Articles

Found 39 Documents
Search

GUILLERMO ARRIAGA’S BABEL: UGLIFICATION OF NOBLE INTENTION (Page:94-105) Fitria, Sari; Ningsih, Kurnia; Wahyuni, Delvi
E-Journal English Language and Literature Vol 1, No 1 (2012): SERIE: A
Publisher : E-Journal English Language and Literature

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana filmini memperlihatkan kegagalan dalam mewujudkan sebuah tujuanmulia. Teks skrip film ini dianalisa dengan menggunakan textbasedapproach yang difokuskan pada unsur sastra, sepertikarakter, seting, dan plot (konflik). Penganalisaan unsur-unsursastra ini dikaitkan dengan teori uglification oleh Nietzche danuncouncious mind oleh Freud. Hasil penganalisaan menunjukkankesalahan diri sendiri menjadi penyebab utama kegagalan dalammewujudkan sebuah tujuan mulia. Kesalahan-kesalahan itu berupaketidaktepatan dalam berkomunikasi, kurangnya ilmu pengetahuandan kecerobohan.Kata Kunci: uglification, intention, Nietzsche, Babel
MODEL PEMBELAJARAN STAD DAN GI TERHADAP RETENSI SISWA DI MAN (F05108012), Sri Hartati; Ningsih, Kurnia; ., Syamswisna
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2012): November 2012
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.689 KB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah Model Pembelajaran STAD dan GI Terhadap Retensi Siswa di MAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan model pembelajaran STAD atau GI yang lebih meningkatkan retensi siswa di kelas X MAN 1 Pontianak dalam mengatasi kesulitan siswa pada materi Plantae. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan bentuk penelitian quasy eksperimen. Sampel penelitian adalah siswa kelas XD (kelompok STAD) dan XE (kelompok GI). Hasil analisis data menunjukkan perolehan rata-rata skor retensi kelompok GI (88,59%) lebih tinggi dibandingkan kelompok STAD (79,87%). Hasil uji kesamaan dua rata-rata diperoleh thitung (11,64) > ttabel (2,025) berarti tidak terdapat persamaan rata-rata skor retensi siswa. Model pembelajaran GI lebih meningkatkan retensi siswa dibandingkan model pembelajaran STAD. Kata Kunci: Model pembelajaran STAD, Model pembelajaran GI, Retensi Abstract: The title of the research is "Learning Model STAD and GI Against Retention of Students at MAN". This study aims to reveal the learning model STAD or GI further improve retention of students in class X MAN 1 Pontianak in overcoming the difficulties students on material Plantae. The research method used was experimental with form quasy experimental research. The research sample is class XD (STAD group) and class XE (GI group). The results of the analysis of the data shows the average score gains retention GI group (88.59%) is higher than the STAD group (79.87%). Similarity of the two test results obtained average tcount (11.64)> ttable (2.025) means there is no equation average retention scores of students. GI learning models further enhance student retention than learning model STAD. Key Words: STAD learning models, GI learning models, Retention.
DIAGNOSA KESALAHAN KONSEP ( MISKONSEPSI ) MAHASISWA TINGKAT PERTAMA PADA KONSEP–KONSEP DASAR BIOLOGI Ningsih, Kurnia
Jurnal PMIPA Vol 1, No 1 (2010): Vol.1 No. 1 Januari 2010
Publisher : Jurnal PMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.564 KB)

Abstract

The problems of incorrect concepts (misconception) often occurred in Biology learning, especially the abstract concepts. This research is aimed to find the misconception occurred in basic concept of First Semester Biology Students in Biology Education Study Program. Explorative description is used in this research. The subject of this research is 21 persons that are first year students 2008/2009. Diagnostic-test in multiple choices with reasonable answers is the instruments of this research. The misconception in first semester students in Biology education is the highest in the respiratory system of living organisms as 90,48%. Students that state sticking and implanting includes in vegetative artificial reproduction is about 85,71%, and red and yellow colors in Bougainville flower in corolla and calyx is about 80,95%. The cause of misconception is reading book and the explanation they accept. By the early finding of the misconception occurred in students, it is suggested the teachers that teach Basic Biology or related with the concept; the vegetative artificial reproduction, respiration, photosynthesis, dependency among living organisms, and flower morphology so it can be chosen appropriate and price method/strategy in making the lecturing process.Keyword: Misconception, Basic Concept Biology
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM MENINGKATKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI DASAR SAINS PADA SISWA SMP KOTA PONTIANAK Ningsih, Kurnia
Guru Membangun Vol 24, No 2 (2010): GM Edisi Juli Vol.24 No.2 Tahun 2010
Publisher : Guru Membangun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.629 KB)

