Articles

Found 29 Documents
Search

KARAKTERISASI PZC SEBAGAI PENGISI KOLOM GENERATOR 99Mo/99mTc Kadarisman, Kadarisman; Mutalib, Abdul
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 17, No 2 (2011): Juni 2011
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.445 KB)

Abstract

KARAKTERISASI PZC  SEBAGAI PENGISI KOLOM GENERATOR  99Mo/99mTc. Teknesium-99m merupakan radioisotop utama untuk diagnosis dalam bidang kedokteran nuklir di seluruh dunia. Teknisium-99m diperoleh dari hasil peluruhan 99Mo dalam bentuk generator 99Mo/99mTc dengan menggunakan 99Mo dari hasil fisi 235U.  Molibdenum-99 juga dapat diperoleh dari hasil aktivasi (n,g) dari target molibdenum alam atau diperkaya. Rendahnya radioaktivitas jenis 99Mo hasil aktivasi neutron dan terbatasnya daya serap alumina terhadap molibdenum, menyebabkan 99Mo hasil aktivasi jarang digunakan dalam bentuk generator 99Mo/99mTc. Dengan ditemukannya senayawa polimer anorganik Poly Zirconium Compound (PZC) oleh KAKEN Co dan JAERI, Jepang. Kerja sama penelitian KAKEN Co dan JAERI, Jepang, dengan Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR) BATAN telah berhasil membuat generator radioisotop 99Mo/99mTc dengan tingkat radioaktivitas 300 mCi s/d 10.000 mCi per generator. Sejak 2009, PRR melakukan pengembangan sintesis PZC yang kemudian dilakukan pelapisan TEOS dan telah dicoba untuk kolom generator 99Mo/99mTc. Penelitian ini, dilakukan karakterisasi terhadap eluat 99mTc dari sistem kolom generator 99Mo/99mTc berbasis PZC hasil sintesis PRR. Hasil analisis unsur dalam matriks PZC-TEOS sebelum dicampur dengan 99Mo kandungan unsur Si, Zr, Cl dan Ti berturut turut adalah  66,99%, 29,47% dan 3,54% dan setelah direaksikan dengan 99Mo adalah untuk masing masing unsur O, Si, Cl, Ti, Zr dan Mo berturut turut adalah 31,48%, 5,53%, 1,40%, 1,01%, 40,75% dan 19,84%. Hasil percobaan menggunakan matriks PZC-TEOS yang dilapis dengan cara elusi sebanyak 5 kali, dalam proses elusi diperoleh radioaktivitas 99mTc maksimun pada  1ml ke empat dari 10 ml eluen sebesar 1,388 mCi, efisiensi penyerapan 99Mo sebesar 86,65% dengan kapasitas serap 205 mg Mo/g matriks PZC-TEOS serta yield 99mTc 24,94%. Kata kunci : Generator radioisotop 99Mo/99mTc, radioisotop 99Mo, matriks Zr, Ti, TEOS, yield 99mTc CARACTERITATION OF PZC as 99Mo/99mTc COULUM FILLER. Technesium-99m represent especial radioisotope for diagnosis in the field of nuclear medicine in all the world. Teknisium-99m obtained from result of 99Mo decey  in the form of generator of 99Mo/99mTc by using 99Mo from 235U fission products. Molibdenum-99 also obtainable from activation result (n,g) from molybdenum natural or enriched. Lower of radioactivity of type of 99Mo  result of neutron activation and the limited absorpsion of alumina to molybdenum, causing 99Mo  result of activation seldom be used in the form of 99Mo/99mTc generator. Foundly of inorganic polymer of Poly Zirconium Compound ( PZC) by KAKEN Co and JAERI, Japan. To date, KAKEN Co and JAERI, Japan, have cooperated by Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR), BATAN have succeeded to make generator of radioisotope of 99Mo/99mTc with level of radioactivity 300 mCi s/d 10.000 mCi  generator, respectively. 2009, PRR in pursuance of conducted by development synthesis of PZC veneering of TEOS and have been tried also for column of 99Mo/99mTc generator. In this research, conducted by characterize to 99mTc eluate from column of 99Mo/99mTc generator base on PZC of result of synthesis by PRR. Result of analysis of element in of PZC-TEOS matrix before mixed with 99Mo is content of element of the, Zr, Cl and Ti are 66,99%, 29,47% and 3,54% and after reacted with 99Mo are of element O, The, Cl, Ti, Zr and Mo are 31,48%, 5,53%, 1,40%, 1,01%, 40,75% and 19,84%. Result of attempt use of PZC-TEOS matrix endued by elution as much 5 times, in course of elution obtained  radioactivity of 99mTc maksimun at 1ml to four from 10 ml eluen of equal to 1,388 mCi, efficiency of absorbtion of 99Mo equal to 86,65% with absorbent capacities 205 mg Mo/g of matrix of PZC-TEOS and 99mTc yield 24,94%. Key word : 99Mo/99mTc radioisotope generator, 99Mo, matriks of Zr, Ti, TEOS, 99mTc yield
PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NaOCl DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELD DAN LOLOSAN Mo-99 DARI GENERATOR Mo-99/Tc-99m BERBASIS PZC Gunawan, Adang Hardi; Mutalib, Abdul; Lubis, Hotman; Awaludin, Rohadi; Sulaeman, .
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.137 KB)

