Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Konektifitas Service VPLS Redundant Path Dengan Rapid Spanning Tree Protocol Iqromuddin, Fikri; Nathasia, Novi Dian; Fitri, Iskandar
JOINTECS (Journal of Information Technology and Computer Science) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.665 KB) | DOI: 10.31328/jointecs.v2i2.469

Abstract

Virtual Private LAN Service is already very popular among the enterprise industry which is a point to point network or multipoint to multipoint l2VPN service, VPLS provides transparent bridge between customers connected to geographically dispersed locations delivered via MPLS backbone by utilizing features such as MPLS Fast reroute and traffic engineering. Redundant paths can be applied to the VPLS service on the access side and backbone to maintain link performance that aims to minimize down time during network fails on the VPLS service. In this research, the implementation of redundant path using RSTP to prevent forwarding loop switching network in VPLS service to protect end-to-end data traffic with VPLS mesh-pseudowire and spoke-pesudowire with RSTP is the most optimal result compared to STP and build reliable network System with high performance for use in modern industry.
Network Monitoring System Data Radar Penerbangan berbasis PRTG dan ADSB Alip, Nor; Fitri, Iskandar; Nathasia, Novi Dian
JOINTECS (Journal of Information Technology and Computer Science) Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.335 KB) | DOI: 10.31328/jointecs.v3i3.818

Abstract

Perkembangan infrastruktur jaringan dalam navigasi penerbangan saat ini sangat pesat, sehingga diperlukan adanya suatu manajemen perangkat jaringan untuk mengelola ketersediaan ADSB dan data radar. Untuk mengelola perangkat jaringan tersebut, dibutuhkan suatu sistem seperti NMS. NMS merupakan suatu sistem untuk mengelola perangkat-perangkat jaringan berbasis IP. Untuk menjalankan NMS, dibutuhkan suatu aturan atau protokol yang mendasari sistem tersebut, protokol tersebut adalah SNMP. Protokol SNMP memungkinkan administrator untuk mengelola dan mengatur kinerja perangkat jaringan secara jarak jauh. Pada artikel ini akan dipaparkan “Implementasi Network Monitoring System untuk ADSB dan data radar Penerbangan berbasis PRTG”. Implementasi NMS ini menggunakan sebuah aplikasi yaitu PRTG. PRTG digunakan untuk memantau penggunaan bandwidth terhadap ADSB dan data radar serta memantau kondisi semua perangkat. Pengukuran berbasis SNMP hanya berbasis pada port. Software ini juga memungkinkan untuk secara cepat mempersiapkan dan menjalankan sebuah proses pemantauan untuk sebuah jaringan tertentu. Dengan PRTG ini maka dengan mudah dapat mengetahui jumlah data radar dan ADSB yang mengalir melalui perangkat router serta mengetahui kondisi semua perangkat router yang terhubung dengan PRTG serta mempercepat penanganan jika terjadi gangguan dengan adanya notifikasi.
Implementasi Metode Intrusion Detection Systems (IDS) dan Intrusion Prevention Systems (IPS) Berbasis Snort Server Untuk Keamanan Jaringan LAN Agustin, Ririn -; Fitri, Iskandar -; Nathasia, Novi Dian
Jurnal Informatika Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Informatika
Publisher : IIB Darmajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Currently in the world of network is being focused on computer network system, the dangerous and dangerous things from within the network itself. It requires techniques to secure the resources available in computer networks by using Intrusion Detection Systems (IDS) or intrusion detection systems, using an intruder detection system that enables preventive network and information systems (IPS) or backharming systems that will prevent intruder. In this research applied Intrusion Detection System (IDS) and Intrusion Prevention Systems (IPS) as detection and prevention system when intruders on computer network server, using Snort as rule based as alert to do security on computer network. Intrusion Detection Systems (IDS) implemented on Linux operating systems and Intrusion Prevention Systems (IPS) will be implemented with firewalls or iptables. From this research, Intrusion Detection System (IDS) system testing and response time analysis with 3 models of TCP flood attack, UDP Flood, and ICMP Flood. Results issued by the IDS system with 1 client and 2 clients simultaneously perform an attack that produces the same alert accuracy value with an average value of 99.98%. The average value of response time obtained from credit with 1 client is 0.53 seconds and when using 2 clients get an average value of 0.32 seconds. So in conclusion when an intruder detection system (IDS) is shared with 1 client or 2 client performs an attack, the system is able to detect well and produce the same performance in detecting attacks from 1 or more clients. And the results of the intruder deterrent testing system (IPS) is able to block Internet Protocol (IP) by filtering the attacker IP well.Keywords - Computer Network Security, Intrusion Detection Systems (IDS), Intrusion Prevention Systems (IPS), Snort, IP Tables.
EFEK KEEPALIVE DAN HOLDTIME PADA KOMBINASI PROTOKOL ROUTING OSPF DAN BGP UNTUK MENINGKATKAN WAKTU KONVERGENSI Lesmana, Delles; Fitri, Iskandar; Nathasia, Novi Dian
Jurnal Informatika Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Informatika
Publisher : IIB Darmajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Redistribusi protokol routing saat ini sering dijumpai dibanyak kasus seperti penggabungan dua perusahaan atau ketika jaringan internal didalam satu Autonomous System (AS) ingin terhubung dengan internet yang terdiri dari ribuan AS yang berbeda. Open Shortest Path First (OSPF) adalah salah satu protokol routing Interior Gateway Protocol (IGP) yang paling banyak digunakan, sementara Border Gateway Protokol (BGP) merupakan satu-satunya protokol routing yang digunakan di internet. Salah satu kekurangan BGP yaitu memiliki waktu konvergensi yang paling lambat dibanding yang lain [8]. Oleh sebab itu banyak penelitian dilakukan agar dapat mengurangi waktu konvergensi BGP diantaranya adalah dengan pengaturan keepalive dan hold time BGP. Pada penelitian ini dilakukan simulasi redsitribusi protokol routing OSPF dan BGP dengan mengatur nilai keepalive dan hold time BGP untuk menghasilkan waktu konvergensi yang cepat. Nilai optimal keepalive dan hold time pada penelitian ini adalah 30 detik untuk hold time dan 10 detik untuk keepalive yang menghasilkan rata-rata waktu konvergensi 28.86 detik yang lebih cepat dibanding penelitian sebelumnya [2].
Clustering Server Pada Cloud Computing Berbasis Proxmox VE Menggunakan Metode High Availability Apriliana, Linda; Darusalam, Ucuk Darusala; Nathasia, Novi Dian
JOINTECS (Journal of Information Technology and Computer Science) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.191 KB) | DOI: 10.31328/jointecs.v3i1.498

