Muhammad Arif Nasution
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Seleksi Hasil Persilangan antara ‘Queen’ dan ‘Smooth Cayenne’ untuk Perbaikan Hasil dan Mutu Buah Nenas Nasution, Muhammad Arif; Poerwanto, Roedhy; ., Sobir; Surahman, Memen; koesoemaningtyas, Tri
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Perhimpunan Hortikultura Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.479 KB)

Abstract

Hybridization program was started in PKBT IPB Bogor in 2003, entangles of 12 parental cultivars, consisting of five type Smooth Cayenne cultivars and seven type Queen cultivars. The cross yielded 195 genotypes with various different character combinations. The result of cluster analysis based on morphological characters showed that there were 33 groups of hybrid at the degree of genetic similarity of 50%. The result of principal component analysis indicated that, between yield component characters and result most importantly, were fruit weight, fruit diameter and fruit length which were main supporting character of variance in hybrid result of the crosses. Descriptive results of fruit yield and quality characters showed three to five classes with the highest number of individuals around the mean value for each character.Simak Baca secara fonetik    Fruit weight, crown weight, fruit length, fruit diameter, flesh thickness, core diameter, total soluble solid (TSS), total acid, vitamin C, pH, plant height, and peduncle length, were characters controlled by nuclear genes.   Key words : hybridization,  variability, Smooth Cayenne, Queen, genotype
Seleksi Hasil Persilangan antara ‘Queen’ dan ‘Smooth Cayenne’ untuk Perbaikan Hasil dan Mutu Buah Nenas Nasution, Muhammad Arif; Poerwanto, Roedhy; Sobir, ,; Surahman, Memen; Trikoesoemaningtyas, ,
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Perhimpunan Hortikultura Indonesia dan Departemen Agronomi dan Hortiluktura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.045 KB)

Abstract

ABSTRACTHybridization program was started in PKBT IPB Bogor in 2003, entangles of 12 parental cultivars, consisting of five type Smooth Cayenne cultivars and seven type Queen cultivars. The cross yielded 195 genotypes with various different character combinations. The result of cluster analysis based on morphological characters showed that there were 33 groups of hybrid at the degree of genetic similarity of 50%. The result of principal component analysis indicated that, between yield component characters and result most importantly, were fruit weight, fruit diameter and fruit length which were main supporting character of variance in hybrid result of the crosses. Descriptive results of fruit yield and quality characters showed three to five classes with the highest number of individuals around the mean value for each character. Fruit weight, crown weight, fruit length, fruit diameter, flesh thickness, core diameter, total soluble solid (TSS), total acid, vitamin C, pH, plant height, and peduncle length, were characters controlled by nuclear genes.Key words : hybridization, variability, Smooth Cayenne, Queen, genotype
Partisipasi Politik Kader Perempuan Parpol Dalam Pilkada Di Kabupaten Karo Purba, Herty Delima; Nasution, Muhammad Arif; Warjio, Warjio
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 4, No 1 (2018): Anthropos Juli
Publisher : Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.561 KB)

Abstract

Abstrak: Partisipasi politik adalah kegiatan sukarela dari seseorang atau kelompok untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan politik dengan mengambil bagian dalam proses pemilihan otoritas atau mempengaruhi pemilihan pejabat negara dan/atau tindakan yang diambil oleh mereka, dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah (kebijakan publik). Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Karo tepatnya di kantor DPRD Kabupaten Karo. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa secara kuantitas, keterlibatan perempuan di kantor politik di Kabupaten Karo masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari data yang ada dan hasil wawancara dengan berbagai informan yang terlibat di kantor politik dan yang tidak terlibat. Dibandingkan dengan daerah lain, perempuan di Kabupaten Karo dalam hal keterlibatan dalam politik karena kepala daerah kurang. Dalam dua periode pemilihan kepala daerah, pada tahun 2010 dan 2015 hanya ada satu kader yang mencalonkan dirinya sebagai kepala daerah. Pada dasarnya kebutuhan perempuan dan laki-laki tentu berbeda, untuk mengakomodasi dan memahami masalah perempuan dan untuk merumuskan kebijakan ideologi yang lebih ideal jika perempuan berpartisipasi aktif dalam pembuatannya.  
Evaluasi Kebijakan Revitalisasi dalam Pengelolaan Pasar Tradisional oleh Perusahaan Daerah Pasar Kota Medan Magdina, Tengku Maya; Nasution, Muhammad Arif; Thamrin, Husni
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 4, No 1 (2018): Anthropos Juli
Publisher : Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.28 KB)

