I Made Nada
Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

KAJIAN RELEVANSI SIFAT PISKOKIMIA TANAH PADA KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS KENTANG (Solanum Tuberosum L) Arsa, I Wayan; Yohanes, Setiyo; Nada, I Made
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 Tahun 2012
Publisher : beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to determine the effect level of NPK fertilizer added with compost fertilizer on soilpsychochemical properties, the quality and the productivity of Granola G4 potatoes. This study lesed Split plot with : twosub plot, and four level doses NPK fertilizer. Each level of NPK fertilizing was repeated three times. NPK fertilizing levelsare: 160 kg / ha (P1), 180 kg / ha (P2), 200 kg / ha (P3), and 220 kg / ha (P4), with chicken manure from compost. Dose ofcompost was 20 tonnes per hectare. Variable of this research were : soil structure, soil water holding capacity, permanentwilting point of crops, crops water availability, pH, soil organic matter, productivity and quality of petetues. Availability ofwater crops was between 21 – 24 % wet basis (w.b). Each level of NPK fertilization was able to change pH from 6.5 to6.9. Content of C-organic content at early potatoes planting was 4.0 – 4.1 % and after potatoes harvesting the C-organiccontent was 4.7 – 6.4 %. The potatoes productivity at NPK fertilization 200 tones/ha and 220 tones/ha was 30 tones/ha. Thenumber of tubers can be used as seed was 38.4% and 36.5% with the number of tubers rot was 3.8 and 3.6%.Keywords: Potatoes, soil phycochemical, doses, productivity and quality.
KARAKTERISTIK FISIK CAMPURAN BATU BATA DENGAN MEMANFAATKAN ABU SISA PEMBAKARAN LIMBAH KAYU Nada, I Made; Suryatmaja, Ida Bagus
Kurva Teknik Vol 2, No 1 (2013): Kurva Teknik
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Industri pengolahan kayu didalam proses produksinya akan menghasilkan suatu buangan atau limbah berupa sisa atau abu akibat dari adanya pembakaran didalam mengurangi volume limbah yang terjadi. Akan tetapi didalam proses pembakaran akan dihasilkan sisa berupa abu. Sisa abu ini jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan pencemaran pada lingkungan sekitarnya.Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan memanfaatkan abu sisa pembakaran limbah kayu tersebut sebagai bahan bangunan melalui pemanfaatan sebagai bahan dalam campuran batu bata.Penelitian dilakukan dengan mencampur sisa abu tersebut dengan tanah lempung proporsi 0 %, 5 %, 10 %, 15 %, 20 % dan 25 %. Dari hasil campuran dilakukan pengujian karakteristik campuran yaitu : Kuat tekan dan Rembesan air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Abu sisa pembakaran limbah kayu dapat dipakai sebagai bahan dalam pembuatan batu bata, dilihat dari hasil uji karakteristik fisik campuran.
