Articles
26
Documents
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KESIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA SISWA KELAS XI TEKNIK OTOMOTIF SMK NEGERI 5 PADANG

Automotive Engineering Education Journals Vol 1, No 1 (2013): Education series
Publisher : Jurusann Teknik Otomotif FT UNP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan kesiapan memasuki dunia kerja siswa kelas XI Teknik Otomotif SMK Negeri 5 Padang. Rendahnya Motivasi Belajar, tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti faktor psikis. Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Perannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang, semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi yang kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Penelitian ini bersifat korelasional, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara motivasi belajar dengan kesiapan memasuki dunia kerja siswa Kelas XI Teknik Otomotif SMK Negeri 5 Padang. Adapun  hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut: “Terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan kesiapan memasuki dunia kerja siswa kelas XI Teknik Otomotif SMK Negeri 5 Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Jurusan Teknik Otomotif SMK Negeri 5 Padang yang berjumlah 65 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dari populasi sebanyak 40 orang yang ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Data motivasi belajar diperoleh dari penyebaran angket. Angket yang digunakan adalah angket yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Uji coba angket dan penelitian dilakukan tanggal 23 Oktober sampai dengan tanggal 19 November 2012. Dari analisis data hasil penelitian diperoleh koefisien korelasi r hitung > r tabel (0,38325 > 0,312) dan untuk uji keberartian korelasi  didapat t hitung > t tabel (2,5578 > 1,6892) pada taraf signifikan 5%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan kesiapan memasuki dunia kerja siswa kelas XI Teknik Otomotif SMK Negeri 5 Padang.

HUBUNGAN DISIPLIN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEMELIHARA/SERVICE ENGINE DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA SISWA KELAS X TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 2 SAWAHLUNTO

Automotive Engineering Education Journals Vol 1, No 1 (2013): Education series
Publisher : Jurusann Teknik Otomotif FT UNP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berawal dari kurangnya disiplin siswa dalam proses pembelajaran, dan diduga berdampak pada rendah nya hasil belajar pada mata pelajaran Memelihara/Service engine dan komponen-komponennya siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan disiplin belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Memelihara/Service engine dan komponen-komponennya siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 2 Sawahlunto. Penelitian ini bersifat korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X teknik kendaraan ringan pada mata pelajaran Memelihara/Service engine dan komponen-komponennya yang berjumlah 81 siswa, sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 45 orang dengan menggunakan teknik Proporsional Random sampling. Alat pengumpul data adalah angket model skala likert yang telah diuji validitasnya. Instrumen di uji cobakan pada 30 orang siswa untuk melihat validitas dan reliabilitas butir pernyataan. Dari 40 butir pernyataan disiplin belajar (X) diperoleh 34 butir pernyataan yang dinyatakan valid, dengan tingkat reliabilitas 0,883. Jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus korelasi Pearson Product  Moment (PPM) dan untuk menguji keberartian koefisien korelasi r, dapat di uji dengan menggunakan uji t sehingga akan didapat apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi. Dari analisis data hasil penelitian diperoleh koefisien korelasi r hitung > r tabel (0,466 > 0,294) dan untuk uji keberartian korelasi didapat t hitung > t tabel (3,456 > 1,681) pada taraf signifikan 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran memelihara/service engine dan komponen-komponennya siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 2 Sawahlunto.

HUBUNGAN SARANA PRAKTIKUM DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MATA DIKLAT SISTEM PEMINDAHAN TENAGA DI SMK NEGERI 1 PADANG