Abstract

Revitalisasi pasar tradisional berarti mensinergikan potensi sumber daya yang dimiliki oleh pasar tradisional dengan mempertimbangkan semua aspek yang komprehensif, terintegrasi, dan holistik sehingga akan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional dengan selalu mempertahankan spesifikasi dan keunggulannya. Revitalisasi pasar tradisional harus dapat dilakukan dengan mengatur dan meningkatkan kualitasnya serta mengatasi kelemahannya yang menyebabkan menurunnya daya saingnya. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan publik karena revitalisasi itu sendiri adalah kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Itu dilakukan Perusahaan Daerah Pasar, Medan, satu-satunya perusahaan yang diberi kewenangan menjadi Pemerintah Kota Medan untuk mengelola semua pasar di Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model revitalisasi pasar tradisional sosial didasarkan pada modal sosial. Hasil studi lapangan di dua pasar menunjukkan bahwa revitalisasi ditekankan pada dimensi fisik pasar tanpa mempertimbangkan dimensi lain. Modal sosial bahkan telah membuat mereka menurun dan gagal di pasar Sukaramai. Di sisi lain, revitalisasi akan berhasil ketika merangkul atau menggunakan dimensi lain seperti jaringan sosial, kepercayaan, dan kepatuhan pada peraturan atau norma. Juga ditemukan bahwa kebijakan revitalisasi pasar Sukaramai dianggap tidak berhasil sehingga perlu perbaikan, sementara pasar Titi Kuning memiliki kebijakan yang baik. 
Partisipasi Politik Kader Perempuan Parpol Dalam Pilkada Di Kabupaten Karo Purba, Herty Delima; Nasution, Muhammad Arif; Warjio, Warjio
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 4, No 1 (2018): Anthropos Juli
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.561 KB)

Abstract

Abstrak: Partisipasi politik adalah kegiatan sukarela dari seseorang atau kelompok untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan politik dengan mengambil bagian dalam proses pemilihan otoritas atau mempengaruhi pemilihan pejabat negara dan/atau tindakan yang diambil oleh mereka, dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah (kebijakan publik). Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Karo tepatnya di kantor DPRD Kabupaten Karo. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa secara kuantitas, keterlibatan perempuan di kantor politik di Kabupaten Karo masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari data yang ada dan hasil wawancara dengan berbagai informan yang terlibat di kantor politik dan yang tidak terlibat. Dibandingkan dengan daerah lain, perempuan di Kabupaten Karo dalam hal keterlibatan dalam politik karena kepala daerah kurang. Dalam dua periode pemilihan kepala daerah, pada tahun 2010 dan 2015 hanya ada satu kader yang mencalonkan dirinya sebagai kepala daerah. Pada dasarnya kebutuhan perempuan dan laki-laki tentu berbeda, untuk mengakomodasi dan memahami masalah perempuan dan untuk merumuskan kebijakan ideologi yang lebih ideal jika perempuan berpartisipasi aktif dalam pembuatannya.  
Evaluasi Kebijakan Revitalisasi dalam Pengelolaan Pasar Tradisional oleh Perusahaan Daerah Pasar Kota Medan Magdina, Tengku Maya; Nasution, Muhammad Arif; Thamrin, Husni
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 4, No 1 (2018): Anthropos Juli
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.28 KB)

Abstract

Revitalisasi pasar tradisional berarti mensinergikan potensi sumber daya yang dimiliki oleh pasar tradisional dengan mempertimbangkan semua aspek yang komprehensif, terintegrasi, dan holistik sehingga akan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional dengan selalu mempertahankan spesifikasi dan keunggulannya. Revitalisasi pasar tradisional harus dapat dilakukan dengan mengatur dan meningkatkan kualitasnya serta mengatasi kelemahannya yang menyebabkan menurunnya daya saingnya. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan publik karena revitalisasi itu sendiri adalah kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Itu dilakukan Perusahaan Daerah Pasar, Medan, satu-satunya perusahaan yang diberi kewenangan menjadi Pemerintah Kota Medan untuk mengelola semua pasar di Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model revitalisasi pasar tradisional sosial didasarkan pada modal sosial. Hasil studi lapangan di dua pasar menunjukkan bahwa revitalisasi ditekankan pada dimensi fisik pasar tanpa mempertimbangkan dimensi lain. Modal sosial bahkan telah membuat mereka menurun dan gagal di pasar Sukaramai. Di sisi lain, revitalisasi akan berhasil ketika merangkul atau menggunakan dimensi lain seperti jaringan sosial, kepercayaan, dan kepatuhan pada peraturan atau norma. Juga ditemukan bahwa kebijakan revitalisasi pasar Sukaramai dianggap tidak berhasil sehingga perlu perbaikan, sementara pasar Titi Kuning memiliki kebijakan yang baik.