Articles

Found 15 Documents
Search

EVALUASI PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (Hkm) PADA HUTAN PRODUKSI DAN HUTAN LINDUNG DI PULAU LOMBOK Nandini, Ryke
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 10, No 1 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.264 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan HKm dalam menjaga kelestarian hutan danmeningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan produksi dan hutan lindung. Penelitian ini dilakukan padaHKmdi Pulau Lombok, yaitu HKmUnit Sambelia yang mewakili HKmpada hutan produksi serta HKmSesaot danHKm Darussadiqien yang mewakili HKm pada hutan lindung. Metode yang digunakan adalah survei lahan danwawancara terhadap pemilik lahan HKm serta tokoh utama masyarakat. Analisis data yang digunakan adalahanalisis deskriptif serta teknik skoring untuk menilai kondisi HKm baik secara teknis, ekonomis maupunkelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengelolaan HKm di hutan produksi berada pada kondisisedang (nilai skor 47,36) dengan faktor pembatas aspek teknis berupa kondisi biofisik dan kondisi tanaman, faktorpembatas aspek ekonomis dan kelembagaan berupa potensi ekonomi HKm dan sistem pengelolaan kelembagaan;(2) pengelolaan HKm di hutan lindung berada pada kondisi sedang (nilai skor HKm Sesaot 53,17 dan HKmDarussadiqien 45,77) dengan faktor pembatas aspek teknis penerapan teknik usaha tani dan konservasi, faktorpembatas aspek ekonomis dan kelembagaan berupa dampak ekonomi HKmdan sistem pengelolaan kelembagaan.
KAJIAN PERUBAHAN CURAH HUJAN, SUHU DAN TIPE IKLIM PADA ZONE EKOSISTEM DI PULAU LOMBOK Nandini, Ryke; Narendra, Budi Hadi
ISSN 0216-0897
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.277 KB)

Abstract

Dampak perubahan iklim dapat dirasakan secara global. Pulau Lombok merupakan salah satu pulau kecil yang mempunyai tingkat kerentanan terhadap perubahan iklim lebih besar dibandingkan pulau-pulau besar. Perubahan iklim dapat menyebabkan terganggunya ekosistem yang ada sehingga perlu adanya strategi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Data dan informasi perubahan iklim merupakan data dasar yang penting untuk merumuskan strategi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data dan informasi perubahan curah hujan, suhu dan tipe iklim serta menelusuri dampaknya terhadap ekosistem hutan di Pulau Lombok. Metode yang digunakan adalah analisis perubahan iklim (besaran, perubahan, distribusi spasial dan kecenderungan), dan analisis dampak perubahan iklim terhadap ekosistem hutan melalui analisis kesenjangan antara data terkini dan data histori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pulau Lombok telah terjadi perubahan iklim yang ditandai oleh perubahan kecenderungan curah hujan, suhu dan tipe iklim. Dampak perubahan iklim pada ekosistem hutan antara lain rusaknya ekosistem hutan mangrove, hilangnya jenis-jenis endemik, penurunan tutupan lahan, serta berkurangnya kualitas dan kuantitas mata air.
KAJIAN PERUBAHAN CURAH HUJAN, SUHU DAN TIPE IKLIM PADA ZONE EKOSISTEM DI PULAU LOMBOK Nandini, Ryke; Narendra, Budi Hadi
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan
Publisher : Centre for Research and Development on Social, Economy, Policy and Climate Change

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.277 KB) | DOI: 10.20886/jakk.2011.8.3.228-244

