Cut Intan Novita
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisa Ekonomi Tepung Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) Sebagai Pakan Aditif pada Kambing Peranakan Etawah Laktasi

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7120.2 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian tentang Analisa Ekonomi Penambahan Tepung Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) sebagai Pakan Aditif pada Kambing Peranakan Etawah (PE) Laktasi, telah dilakukan di Desa Limpok, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian tepung kulit manggis sebagai pakan aditif terhadap efisiensi ekonomi pemeliharaan ternak kambing Peranakan Etawah laktasi. Penelitian ini menggunakan 16 ekor kambing Peranakan Etawah (PE). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kelompok. Ternak dikelompokkan berdasarkan masa laktasi sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. Masing-masing perlakuan terdiri dari perlakuan A (ransum kontrol), perlakuan B (penambahan tepung kulit manggis 2,5%), perlakuan C (penambahan tepung kulit manggis 5%) dan perlakuan D (penambahan tepung kulit manggis 7,5%). Data dianalisa menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Parameter yang diamati adalah biaya produksi, hasil produksi, nilai hasil produksi, keuntungan kelayakan usaha. Tingkat keuntungan dan penerimaan semua perlakuan dalam penelitian ini mendapatkan keuntungan. Rasio manfaat biaya yang diperoleh. Abstrack: This research were studied about economic analysis of addition of mangosteen peel powder(Garcinia mangostana L) as a feed additive in goat etawah cross (PE) lactation. It had been done in the village Limpok Darussalam Aceh Besar District of Aceh Province of the date on from march to may, 2016. The purpose of this research is study the effect of mangosteen peel powder as a feed additive cattle raising economic efficiency the cross Etawah goat lactation. This reseach was used 16 Etawah goats. This research was used Randomized Block Design (RBD) which consists of 4 treatments and 4 groups. Livestock was grouped by lactation mass until obtained 16 unit trials. Each treatment consists of A treatment (control rations without mangosteen peel powder), B treatment (rations with added mangosteen peel powder 2.5%), C treatment (rations with added mangosteen peel powder 5%) and D treatment (rations with added mangosteen peel powder 7.5%). The reseach data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The parameters measured were the cost of production, production, production output value, profits feasibility. The rate of profits and acceptance of all treatments in this study benefit. Return cost ratio obtained treatment It demonstrate that the business is run to be continued. Economic analysis of mangosteen peel powder (Garcinia mangostana l) as feed the goat peranakan etawah additives lactation

judul Analisa Kecernaan in vivo Pakan Fermentasi Kulit Kacang Tanah pada Sapi Aceh Jantan

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.146 KB)

Abstract

Abstrak.Suatu penelitian tentang analisa kecernaan in vivo pakan fermentasi kulit kacang tanah pada sapi aceh jantan telah dilakukan di Gampong Cot Teube kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen dan di Gampong Data Gaseeh Kecamatan Jantho Kabupaten Aceh Besar di mulai dari bulan Maret2017 hingga May 2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecernaan in vivo sapi Aceh jantan yang diberi kulit kacang tanah fermentasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 kelompok. P0 adalah perlakuan kontrol/ransum tanpa penambahan kulit kacang tanah fermentasi, P1 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 5%, P2 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 10%, P3 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 15%, sedangkan P4 adalah ransum dengan penambahan kulit kacang tanah fermentasi 20%. Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, konversi ransum, kecernaan in vivo, dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ransum perlakuan kulit kacang tanah yang difermentasi dengan Enzimax tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, koversi ransum, dan  kecernaan in vivo bahan kering, namun berpengaruh nyata terhadap kelompok berat sapi yang berdeda .Enzimax yang digunakan sebagai perlakuan pada penelitian mampu mempengaruhi kualitas kulit kacang tanah.In vivo digestibility analysis of peanut peel fermentation on male aceh cattleAbstract. A research on in vivo digestibility analysis of peanut shell fodder in male aceh cattle has been done in Gampong Cot Teube sub district Gandapura Bireuen district and Gampong Data Gaseeh sub district jantho big district of Aceh starting from March 2017 until May 2017. research aims to know the digestibility of cattle in vivo Aceh male with peanut peel of fermentation. This study used Randomized Block Design (RBD) consisting of 5 treatments with 4 groups. P0 is a ration with the addition of peanut peel fermentation 5%, P2 is ration with the addition of peanut peel fermentation 10%, P3 is ration with the addition of peanut peel fermentation 15%, while P4 is a ration with the addition of peanut peel fermentation 20%. The parameters measured were feed intake, ration conversion, in vivo digestibility, and body weight gain. The results of study showed that ration treatments of fermented peanut peel with enzimax fermentor were not significant effect (P>0,05) on feed ration consumption, daily weight gain, feed ration conversion and in vivo digestibility of dry matter. However, it has significant effect on cattle weight block. Enzimax as treatment in this experiment has the ability to affect the quality of peanut peel. 

