Andi Novita
Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

The Potential of Bandotan Leaves (Ageratum Conyzoides L.) Extract for Natural Curing of Eggs Novita, Andi
Jurnal Medika Veterinaria Vol 8, No 1 (2014): J. Med. Vet.
Publisher : UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.225 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v8i1.3342

Abstract

This study aims to determine the effect of eggs immersed in extracts of bandotan leaves on the organoleptic quality, haugh unit, and yolk index. The samples used were 105 eggs, weighing of 51.33 ± 55.9 grams collected from the farm in Jantho. By using a completely randomized design with factorialpattern the samples were divided into five treatment groups. P0 (control) was not given any treatment , P1 was immersed in 10 % bandotan leaf extract for12 hours, P2 was immersed in 10% bandotan leaf extract for 24 hours , P3 was immersed in 20% bandotan leaf extract for 12 hours and P4 wasimmersed in 20% bandotan leaf extract for 24 hours. The observation interval was done on week 0, 1, 2, 3, and 4. The organoloeptic observation of alleggs showed that either eggs on P1and P2 treatment showed no significant changes until week 4. The HU value of P0, P1, and P3 were 68.16 (grade A),70.34 (grade A), and 75.89 (grade AA), respectively. Yolk index value of P0, P1,and P2 were 0.65, 0.71, and 0.74 , respectively. In conclusion, the higherthe concentration of bandotan leaf extract given the longest the storage time of eggs based on the maintain of HU and YI value.____________________________________________________________________________________________________________________Key words: bandotan leaf, haugh unit, organoleptic, egg, yolk index
PEMANFAATAN DAUN BANDOTAN UNTUK PENINGKATAN PERFORMAN KARKAS DAN PENURUNAN JUMLAH KOLONI MIKROBA USUS AYAM BROILER Novita, Andi
Jurnal Biologi Edukasi Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Biologi Edukasi
Publisher : Jurnal Biologi Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.61 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak daun bandotan terhadap perubahan performa karkas dan penurunan jumlah koloni mikroba pada usus ayam broiler. Percobaan  ini menggunakan 45 ekor doc ayam broiler , perlakuan baru diberikan pada umur 25 hari. Pengujian dilakukan pada 3 kelompok, yaitu kelompok P0: tanpa pemberian ekstrak air daun bandotan (kontrol); Kelompok P1 dan P2 diberi ekstrak air daun bandotan masing-masing pada dosis 1,5 ml dan 3 ml dengan dicekokkan melalui oral selama 6 hari. Pada hari ke-7 dilakukan pengambilan data. Dari hasil penelitian diketahui rata- rata persentase karkas71,8% (K) ; 72,3% (P1) ; 72,1%(P2). Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa persentase karkas tidak berbeda nyata (P>0,05) dipengaruhi oleh pemberian ekstrak daun bandotan. Sedangkan rata-rata persentase lemak abdomen 1,6% (kontrol); 1,5% (P1); 1,4% (P2) hasil analisis juga tidak menunjukkan perbedaan nyata dikarenakan pemberian ekstrak daun bandotan dengan nilai P>0,05. Rata-rata angka Total Plate Count (TPC) masing-masing perlakuan adalah 8,3 x 105 CFU/ml (K) ; 7,6 X 105 CFU/ml (P1) ; 6,4 x 105 CFU/ml (P2). Walau hasil analisis sidik ragam untuk TPC tidak menunjukkan perbedaan nyata dengan nilai P > 0,05. tetapi dari angka rata-rata memiliki kecendrungan menurun. Hal ini mengindikasikan daun bandotan mempunyai potensi untuk dijadikan salah satu bahan alami untuk menggantikan antibiotika yang berbahan baku kimia.
pH Degrees and Reductation Scores of Pasteurization Cow’s Milk in Different Time of Storaging U, Umar; R, Razali; Novita, Andi
Jurnal Medika Veterinaria Vol 8, No 1 (2014): J. Med. Vet.
Publisher : UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.188 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v8i1.3334

