penarikan contoh acak kelompok bertahap (multistage cluster random sampling) secara sengaja (purposive sampling), pemilihan sentra pengembangan teknologi biogas secara sengaja pada wilayah terpilih dan pemilihan rumah tangga sebagai unit sampling di sentra pengembangan secara acak sederhana (simple random). Alokasi rumah tangga menggunakan pendekatan alokasi proporsional (proportional allocation). Data sekunder bersumber dari instansi terkait dan data primer melalui observasi langsung dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner. Tahun pertama adalah analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi adopsi dan aplikasi teknologi dan pendekatan evaluasi ekonomi untuk menentukan besaran nilai manfaat teknologi biogas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat adopsi teknologi biogas masih belum menggembirakan yaitu sebesar 53,33% dengan nilai manfaat teknologi biogas sebesar 66,15%.
Pembinaan Kelompok Usaha Bersama Desa Nyogan Menuju Desa Sejahtera Mandiri Lestari, Ardiyaningsih Puji; Octavia, Ade; Novra, Ardi; Syarif, Agus
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 2 No 2 (2018): Volume 2, No (Issue) 2, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.725 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i2.6097

Abstract

Di Desa Nyogan terdapat 24 kelompok usaha bersama (KUBE) yang mengelola 12 jenis usaha. Dalam menjalankan usahanya terdapat beberapa masalah yang muncul. Faktor penyebab masalah tersebut antara lain (1) Pemilihan jenis kegiatan usaha kelompok usaha bersama yang kurang tepat dengan kebutuhan masyarakat desa (2) Keterbatasan kemampuan anggota dalam menguasai pengetahuan yang berkaitan dalam menjalankan usaha (3) Keterbatasan atau bahkan tidak adanya kegiatan pengawalan atau pendampingan, dan (4) Kemampuan manajerial yang rendah. Solusi permasalahan yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan sumber daya masyarakat dan penguatan usaha keswadayaan masyarakat. Kegiatan yang  dilakukan yaitu (1) Pendidikan dan Latihan (Diklat) untuk peningkatan sumber daya manusia sehingga menghasilkan individu yang kreatif inovatif, (2) Melakukan visit study ke pelaku usaha yang dinilai sukses sehingga diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan perluasan wawasan anggota KUBE, dan (3) Melakukan pendampingan untuk dapat membantu mengatasi permasalahan permasalahan yang muncul sehingga keberlanjutan usaha dapat lebih terjamin. Hasil yang didapat dari kegiatan ini   (1) Peserta merasakan manfaat yang besar dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, (2) KUBE yang putus asa dan akan menutup usahanya mulai terlihat bersemangat dan berencana untuk mengaktifkan kembali usaha kelompok bersamanya, (3) Peserta KUBE berkolaborasi antar kelompok usaha bersama untuk menerima pesanan paket dari konsumen, (4) Peserta mulai memahami bahwa dalam melakukan usaha tidak selalu langsung menjadi sukses melainkan dapat mengalami hambatan yang berasal dari dalam kelompok maupun luar kelompok dan (5) Adanya keinginan bersama masyarakat dan desa untuk menggali potensi desa untuk dijadikan desa wisata yang dapat menarik wisatawan sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PENINGKATAN KUALITAS BIOURIN DARI TERNAK SAPI YANG MENDAPAT PERLAKUAN TRYCHODERMA HARZIANUM THE INCREASE OF BIOURINE QUALITY FROM COW TREATED WITH TRYCHODERMA HARZIANUM Adriani, Adriani; Novra, Ardi
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 20 No 2 (2017): Nopember 2017
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.767 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v20i2.4716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menigkatkan kualitas hara biourin dari ternak sapi  yang mendapat perlakuan trychoderma harzianum.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian adalah P0 = 95% urin sapi + 5% empon-empon, P1= 94 % urin + 5% empon-empon +1% trychoderma Harzianum, P2 = 93%urin + 5 % empon-empon  + 2% trychoderma Harzianum, P3 = 92% urin + 5 % empon-empon + 3% trychoderma Harzianum. Satu liter urin dicampurkan dengan empon-empon, urea dan trychoderma harzianum sesuai perlakuan. Semua bahan diaduk dan dimasukkan kedalam botol untuk difermentasi selama 21 hari. Setiap hari dilakukan pengadukan sebanyak 3 kali (jam 7.00, jam 13.0 dan jam 18,00). Setelah proses fermentasi berlangsung selama  21 hari, dilakukan pengamatan pH,  bau , dan warna biourine, analisis kandungan C, N,P,K dilakukan di laboratorium BLHD kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan trychoderma harzianumdapat merubah warna biourine yang dihasilkan.  P0 berwarna coklat  kehijauan 100%, P1 dan P2  coklat dan P3 berwarna coklat  pekat (100%). Bau biourine dari perlakuan trychoderma harzianum  berkurang dari sangat menyengat  (100%)  pada P0, menyengat pada P1, P2 dan P3 (100%). Perlakuan trychoderma harzianum  nyata menurunkan  pH  biourine. Rataan  pH 6,70 ± 2,49  dengan kisaran   5,2 ? 9. perlakuan trychoderma harzianum  sangat nyata (P<0.01) meningkatkan kandungan P biourin. Rataan  P biourine  0,0803 ± 0,44 kisaran antara 0,027- 0,144 %. Perlakuan trychoderma harzianum tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kalium biourine,rataan kalium adalah sebesar 0,01445 ± 0,0459 mg/l dengan kisaran 0,01303 ?0,01602 %.  perlakuan trychoderma harzianum  berpengaruh nyata (P<0,015) terhadap kandungan nitrogen (N) biourin yan dihasilkan,rataan nitrogen biourin  sebesar 0,0245 ± 0,019 dengan, kisaran antara 0,0213 ? 0,0177.  Kesimpulan penelitian adalahperlakuan terbaik dalam menghasilkan kualias biourine adalah trychoderma harzianum 3% (P3) Kata kunci : Biourin, trychoderma harzianum, hara
HOUSEHOLD BEHAVIOR AND RESPONSE TO THE PARTICIPATIVE INSTITUTIONAL MODEL FOR THE PROGRAM OF HANDLING DRAINAGE OF PRODUCTIVE COWS Novra, Ardi; Pramusintho, Bagus
Buletin Peternakan Vol 43, No 4 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (4) NOVEMBER 2019
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.948 KB) | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v43i4.44968

