Articles

Found 22 Documents
Search

USING THE COMBINATION OF MULTIPASS AND SURVEY, QUESTION, PREDICT, READ, RESPOND, SUMMARIZE (SQP2RS) IN TEACHING READING AT JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Nilawati, Nilawati; Alicia, Dona
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMembaca adalah satu dari empat keahlian dasar yang harus dikuasai oleh siswa sekolah menengah pertama. Dalam hal ini membacabukan hanya untuk berbagi cerita atau informasi,namun membaca jugadapat membantu kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Melihat situasi ini, setiap guru bahasa inggris hendaknya sadar bahwa membaca bukan hanya untuk mengetahui struktur dari teks yang di baca,tetapi juga untuk mengetahui informasi dan pelajaran apa yang dapat di ambil dari teks tersebut, sehingga, dengan adanya informasi atau pelajaran yang di dapat, pembaca akan dapat saling berbagi informasi dengan orang lain. Oleh sebab itu, perlu digunakan strategi yang tepat untuk menguasai dua hal tersebut. Pada makalah ini, penulis ingin mengemukakan sebuah strategi yang dapat dijadikan  sebagai salah satu strategi yang bermanfaat bagi pengajaran dan pembelajaran membaca atau reading, yang mana strategy ini merupakan kombinasi dua buah strategi. Starategi tersebut adalah Multipass and Survey, Question, Predict, Read, Respond (SQP2RS) strategy.Multipass dan SQP2RS adalah sebuah kombinasi strategi yang dapat digunakan untuk membantu siswa memahami sebuah teks, dan juga memudahkan siswa di dalam menemukan ide pokok serta informasi yang terdapat di dalam teks. Dalam strategi ini siswa akan berperan lebih aktif daripada guru, karena di dalam strategi ini siswa akan menguji kemampuan mereka sendiri di dalam memperoleh informasi. Jadi strategi ini diterapkan melalui kerja sendiri atau kelompok dimana siswa terlibat aktif. Kemudian, teks yang akan diajarkan melalui strategi ini adalah teks hortatory. 
Keterlibatan Perempuan dalam Tindak Pidana Korupsi di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kelas I.A Palembang Nilawati, Nilawati
Intizar Vol 20 No 2 (2014): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.94 KB)

Abstract

Makalah ini mengkaji tentang tindak pindana korupsi pada perempuan. Hal ini berarti bahwa tindak pidana korupsi bukan hanya monopoli laki-laki. Partisipasi perempuan dalam tindak pidana korupsi di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kelas I.A Palembang dapat dikatakan masih dalam tingkatan skala rendah. Sebagian besar tindak pidana korupsi yang dilakukan perempuan tersebut tidak sendirian, melainkan bersama orang atau pihak lain diikuti adanya peluang dan kesempatan. Sehingga tindak korupsinya dapat digolongkan korupsi sistemik. Faktor-faktor  yang menyebabkan perempuan terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi di wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kelas I.A Palembang, yaitu: rendahnya tingkat keimanan, rendahnya gaji atau pendapatan, sikap mental dan keinginan cepat kaya, pola hidup konsumtif hedonisme, aji mumpung, ada peluang dan kesempatn untuk meng-akses.This paper examined the crime of corruption on women. This meant that corruption was not just a male monopoly. Womens participation in corruption in legal area of the jurisdiction of Class IA Palembang could be said to be still in a low level scale. Most of corruption criminals that were done by women were not alone, but together with another person or party followed by the opportunity and chance. So the acts of corruption could be classified as systemic corruption. The factors that caused women to get involved in cases of corruption criminal in the legal area of the jurisdiction of Class IA Palembang, namely: low levels of faith, low salaries or income, mental attitude and the desire to get rich quick, lifestyle consumptive hedonism, moral hazard, there was an opportunity and chance to access. 
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PELAKSANAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN Nilawati, Nilawati; Sumadi, Sumadi; Djasmi, Sulton
9 772338317006
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.423 KB)

Abstract

This study aimed to describe: (1) LPMP of Lampung Province strategy in building human resource capacity in accordance with the demands of Quality Assurance System of Education; (2) the impact of human resource development in the work culture in LPMP Lampung, and (3) the perspective of human resource development in LPMP in the future. This study uses a phenomenological qualitative approach. Data were collected through interviews, documentation and observation. Results from this study are: (1) LPMP strategy of Lampung Province in building human capacity is by developing program / activity plans, and analyzes the factors that support and hinder the development of human resource capacity; (2) the impact of human resource development in the work culture in LPMP Lampung Province is a change in the form of knowledge (cognitive) like the principles, procedures, and processes of education; (3) the perspective of human resource development in LPMP of Lampung province is that this institution has a commitment in quality improvement.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) strategi LPMP Provinsi Lampung dalam membangun kapasitas SDM sesuai dengan tuntutan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan; (2) dampak dari pengembangan SDM pada budaya kerja di LPMP Lampung, dan (3) perspektif pengembangan SDM di LPMP Lampung di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) strategi LPMP Provinsi Lampung dalam membangun kapasitas manusia adalah dengan perencanaan program / kegiatan, dan menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat perkembangan SDM; (2) dampak dari pengembangan SDM pada budaya kerja di LPMP Provinsi Lampung adalah perubahan dalam bentuk pengetahuan (kognitif) seperti prinsip, prosedur, dan proses pendidikan; (3) perspektif pengembangan SDM di LPMP Provinsi Lampung adalah lembaga ini memiliki komitmen terhadap peningkatan kualitas.Kata kunci: pengembangan, penjaminan mutu pendidikan, sumber daya manusia    
Purification and In situ Iodisation of Blotong Solid Waste into Consumption Salt in Iodized-Salt Industry Nilawati, Nilawati; Marihati, Marihati
Biopropal Industri Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.783 KB)

Abstract

The solid waste of iodized-salt industry are sapon (50-100 kilograms) and blotong (1-2 tons) per 10 tons per day. The objective of this research was for recycling blotong through purification, recrystallization and in situ iodisation to increase NaCl content and homogeneous KIO3. This research used two variables which were KIO3 concentration within 30,40, 50 & 60 ppm, and brine water of blotong that had soluted into 240Be (consist of salt water which purified with Na2CO3, NaOH and unpurified salt water). The composition of blotong were 12.318% water content, 46.409% Cl-, 82.685% pure NaCl, 0.784% Mg2+, 1.420% Ca2+ and 2.747% SO4.After purification and recrystallization, impurities was decreased, Mg2+ became 0.278% (64.54% reduction) and Ca2+ became 0.153% (89.23% reduction). NaCl content was increasing into 96.481% and fulfilled the NaCl standard of salt consumption based on SNI 3556-2010 (94.7%).
The Effect of Gradually Stirring On Halophilic Bacteria Growth with Artemia salina Nutrition for Salt Production Nilawati, Nilawati; Muryati, Muryati; Marihati, Marihati
Biopropal Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.43 KB)

Abstract

Halophilic bacteria are microorganisms whose habitat is at high salt content. Halophilic bacteria in the presence of salt crystallization can increase the purity of NaCl. Nutrients that contain carbon and oxygen must be available for the survival of bacteria, where Artemia salina contains 52% protein and 15.49% carbohydrate. The purpose of this study was to determine the development of the growth of halophilic bacteria using nutrient Artemia salina for salt production. Three variables were used in this reserach: the first variables includes aeration and stirrer, the second variable was stirring time (½, 1, 2, 3, 4, 5 and 6 hours) and the third variable was mixing period, there were consisted of 1st, 2nd, 3rd, 4th, 5th, 6th and 7th day. The best treatment for transmitance and microbial analysis were 6 hours and seven days of aeration, each point was 33% transmitance and 2,25 x 103 colony forming unit per mililiter for microbilogy analysis.
Pengolahan Air Limbah Kadar Garam Tinggi dengan Sistem Lumpur Aktif Setianingsih, Nanik Indah; Hermawan, Danny Widyakusuma; Nilawati, Nilawati
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.59 KB)

Abstract

Air limbah perebusan dari industri kacang garing masih menjadi permasalahan karena mengandung garam yang tinggi. Pada kegiatan penelitian ini dilakukan pengolahan air limbah tersebut dengan sistem lumpur aktif dengan memanfaatkan mikroba yang sudah teradaptasi dengan kadar garam tinggi berasal dari bak equalisasi air limbah tersebut. Percobaan penelitian pengolahan limbah dilakukan dengan dua kondisi yaitu kadar MLVSS (Mixed Liquour Volatile Suspended Solid) awal 1000 mg/L dan 2000 mg/L, pengamatan sampel dilakukan setiap 24 jam selama lima hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat penurunan nilai BOD dan permanganat pada sampel air limbah namun tidak terjadi penurunan untuk parameter nilai klorida. Penurunan nilai BOD adalah sebesar 89,89% dengan perlakuan MLVSS 1000 mg/L dan 91,01 % untuk perlakuan MLVSS 2000 mg/L. Kondisi optimal pada sistem lumpur aktif belum tercapai yang ditunjukkan dari nilai sludge volume masih kurang dari 30%. Sampel hasil pengolahan belum dapat memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan dengan nilai BOD 352,2 mg/L, permanganat 213,4 mg/L dan klorida 8347 mg/L.
KEMAMPUAN BAKTERI HALOFILIK UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI PEMINDANGAN IKAN Nilawati, Nilawati; Marihati, Marihati; Susdawanita, Susdawanita; Setianingsih, Nanik Indah
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.106 KB)

Abstract

            Industri pemindangan ikan dalam proses pengolahannya  menghasilkan  limbah cair.  Limbah tersebut  langsung dibuang ke sungai, hal ini  dapat menyebabkan pencemaran lingkungan terutama bau akibat dari pembusukan protein.Kapasitasnya 150 m3 per-hari untuk 1 industri.   Limbah cair rebusan ikan pindang mengandung beban cemaran yang cukup tinggi, dengan nilai permanganat 15.073 ppm dan BOD 5.380 ppm.Pengolahan limbah cair dalam penelitian ini menggunakan sistem batch dan kontinyu yang diamati setiap hari selama 8 hari (hari ke 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7).  Hasil  penelitian menunjukkan penurunan nilai permanganat paling optimal terjadi pada hari ke 6 sebesar 4.266 ppm atau penurunannya sebesar 2.401 ppm , atau  36,01 persen untuk sistem batch.  Sistem kontinyu penurunan optimal pada hari ke-3 yaitu 5.906 ppm turun 13,47 persen.Jadi sistem batch lebih efektif daripada sistem kontinyu pada pengolahan limbah pindang dengan bakteri halofilik.  Nilai BOD terjadi penurunan yang signifikan, untuk pengolahan dengan sistem batch  secara keseluruhan nilai BOD sistem batch lebih rendah daripada sistem kontinyu.  Penurunan yang optimal pada hari ke-6menjadi 496 ppm terjadi penurunan sebesar 1.203 ppm atau 70,81 persen, sedangkan sistem kontinyu nilai BOD tidak terjadi penurunan .
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR GARAM BAHAN BAKU 30˚ Be UNTUK PENGASINAN IKAN GABUS RENDAH NACl DAN MENGANDUNG Mg Nilawati, Nilawati
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12024.28 KB)

