Vincentius Totok Noerwasito
Staf Pengajar Jurusan Arsitektur - Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Analogi Memori dalam Perancangan Terminal Penumpang Bandar Udara Juanda Surabay Elisabeth, Angel Chrisma; Noerwasito, Vincentius Totok
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1295.725 KB)

Abstract

Bandar udara adalah “pintu gerbang” yang merepresentasikan Surabaya dengan segala budaya, pencitraan, dan prestasinya. Terminal penumpang bandar udara internasional Juanda telah didesain untuk menjawab dua tuntutan utamanya yakni sebagai terminal udara dan ikon baru surabaya, akan tetapi dalam desain tidak ada rencana penanggulangan apabila terjadi lonjakan jumlah penumpang. Penulis memberikan sebuah alternatif desain bandar udara sebagai Tugas Akhir dengan judul Redesain Terminal Penumpang Bandar Udara Internasional Juanda.Redesain ini mengangkat tema “Memori” sebagai pokok dari perancangan keseluruhan Terminal Penumpang Bandar Udara Juanda.Penerapan tema “Memori” menggunakan metoda analogi pemecahan masalah, sebagai panduan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di desain bangunan bandara Juanda saat ini
BATA LEMPUNG BAHAN BANGUNAN DINDING ALTERNATIF Noerwasito, Vincentius Totok
DIMENSI (Jurnal Teknik Arsitektur) Vol 29, No 2 (2001): DESEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Bata lempung" is block of wall material, main basic material is sols contains 50-60% clay, pressed and molded, without combusted, used after 28 days and production doesnt depend climates. "Bata lempung" can used as bearing wall or curtain wall, exposed and in low-cost housing, exclusive house and real estate. Resultants of research "Bata lempung" used sols from Pandaan Jawa-Timur are resistance compression 60 -70 kg/cm2, waterproofing and cheaper than brick if produced in site of project. "Bata lemping" are material saving energy, without pollution, efficient, structural and art material. Abstract in Bahasa Indonesia : "Bata lempung" adalah bahan bangunan dinding berupa blok terbuat dari tanah "lempung" dengan kandungan 50-60% Clay, dicetak dengan pemadatan, pengeringan tanpa dibakar, dipergunakan setelah berumur 28 hari. Karena dicetak proses pembuatan tidak tergantung pada cuaca. Aplikasi "bata lempung" adalah sebagai dinding pemikul atau sebagai dinding pengisi, yang dapat diekspose pada dinding rumah murah, rumah mewah atau pada kompleks perumahan real estate. Hasil penelitian dari tanah yang berasal dari Pandaan - Jawa timur menghasilkan blok "bata lempung" dengan kuat tekan 60 -70 kg/cm2, tahan air .dan harga dibawah harga bata merah dipasaran jika diproduksi dilokasi bangunan. "Bata lempung" adalah bahan bangunan yang ramah lingkungan,henat enrgi, tidak meninggalkan banyak sisa blok, merupakan bahan bangunan struktural dan juga bahan bangunan seni. Kata kunci: Bahan bangunan dinding, blok, Clay, Semen, pemadatan, pencetakan, pembakaran, ekspose, natural, modul, kuat tekan, dinding pemikul, dinding pengisi, polusi, hemat energi, material struktural, material seni.
Eco Bike Retreat: Arsitektur Regeneratif Lahan Tambang Kapur Gresik Brestianto, Fabio; Noerwasito, Vincentius Totok
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.598 KB)