Abstract

The research survey aimed to observe the households behavior and response to the participatory institution model of the preventing of the productive cows exploitation. The sample technique to select of the domestic cattle farmer (DCF) as the unit of analysis using the multiple stages cluster sampling and then sample allocation was equal for three districts. Structural equation model consisted of 5 behavior equations drawn up from the 5 endogenous and 13 exogenous variables. The research results showed that the rate of release of productive cows about 19.23 percent. The institutional model to handling of the drain at least productive cows have four major components, were members (DCFs), the management, micro-finance institutions (MFIs) and buffer-stock. The household motivation to develop the business scale and maintain the productive heifer shaped by land ownership and livestock scale expected factors. Then both types of motivation were not significantly associated with DCF's motivation to engage in institutional, as the more dominant individual as shaped by the farmer age. The other hand, the confidence level of participatory institutional effectiveness significantly shaped by the perception of institutional and potential release of productive heifer compared the potential release of motivation factors and correlated positively with the economic conditions.
The comparative study of geographically and demographically of the of animal protein consumption from livestock source Novra, Ardi; Fatati, Fatati; Mulawarman, Mulawarman
Aceh Journal of Animal Science Vol 4, No 1: July 2019
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.107 KB) | DOI: 10.13170/ajas.4.1.13549

Abstract

Livestock is one of the important sources for  protein in Jambi Province. However, the information on the consumption behavior of animal protein by local people was not available . Hence, the study aimed to analyze the behavior of consumption of protein sources from livestock between geographically and demographically separate regions.The researchsurveyconductedfor sixmonthsusingcross-section datawith the unitof analysisis the household. The multistage cluster random sampling(CRS) technique was used to selectthreetypes sub-districts(urban, migrantandnativerural) inthreedistrictsrepresentingthe western,central and eastern. The selected numbers of 150 householdswhere are allocatedequally with50electedforeach district. Simultaneous equationsmodel ofAIDS(Almost Ideal Demand System) was usedtoanalyze the difference inthe proportion ofconsumer spendingforfood material sources ofanimal protein from livestock. The AIDS model estimated bySeeminglyUnrelatedEquation (SUR) technique usingthe SAS/ETS9.12. The result showed that geographically,  the household expenditure for eggs significantdifferencesamong the others and the highestoccur ineastern regions; while demographically, the household expenditure formeatin rural areas was significantly higher thanin the urban, but fordairysignificantly higher than in urban areas. The household expenditure for eggs more responsive to the other prices, but the meat more responsive to own and dairy prices. The same non-price factor was significantly influenced to all commodities for livestock products, and the relationship between eggandmeatcommodities weresubstituted, but with dairywascomplementary. It is concluded that demographic factors are more influential than geographic factors on the behavior of animal protein consumption from livestockKeywords: Geographically, Demographically, Livestock, Protein, AIDS
Penguatan Daya Tahan Ekonomi Rumah Tangga Pelaku Industri Batubata Rakyat Melalui Usaha Budidaya Jamur Tiram Novra, Ardi; Andayani, Jul; Sulaksana, Indra
Jurnal Abdimas Mahakam Vol 3, No 2 (2019): June
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.147 KB) | DOI: 10.24903/jam.v3i2.497

