Wilda Naily
Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PENCEMARAN AIR PERMUKAAN DAN AIRTANAH DANGKAL DI HILIR KOTA CIANJUR Djuwansah, M. Rachman; Suriadarma, Ade; Suherman, Dadan; Rusydi, Anna Fadliah; Naily, Wilda
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 19, No 2 (2009)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.195 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2009.v19.27

Abstract

ABSTRAK Air permukaan dan airtanah dangkal pada sumur-sumur gali di sepanjang ruas-ruas sungai yang melintasi kota Cianjur ke arah hilir telah dianalisis untuk mengetahui tingkat pencemarannya.  Air Permukaan dan Airtanah dangkal di Hilir kota Cianjur telah mengalami pencemaran pada tingkat yang berbeda. Pada air permukaan pencemaran ditandai dengan kandungan BOD tinggi sehingga  air tidak dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum, tetapi masih dapat dimanfaatkan sebagai air irigasi dan perikanan. Proses pemurnian kembali air di daerah studi tampaknya tidak akan terjadi karena jumlah rata-rata limbah yang masuk secara acak lebih besar daripada daya pulih aliran di daerah tersebut.  Gejala pencemaran Nitrogen telah tampak pada air tanah dangkal, tetapi air masih dapat digunakan sebagai sumber air minum. Untuk mengantisipasi memburuknya keadaan di masa mendatang, perlu mulai difikirkan untuk mengelola sumberdaya air daerah ini dengan pendekatan hidrologi urban.
PENCEMARAN LIMBAH DOMESTIK DAN PERTANIAN TERHADAP AIRTANAH BEBAS DI KABUPATEN BANDUNG Rusydi, Anna Fadliah; Naily, Wilda; Lestiana, Hilda
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 25, No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.589 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2015.v25.201

Abstract

Airtanah bebas merupakan salah satu sumber air bersih bagi penduduk di Kabupaten Bandung bagian selatan. Pemanfaatannya dilakukan dengan cara membuat sumur gali maupun sumur pantek. Lokasi sumur-sumur tersebut berdekatan dengan sumber pencemar domestik dan pertanian sehingga rentan terkontaminasi. Pencemar yang dapat timbul pada air sumur akibat limbah domestik adalah solid, ammonium, dan bakteri coliform. Sementara, pencemar nitrat umumnya bersumber dari kegiatan pertanian. Untuk mengetahui pencemaran airtanah di lokasi penelitian, dilakukan analisis kimia air dan kandungan bakteri coliform, pada 21 conto air dari sumur gali di Kabupaten Bandung bagian selatan. Pemilihan lokasi berdasarkan pada hasil pemantauan kepadatan pemukiman menggunakan citra satelit pada aplikasi Google Earth, kemudian selanjutnya disesuaikan dengan kondisi lapangan di wilayah penelitian. Hasil analisis menunjukkan telah terjadinya pencemaran solid, nitrat, ammonium, dan coliform di beberapa titik. Hasil pemantauan lapangan memperkirakan nitrat berasal dari kegiatan pertanian, sedangkan solid, ammonium, dan coliform berasal dari limbah domestik. Pergerakan pencemar sampai ke airtanah ini didukung oleh pola aliran airtanah di lokasi tersebut.Unconfined groundwater is the source of clean water to residents in the southern part of Bandung Regency. The need of water is fulfilled through shallow drilling of wells and panteks. The locations of the wells are close to domestic and agricultural pollution sources, so they are vulnerable to get contaminated. Pollutants that may arise in wells water due to domestic waste are solid, ammonium, and coliform bacteria. While, nitrate are generally derived from agricultural activities. To determine the contamination of groundwater at the study area, chemical analysis and coliform bacteria were conducted from 21 wells in southern part of Bandung Regency. The dug well locations were chosen based on the results of monitoring the residential density based on satellite images from the Google Earth application and adjusted to the field conditions in area of research. The result of analysis showed that contamination of solid, nitrate, ammonium, and coliform had occurred at some points. Result of field monitoring estimated that nitrate had derived from agricultural activities, while solid, ammonium, and coliform came from domestic waste. The movement of contaminants to groundwater was supported by the groundwaterflow pattern at the location.
PENJEJAK KELUARAN AIRTANAH DI LEPAS PANTAI (KALP) DI PANTAI UTARA SEMARANG DAN SEKITARNYA DENGAN 222RADON Bakti, Hendra; Naily, Wilda; Lubis, Rachmat Fajar; Delinom, Robert M.; Sudaryanto, Sudaryanto
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 24, No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.708 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2014.v24.80