Abstract

The aimed of this study was to determine the effect of storage time of pasteurized cows milk in a the certain period of time on pH value and reductase score. A total of 4 liters of cows milk as a cage samples purchased from UD. Atjeh Live stock Farm Lamnyong Darussalam wasexamined for pH value and reductase score after pasteurized and stored for 28 days at refrigerator temperature (2-4C). The design used in thisstudy was completely randomized design with five treatments and four replications. Group I was control group, group II, III, IV, and V werestored for 7, 14, 21, and 28 days, respectively. The results showed that pasteurized milk stored for 28 days showed a different pH values, but thedifference in pH within SNI standard (P <0.05). Based on the reductase score, milk is able to keep for only 2 weeks, while in third and fourthweek, the reductase score is not accepted by SNI standard with the value of 1.____________________________________________________________________________________________________________________Key words: reductation score, pH degrees, pasteurization, milk
KAJIAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN MASYARAKAT DALAM MEWASPADAI GIGITAN ANJING SEBAGAI HEWAN PENULAR RABIES (HPR) DI KOTA BANDA ACEH (Study of Knowledge, Attitude, and Practice of the Community in Four Sub-Districts in Banda Aceh for Their Preparedness of Dogs Attacking as Rabies Risk Animals) Parwis, Muhammad; Ferasyi, Teuku Reza; Hambal, Muhammad; Dasrul, Dasrul; Razali, Razali; Novita, Andi
Jurnal Medika Veterinaria Vol 10, No 1 (2016): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.426 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v10i1.4030

Abstract

This research was aimed to study the number of cases attacking by dog as rabies risk animals (RRA) and the level of knowledge, attitude, and practice of the community in four sub-districts of Banda Aceh. The study was conducted using survey method by interviewing 60 respondents with structured questionnaire. The results of this research showed that respondent or their relatives which had been bitten by RRA was 26.7%-30.0%. The level of respondent knowledge to rabies in these two categories area can be categorized as moderate (76.6%). The attitude of respondent in preparedness of RRA was categorized as good (90-96.7%). Then, the practice of respondent in preparedness of RRA was categorized as moderate (83.3-96.7%). It is concluded that the level of knowledge, attitude, and practice of the community in those two categories sub-districts is at moderate level.
POTENSI SUSPENSI DAN EKSTRAK DAUN KATUK SEBAGAI ANTELMINTIK TERHADAP NEMATODA GASTROINTESTINAL PADA TERNAK KAMBING R, Razali; A, Azhari; Novita, Andi; Reza Ferasyi, Teuku; R, Ridwan; Munandar, Ari
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.837 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i2.2630

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak air dan ekstrak etanol daun katuk (Sauropus androgynus) sebagai antelmintik dalam mengurangi jumlah nematoda gastrointestinal pada ternak kambing. Dalam penelitian ini digunakan 15 ekor kambing kacang jantan lokal berumur 1 tahun dengan bobot badan awal 12,6±1,15 kg. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah P0 (kontrol) hanya diberi akuades; P1, diberikan ekstrak air daun katuk sebanyak 7,44 g/hari; dan P2, diberikan ekstrak etanol daun katuk sejumlah 1,89 g/hari. Perlakuan diberikan per oral sebanyak 2 kali sehari selama 40 hari. Makanan kambing berupa hijauan diberikan 2 kali sehari, sedangkan air minum diberikan ad libitum. Data berat badan dan jumlah nematoda dalam feses dihitung pada hari ke-0, 10, 20, 30, dan 40 pascaperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak air dan ekstrak etanol daun katuk menurunkan jumlah telur nematoda gastrointestinal pada kambing secara signifikan (P
Gambaran Histologis Tubulus Seminiferus Kambing Kacang Jantan Lokal Pascapemberian Suplemen Daun Katuk Ferasyi, Teuku Reza; Budiman, Hamdani; Akmal, Muslim; Melia, Juli; R, Razali; Novita, Andi; Barus, Rina Aulia; Suprayogi, Agik
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.915 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1261

Abstract

Penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian tepung atau ekstrak alkohol daun katuk terhadap perubahan histologis testis kambing kacang lokal jantan. Dalam penelitian ini digunakan 15 ekor kambing dengan umur sekitar 1,5 tahun. Semua hewan penelitian terlebih dahulu diaklimatisasi selama 2 minggu terhadap lingkungan penelitian. Hewan-hewan tersebut dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing terdiri atas 5 ekor kambing. Kelompok P0 (kontrol) telah hanya diberikan air distilasi. Pada kelompok P1, diberikan perlakuan berupa suplementasi tepung daun katuk dan untuk kelompok P2 diberikan ekstrak alkohol daun katuk. Semua perlakuan diberikan secara oral sebanyak dua kali per hari (pada pagi dan sore hari) selama 35 hari berturut-turut. Setiap kambing percobaan diberikan pakan yang terdiri atas daun-daunan dan rumput, serta disediakan akses untuk memperoleh air minum secara ad libitum. Pada akhir waktu penelitian, seluruh hewan dikastrasi dan bagian tubulus seminiferus dari testis diambil dan diproses lebih lanjut untuk evaluasi secara histologis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat indikasi peningkatan produksi spermatid dan spermatosit pada Kelompok P1 dan P2. Dengan demikian disimpulkan bahwa pemberian suplemen daun katuk dapat meningkatkan produksi spermatid dan spermatosit kambing kacang lokal jantan.