Nafisah Nafisah
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Jln. Raya 9 Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor Penyebab Penurunan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Rumah Sakit Iskandar, Heru; Maksum, Halimi; Nafisah, Nafisah
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.268 KB)

Abstract

Pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) adalah jantung dari mutu layanan sebagai dasar proses belajar dan revisi dari kebijakan serta perbaikan berkelanjutan. Studi pendahuluan menunjukkan angka IKP yang lebih rendah dari internasional dan cenderung menurun yang mengindikasikan “under reporting”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis dan menentukan solusi faktor penyebab penurunan pelaporan IKP di RS X. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan Focus Group Discussion dengan peserta adalah 26 kepala ruang rawat inap/kepala instalasi RS X. IKP sebenarnya tinggi tetapi tidak dilaporkan, penyebabnya adalah takut disalahkan jika melapor sebab budaya patient safety yaitu no blaming masih belum tumbuh secara merata di seluruh RS, kurangnya pengetahuan tentang pelaporan IKP, keengganan melaporkan karena komitmen kurang dari pihak manajemen atau unit terkait, tidak ada reward dari RS jika melaporkan dan kurangnya keaktifan dari KKPRS. Perlu menumbuhkan budaya patient safety secara merata di RS dengan mengaktifkan kembali Patient Safety Champion (PSC). Dibutuhkan komitmen yang tinggi dari pihak direksi dan manajemen dalam program keselamatan pasien. Perlu monitoring dan evaluasi dari KPRS tentang pelaporan IKP dengan cara ronde keselamatan pasien dan visitasi secara periodik ke unit dan instalasi di rumah sakit.Kata Kunci: Budaya keselamatan pasien, kemauan melaporkan, pelaporan insiden keselamatan pasien
ENVIRONMENTAL THEOLOGY IN ISLAM AND CHRISTIANITY (A study of the thoughts of Mujiyono Abdillah and Robert P. Borrong) Nafisah, Nafisah
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 3, No 1 (2018): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.31 KB)

