Articles

APLIKASI METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS UNTUK MENENTUKAN ZONA INTRUSI AIR LAUT DI KECAMATAN GENUK SEMARANG Nisa, Khoirun; Yulianto, Tony; Widada, Sugeng
BERKALA FISIKA Vol 15, No 1 (2012): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An interpretation has been conducted to the salt water spreading in the district of Semarang city Genuk area by the geoelectrical method of resistivity using Schlumberger electrode configuration.Acquisition of field data were processed using Ip2win program whose results are used to describe the resistivity cross-section area of research. Resistivity cross-section was combined with thedistribution of groundwater sanility from electrical conductivity value approach to determine thezoning of sea water intrusion in the study area.Zone of sea water intrusion in the district of Semarang city Genuk are consist regionKarangroto and Sembungharjo starting from a depth of 80 meters, Bangetayu west starting from adepth of 100 meters, 140 meters depth Genuksari start, and Trimulyo ranging from a depth of 200meters with values of electrical conductivity 16.550 Ωm.Key Words : Geo-electrical, sea water intrusion
PENGARUH PENDEKATAN OPEN-ENDED TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS KELAS X DI SMAN I GONDANG TULUNGAGUNG Nisa, Khoirun; Wasis, -
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomer 3 (2013)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghadapi era global, setiap individu dituntut untuk mengembangkan kapasitasnya secara optimal, kreatif, dan menghadapkan diri ke dalam situasi yang bervariasi dan cepat berubah. Pendidikan memiliki peran sentral dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan salah satu tujuan pendidikan nasional yaitu membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif. Namun dalam praktek pembelajaran fisika di lapangan diketahui bahwa siswa mendapat kesulitan dalam menyelesaikan soal yang menuntut jawaban kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, kemampuan berpikir kreatif, kemampuan psikomotor, dan afektif serta respons siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Open-Ended. Dalam pembelajaran ini, siswa dilatih untuk menyelesaikan soal/masalah dengan beberapa cara penyelesaian. Desain penelitian menggunakan true eksperimental design. Setelah melalui uji normalitas dan homogenitas diperoleh bahwa varians populasi berdistribusi normal dan homogen. Sampel penelitian dipilih secara random sampling. Berdasarkan hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran diperoleh pendekatan Open-Ended terlaksana dengan sangat baik. Berdasarkan hasil analisis nilai posttest dengan uji-t satu pihak diperoleh thitung sebesar 3,60 dengan ttabel sebesar 1,67. Karena thitung > ttabel maka rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen lebih baik daripada rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa kelas kontrol. Selain itu, untuk kemampuan psikomotor dengan uji-t satu pihak diperoleh thitung sebesar 1,72 dan untuk kemampuan afektif diperoleh thitung sebesar 2,19 dengan ttabel sebesar 1,67. Karena thitung > ttabel maka rata-rata kemampuan psikomotor dan afektif siswa kelas eksperimen lebih baik daripada siswa kelas kontrol. Berdasarkan analisis respons siswa diperoleh respons positif terhadap pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan Open-Ended dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi Listrik Dinamis di SMAN I Gondang Tulungagung.Kata Kunci : Pendekatatan Open-Ended, Kemampuan Berpikir Kreatif, dan Listrik DinamisAbstractIn facing the era of globalitation, each of individuals indicted in order to develop a capacity optimally, creative, and bring themselves to the varied and rapid change. Education has a central role in improving the quality of human resources in accordance with one aims of national education that building and applying information and knowledge logically, critically, creative and innovative. But in practice