Beban Kerja dan Produktivitas Kerja Operator Traktor Tangan Pada Pembajakan Sawah ’Subak Ayo’ di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali Nada, I Made; Arda, Gede; Pudja, Ida Ayu Rina Pratiwi
Rona Teknik Pertanian Vol 7, No 1 (2014): Volume 7, No. 1, April 2014
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.649 KB) | DOI: 10.17969/rtp.v7i1.2641

Abstract

Abstrak. Penelitian dengan metode survei, dari hasil penelitian diperoleh beban kerja objektif pekerja 1  dengan denyut nadi per menit pada pembajakan sawah datar, saat memindahkan traktor tangan dari sawah satu ke sawah yang lain dan miring masing-masing yaitu 111/menit, 123/menit dan 125/menit serta pekerja 2 dengan denyut nadi per menit pada pembajakan yang sama yaitu 114/menit, 120/menit dan 120/menit. Beban kerja subjektif pekerja 1 dengan keluhan sistem muskuloskeletal pada pembajakan sawah datar dari agak sakit 50% dan sakit 28,57%, pada saat memindahkan traktor tangan dari sawah satu ke sawah yang lain dengan prosen keluhan agak sakit5 3,57%, sakit 32,14% dan sakit 3,57%, dan pada sawah miring  dengan prosen keluhan agak sakit 60,71% dan sakit 50% serta pekerja pada pembajakan yang sama mempunyai keluhan muskoluskeletal masing-masing yaitu agak sakit 10,71% , 21,43%  dan agak sakit 25%. Produktivitas pekerja 1 dan pekerja 2 yaitu luas sawah per hari 10,45 are dengan penghasilan sebesar Rp.188,100 dan luas sawah 16,09 are dengan penghasilan sebesar Rp. 289,620 Productivity and Work Load of Hand Tractor Operator for Plowing Field of Subak Ayo’ in Babahan Village, Sub-district of Penebel, Tabanan BaliAbstract. This research was conducted by survey method. The results showed that operator’s objective load of operator 1 showed heartbeat per minutes when he plough flat and sloping land, when he moved his hand tractor from one part to other  fields were 111 heartbeats/minute, 123 heartbeat/minute and 125 heartbeat per minute respectively. Operator 2 working in the same works include 114 heartbeats/minute, 120 heartbeats/minute and 120 heartbeats/minute. Operator’s subjective load on operator 1 showed musculoskeletal system lamentation  on flat land  plough that were 50% less painful, and 28,57% painful when he moved the hand tractor on with percentage of lamentation were 53.57% less painful, 32.14 painful, and 3.57% very painful. On the other hand, he showed the percentage of lamentation on slopping land were 60.71 less painful, 50% painful. The research also found that the operators showed musculoskeletal system lamentation, that were 10.71% less painful and 21,43% painful and 25% very painful. Operator’s productivity of operator 1 and 2 per day was 0,11 hectare with income Rp. 188.100 and on 0,16 hectare, it generated income as high as Rp. 289,620.
Pertumbuhan Tanaman Krisan (Crhysantemum) dengan Berbagai Penambahan Warna Cahaya Lampu Led Selama 30 Hari pada Fase Vegetati Wiguna, I Kadek Wahyu; Wijaya, I Made Anom S.; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh penambahan lampu LED berwarna pada pertumbuhan tanaman krisan, dan untuk mengamati lampu warna yang sesuai yang menghasilkan pertumbuhan tanaman krisan terbaik. Desain eksperimental yang digunakan adalah Completely Randomized Design (CRD) dengan satu faktor. Faktor yang digunakan adalah lampu warna LED, terdiri dari warna lampu LED merah, kuning, hijau, biru, dan putih. Data dianalisis menggunakan ANOVA, diikuti oleh uji LSD (Least Significance Different) jika efek pengobatannya signifikan. Variabel mengamati bahwa variabel pertumbuhan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun dan luas kanopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lampu LED berwarna berpengaruh positif terhadap pertumbuhan krisan. Penambahan lampu LED berwarna meningkatkan pertumbuhan tanaman. Warna lampu merah memberikan efek terbaik terhadap pertumbuhan tanaman. Hal ini ditunjukkan oleh tinggi tanaman tertinggi (71,50 cm), jumlah helai daun paling banyak (33,00) dan luas kanopi terbesar (478,34 cm2). The objectives of this research were to observe the effect of addition coloured LED light on plant growth of chrysanthemum, and to observe the appropriate color lights that resulted to the best plant growth of chrysanthemum. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with one factor. The factor used was LED color lights, consisted of red, yellow, green, blue, and white LED light colors. Data were analyzed using ANOVA, followed by LSD (Least Significance Different) test if the treatment effect was significant. The variables observed that growth variables include: plant height, number of leaf and canopy area. The result showed that addition coloured LED light of positive effect against the growth of chrysanthemum. The addition of coloured LED light increased the plant growth. The red light color gave the best effect against plant growth. It showed by the highest plant height (71.50 cm), the most number of leaf blade (33.00) and the biggest canopy area (478.34 cm2).
Kajian Relevansi Sifat Piskokimia Tanah pada Kualitas dan Produktivitas Kentang (Solanum Tuberosum L) Arsa, I Wayan; Setiyo, Yohanes; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research  was conducted to determine the effect level of NPK fertilizer added with compost fertilizer on soil psychochemical properties, the quality and the productivity of Granola G4 potatoes. This study lesed Split plot with : twosub plot, and four level doses NPK fertilizer. Each level of NPK fertilizing was repeated three times. NPK fertilizing levels are: 160 kg / ha (P1), 180 kg / ha (P2), 200 kg / ha (P3), and 220 kg / ha (P4), with chicken manure from compost. Dose of compost was  20 tonnes per hectare. Variable of this research were : soil structure, soil water holding capacity, permanent wilting point of crops, crops water availability, pH, soil organic matter, productivity and quality of petetues. Availability of water crops was between    21 – 24 % wet basis (w.b).  Each level of NPK fertilization was able to change pH from 6.5 to 6.9.  Content of C-organic content at early potatoes planting was  4.0 – 4.1 % and after potatoes harvesting the C-organic content was 4.7 – 6.4 %. The potatoes productivity at NPK fertilization 200 tones/ha and 220 tones/ha was 30 tones/ha. The number of tubers can be used as seed was 38.4% and 36.5% with the number of tubers rot was 3.8 and 3.6%
Pengaruh Bahan Tambahan pada Kualitas Kompos Kotoran Sapi Dewi, Ni Made Eva Yulia; Setiyo, Yohanes; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan tambahan pada proses pengomposan bahan baku kotoran sapi dapat menghasilkan kompos yang berkualitas yang memuhi standar. Penelitian ini mengunakan perlakukan kotoran sapi, kotoran sapi : serbuk kayu 2 : 1, kotoran sapi : sekam 2 : 1, dan kotoran sapi : rumput 2 : 1. Panjang tumpukan pegomposan 1.5 m, tinggi 80 cm, dan lebar 1 m. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, karbon dan nitrogen kompos. Proses pengomposan berlangsung selama delapan minggu dengan suhu antara 25- 51 0C dan pH kompos antar 6.6 – 7.0. Warna kompos yang dihasilkan adalah dengan warna coklat kehitam-hitaman. Secara umum, kualitas kompos yang dihasilkan dari keempat perlakukan sesuai dengan Standar SNI 19-7030-2004 dengan C/N rasio akhir  16-8 – 20.93. The used of additional materials in the composting process of cow manure feedstock can produced qualified compost that can fulfill standard of compost. This study used the treatment of exponential design cow manure, cow manure:saw dust 2:1, cow manure:rice hull 2:1, and cow manure:elephant grass 2:1. The dimension of pile composting was 1.5 m, with height was 80 cm, and 1 m of width. The observed parameters included temperature, pH, carbon and nitrogen compost. The composting process were during eight weeks that result which have temperature between 25-51oC , compost pH between 6.6-7.0, C/N ratio is 16.8-20.93. The color of produced compost was dark brown. The quality of the produced compost from the four treatments were accordance to SNI Standard 19-7030-2004.  
Kualitas Hasil Tanaman Krisan (Crhysanthemum) pada Penambahan Cahaya Lampu LED Merah Secara Siklik Yoginugraha, Pande Putu Indra; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu siklik yang dapat memberikan kualitas hasiltanaman krisan paling baik. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian adalah penambahan cahaya lampu LED merah secara siklik dengan waktu siklus yang berbeda-beda. Data yang diperoleh dianalisis deskriptif dan variabel yang diamati dikelompokkan menjadi 2 yaitu produksi dan kualitas tanaman krisan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dan kualitas terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan cahaya lampu LED merah secara siklik dengan 5 siklus. Produksi tinggi akhir tanaman krisan adalah 85.83 cm, jumlah bunga yang dihasilkan adalah 23.67 bunga, dansecara kualitas luas bunga adalah 52.96 cm2. Semakin banyak siklus yang diberikan pada penambahan cahaya maka semakin bagus produksi dan kualitas tanaman krisan yang dihasilkan. This study aimed to determine the cyclic time that could give the best quality of the results of chrysanthemum. The treatment of this research was additional LED red light in the cyclic manner with different cycle time. The collected data were analyzed by descriptive analysis and the variables observed were grouped into 2 groups such as : production and quality of chrysanthemum. The result showed that the highest production and the best quality of chrysanthemum were obtained on the treatment of additional LED red light with five cycles. The production of the chrysanthemum was 85.83 cm, the amount of flowers was 23.67 of flowers, and the quality of flower area was 52,96 cm2. The more the cycles that had given on the addition of LED red light, the better the results of production and quality of chrysanthemum.