Abstract

It is an undeniable fact that environmental crisis take place everywhere. It causes environmental damage in various spheres This crisis demands some awareness from the society. Therefore, it is not surprising that many activists of environment create concepts, both secular and religious nuance, to reduce the crisis. In the last few years, concept of theology of environment started to appear. This concept is relevant to be discussed, as it could bridge the secular and theological theory of environment. This research aims to look what is the environmental theology ideas of Mujiyono Abdillah and Robert P. Borrong. Also, this research identifies the similarities and differences between Abdillah’s and Borrong’s thoughts as well as how their theories could contribute to solve the environmental crisis. This is a library research and the primary source of this study is a book entitled Agama Ramah Lingkungan - Perspektif Al-Qur’an (Eco-Friendly Religion - Perspective of the Quran) by Mujiyono Abdillah work and Borrong’s work entitled Etika Bumi Baru (Neo-Eco Ethics). The data is analyzed by the hermeneutic theory of Hans-Georg Gadamer. The research found out that environmental theology of Abdillah includes proportional theology and meta-social-system theory. While Borrong also constructs two theories of environmental theology: theocentric inclusive theology and new earth ethic. Through these theological theories, Abdillah and Borrong expect to awaken people minds so that they could restructure their relationship with the environment. Both of the authors employ different methods. While Abdillah only utilize theology as the basis of his argument, Borrong benefits from both theology as well as biblical ethics. These theories provide an invaluable contribution to be part of the solution to the environmental crisis as they could be the alternative environmental theory which change the attitude of the community in treating the environment.
PENJATUHAN PIDANA ATAS PENYALAGUNAAN NARKOTIKA GOLONGAN 1 PASAL 114 AYAT(1) UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA (Studi Putusan Nomor : 139/Pid.Sus/2016/PN.Grs) Nafisah, Nafisah; Basid, Abdul
P ISSN 2089-7146
Publisher : Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.935 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang semakin hari kian meningkat dan berdampak bagi kehidupan soial, budaya, ekonomi dan politik. Layaknya sebagai budaya bangsa, bahkan putusan hakim pun tak memberikan efek jera terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika. Penegakan hukum yang diberikan pada hukum positif  adalah  dengan jalan memberikan hukuman yang berat yang bersifat in abstracto  bukan  in concreto berdasarkan pertimbangan-pertimbangan hukum yang dibuat oleh Hakim. Lain halnya hukuman tersebut yang memiliki tata aturan dan dasar pertimbangan sendiri dalam menjatuhkan hukuman terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana penerapan hukum pidana materiil terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan 1 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ? (2) Bagaimana pemidanaan terhadap penyalagunaan Narkotika golongan 1 pada putusan Nomor 130/Pid.Sus/2016/PN.Gsk ?Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui putusan hakim dan dasar pertimbangan hakim dalam perkara nomor : 130/Pid.Sus/2016/PN.Gsk terhadap tindak  pidana penyalahgunaan narkotika golongan I di Pengadilan Negeri Gresik serta mengkaji  hukum islam terhadap pelaksanaan putusan nomor : 130/Pid.Sus/2016/PN.Gsk.Dalam penelitian ini digunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk memudahkan peneliti dalam melakukan analisis  penelitian dengan melibatkan diri secara lansung mengamati  proses persidangan. Sedangkan wawancara dan dokumentasi digunakan untuk menggali data yang lebih spesifik terkait dengan dasar pertimbangan hakim, putusan hakim dalam kasus pidana tersebut, sarana prasarana dan dokumen instansi. Hasil   penelitian   menunjukkan   bahwa   putusan   majelis   hakim   nomor 130/Pid.Sus/2016/PN.Gsk menyatakan terdakwa secara sah dan bersalah menggunakan narkotika Golongan I dengan hukuman penjara selama 3 bulan. Hakim dalam menjatuhkan putusan dengan mencari kebenaraan formil dan materiil selama dipersidangan  yang  dijadikan dasar  dalam  pertimbangan  Hakim  yakni  berupa alat bukti sesuai dengan Pasal 184 ayat (1) KUHP (keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, keterangan terdakwa) dan barang bukti atas tindak pidana, serta dakwaan dan tuntutan penuntut umum. Putusan penjara dalam hukum positif ini. Kata Kunci : Putusan hakim, penyalahgunaan Narkotika Golongan I
Daya Hasil Galur-Galur Elit Padi di Lahan Sawah Rawan Salin di Cilamaya Wetan Karawang Nafisah, Nafisah; Hairmansis, Aris; Sitaresmi, Trias
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol 6, No 1 (2017): JLSO
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.088 KB)

Abstract

Nafisah et al, 2017. Grain Yield of Rice Elite Lines Under Saline Prone Condition in Cilamaya Wetan, Karawang Subdistrict West Java. JLSO 6(1):21-32.Utilization of high yielding rice varieties tolerant to salinity is one way to maintain yield sustainability in salt affected rice area. As many as 30 elit lines and 4 varieties checks were tested in saline prone area in Muara Baru, Cilamaya Wetan sub district, Karawang, West Java. The trial was arranged in Randomized Block Design with three replications. Twenty eight old seedlings were planted in 3x4 m2 plot size with 25 cm x 25 cm planting space. Analysis variance showed two elit lines (1131-Ski-4 dan IR86385-50-2-1-B-SKI-2) yielded 5.48 dan 5.64 t/ha, respectively. These yield were significant higher than those of two popular checks planted by local farmers, i.e.  Mekongga and Sintanur which yielded about 4,44 t/ha. Beside 11 lines  had yield 0,5 t/ha higher than that of popular check variety.  Correlation analysis showed grain yield highly positive correlated with productive tiller number and filled grain number, while thousand grain weight highly positive correlated with plant height. Screening for salinity tolerance in seedling stage done in screen house showed that both 1131-Ski-4 dan BP14082-2b-2-5-TRT-35-2-SKI-1 consistently tolerant under salinized Yoshida solution at 12 dSm-1. These two lines are very potential for further tested in saline prone area.