Amrinsyah Nasution
Kelompok Keahlian/Kepakaran Rekayasa Struktur, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan- Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
Articles
6
Documents
ANALISIS PERPINDAHAN NON LINIER BALOK BERDASARKAN TEORI ELASTIKA

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015): Agustus
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammmadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.574 KB)

Abstract

ANALISIS PERPINDAHAN NON LINIER BALOK BERDASARKAN TEORI ELASTIKAAnalysis Displacement Non Linear of Beam Based with Theory of ElasticaAnwar Dolu1 & Amrinsyah Nasution21Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas TadulakoAlamat korespondensi : Jl. Soekarno - Hatta KM. 9, Palu, Sulawesi Tengah, Indonesiaemail: anwardolu@yahoo.com2Jurusan Teknik Sipil FTSL Instititut Teknologi BandungAlamat korespondensi : Jl. Ganesha No.10, Jawa Barat 40132email: ancedin@bdg.centrin.net.idAbstractIn this study the authors analyze the nonlinear deflection on the cantilever with a load point P at the end . Analysis nonlinear deflection based on the elastica theory with solving elliptic integrals and method of iterations. For external load ( P ) is small ( P < 0.70 unit ) deflection less significant difference ( å < 5 % ) . For external load ( P ) increasing ( P > 0.70 unit ) , the difference is increasing the amount of deflection in significant. Deflection obtained by using the theory elastica smaller than the deflection by linear theory .Keywords : Nonlinear deflection , elastica theory , elliptic integrals , method of iterations , MAPLEAbstrakDalam kajian ini penulis menganalisis lendutan nonlinier pada tumpuan jepit bebas dengan beban titik P di ujung. Analisis lendutan nonlinier berdasarkan teori elastika dengan pemecahan integral elliptik dan metode iterasi. Untuk beban luar (P) yang kecil (P < 0.70 satuan) perbedaan lendutan kurang signifikan (å < 5%). Untuk beban luar (P) yang semakin meningkat (P > 0.70 satuan) maka perbedaan besaran lendutan semakin meningkat secara signifikan. Lendutan yang diperoleh dengan menggunakan teori elastika/nonlinier lebih kecil dibandingkan lendutan dengan berdasarkan pendekatan teori linier.Kata kunci: Lendutan Nonlinier, Teori Elastika, Integral elliptic,Metode Iterasi, MAPLE.

Frekuensi Getar Alami Balok Kantilever Timoshenko

Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Teori gerak dinamis sistem dengan sifat beban terbagi rata pada balok umumnya menggunakan teori Euler-Bernoulli, hal mana anggapan bidang penampang tegak lurus sumbu balok akan tetap tegak lurus setelah terjadi deformasi akibat beban. Didalam memperhitungkan pengaruh deformasi akibat gaya geser, ketetapan ini tidak lagi berlaku, bahwa bidang penampang tidak tegak lurus lagi terhadap sumbu balok setelah terjadi deformasi [Wang, 1995]. Efek deformasi geser ini mempunyai pengaruh yang berarti terhadap frekuensi getar alami struktur, bila ukuran penampang relatif besar dibandingkan dengan panjang struktur/balok, disamping momen inersia akibat percepatan rotasi dari penampang balok juga tak dapat diabaikan. Analisis sistem seperti ini diselesaikan berdasarkan teori dari Timoshenko yang memperhitungkan pengaruh deformasi geser dan inersia rotasi pada balok.Makalah ini membahas penyelesaian eksak frekuensi getar alami balok dengan memperhitungkan pengaruh deformasi geser dan inersia rotasi pada balok. Jumlah ragam getar yang terjadi menjadi tertentu, jika kedua pengaruh tersebut diperhitungkan.Abstract.  Exact solution for dynamic system with distributed mass in elastic state is commonly analyzed by Euler-Bernoulli theory, that is ‘plane cross sections perpendicular to the axis of the beam remains plane and perpendicular to the axis after deformation [Wang, 1995]. Due to effect of transverse shear deformation, the plane cross sections remain plane but not necessarily normal to the longitudinal axis after deformation. This effect may have significant influence on the natural frequency of the large and deep beam. Also, the inertial resistance to rotational acceleration of the beam could not be ignored for the large and deep beam. Investigation is made for these two conditions by the use of Timoshenko’s beam theory. This paper presents exact solution of natural frequency, of which shear deformation and rotary inertia effects are included in the analysis. Numbers of mode-shapes become definite if which shear deformation and rotary inertia effects are included in the analysis