Abstract

ABSTRAK Pengambilan airtanah di kota Semarang di tahun 2009 mencapai 17,4 juta m3 setiap tahunnya dan terkonsentrasi di daerah Semarang Utara. Dampak yang timbul adalah  terjadinya krisis airtanah yang ditandai dengan penurunan muka airtanah sedalam hampir 20 meter pada daerah seluas 30 m2. Penurunan  muka airtanah tersebut mengakibatkan terkontaminasinya airtanah dalam (deep aquifer) termasuk intrusi air laut, penurunan permukaan tanah (land subsidence), dan banjir genangan (rob). Untuk mendeteksi kehadiran KALP yangberasosiasi dengan tidak adanya intrusi air laut, dilakukan penelitian dengan menggunakan isotop radon. Hasil penelitian menunjukkan tingginya level radon pada air laut di sebagian lokasi di lepas pantai, yang berasosiasi dengan aluvial pasir yang terendapkan di sekitar pantai. Kondisi ini mencerminkan adanya airtanah tawar secara lokal dalam jumlah terbatas ke laut
HIDROGEOKIMIA AIRTANAH TIDAK TERTEKAN DI PESISIR BARAT KABUPATEN SERANG DAN PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN Martosuparno, Sudaryanto; Naily, Wilda; Maria, Rizka
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 27, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.074 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2017.v27.466

Abstract

Proses hidrogeokimia terjadi karena interaksi antara airtanah dengan air laut. Proses tersebut akan mempengaruhi komposisi kimia di lingkungan pesisir. Untuk mengetahui seberapa jauh interaksi tersebut telah terjadi, dilakukan analisis tipe air berdasarkan jumlah anion dan kation yang paling dominan, dan analisis nisbah ion-ion utama. Pengambilan conto dilakukan di 38 lokasi conto air di pesisir barat Kabupaten Serang dan Pandeglang. Hasil penelitian menunjukkan tipe air didominasi oleh Ca(HCO3)2 55,26%, NaHCO3 39,47%, Ca(SO4)2 2,63% and NaMix 2,63%. Sementara hasil analisis nisbah ion utama Na+/Cl-, Ca2+/Mg2+, dan Ca2+/SO42- mengindikasikan bahwa telah terjadi pencemaran air laut di beberapa dataran alluvial pesisir Pandeglang. Pada sebagian besar pesisir barat Serang dan Pandeglang sedang terjadi proses pencemaran atau intrusi air laut. Occurrence of hydrogeochemical process is due to the interaction between groundwater and sea water. The process will affect the chemical composition in the coastal environment. To find out how far the interaction has taken place, the water type was analysed based on the amount of most dominant anion and cation, and also the major ions ratios. The samplings were conducted in 38 locations on the west coast of Serang and Pandeglang Regencies. Results showed that the water type was dominated by Ca(HCO3)2 55,26%, NaHCO3 39,47%, Ca(SO4)2 2,63% and NaMix 2,63%. While the results of major ion analysis of Na+/Cl-, Ca2+/Mg2+, and Ca2+/SO42- indicated that there has been the sea water pollution in some coastal alluvial plains of Pandeglang. In addition, the process of pollution or sea water intrusion has been occurring on most of the west coast of Serang and Pandeglang.
PENGARUH AIR LAUT PADA AIRTANAH TIDAK TERTEKAN DI WILAYAH UTARA KOTA DAN KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN Naily, Wilda; Sudaryanto, Sudaryanto; Suherman, Dadan
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 26, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1686.32 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2016.v26.276