Model Penataan Lahan Penanggulangan Erosi Berbasis Masyarakat Di Kawasan Danau Batur Nada, I Made; Redana, I Wayan; Dharma, I G B Sila; Yana, A A Gde Agung
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 18 No 1 (2018)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/blje.2018.v18.i01.p01

Abstract

Penanggulangan erosi di kawasan Danau Batur berbasis masyarakat diarahkan untuk mempertahankan keseimbangan Danau Batur. Erosi dipicu oleh pola pengelolaan lahan-lahan pertanian kurang memperhatikan aspek-aspek konservasi tanah dan air. Tujuan penelitian ini adalah ; (1) untuk memperoleh model penanggulangan erosi yang berbasis masyarakat, (2) Pemetaan Pengelolaan lahan di pinggir danau, (3) Stategi pengendalian erosi di tepian danau. Penelitian ini field experiment dan surpei, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 64 sampel. Data dukungan sosial ekonomi masyarakat ditentukan sebanyak 180 responden secara cluster sampling. Wawancara dan kuesioner berupa pertanyaan tertutup dalam skala konvensional. Karakteristik danau dianalisis statistik deskriptif menggunakan alat SPSS. Pemetaan lahan dilakukan dengan metode GPS dengan perangkat GIS. Memprediksi erosi menggunakan Model The Universal Soil Loss Equation (USLE), untuk sedimentasi menggunakan model Sediment Stanford. Analisis laju akibat erosi, dilakukan dengan cara analisis regreresi non linear. Hasil analisis menunjukan pemukiman bertambah rata-rata 115,85 %, perkebunan 245,50 % dan tingkat sedimentasi 1.017,93 m3/tahun. Sedimentasi diuji dua sisi dengan tingkat kepercayaan 95% terhadap data sedimen yang dimodelkan. Simpulan untuk menanggulangi erosi mempergunakan model penataan lahan Terasering Mekar berbasis masyarakat yang berklaborasi dengan tumbuhan rumput gajah dan vetiveria.
Pendekatan SHIP (Sistemik, Holistik, Interdisipliner, Partisipatori) pada Program Biogas di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan Provinsi Bali Sucipta, I Nyoman; Nada, I Made; Wulan, Wayan Citra
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program biogas sudah dikenal di Indonesia sejak lama. Adanya program tersebut berbagaimanfaat yang diperoleh selain untuk pengadaan energi juga merupakan teknologi yang tanggapterhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pengolahan limbah untuk mengurangipencemaran lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program biogasdan karakteristik pengguna bioreaktor di desa KelatingKendala program biogas di desaKelating, terutama dalam sistem dan disain biorektor serta pengolahan kotoran sapi menjadikompos dianggap lebih menguntungkan. Juga program biogas di desa tersebut berbasis individuyang sedikit sekali melibatkan partisipasi masyarakat. Pada kondisi tersebut biasanya petanitidak tidak mampu mengarahkan kemampuannya secara optimal. Berbeda dengan programberbasis masyarakat adalah pelibatan fisik, mental, emosi, pikiran dan prilaku seseorang didalam situasi kegiatan kelompok dan mengupayakan agar setiap orang berkontribusi samadalam menentukan hasil kelompok dan dalam menyampaikan pendapatnya. Salah satupendekatan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah denganpendekatan SHIP (SHIP Approach) Sistemik (Systemics), Holistik (Holistics), Interdisipliner(Interdiciplinary) dan