Tjokorda Sari Nindhia
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Suplementasi Khitosan Dan Kuning Telur Terhadap Kadar Total Kolesterol Dan Profil Lipoprotein Serum Ayam

Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.

Pertumbuhan Dimensi Lebar Tubuh Pedet Sapi Bali

Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dimensi lebar tubuh pedet Sapi Bali. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap dimensi lebar tubuh pedet Sapi Bali yang meliputi : lebar kepala, lebar leher, lebar dada, lebar kemudi, dan lebar pantat. Penelitian ini mempergunakan sampel sebanyak 12 ekor pedet Sapi Bali masing - masing enam ekor pedet jantan, dan enam ekor pedet betina. Pengukuran dimensi lebar tubuh Sapi Bali dilakukan tujuh kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam. Model persamaan yang digunakan adalah y = a.e bx. Hasil sidik ragam dimensi lebar pedet Sapi Bali menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (p<0,01), serta terdapat interaksi yang sangat nyata (p<0,01) antara jenis kelamin dengan umur tehadap dimensi lebar pedet Sapi Bali. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kecepatan/laju pertumbuhan dimensi lebar antara pedet Sapi Bali jantan dan betina yang mana pada pedet Sapi Bali jantan laju pertumbuhannya dimulai dari yang paling lambat lebar kepala, lebar dada, lebar leher, lebar kemudi, dan terakhir lebar pantat, sedangkan pada pedet Sapi Bali betina laju pertumbuhannya dimulai dari yang paling lambat lebar kepala, lebar kemudi, lebar leher, lebar dada, dan terakhir lebar pantat. Simpulan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah lebar kepala, lebar leher, lebar dada, dan lebar pantat pedet Sapi Bali jantan laju partumbuhannya lebih cepat dibandingkan pedet Sapi Bali betina, sedangkan lebar kemudi Sapi Bali betina laju pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan pedet Sapi Bali jantan.

Dimensi Kuku Sapi Bali

Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (5) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaki sapi bali yang baik adalah kaki yang proporsional dengan ukuran tubuh, mampu menopang tubuh secara tegak lurus. Bagian kuku perlu diperhatikan karena kuku yang terganggu akan membuat pertumbuhan sapi kurang optimal. Kuku sapi harus kokoh, tidak sensitif, dapat tumbuh dan berkembang terus, dan memiliki elastisitas yang tinggi. Sapi bali yang digemukan cenderung memiliki kuku yang tumbuh lebih panjang dibandingkan dengan sapi bali yang dibiarkan bebas. Tujuan Penelitian untuk mengetahui dimensi ukuran kuku kaki depan dan kaki belakang sapi bali serta menentukan ukuran standar normal (panjang kuku, tinggi kuku, diagonal kuku, lebar kuku, luas kuku, tinggi tumit)  kaki depan dan kaki belakang sapi bali jantan dan betina. Sampel  yang digunakan pada penelitian ini adalah sapi bali dewasa sebanyak 40 ekor, terdiri dari 20 jantan dan 20 betina dewasa di Pasar Hewan Bringkit Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dan pengukuran dilakukan pada sapi dalam keadaan berdiri. Metode Penelitian ini menggunakan uji Independent-Samples T-test pada selang kepercayaan 95% dan 99% dengan Statistical Program for Social Science(SPSS) for Window versi 17.0. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa dimensi ukuran  kuku  kaki yang terdiri dari ukuran-ukuran standar kuku, panjang, tinggi tumit, diagonal kuku, dan lebar kuku kaki sapi jantan lebih besar dari pada kuku sapi betina.