Abstract

Layanan dan data teknologi Cloud Computing tersimpan pada server, hal ini menjadikan faktor pentingnya server sebagai pendukung ketersediaan layanan. Semakin banyak pengguna yang mengakses layanan tersebut akan mengakibatkan beban kinerja mesin server menjadi lebih berat dan kurang optimal, karena layanan harus bekerja menyediakan data terus-menerus yang dapat diakses kapanpun oleh penggunanya melalui jaringan terkoneksi. Perangkat keras server memiliki masa performa kinerja. Hal serupa dengan perangkat lunak yang dapat mengalami crash. Dengan fungsi server yang memberikan layanan kepada client, server dituntut untuk memiliki tingkat availability yang tinggi. Hal tersebut memungkinkan mesin server mengalami down. Server juga harus dimatikan untuk keperluan pemeliharaan. Penelitian bertujuan ini membangun Clustering Server yang dapat bekerja bersama yang seolah merupakan sistem tunggal diatas lingkungan virtual. Hal ini merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada penelitian ini penulis menggunakan server virtualisasi proxmox, FreeNAS sebagai server NAS dan DRBD untuk pendukung ketersediaan layanan tinggi dalam lingkup HA, sinkronisasi data dalam High Availability (HA) yang dapat melakukan mirroring sistem kemesin lain. Dengan diterapkannya metode HA dan sinkronasi DRBD serta penggunaan NFS (Network File System) pada sistem cluster didapatkan hasil rata-rata waktu migrasi sebesar 9.7(s) pada node1 menuju node2, 3.7(s) node2 menuju node3, dan 3(s) pada node3 menuju node1. Didaptkan juga waktu downtime yang lebih sedikit yaitu sebesar 0.58 ms pada node1, 0.02 ms pada node2, dan 0.02 ms pada node3.