Abstract

Dampak perubahan iklim dapat dirasakan secara global. Pulau Lombok merupakan salah satu pulau kecil yang mempunyai tingkat kerentanan terhadap perubahan iklim lebih besar dibandingkan pulau-pulau besar. Perubahan iklim dapat menyebabkan terganggunya ekosistem yang ada sehingga perlu adanya strategi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Data dan informasi perubahan iklim merupakan data dasar yang penting untuk merumuskan strategi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data dan informasi perubahan curah hujan, suhu dan tipe iklim serta menelusuri dampaknya terhadap ekosistem hutan di Pulau Lombok. Metode yang digunakan adalah analisis perubahan iklim (besaran, perubahan, distribusi spasial dan kecenderungan), dan analisis dampak perubahan iklim terhadap ekosistem hutan melalui analisis kesenjangan antara data terkini dan data histori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pulau Lombok telah terjadi perubahan iklim yang ditandai oleh perubahan kecenderungan curah hujan, suhu dan tipe iklim. Dampak perubahan iklim pada ekosistem hutan antara lain rusaknya ekosistem hutan mangrove, hilangnya jenis-jenis endemik, penurunan tutupan lahan, serta berkurangnya kualitas dan kuantitas mata air.
KARAKTERISTIK LAHAN KRITIS BEKAS LETUSAN GUNUNG BATUR DI KABUPATEN BANGLI, BALI Nandini, Ryke; Narendra, Budi Hadi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.348 KB)

Abstract

ABSTRAK Lahan  bekas  letusan  Gunung  Batur  merupakan  salah  satu  bagian  yang  sangat  penting  dalam  upaya rehabilitasi hutan dan lahan di Kabupaten Bangli, Propinsi Bali. Bekas letusan Gunung Batur meningggalkan karakteristik biofisik yang khas yang menyebabkan perlunya suatu kajian tentang karakteristik lahan bekas letusan Gunung Batur agar dapat disusun suatu strategi rehabilitasi hutan dan lahan. Karakteristik lahan yang dikaji antara lain meliputi iklim, fisiologi dan geologi, tanah, hidrologi, serta vegetasi dan penutupan lahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tipe iklim di lokasi penelitian adalah E (agak kering) dengan curah hujan rata-rata tahunan 1750,9 mm. Secara fisiologis lokasi penelitian merupakan bentukan lahan asal vulkanik yang didominasi oleh medan lava dengan geologi tersusun atas batuan ignimbrit, basalt, breksi vulkanik dan andesit. Kesuburan tanah termasuk sangat rendah dan potensi hidrologi yang ada berupa mata air yang ada di sekitar danau Batur. Jenis vegetasi yang mendominasi adalah tusam (Pinus merkusii Jungh.& de Vriese) dan ampupu (Eucalyptus urophylla S.T.Blake).
Impact of Community Forestry Policy on Farmers in Rinjani Protected Forest Area Nandini, Ryke; Kusumandari, Ambar; Gunawan, Totok; Sadono, Ronggo
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 9, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v9i1.6653

Abstract

The aim of this research is to know: (1) the economic conditions of the community forestry (HKm) farmers seen from the income and the poverty level; (2) the social conditions of the HKm farmers seen from the education level and the behavior changes; and (3) the change of social economic conditions of the HKm farmers in 2008-2015. This research is conducted from April to July in 2015 and located in four HKm groups of Rinjani protected forest area (RTK I). The data collection is conducted by the interviews with questionnaire to 102 HKm farmers using the Slovin’s formula with 10% of significant degree. This is implemented in descriptive analysis. The research result shows that: (1) the average income of the HKm farmers is Rp 1,739,677 per month/ha and 59.8% of farmers are above the poverty line; (2) the farmers are increasingly aware of education (there are only 5.9% members of farmer’s family who are uneducated) and the lack of firewood utilization (there are only 23.5% farmers who are still using the firewood); and (3) in the period of 2008 to 2015 the average income of the farmers per month increases at 52,03%; the poverty level decreases at 46.5%, and there is a behavior change in which the dependence on the forest resources in the form of firewood decreasesKey words : community forest, income, poverty, behavior change
Impact of Community Forestry Policy on Farmers in Rinjani Protected Forest Area Nandini, Ryke; Kusumandari, Ambar; Gunawan, Totok; Sadono, Ronggo
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 9, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v9i1.7185

Abstract

The aim of this research is to know: (1) the economic conditions of the community forestry (HKm) farmersseen from the income and the poverty level; (2) the social conditions of the HKm farmersseen from the education level and the behavior changes; and (3) the change of social economic conditions of the HKm farmers in 2008-2015. This researchis conducted from April to July in 2015 and located in four HKm groups of Rinjani protected forest area (RTK I). The data collection is conducted by the interviews with questionnaireto 102 HKm farmers using the Slovin’s formula with 10% of significant degree.This is implemented in descriptive analysis. The research result shows that: (1) the average income of the HKm farmers is Rp1,739,677 per month/ha and 59.8% of farmers are above the poverty line; (2) the farmers are increasingly aware of education (there are only 5.9% members of farmer’s family who are uneducated) and the lack offirewood utilization (there are only 23.5% farmers who are still using the firewood); and (3) in the period of 2008 to 2015 the average income of the farmers per month increases at 52,03%; the poverty level decreases at 46.5%, and there is a behavior change in whichthe dependence on the forest resources in the form of firewood decreases
EVALUASI PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (Hkm) PADA HUTAN PRODUKSI DAN HUTAN LINDUNG DI PULAU LOMBOK Nandini, Ryke
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 10, No 1 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.264 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2013.10.1.43-55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan HKm dalam menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan produksi dan hutan lindung. Penelitian ini dilakukan pada HKmdi Pulau Lombok, yaitu HKmUnit Sambelia yang mewakili HKmpada hutan produksi serta HKmSesaot dan HKm Darussadiqien yang mewakili HKm pada hutan lindung. Metode yang digunakan adalah survei lahan dan wawancara terhadap pemilik lahan HKm serta tokoh utama masyarakat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif serta teknik skoring untuk menilai kondisi HKm baik secara teknis, ekonomis maupun kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengelolaan HKm di hutan produksi berada pada kondisi sedang (nilai skor 47,36) dengan faktor pembatas aspek teknis berupa kondisi biofisik dan kondisi tanaman, faktor pembatas aspek ekonomis dan kelembagaan berupa potensi ekonomi HKm dan sistem pengelolaan kelembagaan; (2) pengelolaan HKm di hutan lindung berada pada kondisi sedang (nilai skor HKm Sesaot 53,17 dan HKm Darussadiqien 45,77) dengan faktor pembatas aspek teknis penerapan teknik usaha tani dan konservasi, faktor pembatas aspek ekonomis dan kelembagaan berupa dampak ekonomi HKmdan sistem pengelolaan kelembagaan.
STUDI BIOFISIK DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DALAM RANGKA MEMANTAPKAN PENGELOLAAN DAS RONGKONG Setiawan, Ogi; Nandini, Ryke
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.4.401-419

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di DAS Rongkong, Kabupaten Luwu Utara Adapun tujuannya adalah untuk mendapatkan data dan informasi   biofisik, sosial dan ekonomi masyarakat dan informasi tentang arahan penggunaan lahan di DAS Rongkong. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga tahap kegiatan, yaitu interpretasi peta, pengamatan lapangan sena wawancara dan studi literatur. DAS Rongkong mempunyai luas 182.011,3 ha, penggunaan lahan DAS Rongkong didominasi hutan campuran 110.839,5 ha (61,4%) dan kebun campuran 44.098.5 ha (23,9%). Tipe  iklim DAS Rongkong adalah A (sangat basah), jenis  tanah dominan podsolik merah kuning (45,5%) dan kelas lereng  didominasi lereng sangat curam (> 40%). Nilai KRS mernpunyai kecenderungan semakin rneningkat dari  tahun ke  tahun dengan tingkat erosi 2,01 ton/ha/tahun dan laju sedimentasi 1,35 mm/tahun.  Berdasarkan hasil analisis aliran permukaan, penyumbang aliran   permukaan terbesar adalah kebun campuran dan kebun sejenis. Kelas KPL yang  mendominasi DAS Rongkong adalah KPL  IV. Jumlah penduduk DAS Rongkong 122.468  jiwa, dengan tingkat pendapatan Rp 225.000,-/bulan- Rp 275.000,-/bulan. DAS Rongkong mempunyai kelembagaan formal dan informal yang berpotensi untuk dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pengelolaan DAS. Berdasarkan kriteria   dan indikator hidrologi, lahan, sosial, ekonomi dan budaya DAS Rongkoog mempunyai skor nilai 1,96 yang berarti bahwa kondisi DAS Rongkong termasuk sedang. Arahan pemantapan pengelolaan DAS Rongkong adalah perbaikan kualitas penggunaan lahan, penerapan teknik konservasi  tanah dan air  serta adanya dukungan institusional
KUANTIFIKASI JASA HUTAN LINDUNG SEBAGAI PENGATUR TATA AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGA) (DAS) PALU Setiawan, Ogi; Nandini, Ryke
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16407.186 KB) | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.3.309-326