Partisipatori (Participatory). Pada tahap pelaksanaan penelitian, langkahlangkahyang dilakukan adalah ceramah, diskusi dan pengumpulan data dengan mengisikuesioner penilaian petani terhadap program biogas. Karakteristik pengguna bioreaktor adalahberjenis kelamin laki-laki dengan rentangan umur antara 38 sampai 55 tahun, rerata 47,00 ±5,21 tahun. Berat badan subyek berkisar antara antara 55 sampai 72 kg dengan rerata 66,45 ±4,50 kg, dan tinggi badannya berada pada rentangan 155 sampai 175 cm dengan rerata 167,60 ±4,75 cm. Pengalaman kerja subyek berkisar antara 13 sampai 24 tahun dan rerata 23,70 ± 5,93tahun. Hasil analisis SWBR (strength, weakness, benefit dan risk), kelebihan yang ada di dalamdiri anggota kelompok menjadi strength, kelemahan menjadi weakness, keuntungan yangdiperoleh dengan adanya perbaikan menjadi benefit, dan resiko yang akan dihadapi bilaperbaikan dilakukan menjadi risk, dengan demikian pelaksanaan program biogas di desaKelating tetap tidak terlaksana dengan baik walaupun sudah melibatkan petani, tokohmasyarakat, pimpinan, kepala lingkungan dan instansi terkait, hal tersebut karena berbagaiketerbatasan terutama pola fikir tentang manfaat biogas.
Pola Air Tersedia pada Beberapa Media Tanam untuk Tanaman Strawberry (Fragaria Virginiana) Setiawan, I Made Dwi Dharma; Sumiyati, Sumiyati; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola air tersedia pada berapa media tanam berbeda. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan yaitu P1 : media arang sekam, P2 : media cocopeat campur kompos dengan perbandingan 2 : 1, P3 : media tanah campur kompos dengan perbandingan 2 : 1 dan P4 : media tanah. Kapasitas lapang untuk seluruh perlakuan P1, P2, P3 dan P4 dari minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-12 berturut-turut adalah 77,21% sampai 80,00%, 50,22% sampai 52,56%, 42,83% sampai 44,24%, dan 36,70% sampai 37,95%. Titik layu sementara untuk seluruh perlakuan P1, P2, P3 dan P4 dari minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-12 berturut-turut adalah 36,59% sampai 18,99%, 29,09% sampai 10,63%, 10,83% sampai 5,27% dan 10,62% sampai 6,50%. Air tersedia bagi tanaman strawberry untuk seluruh perlakuan P1, P2, P3 dan P4 dari minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-12 berturut-turut adalah 7,90 cm  sampai dengan 10,93 cm, 4,27 cm  sampai dengan 7,13 cm, 5,90 cm  sampai dengan 6,84 cm dan 4,84 cm  sampai dengan  5,44 cm. This study aims to determine water patterns available in different growing media. The study consisted of four treatments namely P1: rice husk charcoal media, P2: cocopeat and compost mix media with 2: 1 ratio, P3: soil and compost mix with 2: 1 ratio and P4: soil media. Field capacity for the entire treatment P1, P2, P3 and P4 from week 2 to week 12 in a row was 77,21% to 80,00%, 50,22% to 52,56%, 42,83% to 44,24%, and 36,70% to 37,95%. Temporary wilting point for all treatments P1, P2, P3 and P4 from week 2 to week 12 in a row was 36,59% to 18,99%, 29,09% and 10,63%, 10, 83% to 5,27% and 10,62% to 6,50%. Available water for strawberry plants for all treatments P1, P2, P3 and P4 from week 2 to week 12 in a row was 7,90 cm to 10,93 cm, 4,27 cm to 7,13 cm, 5,90 cm to 6,84 cm and 4,84 cm to 5,44 cm.