Dina Nur Anggraini Ningrum
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KESEGARAN JASMANI DAN STATUS GIZI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA Adrianto, Eko Haris; Ningrum, Dina Nur Anggraini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat ke-segaran jasmani dan status gizi dengan produktivitas kerja penyadap karet di unit Plantukan/Blabak PT. Perkebunan Nusantara IX Boja Kabupaten Kendal. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik, dengan pendekatan belah lintang. Populasinya adalah seluruh pekerja penyadap karet di unit Plantukan/Blabak PT. Perkebunan Nusantara IX Boja Kabupaten Kendal Tahun 2007 yang berjumlah 118 orang. Sampel sejumlah 55 orang diperoleh dengan menggunakan teknik restriksi. Data yang diperolah dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistik uji chi-square (α = 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kesegaran jasmani dengan produktivitas kerja (p = 0,033) dan status gizi dengan produktivitas kerja (p = 0,020). AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between the level of physical fitness and nutritional status of the productivity of workers in the rubber tappers Plantukan units/Blabak PT. Nusantara Plantation District IX Boja Kendal. This type of research is a descriptive analytic cross sectional approach. It’s population of rubber tappers of all workers in the unit Plantukan/Blabak PT. Nusantara Plantation District IX Boja Kendal in 2007 amounted to 118 peoples. The samples a number of 55 peoples were obtained using the technique Restrictions. The data in this study were processed using chi-square test statistic (α = 5%). The results showed that there is a significant relationship between level of physical fitness with labor productivity (p = 0.033) and nutritional status with labor productivity (p = 0.020).Keywords: Physical freshness levels; Nutritional status; Work productivity
FAKTOR TINDAKAN PERSALINAN OPERASI SECTIO CAESAREA Mulyawati, Isti; Azam, Mahalul; Ningrum, Dina Nur Anggraini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diteliti adalah faktor apa sajakah yang berhubungan dengan dilakukannya persalinan melalui tidakan operasi sectio caesarea pada persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dilakukannya persalinan melalui tidakan operasi sectio caesarea pada persalinan ibu di Rumah Sakit Islam YAKSSI Gemolong Kabupaten Sragen. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan belah lintang, menggunakan data primer dari wawancara terpimpin dengan kuesioner serta data sekunder dari rekam medis. Penelitian ini dilaksanakan di RSI YAKSSI Gemolong Kabupaten Sragen pada September-Oktober 2010. Populasi penelitian ini ialah seluruh ibu yang melahirkan di RSI YAKSSI selama tahun 2009 sebanyak 792 responden. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 responden yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji statistik chi square dengan derajat kemaknaan (α<0,05). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan persalinan sectio caesarea diantaranya usia ibu (p 0,022), paritas (0,001), dan kejadian anemia (0,001). Simpulan penelitian, ada hubungan antara usia ibu, paritas, dan kejadian anemia dengan tindakan persalinan sectio caesareaThe problem research was what factors associated with sectio caesarea surgery. Purpose of this study was to determine the factors associated with sectio caesarea surgery at the YAKSSI Gemolong Islamic Hospital in Sragen District. This study used the analytical survey method with cross sectional approach, using primary data through interviews guided by a questionnaire and secondary data from medical records. The research was conducted in RSI YAKSSI in September-October 2010. This study population were all mothers who give birth in YAKSSI IH as many as 792 respondents. Samples in this study were amount of 60 respondents drawn using consecutive sampling technique. Bivariate statistical analysis done using chi square test with a degree of significance (α<0,05). The results showed that factors associated with sectio caesarea surgery actions were maternal age (p 0,022), parity (0,001), and incidence of anemia (0,001). Conclusion, maternal age, parity, and incidence of anemia have associated with sectio caesarea surgery
FAKTOR TINDAKAN PERSALINAN OPERASI SECTIO CAESAREA Mulyawati, Isti; Azam, Mahalul; Ningrum, Dina Nur Anggraini
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v7i1.1788