Abstract

PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NaOCl DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELDDAN LOLOSAN Mo-99 DARI GENERATOR Mo-99/Tc-99m BERBASIS PZC. Alumina merupakan salah satu bahan utama dalam generator Mo-99/Tc-99m yang berfungsi sebagai zat pengadsorpsi molibdenum. Keterbatasan daya serap alumina terhadap molibdenum menyebabkan senyawa ini tidak dapat digunakan sebagai pengisi kolom untuk generator Mo-99/Tc-99m yang menggunakan Mo-99 hasil aktivasi neutron. Dengan diketemukannya senyawa baru sebagai zat pengadsorpsi molibdenum yaitu PZC (poly zirconium compound), telah memberikan harapan baru untuk dapat dilakukannya pembuatan generator Mo-99/Tc-99m. Penelitian pembuatan generator Mo-99/Tc-99m dengan menggunakan senyawa PZC sebagai adsorbent merupakan bentuk kerjasama antara PRR-BATAN Serpong dengan JAERI dan Kaken Co. Jepang. Dalam penelitian ini telah dilakukan percobaan pembuatan generator Mo-99/Tc-99m dengan melihat pengaruh penambahan pencucian menggunakan larutan NaOCl terhadap Yield dan lolosan Mo-99(Mo-99 breakthrough) dalam larutan Tc-99m hasil elusi . Parameter lainnya yang digunakan untuk mengurangi lolosan Mo-99 dalam Tc-99m hasil elusi adalah penambahan kolom alumina yang ditempatkan setelah kolom Mo-99 PZC.Hasil penentuan kapasitas serap senyawa PZC terhadap molibdenum diperoleh dengan melihat aktivitas Mo-99 setelah pemanasan 3 jam campuran PZC dan molibdenum dan diperoleh hasil setiap gram PZC mampu menyerap 80-95 % mg dari 268 mg molibdenum yang direaksikan. Hasil penentuan yield elusi generator Mo-99/Tc-99m dengan larutan pencuci salin diperoleh < 50 % dan Yield meningkat menjadi > 80 % setelah pencucian dilakukan dengan menggunakan larutan NaOCl 0,5 % atau 1 % . Penggunaan larutan pencuci NaOCl 0,5 % dan penggunaan kolom alumina sebagai kolom kedua mampu menjaga kestabilan Yield hasil elusi dan meminimalkan lolosan Mo-99 pada Tc-99m hasil elusi. Kata kunci: alumina, generator PZC, Mo-99,Tc-99m, NaOCl Alumina is one of main material in Mo-99/Tc-99m generator as molybdenum adsorbent. Limitation of alumina adsorption capacity to molybdenum cause this material cannot be applied as column filler for generator Mo-99/Tc-99m using Mo-99 from neutron activation . The invention of new compound as molybdenum adsorbent , PZC ( poly zirconium compound), have shown that the materials is a promising adsorbent for generator Mo-99/Tc-99m from (n,γ) irradiated molybdenum. The research of generator Mo-99/Tc-99m by using adsorbent PZC is form of cooperation between PRR-BATAN Serpong with JAERI and Kaken Co. Japan. In this research, the effects of addition of NaOCl solution to elution yield and Mo-99 breakthrough have been done. The other parameter used in this experiment to minimize Mo-99 breakthrough in Tc-99m is addition of second column alumina placed after Mo-99 PZC column. Adsorption capacity of PZC material to molybdenum determined by heating Mo-99 solution with PZC up to 3 hours and the result indicated 1 gram PZC adsorbed 80-95 % Mo-99 from the reacted 268 mg molybdenum. Yield percentage of the Mo-99/Tc-99m generator without rinsed by saline solution obtained < 50 % and the yield increased > 80 % after the column washing by using NaOCl 0,5 % or 1 % solutions. Usage of both NaOCl 0,5 % solution and alumina column as second column can give yield stability and minimize Mo-99 breakthrough at Tc-99m effluent. Key words: Alumina, PZC generator,Mo-99,Tc-99m, NaOCl
Analyzing The Factors That Causing AUTO2000 Setiabudi Never Reaches The Unit Entry Target Mutalib, Abdul; Wandebori, Harimukti
Journal of Business and Management Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Journal of Business and Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.298 KB)