Abstract

Serang Municipality and Serang Regency in Banten Province are the buffer zones area of capital city Jakarta. Population growth in Serang Municipality in the year of 2010-2012 was 2.91%, and in Serang Regency in the year of 2000-2010 was 1.43%. It is eminent that increase of population would increase the consumption of water. The freshwater from unconfined aquifer is an alternative supply for domestic need, in addition to the supply from water utilities (PDAM). However, uncontrolled water pumping would cause the declining of water table; then influenced of seawater might occur. This study was conducted to determine whether the unconfined groundwater has been influenced by seawater. The study consisted of groundwater observation, measurement and groundwater collection (20 samples collected). Then, the samples were analyzed in laboratory, which consisted of flame photometric, volumetric, and visible spectrophotometric. Results showed that District of Pontang, Kasemen, Ciruas, and some areas in Kramawatu and Serang are the areas that were most affected by seawater. One location, SRG 33, in Tembakang village, Pontang District, has the highest content of electro-conductivity, salinity, sodium, chloride, and magnesium. That indicates that groundwater in this location is the most influenced by seawater.Kota dan Kabupaten Serang adalah dua wilayah yang terletak di Provinsi Banten, sebagai daerah penyangga Ibu Kota Jakarta. Pertumbuhan penduduk di Kota Serang pada tahun 2010-2012 mulai menunjukkan kenaikan yang cukup tinggi sebesar 2,91% dan di Kabupaten Serang dari tahun 2000-2010 sebesar 1,43%. Jumlah penduduk yang meningkat berdampak meningkatnya konsumsi air yang dibutuhkan. Airtanah tidak tertekan dapat menjadi alternatif penyedia air bersih selain PDAM, namun pengambilan airtanah tidak tertekan yang tidak terkendali dapat berpotensi menimbulkan penurunan muka airtanah (MAT), sehingga dapat memicu adanya pengaruh air laut ke airtanah tidak tertekan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kualitas airtanah tidak tertekan telah terpengaruh oleh air laut. Penelitian meliputi pengamatan, pengukuran dan pengambilan 20 conto airtanah, metode analisis berupa fotometri nyala, volumetri, dan spektrofotometri sinar tampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa lokasi yang telah terpengaruh oleh air laut secara umum terdapat di Kecamatan Pontang, Kasemen, Ciruas, sebagian Kecamatan Kramatwatu dan Serang. Satu lokasi di titik SRG 33 di Kp. Tembakang, Kecamatan Potang mempunyai kandungan DHL, salinitas, natrium, klorida, dan magnesium tertinggi dibanding lokasi lainnya, ini menunjukkan bahwa titik ini telah terpengaruh oleh air laut. 
Identifikasi keluaran air tanah lepas pantai (KALP) di pesisir aluvial Pantai Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat Bakti, Hendra; Lubis, Rachmat Fadjar; Delinom, Robert; Naily, Wilda
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2563.784 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v3i2.41