of physics lesson known that students had difficulty in solving problems that demanded the creative answers. The study is to describe the exercise of learning, the ability to think creatively, the psychomotor, and affective ability also the students response of learning that use open-ended approach. In this approach, students are trained to resolve problems with some way to a settlement. A study using true experimental designs. After going through the homogenity and normality test, obtained that the variance of population had normal and homogeneous distribution. A sample of the research singled out random sampling. Based on the results of the observations of learning exercise obtained that the open-ended approach done very well. Based on the analysis result of posttest with one part t-test found that tcount of 3,60 with ttable of 1,67. Because of tcount > ttable so the average of the creative thinking ability of experiment class better than the average of the creative thinking ability of control class. Besides, for psychomotor with one part t-test found that tcount of 1,72 and for affective found that tcount of 2,19 with ttable of 1,67. Because of tcount > ttable so the average ability of psychomotor and affective of experiment class better than control class. Based on the analysis of students response gained positive response to the open-ended approach. Thus, may conclude that the open-ended approach can be used to improve the students ability to think creatively at dynamical electricity in SMAN I Gondang Tulungagung.Keywords: Open-Ended Approach, Ability to Think Creatively, the Dynamical Electricity
PUTUSAN MK No. 93/PUU-X/2012 MENUJU KEPASTIAN HUKUM PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARI’AH Nisa, Khoirun
Jurnal Iqtisad Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v4i2.2624

Abstract

Kehadiran system perbankan syari’ah di Indonesia pada gilirannya menuntut adanya perubahan diberbagai bidang, selain penyempurnaan terhadap sisi kelembagaan, perlu juga memperhatikan sisi hukum sebagai landasan penyelenggaraan perbankan syari’ah untuk mengantisipasi munculnya berbagai macam permasalahan dalam operasionalisasinya. Untuk itu, kehadiran system perbankan syari’ah di Indonesia tidak hanya menuntut perubahan peraturan perundang-undangan dalam perbankan saja, akan tetapi juga berimplikasi pada peraturan perundang-undangan yang mengatur institusi yang berwenag mengadili apabila terjadi sengketa antara paha pihak. Namun lahirnya beberapa peraturan perundang-undangan ternyata menimbulkan polemik dalam penyelesaian sengketa perbankan syari’ah yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 yang memberi wewenang Peradilan Agama dalam bidang ekonomi syari’ah sebagaimana tercantum dalam Pasal 49 huruf (i) ternyata masih diperdebatkan dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Pasal 55 ayat (2) dan ayat (3), sehingga dapat menimbulkan adanya persoalan konstitusional yang pada akhirnya dapat memunculkan ketidakpastian hukum bagi nasabah dan juga Unit Usaha Syari’ah dan juda dapat menimbulkan disharmony karena terjadi tumpang tindih kewenangan untuk mengadili antar badan peradilan. Untuk itu, lahirnya putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor : 93/ PUU-X/2012 tanggal 29 Agustus 2013 telah menjawab berbagai persoalan yang terjadi saat ini yaitu ketidakpastian hukum penyelesaian sengketa perbankan syari’ah. Sebagaimana disebutkandalam amar putusan yang menyatakan bahwa Penjelasan Pasal 55 ayat (2) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum tetap. Oleh karena itu, dengan lahirnya putusan Mahkamah Konstitusi tersebut hak nasabah dan unit usaha syari’ah untuk mendapat kepastian hukum akan terpenuhi sebagaimana amanat Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 dan juga memberikan wewenang absolut Pengadilan Agama untuk mengadili sengketa perbankan syari’ah sebagaimana amanat Pasal 49 huruf (i) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006. 