Performans Reproduksi Sapi Batina Aceh di Kota Subulussalam

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.  Dalam upaya meningkatkan populasi Sapi Aceh di Kota Subulussalam ini tentunya tidak semudah yang diharapkan. Banyak permasalahan yang sering dijumpai oleh peternak dalam mengembangkan populasi ternak Sapi Aceh. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh peternak adalah rendahnya efisiensi reproduksi pada ternak. Rendahnya efisiensi reproduksi ini dapat disebabkan oleh masih rendahnya pengetahuan peternak akan pentingnya pengaturan reproduksi dalam usaha peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Performans reproduksi sapi Aceh betina di Kota Subulussalam. Penelitian ini dilakukan di Kota Subulussalam Provinsi Aceh meliputi 5 kecamatan yaitu Simpang Kiri, Rundeng, Longkip, Penanggalan dan Sultan Daulat. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan dimulai dari tanggal 23 Januari-23 Februari 2017. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) dengan pertimbangan kecamatan yang memiliki populasi ternak sapi betina Aceh terbanyak di Kota Subulussalam. Penentuan peternak responden adalah dengan menggunakan metode Purposive Sampling, yaitu mengambil sampel dengan ketentuan minimal peternak memelihara satu ekor sapi Aceh yang telah beranak 2 (dua) kali. Sebagai responden ditetapkan sebanyak 30 orang peternak yang tersebar dalam 5 kecamatan yaitu Kecamatan Simpang Kiri, Rundeng, Sultan Daulat, Penanggalan dan Longkip. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perormans reproduksi sapi betina Aceh di kota Subulussalam sudah baik dan sesuai standar yang diharapkan, dimana umur pubertas terbanyak dapat dicapai pada umur 1-2 tahun, rata-rata nilai Service Per Conception adalah 1,5 pada sistem perkawinan secara IB dan Calving Interval 12,97 bulanAceh Cow Reproduction Performance in Subulussalam the Province of AcehAbstract. In an effort to increase the population of Aceh Cattle in Subulussalam city certainly not as easy as expected many problems faced by breeders in developing the population Aceh cattle. One of the problems faces is low reproduction efficiency in livestock. This low reproducibility effisiency can be caused by still low knowledge of breeder of importance of reproduction arrangement in the livestock business. This study aims to know the performance of Aceh cattle reproduction in Subulussalam city the Province of Aceh consist of 5 districts of the district of Simpang Kiri, Rundeng, Longkip, Penanggalan, and Sultan Daulat. The study was conducted for 1 month starting from 23 January to 23 February 2017. This research uses survey method. The location of this research is purposive (purposive sampling) with the consideration of the district that has the largest population of Aceh cattle in Subulussalam. Determination of breeder of respondent is by using method of Purposive Sampling, Namely taking samples with the minimum requirement of breeders to keep one Aceh cow that has been littered 2 (two) times. As the respondents set as many as 30 farmers are spread in 5 districts of Simpang Kiri, Rundeng,  Sultan Daulat, Penanggalan and Longkip. From the results of this study can be concluded that the performans reproduction of Aceh female cow in Subulussalam city is good and according to expected standard, that the age of most puberty can be achieved at age 1-2 years, The average value of Service Per Conception is 1.5 in the artificial Insemination marriage system, and Calving Interval 12.97 months

Kecernaan In Vivo Bahan Kering Sapi Lokal Jantan yang Diberikan Pakan Fermentasi Kulit Coklat dan Ampas Tebu