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mendapatkan informasi  tentang potensi dan  nilai  ekonomi  jasa  hutan  lindung khususnya  sebagai pengatur  tata  air. Penelitian ini dilaksanakan  di DAS  Palu  yang  mempunyai    hutan  lindung seluas  86.294  ha atau 25,4 % dari luas  total  DAS  Palu  (BAPLAN    Kehutanan,    2002).  Dalam  analisis  data untuk mengetahui  hasil  air  sebagai  dampak  ada atau  tidaknya  hutan  lindung  terhadap jasa  yang dlberikan digunakan pendekatan bllangan  kurva (curve number]. Sedangkan untuk  kuantifikas: jasa lingkungan    yang dlberikan  hutan lindung  dilakukan  dua pendekatan  yaitu  nilai manfaat  dan dampak.  Kedua pendekatan  ini menggunakan beberapa metode  perhitungan antara  lain  travel  cost, biaya  pengganti, harga pasar, dan kontingensi. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa terdapat   beberapa jasa  hutan lindung  DAS Palu sebagai pengatur  tata air  yaitu  jasa pengatur tata air untuk pertanian,  Perusahaan Daerah Air Minum   (PDAM),  jasa  air untuk  konsumsi  rumah tangga,  jasa air untuk  perikanan, dan jasa  proteksi  terhadap  banjir.  Hasil  kuantitikasi jasa   hutan lindung  tersebut dalam satu tahun  adalah Rp116.526.335.765,-   atau setara dengan Rp  1.350.294,-/hektar/tahun.  Banyaknya    manfaat yang diberikan hutan lindung  sebagai pengatur tata air   menunjukkan bahwa terdapat banyak stakeholder  yang terhebat.  Partisipasi aktif dan persamaan persepsi  antar stakeholder, adanya  dukungan kelembagaan termasuk  didalamnya  lembaga,  aturan,  dan  mekanisme  pembiayaan/lnsentlf sangat  diperlukan   untuk  menuju  pengelolaan  hutan  lindung  yang  lestari.
KARAKTERISTIK LAHAN KRITIS BEKAS LETUSAN GUNUNG BATUR DI KABUPATEN BANGLI, BALI Nandini, Ryke; Narendra, Budi Hadi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.348 KB) | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.3.199-211

Abstract

 Lahan  bekas  letusan  Gunung  Batur  merupakan  salah  satu  bagian  yang  sangat  penting  dalam  upaya rehabilitasi hutan dan lahan di Kabupaten Bangli, Propinsi Bali. Bekas letusan Gunung Batur meningggalkan karakteristik biofisik yang khas yang menyebabkan perlunya suatu kajian tentang karakteristik lahan bekas letusan Gunung Batur agar dapat disusun suatu strategi rehabilitasi hutan dan lahan. Karakteristik lahan yang dikaji antara lain meliputi iklim, fisiologi dan geologi, tanah, hidrologi, serta vegetasi dan penutupan lahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tipe iklim di lokasi penelitian adalah E (agak kering) dengan curah hujan rata-rata tahunan 1750,9 mm. Secara fisiologis lokasi penelitian merupakan bentukan lahan asal vulkanik yang didominasi oleh medan lava dengan geologi tersusun atas batuan ignimbrit, basalt, breksi vulkanik dan andesit. Kesuburan tanah termasuk sangat rendah dan potensi hidrologi yang ada berupa mata air yang ada di sekitar danau Batur. Jenis vegetasi yang mendominasi adalah tusam (Pinus merkusii Jungh.& de Vriese) dan ampupu (Eucalyptus urophylla S.T.Blake).