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi rumah tangga pelaku industri kecil dan menengah (IKM) batubata pada umumnya adalah frekuensi penerimaan yang tidak stabil dan cenderung dengan frekuensi waktu cukup panjang. Proses produksi batubata mulai dari penggalian tanah sampai siap jual membutuhkan waktu relatif cukup lama dan bahkan bulanan. Tujuan utama kegiatan adalah memperkuat daya tahan ekonomi rumah tangga pelaku IKM Batubata melalui diversifikasi usaha budidaya Jamur Tiram. Kegiatan menggunakan Pendekatan Partisipatif (Participatory Rural Appraisal) dengan Sistem Modal Bergulir Internal (Internal Revolving Capital System). Program penguatan daya tahan ekonomi rumah tangga pelaku IKM Batubata ini masih pada tahap pengenalan sehingga ruang lingkup kegiatan untuk sementara masih terbatas aspek budidaya. Pengembangan lanjutan pada masa akan datang akan mengarah ke sektor hulu (pembuatan baglot sebagai input primer dan sektor hilir berupa industri pengolahan hasil pasca panen. Program lanjutan pada masing-masing kelompok sasaran akan menggunakan sumberdana lain dan sangat tergantung pada motivasi dan keberhasilan program budidaya jamur tiram. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui 4 (empat) tahapan yaitu tahapan persiapan, budidaya dan perguliran modal kelompok serta pelaporan. Berdasarkan evaluasi terhadap hasil kegiatan dengan berbagai kendala teknis dan non-teknis yang dihadapi selama proses pelaksanaan, maka dapat disimpulkan bahwa program pengabdian kepada masyarakat ini belum memberikan hasil optimal bagi penguatan ekonomi rumah tangga dan usaha kelompok pengrajin batubata rakyat. Meskipun demikian, model pengembangan kumbung diatas kolam bekas galian (KBG) telah mampu menarik motivasi rumah tangga untuk memanfaatkan KBG mereka. Program ini telah menjadi embryo dan layak untuk ditindaklanjuti melalui program lainnya baik dalam bentuk riset (peneltiian) maupun pemberdayaan masyarakat.
Introduksi Kambing Peranakan Etawah (PE) dan Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran Kambing di Desa Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi Fatati, Fatati; Novra, Ardi
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 3 No 1 (2019): Volume 3, Number 1, June 2019
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.905 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v3i1.7007

Abstract

Tujuan  kegiatan pengabdian KKN-PPM ini membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi melalui pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan. Luaran yang ditargetkan dari kegiatan KKN-PPM ini adalah  peningkatan pengetahuan beternak kambing dan pembuatan pupuk organik  dan kreatifitas wirausaha. Digunakan metode pendekatan partisipatif  dengan melibatkan peternak secara langsung.  Berdasarkan hasil seleksi terpilih sebanyak 30 orang mahasiswa sebagai peserta KKN PPM, terdiri dari 15 orang dari Fakultas Peternakan, 8 orang dari Fakultas Pertanian dan 7 orang dari Fakuktas Ekonomi dan Bisnis. Mereka terbagi dalam dua kelompok berdasarkan dusun yang ada di desa Kota Karang, masing-maing dusun mendapatkan 6 ekor ternak kambing yang terdiri dari 4 ekor kambing betina dewasa dan 2 ekor kambing pejantan, serta 1 unit rumah kompos yang terletak di dusun 2. Pembuatan pupuk organik dari kotoran kambing sudah dilakukan peternak berulang kali setelah pelatihan pe yang dilaksanakan oleh mahasiswa bersama peternak yang  didampingi oleh tim dosen pembimbing lapangan. Upaya pengembangan ternak kambing PE ini mulai menampakkan hasil yang baik, ditandai dengan tingkat kebuntingan kambing betina sebesar 87,5% dan pupuk organik yang sudah dimanfaatkan peternak untuk tanaman ketimun dan cabai. Hasil panen ketimun dengan pupuk organik tidak kalah dengan yang menggunakan pupuk kimia. Hasil panen ketimun dari luas lahan sekitar 1.000 m² sebanyak 2 ton . Sedangkan untuk tanaman cabai masih dalam tahap penanaman.  Berdasarkan evaluasi terhadap seluruh kegiatan pada program kerja KKN-PPM menunjukkan keberhasilan, baik dari pengetahuan maupun penerapan teknologi.  
Penguatan usaha kelompok peternak pelaku integrasi sawit-sapi berbasis limbah di Kecamatan Mestong Novra, Ardi; Adriani, Adriani; Suparjo, Suparjo; Nelson, Nelson; Novianti, Sri
Riau Journal of Empowerment Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.155 KB) | DOI: 10.31258/raje.2.2.43-54