Abstract

Pengasinan merupakan metode pengawetan yang sudah lama dengan menggunakan garam krosok namun pengasinan dengan  limbah cair garam 30˚ Be belum banyak dilakukan. Keuntungan dengan metode ini akan menghasilkan produk ikan asin yang rendah NaCl dan tinggi kandungan Mg. Penelitian ini menggunakan 1 variabel yaitu konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be  yaitu B0 (0 persen- kontrol), B10 (10 persen). B20 (20 persen), B30 (30 persen),  B40(40 persen), B50 (50 persen)  dan kontrol  B100 (100 persen)  serta kontrol pembanding penggaraman kering dengan garam bahan baku G100 (100 persen) atau dikenal garam krosok. Hasil penelitian diperoleh kandungan NaCl murni pada pemakaian larutan 30˚ Be sebanyak 10 persen  sebesar 6,952 persen. Dan pada konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be dengan konsentrasi   50 persen diperoleh kndungan NaCl murni sebesar 15,478 persen, namun untuk kontrol yang menggunakan garam krosok maka NaCl nya paling tinggi, sedangkan kontrol dengan 100 persen larutan 30˚ Be kandungan NaCl murninya sampai 25,134 persen, yang menggunakan garam bahan baku  kandungan NaCl sebesar 43,864 persen.  Perlakuan yang terbaik diperoleh pada pemakaian larutan garam 30˚ Be pada konsentrasi 40 persen. Kandungan Magnesium pada     penelitian ini berkisar antara 0,387 Sampai  3,444  persen.  Perlakuan mulai konsentrasi 30 persen keatas   penampakan ikan asin putih kecoklatan , empuk, bersih, namun kalau dibawah 30 persen penampakannya kecoklatan muda, daging liat agak keras namun NaCl nya rendah
PEMISAHAN NaCl DARI LIMBAH PADAT IKM GARAM BERYODIUM UNTUK INDUSTRI PENYAMAKAAN KULIT DAN PENGOLAHAN AIR INDUSTRI Nilawati, Nilawati; Marihati, Marihati; Muyati, Muryati
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 27, No 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.125 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sludge kotor menjadi garam untuk industri penyamakan kulit dan pengolahan air industri dengan spesifikasi NaCl minimum 85%. Variabel yang digunakan yaitu variabel pertama adalah formulasi sludge, terdiri dari perbandingan sludge bersih dan sludge kotor yaitu 50%: 50%dan 0:100%). Variabel kedua adalah jumlah penambahan Na2CO3dalam proses pemurnian larutan garam terdiri dari 0, 3 ,4 dan 5 g/l larutan garam 240Be. Penambahan Na2CO3sebanyak 4 g/l larutan garam merupakan hasil yang terbaik dengan nilai prosentase penurunan Ca2+ minimum 91,67% dan zat pengotor Mg++mengalami penurunan minimum 14%. Pemisahan NaCl dari sludge melalui proses pelarutan dan pemurnian menaikkan NaCl formula 50%:50% dari 66,75% menjadi 95,77%, sedangkan NaCl dari formula 0:100% dari 48,5% menjadi 91,87%. Rendemen garam untuk formula 50% : 50% dan 0: 100% masing-masing 79,7% dan 77,4%.
PEMANFAATAN LUMPUR SPRAY POND INDUSTRI GULA UNTUK NUTRISI PERTUMBUHAN BAKTERI HALOFILIK (The Using of Spray Pond Mud from Sugar Industry for Halophilic Bacteria Growing Nutrient) Nilawati, Nilawati
Jurnal Hasil Penelitian Industri Vol 26, No 1 (2013)
Publisher : Baristand Industri Banda Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mud spray pond is a collection of falling water condenser at processingsugar that forms sludge are accommodated in the spray-pond tub. Mud is still containvapor juice which there are organic materials. Mud is in the sugar mills often called Lemi.Outside the sugarcane milling season, Lemi used as a source of fish and snails feed. Lemicontent protein 1.43%, carbohydrate 0.30%, water 14.14%, ash 69.45% and C organic9,54%. Because it still contains organic material that can be used as nutrients halofilik. Sotherefore it can be used Lemi to reduce Luria Berthani media use in the growing of starterhalofilic. There are 6 kinds of formulations used was 0 ml starter; 100 ml Lemi and 400 mlsalt water (L1), 50 ml starter; 100 ml Lemi and 350 ml salt water (L2), 100 ml starter;100 ml Lemi and 300 ml salt water (L3), 200 ml starter; 100 ml Lemi and 200 ml saltwater (L4), 300 ml starter; 100 ml Lemi and 100 ml salt water (L5) and 400 ml starter;100 ml Lemi and 0 ml salt water (L6). The results of the research that has been done thenthe best formulations for bacterial nutrients haofilik using Lemi was L3 formula that wasmixtured of salt starter with brine 200 Be as much as 300 ml, Lemi 100 ml, 100 ml LBstarter, 1 gram sugar and urea 1 gram. With the N content of 0.10% and 1.261% C, andthe amount of bacteria that grew in the starter halofilik as much as 6.60 x 106 colonies permilliliter