Anggi Nindita
Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Karakterisasi dan Respon Pemangkasan Tunas Air terhadap Produksi serta Kualitas Buah Genotipe Tomat Lokal

Jurnal Hortikultura Indonesia Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Perhimpunan Hortikultura Indonesia dan Departemen Agronomi dan Hortiluktura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.772 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research  was  aimed  to obtain  information  on the  performance  of the five  local tomato genotypes  and  to  study  the  effect  of  side  shoot pruning on  the  production  and  fruit  quality.  The research was  started  from January to  May  2014  in Leuwikopo  Teaching  Farm and  Post Harvest Laboratory IPB using Randomize Complete Block Design  with  two factors and  three replications. The first factor was genotype  consisting  of five different genotypes  i.e  Aceh 5, Kudamati 1, Lombok 1,  Makassar  3,  and  Situbondo GL.  The  second  factor  was  side  shoot  prunning  consisting  of two different treatments  i.e  without  side  shoot  pruning  and  side  shoot  pruning. Kudamati  1  has  high yield potential, Situbondo GL has earlier flowering and harvesting and also resistant to wilt disease. Lombok  1  has  good  fruit quality.  Plants  without  side  shoot  pruning  treatment  has  high yield potential,  and  has  medium-susceptible  resistance  to  wilt  disease. Leaf  type,  attitude  of  leaflets  in relation to main axis, fruit shape  fruit cross-sectional, end of the shaft depression, fruit-tip shape, predominant number of locules, and green shoulder indicating diversity.Keyword: tomato, pruning, yield, fruit quality ABSTRAKPenelitian  ini  bertujuan  memperoleh  informasi  keragaan  lima  genotipe tomat  lokal  dan mempelajari  pengaruh  pemangkasan  tunas  air  terhadap produksi  dan  kualitas  buah.  Penelitian dilaksanakan  pada  bulan  Januari sampai  Mei  2014  menggunakan  Rancangan  Kelompok  Lengkap Teracak dengan dua faktor dan tiga ulangan yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo dan Laboratorium Pasca Panen IPB. Faktor pertama adalah genotipe yang terdiri atas 5 taraf yaitu Aceh 5, Kudamati 1, Lombok 1, Makasar 3, dan Situbondo GL. Faktor kedua adalah pemangkasan tunas air  yang  terdiri  atas dua  taraf  yaitu  tidak  dipangkas  dan  dipangkas.  Kudamati  1  memiliki potensi hasil tinggi, Situbondo GL memiliki umur berbunga lebih awal, umur panen lebih awal (genjah) dan tahan  terhadap  penyakit  layu.  Lombok  1 memiliki  kualitas  buah  yang  baik.  Tanaman  dengan perlakuan tanpa pemangkasan tunas air memiliki potensi hasil lebih tinggi dan memiliki ketahanan medium  rentan  terhadap  penyakit  layu.  Tipe  daun,  letak  anak daun  terhadap  tulang  daun  utama, bentuk  buah,  irisan  melintang  buah, ujung  tangkai,  bentuk  ujung  buah,  jumlah  rongga  buah,  dan buah hijau menunjukkan keragaman.Kata kunci: tomat, pemangkasan,hasil, kualitas buah satu batang

The Study of Early Selection Method through Vigor and Viability Parameter in Citrus amblycarpa (Hassk) under Salinity and Drought Stress Condition

Journal of Tropical Horticulture Vol 1, No 1 (2018): October 2018
Publisher : Indonesian Society for Horticulture (Perhimpunan Hortikultura Indonesia Komisariat Aceh)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1505.466 KB)

Abstract

The study was aimed to obtain information regarding the early selection method of Limau lime under saline and drought condition including the proper method for seed extraction, observation period in germination testing, and type of germination media. The experiment was conducted from March 2015 to January 2016 at the Laboratory of Seed Science and Technology, Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural University. It consisted of four main experiments. The first experiment was the extraction method on Limaulime seed using distilled water, ash from the husk, talcum powder, and HCl 1%. The second experiment was germination testing of lime seed using three media i.e. sand, the combination of sand: soil (1:1) (v:v), and towel tissue. The third experiment has tested the vigor of Limau lime seeds in different saline conditions by using NaCl, i.e. 1500 ppm, 3000 ppm, and 4500 ppm. The fourth experiment, tested the vigor of Limau lime seeds in drought stress condition using PEG 6000, i.e. 0, - 0.75 bar, -1.5 bar, and -2.25 bar. The result of the first experiment showed that the treatments had no significantly different effect on all variables observed except for the seed moisture content. The second experiment revealed that the best germination media was elucidated from sand treatment and sand: soil (1:1) with the first and the second count at 20th and 29th day respectively. The result of the third and four experiment elucidated that the higher concentration of NaCl (Salinity stress condition) or PEG 6000 (drought stress condition), the smaller the germination percentage of Limau Lime’s seeds.

Optimization of Concentration and EM4 Augmentation for Improving Bio-Gas Productivity from Jatropha curcas Linn Capsule Husk

International Journal of Renewable Energy Development Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.921 KB)

Abstract

Most literature suggests that two-phase digestion is more efficient than single-phase. The series of two-phase digestion studies have been conducted from 2011 to 2013 at the research farm of PT Bumimas Ekapersada, West Java, Indonesia. This paper reports on a research on optimation of concentration and augmentation of EM-4 (effective microorganism-4), a local commercial decomposer, as efforts to stabilize a biogas technology which made from husk capsules of Jatropha curcas Linn (DH-JcL). The studies of increasing organic loading rate (OLR) for the two-phase digestion was conducted to improve efficiency.  The concentration variable studied was 1: 8 (1 part DH-JCL and 8 parts water), compared to 1: 12 as a control. The augmentation treatment is the addition of EM-4 by 5% (v/v). It was also examined the augmentation of F2-EM4 (150 times duplication of EM-4) due to cost consideration. The studies were conducted in the laboratory which using a liter and two liters of glass digester and glass wool as immobilized growth. The results of this study support the previous studies: the optimum concentration was 1: 8, EM-4 was able to increase biogas production in two-phase digestion, yet biogas production decrease at single-phase. F2-EM4’s ability to support production of biogas were equivalent to that of EM-4.

Evaluasi Penampilan Sifat Hortikultura dan Potensi Hasil pada Jagung Manis dan Jagung Ketan

Buletin Agrohorti Vol 5, No 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan karakter hortikultura dan potensi hasil dari genotipe jagung manis dan jagung ketan. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Kampus IPB Dramaga pada bulan Januari sampai dengan Mei 2016. Penelitian menggunakan rancangan augmented dengan faktor tunggal yaitu genotipe jagung. Materi genetik yang digunakan adalah 32 genotipe uji dan 6 genotipe pembanding. Genotipe uji terdiri atas 26 genotipe jagung ketan dan 6 genotipe jagung manis. Genotipe pembanding terdiri atas 3 varietas jagung ketan (URI, Kumala, Victoria) dan 3 varietas hibrida jagung manis (Bonanza, Secada, Talenta). Genotipe jagung ketan dan jagung manis yang diuji menunjukkan keragaman karakter hortikultura kecuali pada karakter ASI (Anthesis Silking Interval). Terdapat korelasi positif yang sangat nyata antara panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol, dan bobot biji tongkol-1 terhadap produktivitas. Genotipe jagung ketan yang memiliki karakteristik hortikultura dan produktivitas yang baik adalah JLP16, JWP127, JWP223, JWP21, JWP32, JKP2, dan JLL1. Adapun genotipe jagung manis yang memiliki karakteristik hortikultura dan produktivitas yang baik adalah SD3.

Keragaman Populasi F2 Padi (Oryza sativa L.) pada Kondisi Cekaman Suhu Tinggi

Buletin Agrohorti Vol 6, No 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.823 KB)

Abstract

Pemanasan global menyebabkan dampak negatif, antara lain menurunkan produktivitas padi.Pemuliaan tanaman diharapkan mampu menghasilkan varietas baru tanaman padi yang toleran terhadap cekaman suhu tinggi. Tujuan Penelitian untuk mendapatkan informasi tentang keragaan karakter pertumbuhan genotipe F2 padi dan seluruh tetuanya pada kondisi cekaman suhu tinggi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari sampai Juni 2015. Materi genetik yang digunakan adalah 150 individu segregan F2 yang berasal dari persilangan IPB 4S dan IR64, 20 individu tetua IPB 4S, 20 individu tetua IR64. Semua materi genetik ditanam dalam kondisi tercekam suhu tinggi di rumah kaca Institut Pertanian Bogor. Hasil perhitungan nilai tengah menunjukan beberapa karakter memiliki nilai tengah lebih baik dibandingkan tetua dan terdapat segregan transgresif. Karakter agronomi yang diamati dikendalikan oleh gen aditif, dominan, epistasis duplikat, dan epistasis komplementer. Berdasarkan nilai heritabilitas yang tinggi dan koefisien keragaman genetik yang luas maka karakter panjang malai, persentase gabah bernas per malai, dan bobot gabah per malai contoh dapat dijadikan kriteria seleksi untuk seleksi generasi awal pemuliaan padi toleran cekaman suhu tinggi. Seleksi langsung berdasarkan jumlah gabah bernas per malai dengan intensitas 50% menghasilkan diferensial seleksi 24,7% pada karakter jumlah gabah bernas per malai.

Manajemen Produksi Caisim Organik dengan Aspek Khusus Pemulsaan di Yayasan Bina Sarana Bakti, Cisarua, Bogor, Jawa Barat

Buletin Agrohorti Vol 7, No 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caisim (Brassica juncea L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang dikonsumsi untuk memenuhi kebuthan vitamin, mineral, serat, dan protein. Sayuran ini termasuk ke dalam sayuran yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Budidaya caisim memerlukan teknik dan penanganan yang baik untuk mencukupi kuantitas maupun kualitasnya. Tujuan kegiatan penelitian adalah mempelajari dan mengetahui pengaruh pemulsaan terhadap produksi tanaman caisim secara organis di Yayasan Bina Sarana Bakti. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2017 di Yayasan Bina Sarana Bakti, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Data primer didapatkan melalui pengamatan peubah fase? vegetatif meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun. Peubah yang diamati pada saat pasca panen meliputi bobot brangkasan, bobot akar, bobot per tanaman, jumlah daun rompesan, bobot daun rompesan, jumlah daun rusak mekanis, bobot daun rusak mekanis, jumlah daun rusak akibat OPT, bobot daun rusak akibat OPT, jumlah daun tua, bobot daun tua, dan populasi gulma yang diamati pada saat setelah panen terhadap sepuluh tanaman contoh pada masing-masing petak. Perlakuan pemberian mulsa Tithonia sp. cenderung menunjukkan hasil tertinggi dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan mulsa lainnya terhadap peubah pada fase vegetatif. Pemberian mulsa baik mulsa rumput, mulsa gedebong pisang, maupun mulsa Tithonia sp., secara nyata mampu menekan populasi gulma dalam bedengan.

Identifikasi Morfologi Aksesi Pisang Cavendish pada Fase Pembibitan dan Produksi di Lampung

Buletin Agrohorti Vol 7, No 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.266 KB)

Abstract

Pengembangan pisang secara komersial masih mengalami banyak kendala salah satunya adalah susahnya penyediaan bibit unggul dengan potensi hasil yang baik. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Lampung selama empat bulan yaitu mulai dari bulan Februari sampai dengan Juni 2017. Tujuan kegiatan penelitian adalah mengidentifikasi keragaan dua aksesi pisang cavendish di tahap pembibitan dan produksi buah. Pengambilan data terdiri dari data sekunder dan data primer. Data primer meliputi daya hidup Meristem Tissue Culture (MTC), daya hidup bibit di polybag, penjarangan, dan hardening, bobot tandan, bobot bonggol, rendemen panen, jumlah sisir per tandan, jumlah buah per sisir, dan ukuran buah pisang. Keragaan daya hidup Aksesi CJ30 pada tahap tanam ke polybag menunjukkan hasil yang berbeda nyata dan lebih baik dari pada CJ40 dan pada fase penjarangan serta hardening menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Keragaan Aksesi CJ30 dan CJ40 pada peubah komponen panen menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada lima peubah yaitu bobot tandan, bobot bonggol, rendemen, jumlah sisir, dan jumlah finger sedangkan hasil analisis lebar buah menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Peubah bobot tandan, bobot bonggol, dan rendemen panen berdasarkan hasil nilai tengah menunjukkan bahwa CJ40 lebih disukai dibandingkan CJ30, sedangkan pada jumlah sisir dan jumlah finger CJ30 lebih disukai dibandingkan CJ40.