Degradasi Kekuatan Beton Akibat Intrusi Mikroorganisme

Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 3 (2006)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Makalah ini merupakan hasil studi eksperimental perilaku degradasi kekuatan beton di bawah kondisi intrusif mikroorganisme. Media intrusi yang digunakan berupa air kelapa dengan proses fermentasi alamiah. Produksi dominan mikroorganisme dengan media ini adalah dari golongan jamur dan ragi. Mikroorganisme dapat berkembang di dalam beton karena tersedianya nutrisi berupa kapur bebas dari hasil sampingan proses reaksi. Mikroorganisme dalam aktivitasnya memproduksi asam sulfur (H2SO4) yang jika bereaksi dengan kalsium hidoksida (CaOH), dapat berakibat degradasi/penurunan kekuatan beton. Hasil penelitian menunjukkan beton mutu rendah lebih sensitif terhadap degradasi kekuatan akibat intrusi mikroorganisme. Degradasi kekuatan beton dalam interval waktu dua tahun dapat mencapai kehilangan kekuatan sampai 60% untuk fc’ = 25 MPa, 50% untuk fc’ = 40 MPa, dan sampai 33% untuk fc’ = 60 MPa. Abstract. This paper presents the experimental study on concrete strength degradation under intrusive of microorganism. The intrusion media of coconut water with natural fermentation process produces microorganism with dominant elements are aspergillus niger and sacchromycode ludwigi. The microorganism may be well spread in concrete due to nutrition such as free lime from reaction process. The microorganism in its present in concrete produces sulfuric acid (H2SO4) and its reaction with calsium hydroxide (CaOH) causes strength reduction in concrete. Experimental result shows that for concrete of minimum strength, its strength degradation is more sensitive due to intrusion microorganism. The degradation in strength concrete may be of range 60% for concrete strength fc’ = 25 MPa, 50% for fc’ = 40 MPa, and 33% for fc’ = 60 MPa.

Kajian Analitik dan Eksperimental Frekuensi Sistem Struktur Braced Monopod Anjungan Lepas Pantai

Jurnal Teknik Sipil Vol 20, No 3 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Anjungan lepas pantai (offshore platform) dengan sistem struktur braced monopod menerima beban layan dan beban lingkungan gelombang, arus, angin, dan gempa. Beban gelombang merupakan beban lingkungan yang berpengaruh pada anjungan lepas pantai (offshore platform). Oleh karena itu, perlu dievaluasi sensitivitas tanggap anjungan lepas pantai (offshore platform) tersebut pada tingkat kenyamanan layan sistem struktur. Dilakukan kajian eksperimental di laboratorium pada sistem struktur portal ruang tiga kaki satu lantai dengan pembebanan impact (impulse) untuk melihat pengaruh peredam eksternal (Tuned Mass Damper (TMD) spons dan kabel peredam dashpot) dalam mereduksi tanggap (perpindahan dan percepatan), frekuensi natural, dan damping ratio sistem struktur. Hasil eksperimen menunjukkan redaman eksternal (TMD spons dan kabel peredam dashpot) cukup efektif meningkatkan nilai damping ratio, mereduksi tanggap struktur (perpindahan dan percepatan), namun kurang efektif mereduksi frekuensi alami struktur. Frekuensi yang relatif sama dibandingkan terhadap frekuensi sistem tanpa redaman eksternal memperlihatkan tidak signifikan tambahan kekakuan sistem oleh  peredam eksternal. Abstract. Braced monopod offshore structures are usually subjected to service and environmental loads such as current, wind, and earthquake. Wave is the environmental load that has dominant effect to offshore structures. Therefore, evaluation of responsivness of offshore structures must be done in level of comfort serviceability. Experimental study has been done in laboratory to 3D model of one story frame structure with three legs. The dynamic external load was impact load to observe effect of external damper (tuned mass damper (TMD)-sponge and dashpot cable damper) to obtain responses (displacement and acceleration), natural frequencies, and damping ratios of structural system. Experimental results showed that external damper (tuned mass damper (TMD)-sponge and dashpot  zable damper) are quite effective to increase damping ratio and to reduce responses (displacement/acceleration) of structures. They were less effective to reduce natural frequencies of the structures. The frequency from experimental study of which structure without external damper compared to structure with external damper added, are not significant in differences; showed that added stiffness on structures by external damper is insignificance.