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.88 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang  kecernaan  In Vivo sapi lokal jantan yang diberikan pakan fermentasi kulit coklat dan ampas tebu telah dilakukan di Gampong Cot Teube, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh, dari tanggal 6 Oktober 2015 sampai dengan 3 Januari 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecernaan bahan kering sapi lokal jantan yang diberikan pakan berbasis kulit coklat dan ampas tebu.Penelitian ini menggunakan 12 ekor sapi lokal.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdiri dari 3 (tiga) kelompok dan 4 (empat) perlakuan. Sapi dikelompokkan berdasarkan bobot badan. Perlakuan terdiri dari pelakuan A (Ransum kontrol tanpa ampas tebu dan kulit coklat), perlakuan B (Ransum dengan penambahan kulit coklat fermentasi 25%), perlakuan C (Ransum dengan penambahan ampas tebu fermentasi 25%),dan pelakuan D (Ransum pakan kombinasi ampas tebu fermentasi 12,5% dan kulit coklat fermentasi 12,5%). Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Bila terjadi perbedaan antar perlakuan maka akan dilakukan uji jarak berganda Duncan. Parameter yang diamati adalah  konsumsiransum, kecernaanIn Vivo bahan kering dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, kecernaan In vivo bahan kering dan pertambahan bobot badan. Pakan fermentasi kulit coklat dan ampas tebu tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, kecernaanin vivo bahan kering dan pertambahan bobot badan.  In VIvo Dry Matter Digestibility of Local Bulls that Giving Fermentation Fod Cacao and BagasseAbstract.This research about In Vivo digestibility local bull that given fermentation pod cacao and bagasse have done in the Cot TeubeVillage, Gandapura Subdistrict, Bireuen in Aceh Province, on October 6, 2015 until January 3, 2016. The purpose of this study was to determine dry matter digestibility of local  bull that given pod based cacao  and bagasse. This study used 12 local bulls. The design of the research was a Random Block Design (RBD), and it ed Consist of three (3) groups and four (4) treatments. Bulls were grouped based on body weight. The treatment consists of the carrying  A (Rations control without bagasse and pod cacao ), treatment B (Rations with addition of fermented  pod cacao 25%), treatment C (rations with addition of bagasse fermented 25%), and treatment D (rations of feed combinations 12.5% fermented bagasse and 12.5% fermented pod cacao ).  Data were analyzed by using (Analysis of Variance ANOVA). The parameters measured were feed intake, In Vivo digestibility of dry matter and weight gain. The results showed that no significant differences (P> 0.05) on feed consumption, In vivo digestibility of dry matter and weight gain. Fermentation feed of  pod cacao  and bagasse have no effect on rations intake, in vivo digestibility of dry matter and weight gain.

Kajian Kondisi Faali Sapi Perah Peranakan Fries Holland (PFH) di Peternakan Rakyat Desa Suka Mulya Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.041 KB)

Abstract

Abstrak. Suatu penelitian telah dilaksanakan di desa Suka Mulya, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian berlangsung dari bulan November sampai Desember 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi faali sapi Peranakan Fries Holland (PFH) di peternakan rakyat desa Suka Mulya Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan mengunakan metode survei dan observasi langsung ke peternak dan sapi perah PFH. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling. Penetapan responden ditentukan mengunakan metode random sampling, jumlah responden sebanyak 10 peternak yang memelihara sapi perah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 13 ekor sapi perah PFH. Parameter penelitian meliputi frekuensi pernafasan, denyut jantung dan suhu rektal. Data pendukung yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi suhu dan kelembaban kandang, manajemen pemeliharaan sapi perah, kesehatan ternak, dan karakteristik peternak/responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan frekuensi pernafasan sapi PFH adalah28,03 ± 0,63 kali/menit, frekuensi denyut jantung 68,92 ± 0,71  kali/menit dan suhu rektal 36,57 ± 0,55 °C. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kondisi faali/fisiologis ternak perah yang ada di peternakan Rakyat Desa Suka Mulya dalam keadaan baik/normal. Study on Condition of Dairy Cattle Breed Physiologic Fries Holland (PFH) Livestock in the Village People Prefer Mulya Seulawah Valley District District of Aceh Aceh Province Abstract. This study aimed to determine the effect of dairy cattle rearing system to physiological conditions in the district of Aceh Besar district seulawah Valley. The method used is descriptive analysis using the method of survey and direct observation to farmers and dairy cows PFH measurement of physiological conditions/physiological. This research by using two stages, the first stage is the observation field conditions and the second stage is the collection of data. Observation phase field conditions to determine the location of the study and the sample size, the data collection phase aims to obtain primary data and secondary data. The research location determined by purposive Desa Suka Mulya. Sampling of cattle that took cattle PFH to measure physiologic conditions/physiological. The number of samples taken in this study there are few dairy cows. The data collected from these samples include respiratory rate, heart rate, rectal temperature. Results of this study was the frequency of breathing 28,03 ± 0,63 times per minute, heart rate 68,92 ± 0,71 times per minute, a rectal temperature of 36,57 ± 0,55 times per minute. From the results of this research can be concluded that the physiologic conditions/physiological dairy cattle farm in the village of Suka Mulya People in a good state/normal