Abstract

Program penguatan usaha kelompok pelaku integrasi sawit-sapi berbasis limbah merupakan lanjutan program pengembangan pada tahun 2013 ditujukan untuk akselerasi dan peningkatan kapasitas produksi melalui perbaikan teknologi proses. Hasil kegiatan berdasarkan kondisi terakhir menunjukkan usaha pengolahan limbah terpadu kelompok sudah berkembang baik sesuai kapasitas terpasang produksi Biourine A Plus dan Trychokompos Insitu. Pelaksanaan kegiatan secara garis besar sesuai target sasaran dimana pasca perbaikan teknologi proses produksi dan peningkatan kapasitas produksi terpasang. Capaian produksi TCI sudah 56% dari kapasitas terpasang tetapi dilihat dari trend produksi sudah menunjukkan arah menuju penggunaan kapasitas sebenarnya. Penerimaan usaha kelompok mengalami peningkatan signifikan hampir 2 kali lipat. Kendala yang dihadapi terutama terkait fluktuasi supply bahan baku utama (limbah cair dan padat kandang) seiring perubahan populasi ternak sapi. Upaya tindak lanjut pasca kegiatan adalah mendorong perubahan orientasi usaha menjadi usaha tujuan ganda guna menjaga kesimbangan komposisi antara ternak jantan dan betina, dan perluasan kemitraan input bahan baku dengan sasaran peternak sapi non-anggota kelompok.
TOUR de JNP, KEJUARAAN TAHUNAN WISATA OLAH RAGA TANTANGAN PERAIRAN ANTAR DUA TAMAN NASIONAL (Inovasi Strategi Promosi Ekowisata Provinsi Jambi) Novra, Ardi
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Pusat Studi Pariwisata - Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.762 KB) | DOI: 10.22146/jnp.6683

Abstract

Ecotourism activities have been expanding rapidly over the past two decades world-wide and further growth is expected in the future. Efforts to better understand ecotourism, as well as to improve its planning, management and marketing techniques have been conducted by many ecotourism companies and practitioners, governments and research people throughout the world.This paper is specifically concerned with the effort of the local government of Jambi to take the optimally benefit from natural tourism development more competitive. Tour de JNP (tour the Jambi National Park) is an international annual event of territorial water challenge sport-tourism to tracing river stream between Kerinci Seblat and Berbak Na-tional Park. Both national parks represent conservations area owning properties of natu-ral tourism object which offer biodiversities. During tracing streams of Batanghari River, all participants can enjoy the esthetics value of the natural were a view of nature, air freshness and see various history and settlement of traditional cultural society. Pursuant to stream type and deepness of river which vary, hence the setting of champi-onship using boat type different to each phase, and will be divided on 10 phases. Entire phase will be gone through by participant by using boat type differ that is rubber boat, traditional boat of Jambi (Bidar and Kajang Lako), dragon boat, bamboo raft, and sailboat for sea and river. During race of participant will pass some tourism object were Kerinci Lake, Geo-Park, Victoria Brigde, mausoleum of Orang Kayo Hitam, Muaro Jambi Temple, Angso Duo as an eldest traditional market, Tanggo Rajo as a popular man-made tourism object, traditional settlement as long as river, Berhala Island, blackly sand of coastal area, and end in Simpang Malaka a gathering places to drinking wilds animal on the Berbak National Park.