Kontribusi Bubuk Slag Nikel di dalam Meminimalkan Dampak Intrusi Mikroorganisme terhadap Perilaku Fisik Material Beton

Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Makalah ini adalah hasil studi eksperimental mengenai  penggunaan limbah nikel di dalam meminimalkan dampak intrusi  mikroorganisme terhadap perilaku fisik pada material beton. Mikroorganisme yang diintrusikan ke dalam pori-pori beton adalah golongan jamur (Aspergillus niger) dan ragi (Sacchromycodes ludwigi). Kedua golongan mikroorganisme ini memproduksi zat organik yaitu asam asetat (CH3COOH) yang dapat bereaksi dengan senyawa kimia di dalam material beton, terutama senyawa kalsium hidroksida dan kalsium silikathidrat. Reaksi tersebut berdampak pada meningkatnya porositas, koefisien permeabilitas, dan hilangnya sebagian massa beton. Dampak intrusi mikroorganisme tersebut dapat diminimalkan dengan menggunakan 16% bubuk slag nikel. Untuk beton tanpa bubuk slag nikel, perilaku fisiknya cenderung mengikuti persamaan fungsi geometri, sedangkan pada beton 16% bubuk slag nikel cenderung mengikuti persamaan fungsi laju pertumbuhan jenuh.Abstract. This paper is presents the experimental study on use of nickel slag powder in the minimization intrusion impact of microorganism to physical properties of concrete materials. The intrusion of microorganism into concrete pores is fungus (Aspegillus Niger) and yeast (Sacchromycodes ludwigi) groups. Both types of this microorganism produce organic matter is acetate acid (CH3COOH) able to react with chemical compound in concrete materials, especially calcium hydroxide and calcium silicate hydrate compound. The reaction affect on the increasing of porosity, permeability coefficient, and loss masses of concrete. The effect of intrusion of microorganism can be minimized by use 16% nickel slag powder. For concrete without nickel slag powder, physical properties tend to follow equation of geometry function (power equation equation), while the concrete of 16% nickel slag powder as indicated by equation of saturated growth rate function.

Optimisasi Bubuk Slag Nikel dengan Sistem Ternary C-A-S

Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 3 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Makalah ini mengkaji tentang optimisasi bubuk slag nikel sebagai bahan substitusi parsial semen dengan sistem ternary C-A-S (CaO-Al2O3-SiO2). Optimisasi dilakukan untuk menentukan kadar bubuk slag nikel di dalam mengkonsumsi senyawa kalsium hidroksida produk sampingan reaksi hidrasi trikalsium silikat (C3S) dan dikalsium silikat (C3S) semen dengan air sehingga membentuk senyawa lain berupa kalsium silikat hidrat (CSH) sekunder. Dalam diagram fase sistem ternary C-A-S, prosentase optimum bubuk slag nikel ditentukan melalui titik perpotongan antara garis keseimbangan reaksi pozzolanik dengan garis pencampuran bahan semen dan bubuk slag nikel. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan pendekatan diagram fase sistem ternary C-A-S tersebut, prosentase optimum bubuk slag nikel adalah 14,59%. Abstract. This papers study concerning optimization of nickel slag powder as substitution material to partial cement by C-A-S (CaO-Al2O3-SiO2) ternary system. Optimization conducted to determine procentage of nickel slag powder in the consuming calcium hydroxide compound as hydration product of tricalcium silicate (C3S) and dicalcium silicate (C2S) cement with water so that form secondary of calcium silicate hydrate (CSH) compound. By the phase diagram C-A-S ternary system, procentage of optimum nickel slag powder determined by intersection point between of balance line pozzolanic reaction and mixing line of material cement and nickel slag powder. Analysis result indicate that by approach of C-A-S ternary system, percentage optimum of nickel slag powder is 14,59%.