Fajar Herbowo Niantiarno
1Mahasiswa Program Pendidikan S-1 Kedokteran Umum FK UNDIP

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Prediktor Kejadian Kejang Pascaoperasi Bedah Epilepsi Lobus Temporal Niantiarno, Fajar Herbowo; Arifin, Muhammad Thohar; Hardian, Hardian
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang : Perubahan status kejang pascaoperasi bedah epilepsi lobus temporal (ELT) merupakan indikator terhadap berhasilnya tindakan operasi. Karakteristik klinis pasien (usia saat operasi, usia onset epilepsi, lama epilepsi, jenis kelamin, frekuensi kejang tiap bulan, aura) dan hasil evaluasi pre opersasi (gambaran semiologi, rekaman elektroensefalogram (EEG) serta gambaran magnetic resonance imaging (MRI) diduga sebagai faktor risiko yang berpengaruh terhadap status bebas kejang pascaoperasi.Metode : Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan kasus kelola. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Subjek adalah pasien pascaoperasi ELT sebanyak 20 pasien yang tidak bebas kejang sebagai kasus dan 41 pasien yang bebas kejang sebagai kontrol. Variabel merupakan karakteristik klinis dan hasil evaluasi preoperasi didapatkan dari data rekam medis. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney,uji t-tidak berpasangan dan uji Chi-square.Hasil : Faktor risiko terhadap status bebas kejang pascaoperasi ELT adalah usia onset epilepsi ≤ 10 tahun (OR:3,4;95%CI:1,0 s/d 10,9), aura non ELT (OR:23,4;95%CI:2,5 s/d 219,2) dan tidak ada gambaran fokus epilepsi pada MRI (OR:4,1;95%CI:1,6 s/d 10,9). Variabel lama menderita lebih dari sama dengan 10 tahun (OR:2,3), frekuensi kejang per bulan lebih dari empat kali (OR:2,3) dan automatisasi positif (OR:1,5) belum dapat disimpulkan sebagai faktor risiko.Kesimpulan : Usia onset epilepsi yang kurang dari sepuluh tahun, aura non ELT serta tidak adanya gambaran fokus epilepsi pada MRI merupakan faktor risiko terhadap status bebas kejang pascaoperasi bedah ELT.Kata Kunci : Epilepsi lobus temporal, status bebas kejang pascaoperasi bedah ELT.