Dimensi Kuku Sapi Bali

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (1) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaki sapi bali yang baik adalah kaki yang proporsional dengan ukuran tubuh, mampu menopang tubuh secara tegak lurus. Bagian kuku perlu diperhatikan karena kuku yang terganggu akan membuat pertumbuhan sapi kurang optimal. Kuku sapi harus kokoh, tidak sensitif, dapat tumbuh dan berkembang terus, dan memiliki elastisitas yang tinggi. Sapi bali yang digemukan cenderung memiliki kuku yang tumbuh lebih panjang dibandingkan dengan sapi bali yang dibiarkan bebas. Tujuan Penelitian untuk mengetahui dimensi ukuran kuku kaki depan dan kaki belakang sapi bali serta menentukan ukuran standar normal (panjang kuku, tinggi kuku, diagonal kuku, lebar kuku, luas kuku, tinggi tumit) kaki depan dan kaki belakang sapi bali jantan dan betina. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sapi bali dewasa sebanyak 40 ekor, terdiri dari 20 jantan dan 20 betina dewasa di Pasar Hewan Bringkit Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dan pengukuran dilakukan pada sapi dalam keadaan berdiri. Metode Penelitian ini menggunakan uji Independent-Samples T-test pada selang kepercayaan 95% dan 99% dengan Statistical Program for Social Science(SPSS) for Window versi 17.0. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa dimensi ukuran kuku kaki yang terdiri dari ukuran-ukuran standar kuku, panjang, tinggi tumit, diagonal kuku, dan lebar kuku kaki sapi jantan lebih besar dari pada kuku sapi betina.

Identifikasi Spesies Ikan Kerapu di Pasar Ikan Karangasem dan Kedonganan Bali Menggunakan DNA Mitokondria Gen 16s rRNA IDENTIFICATION OF GROUPER SPECIES USING 16S rRNA MITOCHONDRIAL DNA IN KARANGASEM AND KEDONGANAN FISH MARKET, BALI

Jurnal Veteriner Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Groupers are bio-indicators of the health of coral ecosystems and high economic value. Various speciesof grouper fish sold in markets in Indonesia is not known. The purpose of this study was to identify thespecies of grouper fish market located in Karangasem and Kedonganan. The method used in this studywas polymerase chain reaction(PCR) techniqueand mitochondrial DNA 16S rRNA gene as a molecularmarker. Grouper samples were collected from the fish market Karangasem total of 11 samples and 42samples collected from Kedonganan. Sequences from each sample was obtained from the analysis inBerkeley Sequencing Facility, California. Sequencing samples were then analyzed by BLAST and matchedwith the sequences found in GenBank. The analysis showed that six species can be identified from the fishmarket Karangasem namely Cephalopholis leopardus, C.cyanostigma, C. miniata, C. sonnerati, Variolaalbimarginata, and Epinephelus fasciatus. Seven species can be identified in the fish market Kedonganannamely E. fuscoguttatus, E. coeruleopunctatus, E. merra, E. polyphekadion, C. cyanostigma, C. miniata andV.albimarginata.

Pengaruh Suplementasi Khitosan Dan Kuning Telur Terhadap Kadar Total Kolesterol Dan Profil Lipoprotein Serum Ayam

Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.

Tumbuh Kembang Organ Visceral Itik Lokal Bali pada Masa Finisher

Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 No 5 (2018): Volume 7 (5) 2018
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang organ visceral itik lokal bali pada masa finisher, sehingga dapat ditentukan perkiraan berat organ pada usia tertentu. Penelitian ini menggunakan itik jantan dan betina umur 8-16 minggu sebanyak 30 ekor yang dipelihara secara semi intensif di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Penelitian ini tentang organ visceral (hati, jantung, paru-paru dan ventrikulus), dilakukan penimbangan berat organ setiap 2 minggu. Data yang diperoleh dianalisis dengan Multivariant dan regresi power. Hasil penelitian menunjukkan saat berumur 8 sampai 16 minggu itik bali terjadi pertumbuhan berat organ visceral yang nyata. Hasil analisis Multivariant menunjukkan berat organ visceral itik lokal bali jantan dan betina tidak berbeda nyata, hasil analisis regresi menunjukkan organ visceral mengalami laju tumbuh kembang yang nyata , yang paling awal tumbuh adalah ventrikulus, jantung, paru- paru dan yang terakhir adalah hati.

PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI KLINGKING DESA BUNGA MEKAR, KECAMATAN NUSA PENIDA, KABUPATEN KLUNGKUNG

Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Juli 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract