I Made Niko Winaya
Program Studi Fisioterapi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMBINASI MASASE LEBIH BAIK DIBANDINGKAN KONTRAKSI ISOMETRIK PADA INTERVENSI MWD, TENS DALAM PENURUNAN NYERI PADA KASUS SPONDYLOSIS CERVICAL Bisma Wibawa, Made; Niko Winaya, I Made; Dedi Silakarma, I.G.N.
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI) Volume 1, Number 1, January 2014
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spondylosis Cervical merupakan  penyebab terbanyak disfungsi medulla spinalis pada pasien yang berusia lebih dari 55 tahun. Pasien yang mengalami Spondylosis Cervical dapat diberikan terapi nonfarmakologis sebagai upaya untuk mengurangi nyeri. Oleh karena pada penelitian ini ingin membuktikan kombinasi masase lebih baik daripada kontraksi isometrik pada intervensi Micro Wave Diathermy, Trancutaneous Electrical Nerve Stimulation dalam penurunan nyeri pada kasus Spondylosis Cervical.  Rancangan penelitian ini bersifat experimental dengan rancangan randomize pre test and post test controlled group design, dimana pengambilan sample dari populualsi dilakukan secara acak atau random. Subjek penelitian adalah penderita keluhan nyeri leher karena Spondylosis Cervical yang menjalani rawat jalan di poliklinik fisioterapi RSU Prima Medika Denpasar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian intervensi Micro Wave Diathermy, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation dan Latihan Kontraksi Isometrik Dapat Menurunkan nyeri pada pasien Spondylosis Cervical dengan nilai        p = 0,00. Pemberian intervensi Micro Wave Diathermy, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation dan masase dapat Menurunkan nyeri pada pasien Spondylosis Cervical dengan nilai p = 0,00. Kombinasi masase dengan kontraksi isometrik pada inervensi  Micro Wave Diathermy, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation dengan nilai prosentase 74,28% sedangkan dengan latihan kontraksi isometrik sebesar 51,38%. Sehingga kombinasi masase lebih baik daripada latihan kontraksi isometrik dalam penurunan nyeri pada kasus Spondylosis Cervical.
FREKUENSI LATIHAN 3 KALI SEMINGGU PADA TARI BARIS MODERN DAPAT MENURUNKAN PRESENTASE LEMAK TUBUH Ari Pradnyawati, Ni Made; Irfan, M.; Niko Winaya, I Made
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI) Volume 2, Number 1, Mei 2014
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan presentase lemak tubuh pada tari Baris Modern dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan selama 8 minggu agar didapatkan hasil yang maksimal.  Rancangan penelitian ini adalah observasional dengan studi Kohort. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang mengkaji antara variabel independen dan variabel dependen, dimana pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling. Pemilihan sampel dengan menetapkan subjek yang memenuhi kriteria penelitian dan dimasukkan dalam penelitian. Subjek penelitian adalah siswi SMP Harapan Tabanan yang mengikuti ekstrakurikuler tari yang memiliki IMT > 18 dan berjumlah 10 orang. Analisis statistik penelitian ini menggunakan uji t-test of related (paired sample t-test. Hasil uji homogenitas menggunakan uji Shapiro-Wilk Test menunjukkan bahwa nilai p = 0,786 ( p > 0,05 ) untuk sebelum intervensi dan nilai p = 0.366 setelah intervensi. Untuk uji hipotesis dilakukan dengan uji parametrik atau uji t-paired. Nilai t hitung yang diperoleh 3,537 dengan nilai p = 0.006 dengan nilai ? = 0,05. Hal ini berarti bahwa frekuensi latihan 3 kali seminggu pada tari Baris Modern dapat menurunkan presentase lemak tubuh.  
PEMBERIAN TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS) DAPAT MENINGKATKAN KETAJAMAN VISUAL PADA KONDISI KELELAHAN MATA Khariyono, Arga; Irfan, Muhammad; Niko Winaya, I Made
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI) Volume 2, Number 1, Mei 2014
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia (MIFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui  pengaruh pemberian TENS terhadap peningkatan ketajaman visual pada kondisi kelelahan mata.  Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa Desain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar selama kurun waktu bulan Juli – Agustus 2013. Secara keseluruhan sampel berjumlah 15 orang yang memenuhi kriteria inklusif untuk dilibatkan dalam studi eksperimental satu kelompok perlakuan (pre test – post test one group). Aplikasi TENS dengan frekuensi rendah (20 Hz), burst mode, durasi 30 menit, diberikan selama 6 sesi dalam 6 hari berturut – turut. Elektroda positif di dekat telinga, dan elektroda negatif ditempat sepanjang perjalanan saraf, yakni di sebelah lateral mata. Ukuran elektroda yang digunakan adalah 2,5 cm berbentuk bulat. Evaluasi pengukuran ketajaman visual  menggunakan Snellen Chart.   Pada pengujian hipotesis untuk mengetahui perbedaan ketajaman visual sebelum dan sesudah perlakuan, dilakukan uji beda rerata Paired Samples t-test. Hasilnya didapatkan nilai p = 0.000 (p < 0.005) yang berarti ada perbedaan yang bermakna pada nilai rerata ketajaman visual sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai rerata ketajaman visual sebelum perlakuan adalah 18.40 letter, sedangkan nilai rerata sesudah perlakuan adalah 30.40 letter. Hal tersebut berarti bahwa TENS memberikan peningkatan yang bermakna terhadap ketajaman visual pada kondisi kelelahan mata.   Pemberian TENS dapat meningkatkan ketajaman visual pada kondisi kelelahan mata. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima.