Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Algoritma dan Waktu Dekoding Kode BCH Dalam Pengoreksian Galat Pada Transmisi Pesan Teks

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengiriman data melalui saluran terganggu memungkinkan terjadinya galat pada pesan. Hal ini menyebabkan pesan yang diterima tidak sama dengan pesan yang dikirim. Pesan yang akan ditransmisikan akan dienkoding terlebih dahulu. Hasil enkoding tersebut adalah berupa bit-bit tambahan yang kemudian ditempelkan pada pesan asli sehingga pesan asli dapat dilindungi jika terjadi galat. Kemudian penerima pesan akan melakukan proses dekoding terhadap pesan tersebut untuk mengetahui apakah terdapat galat pada pesan yang diterima tersebut dan juga untuk memperoleh data asli yang dikirim. Salah satu algoritma yang dapat digunakan adalah Kode BCH (Bose Chaudhuri Hocquenghem) yang ditemukan oleh A. Hocquenghem, R. C. Bose dan D. K. Ray Chaudhuri.. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami teknik konstruksi algoritma dekoding Kode BCH, mengimplementasikan algoritma dekoding pesan untuk menilai kinerja algoritma dekoding Kode BCH, dan menganalisis kompleksitas algoritma dekoding Kode BCH. Melalui penelitian ini diperoleh hasil analisis kompleksitas algoritma dekoding Kode BCH dan uji kelayakan dekoding pesan yang bermanfaat untuk mengetahui kecepatan dalam proses dekoding Kode BCH dan mengetahui kemampuan Kode BCH dalam memperbaiki galat. Keywords : bose chaudhuri hocquenghem, coding theory, text message transmission

Analisis Algoritma dan Kinerja pada Counter dengan CBC-MAC (CCM) sebagai Fungsi Enkripsi Terontetikasi

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.408 KB)

Abstract

Algoritma CCM merupakan suatu modus enkripsi terotentikasi yang mengkombinasikan modus enkripsi Counter dengan modus otentikasi CBC-MAC. CCM didasarkan pada algoritma blok kunci simetrik dengan panjang blok 128 bit, seperti algoritma AES. CCM melindungi tiga elemen data, yaitu: nonce, payload, dan associated data. Berdasar analisis, CCM didesain untuk mendapatkan kerahasiaan dan otentikasi pesan secara simultan menggunakan sebuah kunci rahasia. Kebutuhan akan hanya fungsi forward cipher dari algoritma blok yang mendasari CCM menjadikan ukuran kode implementasi CCM yang lebih kecil. Meskipun demikian, beberapa timbal balik kinerja pada proses-proses dalam CCM harus dipikirkan terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan algoritma ini. Semakin besar nonce, maka akan semakin kecil panjang maksimum dari payload yang bisa diproteksi CCM. Semakin kecil nonce, maka akan semakin kecil jumlah maksimum nonce yang berbeda. Semakin besar nilai MAC akan memberikan jaminan otentisitas yang semakin besar pula. Namun, dengan semakin besar nilai MAC maka semakin besar pula ruang penyimpanan yang harus disediakan bagi ciphertext. Dengan analisis algoritma, didapatkan CCM memiliki kompleksitas pada lingkup O(n) baik bagi proses generation-encryption maupun decryption-verification. Melalui analisis uji implementasi menggunakan Matlab 6.5 dan analisis uji statistik (Independent-Samples T-Test), dapat disimpulkan bahwa running time proses CCM generation-encryption tidak berbeda nyata dengan running time proses CCM decryption-verification dengan selang kepercayaan 95%. Melalui analisis regresi, dapat disimpulkan bahwa untuk payload berukuran besar dan tanpa associated data, nilai running time proses generation-encryption dan decryption-verification pada AES-CCM adalah 1.8 sampai dengan 2.0 kali running time proses enkripsi pada AES-ECB.

