Ngadiwiyana Ngadiwiyana
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Published : 34 Documents
Articles

Found 34 Documents
Search

AKTIVITAS BUBUK KAYU MANIS (CINNAMOMUM CASSIA) SEBAGAI INHIBITOR ALFA-GLUKOSIDASE Sarjono, Purbowatiningrum Ria; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarta, Ismiyarta; Prasetya, Nor Basyid A.
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 18 Issue 2 Year 2010
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRAK---Kayu manis banyak digunakan sebagai obat tradisional., misalnya bagian serbuk kulit kayunya telah digunakan oleh masyarakat di negara tropis termasuk Indonesia sebagai obat antidiabetes. Penelitian secara ilmiah mengenai khasiat tersebut belum banyak dilakukan, sehingga perlu dilakukan penelitian secara ilmiah khasiat antidiabetes melalui uji aktivitasnya terhadap inhibitor enzim alfa-glukosidase. Enzim Alfa-glukosidase (EC 3.2.1.20) merupakan karbohidrase yang mengkatalisis pelepasan glukosa dari ujung nonpereduksi karbohidrat makanan. Pada penderita Diabetes Mellitus (DM), inhibisi terhadap enzim ini menyebabkan penghambatan absorpsi glukosa sehingga menurunkan keadaan hiperglikemia setelah makan. Inhibitor alfa-glukosidase merupakan obat antidiabetes oral yang digunakan untuk mengobati DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat serbuk kulit kayu manis sebagai antidiabetes melalui uji inhibitor terhadap enzim  alfa-glukosidase. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu penyediaan bubuk kayu manis dan uji penghambatan terhadap alfa-glukosidase. Pada uji penghambatan alfa-glukosidase digunakan enzim alfa-glukosidase dan p-nitrofenil α-D-glukopiranosid sebagai substrat. Reaksi dari substrat  p-nitrofenil α-D-glukopiranosid dengan alfa glukosidase menghasilkan p-nitrofenol, senyawa ini yang diukur intensitasnya. Semakin tinggi intensitasnya semakin tinggi aktivitas alfa glukosidase. Serbuk kulit kayu mampu menghambat alfa glukosidase dalam berbagai konsentrasi. Hasil uji inhibisi menunjukkan, pada konsentrasi 50 ppm, aktivitas penghambatan bubuk kulit kayu manis sebesar 45,31% dengan nilai IC50 sebesar 55,02 ppm.Kata kunci: bubuk kulit kayu manis, inhibitor alfa-glukosidase, antidiabetes.Permalink :
Pemanfaatan Geraniol Dari Minyak Sereh Sebagai Senyawa Penarik Lebah Madu Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Fitriadi, Bayu Refindra; Ismiyarto, Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2008): Volume 11 Issue 1 Year 2008
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.11.1.1-5

Abstract

Produksi minyak sereh di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Akan tetapi, pemanfaatan dari minyak sereh masih sangat kurang. Minyak sereh diisolasi dari daun sereh wangi Jawa (Cymbopogon Winterianus Jowwit). Minyak sereh ini mengandung bermacam senyawa, salah satunya senyawa geraniol. Senyawa ini memiliki struktur yang sama dengan feromon yang digunakan oleh lebah madu (A. Mellifera) dalam berkomunikasi dengan lebah madu lain. Metode yang digunakan dalam mengisolasi minyak sereh dari daun sereh adalah metode distilasi uap. Pengkayaan kandungan geraniol dalam minyak sereh digunakan refluks. Distilasi fraksinasi vakum dilakukan untuk mengisolasi geraniol dari minyak sereh. Minyak sereh yang digunakan dalam penelitian ini diisolasi dari 10 kg daun sereh wangi dengan distilasi uap dan menghasilkan minyak sereh sebanyak 42,5 mL (0,373%) dengan warna kuning bening mengkilat bau khas sereh. Data kromatogram GC-MS minyak sereh menunjukkan kandungan geraniol sebanyak 65,34%. Kandungan geraniol dalam minyak sereh meningkat menjadi 81,96% setelah direfluks dengan larutan NaOH dalam etanol akibat terjadinya reaksi hidrolisis geranil asetat menjadi geraniol. Geraniol diperoleh dari minyak sereh dengan distilasi fraksinasi vakum pada tekanan 110 mmHg. Geraniol yang diperoleh terbukti mampu menarik lebah madu.Kata kunci: Minyak sereh, geraniol, feromon, lebah madu
Oksidasi 3-(3,4-dimetoksifenil)-propanol dengan Menggunakan Oksidator Piridinium Klorokromat (PCC) Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarto, Ismiyarto; Iriany, Ayu Ratri Kartika
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 3 (2007): Volume 10 Issue 3 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.3.68-71

Abstract

3-(3,4-dimetoksfenil)-propanol mudah dioksidasi menjadi bentuk aldehida-nya menggunakan piridinium klorokromat (PCC) tanpa menimbulkan oksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. PCC telah disintesis dengan mereaksikan reacting HCl dan CrO3, diikuti dengan penambahan piridin dalam larutan pada suhu 0oC dan hasilnya 85%. Sedangkan, reaksi oksidasi dari 3-(3,4-dimetoksfenil)-propanol dengan PCC sebagai oksidator dilakukan dalam diklorometan selama 3 jam dan direfluks pada suhu 30oC dan rasio mol alkohol:PCC adalah 1:2. Produk oksidasi diekstraksi menggunakan dietileter dan diuapkan, menghasilkan 71,3% dari produk oksidasi dengan indeks refraksi sebesar 1,57. Data FT-IR menunjukkan adanya penyerapan yang kuat pada gugus karbonil (C=O) pada bilangan gelombang 1724,2 cm-1 dan penyerapan CH aldehida pada 2723,3 cm-1, diperkuat oleh data GC-MS di tR = 20.797 menit yang menunjukkan ion molekuler pada m/e = 194 dan puncak dasar pada m/e = 151 yang mewakili struktur 3-(3,4-dimetoksfenil)-propanal
Synthesis of Nano Chitosan as Carrier Material of Cinnamon’s Active Component Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Fachriyah, Enny; Sarjono, Purbowatiningrum Ria; Prasetya, Nor Basid Adiwibawa; Ismiyarto, Ismiyarto; Subagio, Agus
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Issue 2 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.2.92-97

Abstract

Development and innovation to improve the efficacy of active ingredients of a plant can be done by using nanoparticle encapsulation of chitosan, which has dual function of protecting natural extracts degradation and delivering natural extracts to the target site. Chitosan is a natural polymer that is nontoxic, mucoadhesive, biodegradable, and biocompatible. This polymer also has a low level of immunogenicity and can be prepared into nanoparticles in mild conditions that make it suitable for natural extracts delivery systems. This paper reported synthesis of chitosan nanoparticles for cinnamon’s natural extract delivery. Chitosan synthesis was carried out by chitin deacetylation isolated from shrimp shells. Chitosan characterization was done by measuring deacetylation degree by FTIR. Chitosan nanoparticles were prepared by ionic gelation method using tripolyphosphate as crosslinker. Morphology and particle size of nano chitosan were characterized using a scanning electron microscope (SEM) and a transmission electron microscope (TEM). The result found that the yield of deproteinated chitin was 62.60%. Further process of demineralization resulted a yield of 52.60%, then depigmentation with a yield of 75.56%, and deacetylation with a yield of 79.02%. FTIR analysis showed that deacetylation degree of chitin into chitosan was found of 87.78%. Characterization by SEM found that nano chitosan has a particle size of 87 nm. While TEM images showed that the nano chitosan has a uniform shape and a lower physical aggregation.
Identifikasi Senyawa Penyusun Minyak Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum cassia) Menggunakan GC-MS Prasetya, Nor Basid Adiwibawa; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.3.81-83

Abstract

The steam-distilled volatile oil of the cinnamon bark (Cinnamomum cassia) has been analysed by gas chromatography – mass spectrophotometer (GC-MS). It was resulted three chromatogram peaks, there were identified as cinnamaldehyde (91.18 %), eugenol (7.64 %) and cinnamyl acetate (1.18 %) respectively.Keywords: Cinnamomum cassia, GC-MS, Cinnamadehyde, eugenol, cinnamyl acetate
Penentuan Waktu Optimum Reaksi Reduksi Metil Laurat Minyak Kelapa Menggunakan NaBH4 Diana, Hanna Niela; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Arnelli, Arnelli
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.2.51-53

Abstract

Surfaktan natrium lauril sulfat dapat disintesis dari metil laurat yang dapat diisolasi dari minyak kelapa jenis VCO. Pada penelitian ini, VCO ditransesterifikasi dengan metanol untuk menghasilkan metil ester dengan menggunakan NaOH sebagai katalis. Metil laurat dipisahkan berdasarkan perbedaan titik leleh. Metil laurat yang telah diisolasi direduksi untuk menghasilkan lauril alkohol dengan NaBH4 sebagai agen pereduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk reduksi dan menentukan waktu optimum reaksi reduksi menggunakan agen pereduksi NaBH4. Variabel yang diamati adalah waktu reaksi reduksi (3, 4, 5, dan 6 jam). Pada penelitian ini, waktu optimum diperoleh pada waktu reaksi 4 jam dengan berat produk 0,7044 g dan derajat reduksi sebesar 98%.
Sintesis Turunan Azomethin Sebagai Zat Aktif Inhibitor Korosi pada Logam Menggunakan Bahan Dasar Piperonal dan 2-Aminopiridin Rachmawati, Intan Endah; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarto, Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 3 (2017): Volume 20 Issue 3 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.3.136-139

Abstract

Sintesis senyawa turunan azomethin dilakukan melalui reaksi kondensasi antara piperonal dan 2-aminopiridin dengan variasi pelarut toluen, benzen, etanol selama 3 jam.  Karakterisasi produk sintesis melalui uji titik leleh dan diidentifikasi menggunakan spektroskopi UV-Vis, FTIR dan LC-MS. Dilakukan pengujian antikorosi pada logam besi untuk mengetahui aktivitas inhibitor korosi menggunakan metode weight loss. Identifikasi menggunakan spektroskopi UV-Vis muncul pada serapan 233 nm dan pada FTIR pada bilangan gelombang 1604,77 cm-1 yang merupakan gugus C=N, serta menggunakan LC-MS diketahui bahwa senyawa mempunyai berat molekul 226,26 gram/mol identik senyawa N-(benzo[d][1,3]dioxol-5-ylmethylene)pyridin-2-amine. Laju korosi senyawa turunan azomethin pada konsentrasi 1% sebesar 1,2 mg cm-2 hari -1 dengan perendaman selama 4 jam.
Synthesis and Antibacterial Testing of Imina Derivative Compounds from Piperonal and Anilin Syamsudin, Dimas; Ismiyarto, Ismiyarto; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.1.44-48

Abstract

Synthesis of Imine derivates used as antibacterial activity has been done. Synthesis was conducted by condensation reaction between piperonal and aniline. The product synthesis was characterized by melting point, LC-MS, FTIR and 1H-NMR, then application of the product as antibacterial towards bacteria Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The product of synthesis was pale-brown solid, and had melting point at 56-61 0C. Identification by LC-MS showed the compound molecular weight was 225.30 gram/mol, identification by FTIR showed a compound contained imine C=N at 1620.21 cm-1, C-H aromatic at 1581.63 cm-1, Csp3-H at 2962.37 cm-1 from CH2, and C-O at 1265.30 cm-1, Identification by 1H-NMR showed a compound had a singlet peak at δ=6 ppm that proton was from the CH2, multiplet peak at δ=6.9-7.7 ppm proton from two aromatics and singlet peak at δ=8.4 ppm from proton imine. The minimum inhibitory concentration of the product towards Staphylococcus aureus and Escherichia coli was 1 mg/mL with diameter inhibition zone 2 mm and 3 mm. From these data it could be concluded that the compound 3,4- methlenedioxybenzilyimine was formed and it had ability as an antibacterial agent.
Polimerisasi Eugenol Dengan Katalis Asam Sulfat Pekat Ngadiwiyana, Ngadiwiyana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.2.43-47

Abstract

Telah dilakukan polimerisasi kationik terhadap eugenol dengan menggunakan katalis asam sulfat pekat tanpa menggunakan media pelarut. Polimerisasi ini dilakukan pada suhu kamar, diperoleh hasil berbentuk padatan yang berwarna keungu-unguan dengan titik lebur 860C. Polimer yang terbentuk tidak larut dalamk air tetapi larut dalam aseton, etanol dan benzena. Identifikasi hasil dilakukan dengan spektrofotometri Infra Merah (FTIR) dan spektroskopi 1H-NMR. Berat molekul poli(eugenol) ditentukan dengan metode viskometri, diperoleh harga Mv = 7800,75 atau DP = 48
Sintesis Ester Asam Lemak Sukrosa (Face) dari Minyak Zaitun Menggunakan K2CO3 dan Uji Stabilitas Face Sebagai Emulsifier Kurniasari, Fannie; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarto, Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 1 (2011): Volume 14 issue 1 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.1.17-20

Abstract

Telah dilakukan sintesis ester asam lemak sukrosa (FACE) dari minyak zaitun menggunakan K2CO3 dan uji stabilitas FACE sebagai emulsifier. Tujuan penelitian ini adalah menentukan rasio berat optimum K2CO3 terhadap metil ester asam lemak dalam sintesis ester asam lemak sukrosa (FACE) dan menentukan stabilitas FACE sebagai emulsifier. Sintesis FACE dapat dilakukan melalui pembentukan metil ester asam lemak (FAME) terlebih dahulu. Selanjutnya, FAME direaksikan dengan sukrosa menggunakan katalis basa K2CO3 dan menghasilkan FACE. Sintesis FACE dilakukan dengan variasi rasio berat katalis K2CO3 terhadap FAME 1,5%, 3%, 4,5%, 6%, dan 7,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya katalis dapat mempengaruhi FACE yang dihasilkan. Kondisi optimum FACE terjadi pada hasil sintesis dengan rasio berat K2CO3 terhadap FAME 6%, mempunyai derajat transesterifikasi tertinggi sebesar 0,7984 dan memiliki stabilitas emulsi yang paling stabil sebesar 304,14 detik.