Fadil Nazir
Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) BATAN, Jakarta

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

TINDAKAN PROTEKTIF TERHADAP KELENJAR TIROID PADA KECELAKAAN RADIASI Syaifudin, Mukh; Nazir, Fadil
Buletin Alara Vol 7, No 3 (2006): April 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.603 KB)

Abstract

Kata-kata ”radiasi” dan ”nuklir” bagi orang awam adalah sesuatu yang menakutkan. Hal ini cukup beralasan karena nuklir pertama kali dikenali karena efek negatifnya. Hal ini juga tidak selamanya benar karena radiasi terbukti merupakan suatu alat dan teknologi yang telah dipergunakan secara meluas untuk membantu kebutuhan manusia seperti dalam hal kesehatan, makanan dan pertanian, industri, energi dan lingkungan. Banyak data dan informasi mengenai pemanfaatan teknologi berbasis radiasi ini, bahkan tidak dapat diperoleh atau dilakukan melalui teknologi lain, dan hasilnya pun dapat diandalkan (impresif). Sebagai contoh lebih dari 25 juta prosedur pencitraan nuklir dilakukan setiap tahunnya di seluruh dunia untuk diagnosa penyakit, dan setiap tahun hampir 10 juta orang memanfaatkan radiofarmasi (obat mengandung zat radioaktif) terutama untuk pengobatan kanker. Pada saat yang sama, teknik molekuler dan radioisotop saat ini sedang digunakan untuk mengembangkan teknologi dan pengukuran yang lebih efektif untuk melawan dan memberantas penyakit infeksi seperti malaria, hepatitis dan tuberkulosis. Teknologi berbasis radiasi yang telah terbukti efektif selama berpuluh-puluh tahun ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia pada hampir setiap sektor kehidupan.
Analisis Uptake Tiroid Menggunakan Teknik ROI (Region Of Interest) pada Pasien Hipertiroid Vandra, Arizola Septi; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.939 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis uptake tiroid dari 12 orang pasien hipertiroid (struma difusa toksik dan non toksik). Diagnosis pasien dilakukan dengan thyroid scan  menggunakan kamera gamma dual head Skylight ADAC merek Philips. Masing-masing pasien disuntikkan radiofarmaka Tc99m pertechnetate sebanyak (3-5) mCi secara intravena ke lengan pasien. Thyroid scan dilakukan pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit pasca injeksi Tc99m pertechnetate. Hasil analisis menunjukkan bahwa uptake tiroid pasien struma difusa toksik berada di atas batas normal uptake tiroid. Rerata uptake tiroid pasien struma difusa toksik pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit secara berturut-turut  adalah 17.5%, 18.17% dan 18.33%. Tingginya nilai uptake menunjukkan bahwa pasien memiliki tiroid yang bersifat hiperaktif dan membutuhkan penanganan lebih lanjut terhadap kelainan fungsi tiroidnya. Uptake tiroid pasien struma difusa non toksik masih berada dalam batas normal, rerata uptake pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit adalah 2.9%, 3.35% dan 3.38%. Tinggi rendahnya uptake tiroid bergantung pada kinerja kelenjar tiroid.
Penentuan Prosentase Washout Tc99m Perteknetat Menggunakan Teknik ROI (Region Of Interest) pada Pasien Nodul Tiroid Hidayat, Muthiah; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.542 KB)