Abstract

Rusaknya kondisi lahan karena proses pertambangan batu kapur untuk memenuhi kebutuhan percepatan pembangunan meninggalkan dampak negatif bagi ekosistem alam dan manusia. Lapisan terluar tanah yang terkikis menyebabkan terjadinya longsor dan menyebabkan kondisi lahan menjadi tidak produktif. Arsitektur mempunyai peran penting dalam pembangunan. Pertimbangan desain dan penggunaan material bangunan yang kurang memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dapat menimbulkan dampak buruk terhadap ekosistem alam. Manusia mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki dan menjaga lingkungannya agar dapat diwariskan ke generasi yang akan datang. Lalu bagaimana cara untuk memperbaiki isu permasalahan kerusakan lahan tersebut dengan arsitektur. Dengan mengunakan pendekatan regenerative design, fokus utama dari perancangan ini adalah memperbaiki kondisi lahan yang telah rusak. Dengan didukung kerangka kerja desain regeneratif, objek arsitektur yang dihasilkan tidak hanya dapat meperbaiki kerusakan lahan namun, objek arsitektur harus berdiri selaras dengan alam dan objek arsitektur juga dapat berkelanjutan untuk masa yang akan datang menjadi sarana pengerak perubahan oleh manusia dengan memasukan fungsi bangunan sesuai konteks lahan yaitu fasilitas bersepeda yang berwawasan lingkungan.
House with Repulped Paper-Walled That Has Heat Energy Efficient Noerwasito, Vincentius Totok
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper describes research regarding the relationship between wall material, heat energy, and floor area of simple house building with repulped paper-walled. Heat energy is energy utilized to reduce heat into the building. Goals of this research found design building types that have optimum to heat energy and floor area. This research used type of houses for low income as samples. Variables house is house type 21, 36, 45, 54 and 70. Methodology utilized the simulation and optimation. Result research showed that type 54 is simple house that owning heat energy efficient.Keywords: house, repulped paper, ratio, heat, efficient
Bangunan Komersial untuk Pelatihan Terpadu Saifullah, Haryo Nur; Noerwasito, Vincentius Totok
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.961 KB)

Abstract

Pengangguran adalah salah satu masalah ketenagakerjaan yang dialami oleh setiap kota. Tingkat pengangguran yang tinggi disebabkan antara lain oleh kurangnya keterampilan dan adanya budaya malas pada tenaga kerja. Pembangunan tempat pelatihan vokasi adalah sarana untuk menyalurkan desain yang menjadi solusi dari isyu tersebut. Permasalahan pada desain tempat pelatihan ini adalah bagaimana menghadirkan suasana yang dapat meningkatkan motivasi peserta pelatihan sehingga budaya malas bisa diredam. Dengan metode Inquiry by Design serta pendekatan space and place, tempat pelatihan ini dirancang dengan memperhatikan sirkulasi dan serial vision pengunjung agar terjadi interaksi dengan peserta pelatihan. Deretan vocal point ditata untuk mengajak pengunjung supaya berjalan mendekati dan melihat ke dalam area pelatihan. Change of level diterapkan untuk memberikan kesan terlindungi dan diawasi bagi peserta pelatihan, hal ini adalah upaya untuk mengurangi budaya malas.
Pemanfaatan Ruang pada Lahan Terbatas untuk Pembangunan Rumah Susun Fajri, Aldino; Noerwasito, Vincentius Totok
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.697 KB)

Abstract

Tingginya angka selisih hunian yang dibutuhkan dengan hunian yang tersedia atau yang biasa disebut ‘backlog’ merupakan suatu masalah yang sudah tidak asing di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan lain-lain. Salah satu penyebabnya yaitu minimnya ketersediaan lahan di kota-kota besar tersebut. Masalah inipun juga disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang melakukan urbanisasi ke kota-kota besar yang tergolong sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) namun, mereka tidak memiliki finansial yang cukup untuk membeli atau menyewa rumah sehingga seringkali membuat permukiman-permukiman kumuh seperti di bantaran sungai dan kolong jembatan yang menyebabkan masalah baru di kota. Dengan menggunakan metode datascape tentang penyusunan rumah susun yang sudah ada saat ini dapat ditarik kesimpulan jika penyusunan rumah susun yang sudah ada kurang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Oleh karena itu, dibuat sebuah susunan baru dengan menyilang diagonal untuk lebih memanfaatkan lahan yang tersedia. Namun,di lahanpun juga seringkali terdapat masalah, salah satunya adalah banjir. Sehingga konsep rancangan rumah susun yang ada nantinya juga harus tanggap akan permasalahan tersebut. Diantaranya, dengan menaikkan lahan rancang, membuat sebuah danau resapan untuk menampung air hujan dan membuat sungai disekeliling bangunan untuk memperluas wadah penampungan saluran pematusan kota yang sudah ada.
Evoking Timelessness through Integration between Old and New Building Andhikaputra, Mohammad Irfan; Noerwasito, Vincentius Totok
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.275 KB)

Abstract

Architecture is inevitably influenced by time. One of the possible way to witness the influence of time in architecture is looking through the present old-structure building. The building that holds historical value to its society, are able to be used over time while retaining its form but adaptively reused by society to fulfill their needs. In the other hand, some buildings are just left abandoned by its society, although it may have the same value with the other “timeless” building. As to retain its historical identity, the government has issued some projects to rejuvenate this sector of Kota Tua. Selected site is developed and adapted, given its newest function as a museum by using pattern language and adaptive reuse as a method to achieve a suitable look of a timeless concept. The implementation of Timelessness into selected site is the main idea of this project, by placing the new structure adaptively through existing building, the integration of the old and new structure is achieved.
Kampung Wisata Adat Batak Toba Oentoro, Ayubbi; Noerwasito, Vincentius Totok
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.955 KB)

Abstract

Di era perkembangan zaman yang semakin maju kita sebagai warga negara Indonesia seakan-akan kita lupa dengan seni dan budaya yang kita miliki. Bahkan dalam dunia arsitektur. Arsitektur Nusantara lebih dikenal dengan bangunan primitif bagi manusia modern. Dengan adanya perbedaan primitif dan modern maka arsitektur Nusantara semakin tidak terlihat keberadaannya, dan teknologi arsitekturalnya akan semakin hilang ilmunya. Seharusnya kita, warga negara Indonesia bangga dengan seni dan budaya kita yang sangat kaya, dengan memperkenalkan seni dan budaya kita di era perkembangan zaman modern ini. Berdasarkan dari berbagai permasalahan di atas antara mengkini dan primitif munculah sebuah ide respon mengkombinasikan kedua jenis bangunan tersebut. Kampung Wisata Adat Batak Toba akan menghadirkan kampung asli Batak Toba dengan bangunan primitif dan bangunan yang mengkinikan arsitektur Nusantara sesuai dengan kebutuhan manusia modern sekarang, dan tidak lupa tetap menghadirkan bangunan asli Batak Toba (Ruma Bolon) sebagai tempat tinggal dan rumah penduduk sekitar. Perancangan desain menggunakan metode charles jencks, dimana pengkombinasian antara arsitektur tradisional dengan arsitektur modern yang harus memenuhi beberapa unsur, seperti aspek warna, aspek dekorasi, dan aspek masa lalu. Konsep dari kampung wisata ini adalah mempertahankan keaslian, mengkombinasikan teknologi lama dengan yang baru, dan adanya kebutuhan zoning pada lahan.
Sasana Beladiri Interaktif: Pamer Tarung Wastudiawan, Galang Parendra; Noerwasito, Vincentius Totok
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beladiri sebagai salah satu olahraga yang mempunyai potensi menghasilkan prestasi kurang mendapat perhatian, termasuk dalam sisi fasilitas. Hal ini sebagai dampak tidak populernya olahraga tersebut. Kurangnya akses membuat pengetahuan masyarakat pada beladiri sangat kurang. Mereka masih melihat beladiri sebagai sebuah hal yang identik dengan kekerasan sehingga kurang diminati, padahal hakekat beladiri adalah untuk melindungi diri, bukan untuk kekerasan. Kurangnya minat menyebabkan proses regenerasi pada beladiri menjadi terhambat. Dengan menggunakan metode Rationalist Approach dan pendekatan perilaku, objek rancang bukan hanya memfasilitasi beladiri, namun juga mempunyai tujuan untuk merubah paradigma masyarakat. Objek rancang berupa sasana beladiri yang juga memiliki fungsi edukasi. Tempat latihan bagi atlet dapat diakses secara visual oleh masyarakat umum sehingga mereka bisa melihat kegiatan yang sebenarnya dari beladiri tersebut sehingga pola pikir tentang beladiri mereka bisa berubah. Kesadaran tentang beladiri masyarakat juga dimunculkan lewat bentukan yang ada. Sehingga objek desain bukan hanya mewadahi pelaku beladiri, namun dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berpartisipasi aktif