Automotive Engineering Education Journals Vol 1, No 1 (2012): Automotive Engineering Education Journal
Publisher : Jurusann Teknik Otomotif FT UNP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sarana praktikum dengan hasil belajar siswa pada mata Diklat Sistem Pemindahan Tenaga Kelas XI Jurusan Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Padang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah, 1) untuk mengetahui tingkat kecendrungan hasil belajar siswa dengan mata Diklat Sistem Pemindahan Tenaga, 3) untuk mengetahui besarnya hubungan Sarana Praktikum Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Otomotif Mata Diklat Sistem Pemindahan Tenaga di SMK Negeri 1 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian expostfacto dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 85 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik Proporsional Random sampling di dapatkan sampel sebanyak 48 orang. Teknik analisis data berupa deskripsi data, uji kecendrungan, dan uji persyaratan analisis dengan pendekatan korelasional. Hasil penelitian ini diperoleh nilai korelasi antara sarana praktikum dengan hasil belajar  siswa kelas XI Jurusan Teknik Otomotif  di SMK Negeri 1 padang sebesar 0,269 dan koefisien determinasinya sebesar 8,8%. Hal ini berarti sarana praktikum memberikan hubungan sebesar 8,8% dengan hasil belajar  pada mata diklat sistem pemindahan tenaga setelah melakukan uji korelasi signifikansi pada taraf 5%. Besarnya hubungan ini diuji dengan keberartian hubungan dengan menggunakan uji t. Hasilnya pengujian t diperolah thitung (2,200) > ttabel (2,012). Dengan demikian hipotesis yang diajukan sebelumnya dapat Ha diterima pada taraf kepercayaan 95%.--------------------------------------------------------------------The problem in this study is the low student learning outcomes in training lesson power transfer system at class XI automotive engineering in the country SMK N. I Padang. The objectives of this research are: First, To determine the level of students tendency to subject the transfer of energy system training . Second, To find out how much the relationship practicum tools with student learning outcomes automotive engineering training  power transfer system lesson  at class XI in SMK N. I Padang. This research is correlational approach expostfacto research. The population in this study amounted to 85 people, sampling using proportional random sampling found as many as 48 people. Data analysis techniques such as data description, trend test, and test requirements analysis. from the results of this study were obtained with the correlation between the practicum tools learning outcomes at class XI student in automotive engineering smk padang koefisisen determination of ( 0.269 ) and 8.8%. This means means pratikum with learning outcomes in training system power lesson after performing correlation tests of significance at the 5% level. The magnitude of this relationship was tested by using correlation significance test t Test results obtained  thitung(2.200) > ttable (2.012). Thus the hypotesis proposed previously acceptable level of 95%.

KONTRIBUSI MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA DIKLAT SISTEM REM SISWA JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF DI SMK NEGERI 1 GUGUK KAB. 50 KOTA

Automotive Engineering Education Journals Vol 1, No 1 (2012): Automotive Engineering Education Journal
Publisher : Jurusann Teknik Otomotif FT UNP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini rendahnya hasil belajar siswa pada mata Diklat Sistem Rem Siswa Jurusan Teknik Otomotif di SMK N 1 Guguk  Kab. 50 Kota. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui tingkat kecendrungan hasil belajar siswa terhadap mata Diklat Sistem Rem, 2) untuk mengetahui Minat belajar siswa pada mata Diklat Sistem Rem, 3) untuk mengetahui Kontribusi Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat sistem rem siswa jurusan teknik otomotif di SMK N 1 Guguk  Kab. 50 Kota. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Hasil hipotesis yang di ajukan dalam penelitian ini Ha diterima, Ho ditolak karena terdapat kontribusi minat belajar terhadap hasil belajar mata diklat sistem rem t hitung> t tabel (2,3214> 2,0261). Dengan demikian hipotesis yang diajukan sebelumnya dapat Ha diterima pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis r² Square sebesar 0,331 menunjukan sumbangan variabel X terdadap Y sebesar  11 % variabel minat belajar memberikan sumbangan terhadap hasil belajar mata diklat sistem rem siswa jurusan teknik otomotif di SMK N1 Guguk kabupaten lima puluh kota. Sedangkan sisanya 89 % di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk kedalam penelitian.-------------------------------------------------------------------- The problem in this study low student learning outcomes in eyes Brake System Training Student Automotive Engineering Department at SMK N 1 Guguk District. 50 Cities. The objectives in this study were 1) to determine the level of students tendency to eye training Brake System, 2) to assess students learning interest of the eye Brake System Training, 3) to determine the contribution of Interests Study Of Student Results In Eye Training brake systems of automotive engineering students at SMK N 1 Guguk District. 50 Cities. The results of this study revealed that the results of the proposed hypothesis in this study received Ha, Ho is rejected because there is a contribution interest in learning to learn the results of the brake system training t count> t table (2.3214> 2.0261). Thus the previously proposed hypothesis Ha received the level of 95%. The results of the analysis of r ² Square of 0.331 indicates terdadap X Y variable contribution rate of 11% variable interest in learning to contribute to the learning outcomes of the training eye brake systems of automotive engineering students at SMK N1 Guguk fifty districts of the city. While the remaining 89% is influenced by other factors that are not included into the study.