Abstract

Penelitian penentuan prosentase washout Tc99m perteknetat pada pasien nodul tiroid dengan teknik ROI (Region of Interest) telah dilakukan di salah satu Rumah Sakit di Jakarta dengan jumlah pasien 10 orang yang terdiri dari 2 laki-laki dan 8 perempuan.  Radiofarmaka yang digunakan adalah Tc99m perteknetat. Pencitraan menggunakan kamera gamma dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pencitraan 1 dengan rentang  (0-5) menit, pencitraan 2 dengan rentang (5-10) menit dan pencitraan 3 dengan rentang (10-15) menit setelah injeksi radiofarmaka. Hasil penelitian menunjukkan  prosentase washout tertinggi pada total tiroid, lobus kanan dan lobus kiri secara berturut-turut adalah 6.14%, 6.30% dan 5.98%, sedangkan prosentase washout terendah secara berturut-turut adalah 1.02%, 1.19% dan 3.51%.  Prosentase washout yang diperoleh berada dalam rentang (0 – 25) %. Hal ini terjadi karena waktu pencitraan yang tidak dapat berlangsung lama sehingga penurunan aktivitas radiofarmaka pada  kelenjar tiroid pasien masih sedikit.
ANALISIS UPTAKE TIROID MENGGUNAKAN TEKNIK ROI (REGION OF INTEREST) PADA PASIEN NODUL TIROID Bahirah, Azyyati; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.18 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan analisis uptake tiroid menggunakan teknik ROI (Region Of Interest) dari 10 orang pasien nodul tiroid. Pasien dibagi menjadi 2 kategori, yaitu hot nodule sebanyak  3 orang dan cold nodule sebanyak 7 orang. Radiofarmaka yang digunakan adalah Tc-99m perteknetat. Radiofarmaka diinjeksikan secara intravena ke lengan pasien. Pencitraan dilakukan menggunakan kamera gamma dual head ADAC Skylight pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit pasca injeksi. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai uptake pada pasien hot nodule meningkat pada selang waktu 5 sampai 15 menit, sedangkan pada pasien cold nodule peningkatan nilai uptaketerjadi pada selang waktu 5 sampai 10 menit.Kata Kunci : Cold nodule, hot nodule, kamera gamma, radiofarmaka, Tc-99m perteknetat, uptakeAbstractThe thyroid uptake analysis using ROI (Region of Interest) technique of10 thyroid nodules patients had been performed. Patients were divided into two categories, i.e. hot nodule and cold nodule, as many as 3 people and7 people, respectively. Radiopharmaceutical used is Tc-99m pertechnetate. Radiopharmaceutical was intravenouslyinjectedintothe patients arm. Imaging was performed using a ADAC Skylight dual head gamma camerain intervals 5, 10 and 15 minutes post-injection. The results showedthe meanuptake value at patients with hot nodulesincreased at intervals of 5 to 15 minutes, while at patients with cold nodules increased at intervals of 5 to 10 minutes.Keyword : Cold nodules, hot nodules, gamma camera,  radiopharmaceutical, Tc-99m pertechnetate, uptake
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN SINGLE PHOTON EMISSION COMPUTED TOMOGRAPHY (SPECT) MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI HIGH ENERGY I131 Asril, Yosi Sudarsi; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 3: Juli 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.136 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian mengenai studi awal pengujian perangkat kamera gamma dual head model pencitraan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) menggunakan sumber radiasi high energy I131 di bidang Teknik Nuklir Kedokteran (TNK) Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jakarta Selatan.  Pada penelitian ini dilakukan pengujian dengan mencacah I131 dan melihat pengaruh yang dihasilkan dari perubahan sudut terhadap laju cacahan menggunakan kolimator High Energy General Purpose (HEGP), tanpa kolimator, phantom linier, dan phantom jaszczak. Selain itu dilakukan analisa akumulasi sumber radiasi menggunakan teknik Region of Interest (ROI). Dari hasil pengujian didapatkan nilai laju cacahan pada saat tanpa kolimator lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan kolimator HEGP, serta didapatkan bahwa detektor kamera gamma menangkap paparan sumber radiasi dengan baik dan tidak terjadi kerusakan pada detektorKata kunci: kamera gamma dual head, SPECT, kolimator HEGP, phantom linier, phantom jaszczak.AbstractPreliminary study on the performance of a dual head Single Photon Emission Computed Tomographic (SPECT) gamma