EVALUASI PERFOMANSI METODE PHASE CODING PADA TEKNIK AUDIO WATERMAKING

SNATIKA Vol 1, No 1 (2011): SNATIKA 2011
Publisher : APTIKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKWatermarking adalah sebuah proses untuk menyisipkan suatu informasi, yang biasanya disebut sebagai watermark, pada suatu data (digital) penampung, seperti gambar, audio, dokumen text, video dan bentuk produk digital lainnya. Audio watermarking merupakan salah satu jenis dari digital watermarking, adalah suatu proses penyisipan pesan yang berisikan informasi dari berkas audio seperti nama pencipta, tanggal pembuatan, tujuan, atau informasi lainnya tanpa mempengaruhi kualitas audio tersebut. Dari hasil evaluasi performansi metode Phase Coding memiliki performasi dapat digunakan sebagai teknik audio watermarking. Pada evaluasi kriteria bit rate menunjukkan bahwa watermark berhasil disisipkan dan diekstraksi pada berkas audia asal dengan nilai BER 0%. Hasil pengujian perceptual quality menunjukkan bahwa watermarked audio memiliki kualitas baik dengan nilai PSNR masing-masing audio tersebut diatas 30 db. Metode Phase Coding memiliki ketahanan terhadap proses pemrosesan signal resampling dan penambahan derau tetapi tidak tahan terhadap serangan cropping, time stretching, dan multiple watermark dengan metode yang sama.Kata kunci : evaluasi performansi, audio watermarking, metode phase coding

A New Copyright Marking for Vector Map using FFT-based Watermarking

TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 12, No 2: June 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study proposed a robust watermarking method on FFT transform domain for embedding a copyright on the map vector. In addition to data origin authentication capabilities watermark, RSA cryptographic algorithm used when generating the watermark. Quality measurement of the results of this study was based on the three characteristics of digital watermarking : (1) invisibility using RMSE calculations, (2) fidelity with the farthest distance and NC calculation , and gemotrical level of robustness against attacks. Result of experiments showed that the approach used in this study succeeded in inserting copyright as watermark on vector maps. Invisibility test showed good results , demonstrated by RMSE : below 1 or close to zero . Fidelity of the watermarked map was also maintained. Level of watermark robustness against geometric attacks on vector map results has been maintained within the limits that these attacks do not affect the watermark bit value directly.

A New Copyright Marking for Vector Map using FFT-based Watermarking

TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 12, No 2: June 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study proposed a robust watermarking method on FFT transform domain for embedding a copyright on the map vector. In addition to data origin authentication capabilities watermark, RSA cryptographic algorithm used when generating the watermark. Quality measurement of the results of this study was based on the three characteristics of digital watermarking : (1) invisibility using RMSE calculations, (2) fidelity with the farthest distance and NC calculation , and gemotrical level of robustness against attacks. Result of experiments showed that the approach used in this study succeeded in inserting copyright as watermark on vector maps. Invisibility test showed good results , demonstrated by RMSE : below 1 or close to zero . Fidelity of the watermarked map was also maintained. Level of watermark robustness against geometric attacks on vector map results has been maintained within the limits that these attacks do not affect the watermark bit value directly.

Teknik Penyembunyian Data Rahasia pada Berkas Gambar Digital Menggunakan Steganografi Least Significant Bit Variable-Size

Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Departemen Ilmu Komputer IPB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknik pengamanan data dengan cara penyisipan informasi rahasia pada berkas gambar digital sebagai media penampung ialah steganografi berbasis least significant bit (LSB) dengan penambahan kemampuan penyisipan yang bersifat variable-size. Operasi teknik steganografi ini menggunakan tiga parameter, yaitu capacity evaluation untuk menentukan kapasitas maksimum LSB dari masing-masing pixel media penampung, minimum error replacement untuk memperkecil tingkat kesalahan saat penyisipan, dan improved grayscale compensation untuk memisahkan kesalahan penempelan agar tidak berdekatan pada tempat pixel bekerja. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan teknik tersebut untuk menyembunyikan data rahasia pada berkas gambar digital sebagai media penampung dan menghasilkan stego-image dengan kesamaan tampilan dan ukuran berkas. Berkas hasil penyisipan (stego-image) yang diperoleh diharapkan tidak menimbulkan kecurigaan pihak lawan, serta mampu memaksimumkan kapasitas penyisipan data rahasia, dengan memungkinkan penyisipan mencapai bit ke-5 dari LSB media penampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stego-image yang diperoleh secara visual memiliki tampilan hampir sama dengan media penampungnya dan kapasitas penyisipannya mencapai lebih dari 50% ukuran media penampungnya. Kapasitas ini diperoleh tanpa mempertimbangkan border dan jumlah bit data pada setiap pixel minimal berjumlah empat.Kata kunci: capacity evaluation, improved grayscale compensation, least significant bit variabel-size, steganografi