Pengaruh Kepuasan Pelayanan, Lokasi, dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan PT. Pos Indonesia (Persero) Sidoarjo Nisa, Khoirun; anto, Subi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel kualitas pelayanan (reliabilitas, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik), lokasi (akses, visibilitas, tempat parkir, dan lingkungan), dan harga (kesesuaian dengan manfaat, kesesuaian dengan pelayanan dan kemurahan) secara parsial dan simultan terhadap kepuasan pelanggan PT. Pos Indonesia (Persero) Sidoarjo. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukkkan bahwa secara simultan variabel kualitas pelayanan (X1),  lokasi (X2), dan harga (X3) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) PT. Pos Indonesia (Persero) Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan Fhitung  > Ftabel (55,091 > 2,460) atau signifikan F<0,05 (0,00<0,05) yang berarti bahwa secara simultan (bersama-sama) variabel kualitas pelayanan, lokasi, dan harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Hasil lain dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial tidak semua variabel berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Dari ketiga variabel tersebut, hanya variabel harga yang tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan variabel kualitas pelayanan dan lokasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepuasan pelanggan.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Lokasi, Harga, Kepuasan Pelanggan
دور بر نامج الكندي ومناظرة لتنمية كفاءة الطلبة في التعبير الشفهي بقسم تعليم اللغة العربية في جامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية بمالانج MAHJUB, SOLEH; NISA, KHOIRUN; YANI, AHMAD
Al-Tadris: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/tadris.2018.6.2.201-223

Abstract

مُلَخَّصُ البَحْثِ: يتناول هذا البحث دور تحليل الحاجات في تصميم  المقررات لأغراض خاصّة، متّخذاً من طلاب العربيَّة في كليَّة معارف الوحي عيّنة له، مع الاعتماد على المنهج الوصفيّ   التحليليّ؛  للإجابة  عن سؤال البحث : ما المقصود بتحليل الحاجات؟ ومادوره في تصميم مقرر العربيّة لأغراض خاصّة للطلاب المتخصصين في العربية؟ وقد تمّ توزيع استبيان على العينة المكونة من 100فرد، وبعد التحليل بواسطة البرنامج الإحصائيّ (SPSS) للدراسات الاجتماعيّة، توصل البحث إلى نتائج منها: حاجات أفراد العيّنة من مهارات اللغة الأربع على المستوى الأكاديمي، ترتيبها علي النحو التالي: الاستماع- الكلام –القراءة-الكتابة،  أمّا على المستوى الوظيفي فترتيبها : الكلام- الكتابة- القراءة . وقد أوصى البحث بضرورة تشجيع  الطلاب على الكلام بالعربية، وخلق آليات تساعد إلى دفعهم إلى الكلام. .
SIFAT MEKANIK KAYU LAPIS DENGAN VARIASI LAPISAN PENGISI DARI IRATAN BAMBU (GIGANTOCHLOA APUS KURZ) Rosita, Nita; Susanto, -; Saputra, Budi Antoni; Nisa, Khoirun; Yulianto, Agus
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu telah digunakan sebagai penguat pada kayu lapis karena kuat tekan dan kuat lenturnya yang tinggi. Sifat mekanik kayu lapis dipengaruhi oleh jumlah variasi lapisan pengisi. Kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi 4 lapis, 5 lapis, 6 lapis, 7 lapis, 8 lapis, dan 9 lapis menjadi fokus yang dikaji. Pembuatan kayu lapis dilakukan dengan perekatan dimana face dari  kayu lapis berasal dari vinir kayu sengon sedangkan lapisan pengisi berasal dari iratan bambu apus. Pengujian multiplek dilakukan dengan menempatkan alat penekan Universal Testing Machine (UTM) tegak lurus dengan vinir kayu sengon bagian atas. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi dan terendah dimiliki oleh kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi sebanyak 9 dan 5 lapis sedangkan kuat lentur tertinggi dan terendah dimiliki oleh kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi sebanyak 4 dan 5 lapis. Informasi sifat mekanik yang diberikan oleh kayu lapis dengan lapisan pengisi sebanyak 5 lapis menunjukkan penyimpangan tetapi secara garis besar menunjukkan bahwa semakin banyak komposisi iratan bambu maka kekuatan tekan akan semakin bertambah sedangkan kekuatan lenturnya akan semakin berkurang.
SISTEM PEMBAGIAN WARISAN PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL: STUDI DI DESA TELUK PANJI II KECAMATAN KAMPUNG RAKYAT KABUPATEN LABUHAN BATU SELATAN SUMATERA UTARA Nisa, Khoirun
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ahwal.2015.08204

Abstract

Indonesian state is constituted of various races and cultures which reflect plural societies and create culture, art, and different customs as informal education of the society. Multicultural society is a society that acknowledges plurality as the matter of Indonesian nation. This kind of society can be easily found at Teluk Panji II village characterized as one of transmigration areas. Inter-cultural harmony is also depicted through marital system with different cultural background. For example, multicultural society will contribute to create equal position of different cultures. Multicultural society is relatively new term which is introduced by Canadian State around 1970s. This furthermore produces cultural fusion which bounds the relationship of plural society into multicultural one adhering to different kinship system. In sum, the law of inheritance implemented differs with those applied among families concluded through endogamy marriage.
PERBENTURAN ANTAR DALIL HUKUM (TA‘A>RUD} AL-ADILLAH) Nisa, Khoirun
JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : JURNAL PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 THE THEOREMA CLASHES (TA‘A>RUD} AL- ADILLAH). This study is discuss the argument of the law (ta‘a>rud} al-adillah) clashing problem. This study was started by some cases the argument of  the law that looks clashed. In this case, there are two opinions of  ulama, namely: (1) qat}‘i> may not clashing, because every argument that qat}‘i>  requires the existence of  the law (madlu>l); (2) Ulama allows the two qat}‘i>  mutual clashing argument, where each argument was held by ulama as a qat}‘i> proof. The solution face two arguments of  the law which clashed is: (1) tawfi>q or compromise , namely facing two arguments who clash so that no visible again the existence of clashing; (2) takhs}i>s} or the setting aside, if two arguments clashing, one of  them is general special other, then the way out with special argument practiced to set a specific things according to its specialties, while the general public is practiced according to it’s general; (3) if it still contrary, then undertook to at least one of whom practiced, another is leaving, by doing nasakh-mansu>kh, tarji>h}, takhyi>r; (4) if the dispute cannot be avoided, then both the argument that choose, not practiced , namely by way of tawa>quf   dan tasaqut}. Important points from this review is that there is no contradiction between arguments of the law. If there is a conflict it is in outer side only, not the essential.keywords: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.Tulisan ini membahas masalah perbenturan antar dalil hukum (ta‘ar> ud} al-adillah). Kajian ini diawali oleh beberapa kasus dalil hukum yang tampak berbenturan. Dalam hal ini, ada dua pendapat ulama, yaitu: (1) pendapat yang menyatakan bahwa dua dalil yang qat}‘i> tidak mungkin bertentangan, karena setiap dalil yang qat}‘i> mengharuskan adanya hukum (madlu>l); (2) ada ulama yang memungkinkan bertemunya dua dalil qat}‘i> yang saling berbenturan, di mana masing- masing dalil tersebut dipegang oleh ulama yang memandangnya sebagai dalil qat}‘i>. Solusi menghadapi dua dalil hukum yang berbenturan adalah: (1) tawfi>q atau kompromi, yaitu mempertemukan kedua dalil yang berbenturan sehingga tidak terlihat lagi adanya perbenturan; (2) takhs}i>s} atau pengkhususan, yaitu jika dua dalil tersebut berbenturan, satu di antaranya bersifat umum, yang lainnya khusus, maka jalan keluarnya dengan melakukan pengkhususan sehingga dalil khusus diamalkan untuk mengatur hal yang khusus menurut kekhususannya, sedangkan yang umum diamalkan menurut keumumannya; (3) jika masih bertentangan, maka diusahakan setidaknya satu di antaranya diamalkan, yang satu lagi ditinggalkan, yaitu dengan melakukan nasakh-mansu>kh,  tarji>h},  takhyi>r;  (4)  jika  pertentangan  tersebut tidak dapat dielakkan, maka kedua dalil itu ditinggalkan, tidak diamalkan, yaitu dengan jalan tawa>quf  dan tasaqut}. Poin penting dari kajian ini adalah bahwa tidak ada pertentangan di antara dalil- dalil hukum. Kalaupun ada, hal itu hanyalah bersifat lahiriah, secara substansial tidak bertentangan.kata kunci: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.
TELAAH TERHADAP KITAB MAHASIN AT-TA’WIL FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM KARYA AL-QASIMI Nisa, Khoirun; Hidayat, Aat
HERMENEUTIK Vol 9, No 2 (2015): HERMENEUTIK
Publisher : HERMENEUTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang kitab tafsir karya al-Qa>simi yangmerupakan salah satu ulama ahli tafsir yang cukup dikenaldikalangan ahli tafsir. Tujuan dari penulisan ini adalah untukmengungkap model dan corak penafsiran al-Qa>simi dalam kitabtafsirnya Mah} a>sin at-Ta’wi>l fi Tafsi>r al-Qur’a>n al-Kari>m. Tulisan inimenggunakan metode literer dalam mengungkap metode yangdipakai oleh al-Qa>simi dalam menafsirkan al-Qur’an. Hasilnyaadalah penulis perlu menggarisbawahi beberapa hal penting.Pertama, al-Qa>simi merupakan sosok ilmuwan serba bisa yangmencoba mencurahkan kehidupannya untuk kemajuan ilmupengetahuan. Kedua, penulisan tafsir Mah} a>sin Ta’wi>l diwarnaioleh gejolak pertentangan antara dunia Islam dengan orientalismedan kolonialisme. Ketiga, tafsir al-Qa>simi ini bisa dikategorikan kedalam corak tafsi>r ‘ilmi> dengan melandaskan pada kategori tafsi>rbi> al-ma’s u>r yang selalu merujuk pada sumber-sumber otoritatifdalam khazanah intelektual Islam.