camera at PTKMR-BATAN has been examined by using high energy radiation from I131. The performance was investigated from the influence of angle change on count rate for the system with High Energy General Purpose (HEGP) collimator, without any collimator, and with linier and jaszczak phantoms. Moreover, the accumulation of radiation was analyzed by using the Region of Interest (ROI) technique. It was found that the count rate for the measurement without any collimator was larger than the measurement with HEGP collimator. In addition, the result showed that the gamma camera detector captures the radiation exposure well, indicating that no damage occurs in the detector.Keywords: dual head gamma camera, HEGP collimator, I131, jaszczak phantom, linier phantom, SPECT.
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN PLANAR STATIK MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI HIGH ENERGY IODIUM-131 (I131) Ramadayani, Rima; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 3: Juli 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.802 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan studi awal uji perangkat kamera gamma dual head model pencitraan planar statik menggunakan sumber radiasi high energy Iodium-131 (I131) di PTKMR BATAN, Jakarta Selatan.  Pada penelitian dilakukan pengujian perangkat untuk mengetahui akumulasi sumber radiasi menggunakan teknik ROI (Region of Interest) dan model yang digunakan planar statik.  Variabel penelitian yang digunakan adalah phantom (phantom linier dan phantom BAR) variasi jarak 5 cm, 10 cm dan 15 cm selama 5 menit dan data diolah menggunakan Statistica 6.0. Untuk variasi jarak didapatkan hasil laju cacahan tanpa kolimator lebih tinggi dibandingkan menggunakan kolimator, sedangkan laju cacahan menggunakan phantom BAR lebih tinggi dibandingkan phantom linier. Hasil semua cuplikan untuk pengujian perangkat kamera gamma tidak jauh berbeda karena akumulasi sumber radiasi tersebar merata.Kata kunci : Iodium-131, Jarak, Kamera Gamma Dual Head, Kolimator HEGP, Phantom, Planar Statik.AbstractThe research conducted a preliminary study testing dual head gamma camera device models static planar imaging using high energy radiation sources Iodine-131 (I131) in PTKMR BATAN, South Jakarta. In research conducted testing device to determine the accumulation of radiation sources using techniques ROI (Region of Interest) and the models used planar static. The variables used in this study is the phantom (phantom linear and phantom BAR) variation distance of 5 cm, 10 cm and 15 cm for 5 minutes and the data processed using Statistica 6.0. For distance variation of counts rate showed no higher than using a collimator collimator, whereas the rate of shredded using phantom  BAR higher than phantom linear. The results of all samples for testing gamma camera device is not much different because of the accumulation of radiation sources spread evenly.Keyword : Iodium-131, Distance, Camera Gamma Dual Head, HEGP Collimator, Phantom, Planar
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN PLANAR (STATIK) MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI MEDIUM ENERGY RADIUM-226 (RA226) Septiani, Resky Maulanda; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.815 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang uji perangkat kamera gamma telah dilakukan di bidang Teknik Nuklir Kedokteran (TNK) Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis perangkat kamera gamma dual head model pencitraan planar (statik) menggunakan sumber radiasi medium Energy Ra226. Data penelitian diperoleh dari hasil pencacahan Ra226 dengan aktivitas 0,08 mCi selama 5 menit pada jarak 5 cm, 10 cm, dan 15 cm. Penelitian ini menggunakan kamera gamma Dual Head Mediso S Series As-105061-S, kolimator MEGP, phantom linier dan phantom BAR. Data diolah menggunakan program Statistica 6.0. Hasil penelitian menunjukkan laju cacahan tanpa kolimator MEGP lebih besar dibandingkan menggunakan kolimator MEGP dan laju cacahan menggunakan phantom BAR lebih besar dibandingkan menggunakan phantom linier. Studi awal uji kamera gamma dual head menggunakan sumber radiasi medium energy Ra226, menunjukkan bahwa kamera gamma memberikan tanggapan yang baik dalam mencacah.Kata kunci: kamera gamma, Ra226, kolimator MEGP, phantom linier, phantom BAR, planar (statik).ABSTRACTPreliminary test of dual head gamma camera has performed at TNK PTKMR-BATAN, South Jakarta. The purpose of this study is examine and analyze the dual head gamma camera planar (static) imaging models using a medium energy radiation source Ra226.  The data were obtained from the enumeration of Ra226 with activity 0.08 mCi for 5 minutes at a distance of 5 cm, 10 cm, and 15 cm. This study uses a Dual Head Gamma Camera Mediso S Series As-105061-S, collimator MEGP, linear phantom and BAR phantom. The data were processed using Statistica 6.0 program. Results showed the total count without collimator MEGP greater than using the collimator MEGP and the total count using a linear phantom greater than using BAR phantom. Preliminary test of dual head gamma camera using a medium energy radiation source of Ra226, showed that the gamma camera is able to provide good response in enumerating.Keywords: gamma camera, Ra226, collimator MEGP, linear phantom,  BAR phantom, planar (static).
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN SINGLE PHOTON EMISSION COMPUTED TOMOGRAPHY (SPECT) MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI MEDIUM ENERGY Ra226 Putri, Friska Wilfianda; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.27 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian mengenai studi awal uji perangkat kamera gamma dual head model pencitraan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) menggunakan sumber radiasi medium energy Ra226 di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasionala (BATAN).  Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan menganalisis perangkat kamera gamma dual head model pencitraan SPECT menggunakan sumber radiasi medium energy Ra226memakai kolimator Medium Energy General Purpose (MEGP), tanpa kolimator MEGP, memakai phantom linier, dan phantom jaszczak.  Dari hasil pengujian didapatkan  nilai laju cacahan pada saat tanpa memakai kolimator lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan kolimator MEGP.  Pada saat pencacahan menggunakan phantom linier dan phantom jazchazk menghasilkan hasil citra yang jelas dan tidak terdapat gangguan pada detektor kamera gamma.Kata kunci: kamera gamma dual head, phantom jaszczak, phantom linier, Ra226, SPECT AbstractPreliminary study on the performance of a dual head Single Photon Emission Computed Tomographic (SPECT) gamma camera at PTKMR-BATAN has been examined by using medium energy radiation from Ra226.  This research is conducted to test and analyze of dual head gamma camera model SPECT image using medium energy radiation source Ra226 and Medium Energy General Purpose (MEGP) collimator, without MEGP collimator, using linier and jazchazk phantom.  It was found that the count rate for the measurement without any collimator was larger than with MEGP collimator.  During counting when using linier and jazchazk phantom, it produces clear images and there is no distortion on gamma camera detector.Keywords: dual head gamma camera, jazchazk phantom,  linier phantom, Ra226, SPECT
ANALISIS AKUMULASI RADIOFARMAKA TC-99M MDP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Milvita, Dian; Basa, Sri Mulyadi D.T.; Khairah, Hajjatun; Nazir, Fadil
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 1 Mei 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1758.461 KB)

Abstract

ANALISIS AKUMULASI RADIOFARMAKA Tc99m MDP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA. Telah dilakukan analisis akumulasi radiasi dari Tc99m MDP pada pasien kanker payudara. Pada penelitian ini digunakan teknik ROI (Region of Interest), kamera gamma dan dose calibrator. Data diambil dari 32 pasien kanker payudara, 63 % diantaranya sudah bermetastasis dan 37% lainnya tidak bermetastasis, kemudian data tersebut diolah) untuk melihat rerata dan trend (pola) dari akumulasi radiasi Tc99m MDP. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata akumulasi radiofarmaka Tc99m MDP di jantung, sternum, spine, sacrum, sacroiliact joint kiri dan sacroiliact joint kanan masih cukup tinggi. Pasien dengan akumulasi tertinggi pada organ tertentu merupakan pasien yang kankernya sudah bermetastasis dan letak metastasis kanker sesuai dengan organ tersebut, hal ini menggambarkan bahwa tulang yang sudah terkena kanker akan menyerap zat radiofarmaka lebih banyak dibandingkan tulang sehat.