Abstract

Permasalahan yang diteliti adalah faktor apa sajakah yang berhubungan dengan dilakukannya persalinan melalui tidakan operasi sectio caesarea pada persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dilakukannya persalinan melalui tidakan operasi sectio caesarea pada persalinan ibu di Rumah Sakit Islam YAKSSI Gemolong Kabupaten Sragen. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan belah lintang, menggunakan data primer dari wawancara terpimpin dengan kuesioner serta data sekunder dari rekam medis. Penelitian ini dilaksanakan di RSI YAKSSI Gemolong Kabupaten Sragen pada September-Oktober 2010. Populasi penelitian ini ialah seluruh ibu yang melahirkan di RSI YAKSSI selama tahun 2009 sebanyak 792 responden. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 responden yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji statistik chi square dengan derajat kemaknaan (?<0,05). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan persalinan sectio caesarea diantaranya usia ibu (p 0,022), paritas (0,001), dan kejadian anemia (0,001). Simpulan penelitian, ada hubungan antara usia ibu, paritas, dan kejadian anemia dengan tindakan persalinan sectio caesareaThe problem research was what factors associated with sectio caesarea surgery. Purpose of this study was to determine the factors associated with sectio caesarea surgery at the YAKSSI Gemolong Islamic Hospital in Sragen District. This study used the analytical survey method with cross sectional approach, using primary data through interviews guided by a questionnaire and secondary data from medical records. The research was conducted in RSI YAKSSI in September-October 2010. This study population were all mothers who give birth in YAKSSI IH as many as 792 respondents. Samples in this study were amount of 60 respondents drawn using consecutive sampling technique. Bivariate statistical analysis done using chi square test with a degree of significance (?<0,05). The results showed that factors associated with sectio caesarea surgery actions were maternal age (p 0,022), parity (0,001), and incidence of anemia (0,001). Conclusion, maternal age, parity, and incidence of anemia have associated with sectio caesarea surgery
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KESEGARAN JASMANI DAN STATUS GIZI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA Adrianto, Eko Haris; Ningrum, Dina Nur Anggraini
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v5i2.1873

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat ke-segaran jasmani dan status gizi dengan produktivitas kerja penyadap karet di unit Plantukan/Blabak PT. Perkebunan Nusantara IX Boja Kabupaten Kendal. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik, dengan pendekatan belah lintang. Populasinya adalah seluruh pekerja penyadap karet di unit Plantukan/Blabak PT. Perkebunan Nusantara IX Boja Kabupaten Kendal Tahun 2007 yang berjumlah 118 orang. Sampel sejumlah 55 orang diperoleh dengan menggunakan teknik restriksi. Data yang diperolah dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistik uji chi-square (α = 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kesegaran jasmani dengan produktivitas kerja (p = 0,033) dan status gizi dengan produktivitas kerja (p = 0,020). AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between the level of physical fitness and nutritional status of the productivity of workers in the rubber tappers Plantukan units/Blabak PT. Nusantara Plantation District IX Boja Kendal. This type of research is a descriptive analytic cross sectional approach. It’s population of rubber tappers of all workers in the unit Plantukan/Blabak PT. Nusantara Plantation District IX Boja Kendal in 2007 amounted to 118 peoples. The samples a number of 55 peoples were obtained using the technique Restrictions. The data in this study were processed using chi-square test statistic (α = 5%). The results showed that there is a significant relationship between level of physical fitness with labor productivity (p = 0.033) and nutritional status with labor productivity (p = 0.020).Keywords: Physical freshness levels; Nutritional status; Work productivity
PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL KABUPATEN TEGAL Aryani, Dessi; Mardiana, Mardiana; Ningrum, Dina Nur Anggraini
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3377