EFEKTIVITAS INQUIRY BASED LEARNING DAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI DASAR MENGKLASIFIKASI KETENAGAKERJAAN Nisa, Khoirun; Margunani, Margunani
Economic Education Analysis Journal Vol 5 No 1 (2016): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang berpusat pada guru, menjadikan siswa hanya menerima konsep jadi dari guru. Akibatnya, siswa hanya menghafal tanpa memahami konsep tersebut, sehingga siswa mudah lupa. Inquiry Based Learningdan media gambar menjadi alternatif pembelajaran student centered yang akan diuji cobakan dalam penelitian ini, dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keefektifannya dibanding metode ceramah.Penelitian ini menggunakan desain True Experimental Pretest-Posttes Control Group dengan objek penelitian siswa kelas XI IPS MAN 1 Semarang. Kelas XI IPS 3 ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Data diambil melalui dokumentasi, observasi dan tes. Pengujian hipotesis menggunakan paired sample t test pada H1dan independent t test pada H2.Hasil penelitian diperoleh bahwa kelas eksperimen yang diajar menggunakan pembelajaran Inquiry Based Learning dan media gambar meningkat dari rata-rata 38,69 menjadi 78,45. Kefektifan pembelajaran Inquiry Based Learning dan media gambar dibuktikan dengan capaian ketuntasan hasil belajar kelas eksperimen yang mencapai 79,3% yang artinya mampu melebihi target ketuntasan yang diharapkan sekolah, sekaligus nilai rata-rata kelas eksperimen yang jauh lebih tinggi yaitu  78,45 sedangkan  rata-rata kelas kontrol sebesar 70,37.Kesimpulanya terjadi peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen, dan peningkatan tersebut menunjukkan angka lebih tinggi dibandingkan capaian minimal yang diharapkan sekolah dan kelas kontrol sehingga disimpulkan metode Inquiry dan media gambar mampu meningkatkan hasil belajar dan lebih efektif dibandingkan metode konvensional berupa ceramah. Saran dari penelitian ini diharapkan guru dapat menerapkan metode Inquiry Based Learning dan media gambar sebagai upaya mengatasi kejenuhan pembelajaran dikelas.Teacher centered learning, make the students only accepted the instant concept from teacher. Finally, students to be memoried only without understanding this concept, so student are easily forget. Inquiry Based Learning and images media is the alternatives student centered that will be tested in this study, with the aim to determine the improvement of learning outcomes and effectiveness than the konventional method.This study uses a design True Experimental Pretest-Posttes Control Group. The objects study are students of class XI IPS MAN 1 Semarang. Class XI IPS 3 is defined as an experimental class and class XI IPS 1 as the control class. Data gained through documentation, observation and tests. Testing hypothesis use a paired sample t test at the H1 and independent t test at H2.The result  of the study is experiment class with Inquiry Based Learning and images media is increase average the achivement from 38,69 to 78,45. The  reason of Effectiveness Inquiry Based Learning and images is the completeness result performance of experiment class isr 79,3%, the meaning it higher than performance school targeting, all at once the average experiment class higher than  control class which average result experiment class is 78,45 and average result control class is 70,37.In conclusion, there is an increase in learning outcomes in the experimental class, which indicates the number is higher than performance schol targeting and control class, so  that concluded Inquiry methods and imagesmediais can increase achivement and more effective than a convensional methode. Suggestions from this study teacherare expected can apply the method Inquiry Based Learning and images media in as the efort to overcome boredom learning in class.