Abstract

Pencapaian kompetensi dasar sains wajib dikuasai siswa. Oleh karena itu perlu suatu upaya untuk meningkatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran ARIAS berbasis kontekstual (contextual teaching and learning/CTL) dalam meningkatkan pencapaian kompetensi dasar Sains pada siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk penelitian semu (Quasy Eksperiment Design). Dengan rancangan Pretest-postest Nonequivalent Countrol Group. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam pencapaian kompetensi siswa pada konsep Sistem Eksresi pada Manusia yang telah diajar dengan model pembelajaran ARIAS berbasis kontekstual dan siswa yang diajar dengan konvensianal. Secara statistik dapat dinyatakan thitung ? t tabel ( 3,12 > 1,73). Dengan model ARIAS dapat meningkatkan daya ingat siswa, dan dapat memberikan kontribusi yang berarti.Kata kunci: Model pembelajaran ARIAS, Pencapaian Kompetensi Dasar
PENERAPAN PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA MATERI KELAINAN DAN PENYAKIT REPRODUKSI MANUSIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX SMP Pirwanti, Riris Dwi; Ningsih, Kurnia; ., Syamswisna
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 4 (2013): April 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.664 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Problem Based Instruction (PBI) terhadap hasil belajar siswa pada sub materi kelainan dan penyakit padasistem reproduksi manusia di kelas IX SMP Negeri 1 Sintang. Metode penelitian yang digunakanadalah eksperimen dengan bentuk penelitian quasyeksperimen. Sampel penelitian adalah siswa kelas IXG (kelas eksperimen)dan IXD (kelas kontrol). Hasil analisis datamenunjukkan rata-rata skor hasil belajar siswa yangdiajarkan dengan PBI adalah 8,23 lebih tinggi dibandingkan menggunakanmodel pembelajaran konvensional yaitu 6,37. Hasil uji UMann-Whitney diperoleh Zhitung<-Ztabel(-2,95<-1,96), artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skorrata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol padataraf 5%. Kata Kunci: Modelpembelajaran Problem Based Instruction,hasil belajar  Abstract: This research purpose is to know the students’ achievement through the application of Problem Based Instruction (PBI) model on ninth grade students of SMP Negeri 1 Sintang on the human reproduction system material. The research method is quasy experimental design. The sample of researchis class IXG students (experimental group) and IXD students (conventional group). According to research findings, the students’ mean score through theapplication of PBI was 8.23 while  thestudents’ mean score through the application conventional teaching model was 6.37. The result of  U Mann-Whitney, Zhitung <-Ztabel(-2.95 <-1 ,96). Thismeans that there are significant differences between  students’ mean score of experimental group and control group at the level of5%. Keywords:  Problem Based Instruction, study result
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA MATERI ARCHAEBCATERIA DAN EUBACTERIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Widiawati, Rinny; Ningsih, Kurnia; Ariyati, Eka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.074 KB)

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif STAD pada materi Archaebacteria dan Eubacteria terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Pontianak. Bentuk penelitian adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental Design) dengan rancangan nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah kelas XF (kelas eksperimen) dan kelas XE (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda yang berjumlah 20 butir. Dari hasil analisis data, diperoleh skor rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD adalah 15.77, sementara skor rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model konvensional adalah 14.25. Hasil ini memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran STAD dengan yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: kooperatif STAD, archaebacteria dan eubacteria. Abstract: The purpose of this research is to know the application of STAD cooperative learning model of Archaebacteria dan Eubacteria material toward the learning of student in grade X MAN 1 Pontianak. This research is using quasy experimental with non-equivalent contol group design. The sample are student from grade XF (as experimental class) and grade XE (as control class). The instrument that been used is multiple choist test contain 20 item. The result shows that the students that taught by STAD cooperative learning model have 15.77 average score while the students that taught by conventional model have 14.25 average score. This shows that there is a difference of learning result between student that taught by STAD cooperative learning model and conventional model.   Keywords: STAD cooperate, archaebacteria and eubacteria
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA MATERI ARCHAEBCATERIA DAN EUBACTERIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Widiawati, Rinny; Ningsih, Kurnia; Ariyati, Eka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.074 KB)