Abstract

Wanita Pekerja Seks merupakan kelompok risiko tinggi terkena IMS dan paling berpengaruh dalam persebaran IMS. Lokalisasi Peleman berada di Kabupaten Tegal, dengan kasus IMS lebih dari 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku WPS dalam upaya pencegahan IMS di Lokalisasi Peleman. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan informan snowball sampling. Informan berjumlah 6 WPS, 6 teman WPS, 6 mucikari dan 1 petugas kesehatan Puskesmas Jatibogor. Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi. Penelitian ini dilakukan tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WPS cukup aktif mencari informasi IMS melalui teman, petugas kesehatan, penyuluhan, media cetak dan elektronik, tetapi tidak melalui mucikari. Hampir semua WPS merayu pelanggan untuk memakai kondom dan dapat memakai kondom dengan baik. Vaginal higiene WPS belum baik, mereka membersihkan vagina bagian dalam menggunakan antiseptik dan pasta gigi.Female sex workers are the high risk group to be infected STIs and the most influential group that responsible for the spreading of STIs. Peleman prostitution site is located in Tegal district which has more than 50% STIs case. The purpose of this research is to find out the image of female sex workers behaviour in the effort of STIs prevention in Peleman prostitution site.This research was qualitative research and used snowball sampling technique. Informant for this research amounts 6 FSW, 6 FSWs friends, 6 pimps, and 1 health workers of Puskesmas Jatibogor. The data collection in this research used in-depth interview and observation. The data analyzed descriptively and presented in narrative form. This result was held in 2014 year. The result showed that FSW were quite actively looking for STIs information through friends, health workers, elucidation, print and electronic media, but not through a pimp. Almost all of FSW asked costumers to used condoms and could use condoms properly. Vaginal hygiene of FSW has not been good, they really cleaned the inside of vagina using an antiseptic and toothpaste.
PERMAINAN BERGAMBAR SEBAGAI METODE PENYULUHAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH Qimamayah, Asih Satut Damul; Azam, Mahalul; Ningrum, Dina Nur Anggraini
Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 1 (2012): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.577 KB) | DOI: 10.15294/ujph.v1i1.176

Abstract

PENGARUH SENAM TERHADAP KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES Utomo, Ocbrivianita Mulyaningtyas; Azam, Mahalul; Ningrum, Dina Nur Anggraini
Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 1 (2012): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.415 KB) | DOI: 10.15294/ujph.v1i1.178

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG Rasajati, Qorry Putri; Raharjo, Bambang Budi; Ningrum, Dina Nur Anggraini
Unnes Journal of Public Health Vol 4 No 3 (2015): Unnes Journal Of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.765 KB) | DOI: 10.15294/ujph.v4i3.6339

Abstract

Hipertensi di Puskesmas Kedungmundu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 dari 1.179 penderita hipertensi yang patuh melakukan pengobatan 33% dan yang tidak patuh 67%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 90 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi adalah status pekerjaan (p value=0,035), jarak rumah terhadap pelayanan kesehatan (p value=0014), tingkat pengetahuan tentang tatalaksana hipertensi (p value=0,000), motivasi untuk berobat (p value=0,000), dan dukungan keluarga (p value=0,000). Variabel yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (p value=0,444), tingkat pendidikan (p value=0,232), pendapatan keluarga (p value=1,000). Saran bagi Puskesmas untuk meningkatkan program pengobatan hipertensi. Bagi peneliti lain untuk menambah faktor lain yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi. Hypertension at Kedungmundu Puskesmas was ascending from year to year. In 2013, of 1,179 hypertensive patients adherent to treatment 33% and 67% were non-adherent. The purpose of this study is to determine the factors associated with medication adherence in hypertensive patients in Puskesmas Kedungmundu Semarang. This is a research of analytical survey with cross sectional approach. Sample of 90 respondents who were taken using accidental sampling technique. Data analysis using chi square. The study results show that factors related to hypertension treatment adherence is employment status (p value=0.035), the distance to health services (p value=0.014), the level of knowledge about the management of hypertension (p value=0.000), motivation for treatment (p value=0.000), and family support (p value=0.000). Unrelated variables were gender (p value=0.444), education level (p value=0.232), family’s income (p value=1.000). The advice for health centers to improve hypertension treatment program. For other researchers to add other factors related to hypertension treatment adherence.