Abstract

ABSTRAKPenelitian keluaran air tanah di lepas pantai (KALP) merupakan suatu penelitian baru yang saat ini sedang terus dikembangkan. Selain sebagai salah satu pengontrol tingkat salinitas lingkungan biota terumbu, KALP dapat menjadi potensi sumber pencemar dan alternatif penyediaan air bersih di wilayah pesisir dan pantai. Upaya identifikasi telah dilakukan di daerah pesisir aluvial Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Identifikasi KALP dilakukan berdasarkan analisis salinitas, pengukuran hidrogeokimia meliputi sifat kimia fisik air dan unsur penjejak 222Rn pada lokasi terpilih di lintasan laut dan air tanah di daratan. Indikasi kehadiran KALP dijumpai dalam bentuk mata air bawah laut dan rembesan yang dicirikan dengan kandungan salinitas yang rendah dan adanya kandungan 222Rn tinggi. Identifikasi KALP berdasarkan gabungan hasil interpretasi dari metode-metode diatas menunjukkan keluaran air tanah di lepas pantai ini merupakan kendali dari kondisi geologi dan kecepatan aliran air tanah.Kata kunci: keluaran air tanah di lepas pantai, hidrogeokimia, 222Radon, Pulau Lombok UtaraABSTRACTResearch on submarine groundwater discharge (SGD) is a new research which is currently being developed in Indonesia. Apart from being one of salinity level controllers for coral environment, SGD may become an alternative water supply potential and also as a pollutant sources in coastal areas. An attempt of SGD identification had been carried out on the alluvial coast of North Lombok, West Nusa Tenggara Province. Identification of SGD was based on salinity analysis and hydrochemical measurement that includes physical chemistry of water property and radon trace elements known as 222Rn at selected locations at sea track and groundwater on land. Indication of the presence of SGD was found in the form of under seawater springs and seepages which are characterized by low salinity content and the presence of high 222Rn content. Identification of SGD which was based on combined interpretation results of the above methods shows that the output of the groundwater in offshore area is a control of geological conditions and the speed of groundwater flow.Keywords: submarine groundwater discharge, hydrogeochemical, Radon (222Rn), North Lombok island 
Studi Air Tanah di Pantai Bosnik, Distrik Biak Timur, Pulau Biak, Provinsi Papua Bakti, Hendra; Wardana, Dadan Dani; Naily, Wilda; Tohari, Adrin; Rachmat, Arief
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3814.792 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v7i3.99

Abstract

ABSTRAKPenelitian telah dilaksanakan di Pantai Bosnik, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfort, Pulau Biak, Provinsi Papua. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakter air tanah wilayah pesisir sebagai informasi dasar bagi pengelolaan sumber daya air. Metode penelitian yang dipakai terdiri atas survei hidrogeologi permukaan, hidrokimia, dan survei geolistrik. Batuan di daerah penelitian didominasi batu gamping koral (Formasi Mokmer) dan sedikit endapan aluvium pantai. Keduanya bertindak sebagai akuifer yang dapat menyimpan dan meloloskan air dalam jumlah yang berarti. Air tanah yang terdapat pada batu gamping koral terkonsentrasi dalam porositas sekunder yang saling berhubungan. Tipe air tanah didominasi oleh tipe klorida (Na-Cl dan Mg-Cl). Sementara air tanah pada aluvium pantai dicirikan dengan tipe bikarbonat (Ca-HCO3). Mata airnya memiliki tipe karbonat (Ca-HCO3, Mg-HCO3) dan tipe Na-Cl. Batu gamping koral mempunyai tahanan jenis yang bervariasi dari 3 ohm-m – 5000 ohm-m. Tahanan jenis rendah berasosiasi dengan rongga hasil pelarutan yang terisi air payau atau pun air asin, sedangkan tahanan jenis kontras tinggi merupakan batu gamping kompak dan kering.Kata kunci: akuifer, batu gamping, porositas sekunder, air tanah, Pulau BiakABSTRACTA research has been conducted in Bosnik Coast, East Biak District, Biak Numfort, Biak Island, Papua Province. The study was conducted to determine the character of the groundwater in coastal areas as basic information for the management of water resources. The research method consists of the surface hydrogeologic survey, hydrochemical, and the geoelectric survey. The rocks in the studied area are dominated by coral limestone (Mokmer Formation) and a little alluvium coastal sediment. Both act as an aquifer that can store and release significant quantities of water. Groundwater is contained in coral limestone, concentrated in interconnected secondary porosity. The type of water dominated by the chloride type (Na-Cl and Mg-Cl). While groundwater in coastal alluvium is characterized by the bicarbonate type (Ca-HCO3). The springs have carbonate type (Ca-HCO3, Mg-HCO3) and Na-Cl type. The result of geolelectrical measurement indicated that the coral limestone had resistivity which varied from 3 ohm-m - 5000 ohm-m. The low resistivity associated with the voids or cavities filled with brackish water or salt water, while the high resistivity contrast is a compact and dry limestone.Keywords : aquifer, limestone, secondary porosity, groundwater, Biak Island