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif STAD pada materi Archaebacteria dan Eubacteria terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Pontianak. Bentuk penelitian adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental Design) dengan rancangan nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah kelas XF (kelas eksperimen) dan kelas XE (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda yang berjumlah 20 butir. Dari hasil analisis data, diperoleh skor rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD adalah 15.77, sementara skor rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model konvensional adalah 14.25. Hasil ini memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran STAD dengan yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: kooperatif STAD, archaebacteria dan eubacteria. Abstract: The purpose of this research is to know the application of STAD cooperative learning model of Archaebacteria dan Eubacteria material toward the learning of student in grade X MAN 1 Pontianak. This research is using quasy experimental with non-equivalent contol group design. The sample are student from grade XF (as experimental class) and grade XE (as control class). The instrument that been used is multiple choist test contain 20 item. The result shows that the students that taught by STAD cooperative learning model have 15.77 average score while the students that taught by conventional model have 14.25 average score. This shows that there is a difference of learning result between student that taught by STAD cooperative learning model and conventional model.   Keywords: STAD cooperate, archaebacteria and eubacteria.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA MATERI ARCHAEBCATERIA DAN EUBACTERIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Widyawati, Rini; Ningsih, Kurnia; Ariyati, Eka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.074 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif STAD pada materi Archaebacteria dan Eubacteria terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Pontianak. Bentuk penelitian adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental Design) dengan rancangan nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah kelas XF (kelas eksperimen) dan kelas XE (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda yang berjumlah 20 butir. Dari hasil analisis data, diperoleh skor rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD adalah 15.77, sementara skor rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model konvensional adalah 14.25. Hasil ini memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran STAD dengan yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional.
PENGARUH TIPE TES DAN KEMAMPUAN KOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH DI SMP Juniar, Nita; Ningsih, Kurnia; Putri Panjaitan, Ruqiah Ganda
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.862 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan tes pilihan ganda dengan esai pada materi Sistem Peredaran Darah kelas VIII SMPN 14 Pontianak, ada tidaknya interaksi tipe tes dan kemampuan kognitif terhadap hasil belajar, perbedaan hasil belajar antara tes pilihan ganda dengan esai pada siswa berkemampuan kognitif tinggi dan  perbedaan hasil belajar antara tes pilihan ganda dengan esai pada siswa berkemampuan kognitif rendah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk treatment by level 2 2. Hasil uji Anava dua jalur dengan 0,05; terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan tes pilihan ganda dengan esai dimana Fhitung(5,37) > Ftabel(3,96). Lebih lanjut, terdapat interaksi antara tipe tes dan kemampuan kognitif dengan Fhitung(4,26) > Ftabel(3,96). Hasil pengujian Anava satu jalur menunjukkan tidak terdapat perbedaan hasil belajar tes pilihan ganda dengan esai pada siswa berkemampuan kognitif tinggi dimana Fhitung(0,03) < Ftabel(4,08). Sementara itu, terdapat perbedaan hasil belajar tes pilihan ganda dengan esai pada siswa berkemampuan kognitif rendah dimana Fhitung(11,59) > Ftabel(4,08). Kata kunci : tipe tes, kemampuan kognitif, treatment by level.   Abstract: This research was aimed to determine : the differences of learning outcome students using multiple choice test and essay on Circulatory System of the VIII grade students of SMPN 14 Pontianak, the existence of test type interactions and cognitive ability towards learning outcome, the differences learning outcome between multiple choice test and essay to student with high level cognitive ability and the differences learning outcome between multiple choice test and essay to students with low level cognitive ability. Treatment by level 2 2 was used as the method of this research. Result of the two ways Anava test conducted on the 0,05, there was differences the learning outcome from the students with multiple choice test and essay test where as Fcount (5,37) > Ftable (3,96). Hence there was interactions between test type and cognitive level on Fcount (4,26) > Ftable (3,96). On one way Anava test showed no difference multiple choice test and essay to high cognitive level students where as Fcount (0,03) < Ftable (4,08). While, there was difference multiple choice test and essay to low cognitive level students on Fcount (11,59) > Ftable (4,08). Keywords : types of tests, cognitive level, treatment by level.
PENERAPAN PRAKTIKUM PADA HOME INDUSTRY MAKANAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI BIOTEKNOLOGI DI SMP Kalista, Anggi; Ningsih, Kurnia; Fitri Yeni, Laili
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 6 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.249 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan hasil belajar siswa kelas IX SMP Kemala Bhayangkari 1 Sungai Raya pada materi bioteknologi yang diajar dengan metode praktikum pada home industry makanan dan yang diajar dengan metode konvensional. Bentuk penelitian adalah quasi eksperimental design dengan rancangan nonequivalent control group design. Sampel penelitian diambil dengan teknik intact group yaitu kelas IX A sebagai kelas eksperimen dan kelas IX C sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Didapatkan skor rata-rata kelas eksperimen 16,28 sedangkan skor rata-rata kelas kontrol 13. Dari hasil analisis data menggunakan uji t dengan α = 5% diperoleh thitung (4,39) ttabel (2,01), hal ini memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode praktikum pada home industry makanan dengan yang diajarkan menggunakan metode konvensional. Kata kunci: metode praktikum pada home industry makanan, bioteknologi, hasil belajar  Abstract: This study was aimed to see the different study result of biotechnology material that was taught by using practical method on home industry food and was taught by using conventional method in grade IX in SMP Kemala Bhayangkari 1 Sungai Raya. The form of this research was a quasi experimental design with nonequivalent control group design. The study sample taken by technic intact group was class IX A as an experimental class and class IX C as a control class. The instrument that was used was multiple choice tests consisted of 20 questions. The experimental class got 16,28 for average score whereas the control class got 13 for average score. From the result of data analysis used t test with α = 5% it was got thitung (4,39) ttabel (2,01), this showed that there were differences students’ study result which was taught by using practical method on home industry food and was taught by using conventional method. Keywords: practical method on home industry food, biotechnology, study result