EFEKTIVITAS PENDEKATAN PEMBELAJARAN REALISTIK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI TAENG KABUPATEN GOWA

JKIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3 No 1 (2016): JKIP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.132 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran dengan pendekatan realistik dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri Taeng Kab. Gowa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pada penelitian ini akan digunakan jenis penelitian Eksperimen. Penelitian ini berlangsung selama 4 kali pertemuan. Menetapkan masing-masing siswa yang menjadi subjek penelitian ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan pendekatan realistik dan kelompok kontrol yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Setiap kelompok diajar dengan frekuensi pertemuan yang sama dengan materi yang sama. Hasil penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan Realistik lebih efektif dibandingkan pembelajaran matematika dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri Taeng Kab. Gowa untuk pokok bahasan Pecahan.

Pengendalian Penyakit Budok dengan Fungisida dan Deteksi Residu pada Daun Nilam

Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 9, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Fitopatologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.973 KB)

Abstract

Budok caused by Synchytrium pogostemonis is the important and destructive disease on patchouli plant (Pogostemon cablin). Chemical control must be done in incidence with high disease intensity and prediction of outbreak. The experiment was done using benomyl (Benlate 50 WP) and cuprous oxide (Kocide 77WP) 0.1%, 0.2% and mixture of both ( 1 g cuprous oxide and 1 g L-1 benomyl). Patchouli plant was sprayed eight times with one week interval. Harvesting was done two weeks after the end of spraying. Residue analysis of Cu was done with AAS and benomyl residue with HPLC. The result showed that 0.1% benomyl significantly reduced the disease intensity. The other treatments showed lower result. Harvested patchouli plants treated with 0.1% benomyl showed higher yield compare with 0.2% benomyl and cuprous oxyde. Cu residue in dried leaves was between 460 ppm and 950 ppm. Residue of benomyl was 54–100 ppb. Diseased seedling still can be used after spraying by benomyl four times with 2 weeks interval.

URGENSI PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Edu-Physics Vol 4 (2013)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan pada dasarnya merupakan salah satu wujud tugas pelayanan yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat umum. Ini berarti bahwa pembangunan merupakan implementasi dari tugas pelayanan. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam melaksanakan pembangunan pendidikan, maka posisi perencanaan dan pertimbangan-pertimbangan atas upaya pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakat luas harus menjadi perhatian utama. Salah satu indicator utama untuk melihat dan mengukut berhasil tidaknya satu proses system dan pembangunan pendidikan nasional adalah sampai sejauh mana atau seberapa besar tingkat kebutuhan masyarakat terpenuhi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung dapat dilihat dari bagaimana masyarakat dapat menikmati hasil-hasil pembangunan khususnya dibidang pendidikan dengan mudah seperti memperoleh pendidikan dengan mudah seperti memperoleh pendidikan dasar sembilan tahun, tersedianya sarana dan prasarana pendidikan dan sebagainya. Sedangkan secara tidak langsung adalah terpenuhinya kebutuhan akan tenaga pendidik yang profesional dan tersedianya lembaga-lembaga pendidikan bagi tenaga pendidikan yang berkualitas serta tersedianya lapangan kerja yang dapat menampung tenaga kerja dibidang pendidikan. Pemenuhan kebutuhan tersebut akan mengarah pada tingkat kepuasan masyarakat, yang dalam hal ini sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah. Untuk dapat mencapai hal itu, konsep pembangunan pendidikan sejak dari perencanaan harus diarahkan pada perwujudan pelayanan secara adil dan merata. Untuk itu diperlukan perencanaan pendidikan yang mempertimbangkan aspek-aspek konseptual, teknik-teknik, dan implementasi yang harus terus menerus diusahakan penyempurnaanya. Kata Kunci : manajemen pendidikan, sistem pendidikan nasional

Evaluasi dan Supervisi Klinis

Edu-Physics Vol 3 (2012)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bonafisitas sebuah lembaga pendidikan tentu memiliki kriteria-kriteria serta capaian atau target terukur yang harus dipenuhi oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan. Oleh sebab itulah, tidak boleh tidak, seorang kepala sekolah dan para guru memiliki peranan penting dalam mengontrol perkembangan dan kemajuan sekolah. Banyak hal yang dapat dilaksanakan dalam usaha peningkatan mutu sekolah, seperti misalnya merekayasa kurikulum, mendesain instruksional teori-teori, sampai kepada kegiatan evaluasi dan supervisi. Dalam penulisan karya ilmiah ini akan lebih difokuskan pada konteks evaluasi dan supervisi klinis sebagai upaya dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Tulisan ini akan memproduksi satu penawaran konstruki konsep evaluasi dan supervisi klinis yang komprehensif yang diharapkan dapat dijadikan satu acuan dalam melaksanakan kegiatan evaluasi dan supervisi di sekolah-sekolah, yang mana secara spesifik lagi tulisan ini bertujuan untuk menjawab bagaimanakah sebenarnya konsep evaluasi? Kemudian, bagaimanakah konsep evaluasi dalam pendidikan Islam? serta apakah sesungguhnya hakikat supervisi klinis tersebut? Akan tetapi adalah satu kenyatan bahwa proses evaluasi dan supervisi tentu saja tidak terlepas dari loyalitas kinerja seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam lingkungan sekolah, yang dalam hal ini adalah para guru dan kepala sekolah.

Perbandingan Hasil Belajar Matematika dengan Menggunakan Dua Konsep Antara Penerapan Tipe Jigsaw dengan Pembelajaran Kontekstual pada Kelas V SD Negeri 91 Panrang Kabupaten Jeneponto

JKPD : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar Vol 2, No 1 (2017): (Januari 2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Tipe Jigsaw  dan Pembelajaran Kontekstual Pada murid Kelas V SD Negeri 91 Panrang Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 30 murid pada kelas V SD Negeri 91 Panrang Kabupaten Jeneponto. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan tehnik random sampling. Pengolahan data hasil penelitian untuk hasil tes belajar yang digunakan yaitu statistic deskriptif dan uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbandingan hasil belajar murid antara model pembelajaran Tipe Jigsaw dan Kontekstual. Variabel yang paling dominan mempengaruhi terhadap hasil belajar adalah Tipe Jigsaw dengan nilai koefisien sebesar 85,3 sedangkan pada model pembelajaran Kontekstual nilai rata-rata kelas yaitu 62.6 artinya apabila murid Kelas V SD Negeri 91 Panrang Kabupaten Jeneponto meningkatkan model pembelajaran Tipe Jigsaw dengan baik dan tepat, maka murid akan semakin menyimpan hasil belajar dalam memory mereka karena diferensiasi tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar matematika murid kelas V SD Negeri 91 Panrang Kabupaten Jeneponto dengan menggunakan model pembelajaran Tipe Jigsaw dan Kontekstual, sehingga hipotesis H0 dinyatakan ditolak dan hipotesis H1 diterima. 

The Effectiveness of Touch / Don’t Touch Technique to Improving the Understanding of Sexual Abuse Prevention for Primary School Students Number 060885 in Medan City

Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are currently efforts to resolve cases of child sexual abuse in Indonesia by manage legally laws that provides penalties for those who engage in child sexual abuse cases. However it is still less attention in the education field, educational institutions have not been able to play an active role and become a shield to prevent child sexual abuse. In other words, it should be emphasized that prevention efforts have to be comprehensive, which is mean that not only done by one party (parents or relatives) only, but must be integrated with the government, community organizations, schools, professionals, who does have a concentration on growth and child development. In Indonesia, the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) admits received many complaints of violence and sexual abuse of children, based on KPAI data that has been collected in the period January to March 2014. During those three months, there were 379 cases reported to the KPAI, one of which is sexual violence that afflicts kindergarten students at the Jakarta International School (JIS). Based on the data described above is carried out preventive measures to prevent the occurrence of child sexual abuse in the form of education and research. The research conducted by the author with the title " The effectiveness of touch / don’t touch technique to improving the understanding of sexual abuse prevention for primary school students in SDN No 060885 Medan ". This research is quasi-experimental research, using scale to collected the sexual abuse prevention understanding among elementry student. The research showed that the average value of the pre-test = 58.41 with a highest score of 77 and the lowest value of 49 and a standard deviation of 8.7, while for the data obtained posttest average value of post test = 75.30 with a highest score 89 and the lowest value of 61 and a standard deviation of 6.3. Based on the above data it can be concluded there was an increased understanding of the elementary school students grade 3 Elementary School SDN No. 060 885 of the hazards and sexual abuse. This means that by using the techniques touch / dont touch can enhance students' understanding and the prevention of sexual harassment preventive efforts