Abstract

Auto2000 is the biggest authorized dealer that handles the sustainability of Toyota cars in Indonesia. Auto2000 providing the network of sales, and after sales. On March 2012, Auto2000 opened a new branch located on Jl. Dr. Setiabudi, Bandung. Since its opening, the after sales service from this branch, never achieve its monthly customer unit entry target. The purpose of this study is to increase customer retention at after sales service of Auto2000 Setiabudi. The understanding about the theory of marketing strategy, 7ps of marketing mix, service quality, customer satisfaction, and customer loyalty used to solve the occurring problem. The methodology contains of research framework and determining sampling method. Slovin Theory is used in determining the number of samples. Both qualitative and quantitative analysis used in processing the data result on data analysis part. The result from service quality’s factor analysis has a significant effect towards customer satisfaction and customer satisfaction also has a significant effect toward customer loyalty. The conclusion of this research is that After Sales Division of Auto2000 Setiabudi needs to improve some aspects from its service quality, customer satisfaction, and customer loyalty in accordance to optimizing its unit entry target. Keywords : Auto2000, Marketing Strategy, Customer Intention, Service Quality, After Sales
AFINITAS PENGIKATAN ANTIBODI MONOKLONAL TRASTUZUMAB TERHADAP HUMAN EPIDERMAL RECEPTOR-2 YANG DIEKSPRESIKAN Fiddiyamti, Ilma; Ramli, Martalena; Soetikno, Ristaniah D.; Mutalib, Abdul
Jurnal Sains Materi Indonesia 2012: Desember 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.834 KB)

Abstract

Tumor ganas ovarium merupakan tumor ganas keempat tersering pada wanita dan tumor ganas ginekologi kedua tersering setelah tumor ganas endometrium. Angka kematian dan angka kesakitan yang tinggi pada tumor ganas ovarium sebagian besar diakibatkan belum adanya cara untuk mengenal stadium awal dari tumor ganas ini, dimana hampir 65% hingga 70% kasus tumor ganas ovarium ditemukan pada stadium lanjut, dengan harapan hidup sekitar 5%hingga 50%. Human Epidermal Receptor-2 (HER-2) merupakan epidermal growth factor receptor yang terdapat pada permukaan sel ovarium. Interaksi HER-2 dengan antibodi monoklonal (mAb) adalah salah satu pendekatan untuk diagnosis dikaitkan dengan kespesifikan interaksinya yang lebih terarah mencapai target molekul. Trastuzumab merupakan humanized antibodi monoklonal yang rangkaian asam aminonya mirip dengan rangkaian asam amino antibodi manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi afinitas pengikatan antara mAb (trastuzumab) dan reseptor HER-2 yang diekspresikan tumor ganas ovarium. Hasil penelitian ini akan menjadi dasar untuk penggunaan trastuzumab sebagai molekul pembawa senyawa pengontras pada prosdur Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk tumor ganas ovarium yang target spesifik. Penelitian ini merupakan studi deskriptif untuk penandaan trastuzumab dan studi analitik korelasional dengan rancangan eksperimental untuk menilai interaksi trastuzumab dengan reseptor HER-2 yang diekspresikan cell-line tumor ganas ovarium. Cell-line tumor ganas ovarium SKOV-3 yang didapat dari LAPTIAB-BBPT, diberikan sejumlah trastuzumab yang telah ditandai dengan 125I. Selanjutnya, dilakukan penentuan interaksi trastuzumab dengan HER-2 secara in vitro menggunakan formula Scatchard. Hasil analisis interaksi memberikan nilai maksimum binding capacity, Bmax dan konstanta disosiasi, Kd berturut-turut adalah 4 x 10-7M dan 9,17 x 10-9M yang menunjukkan adanya afinitas pengikatan yang kuat antara trastuzumab dengan HER-2 yang diekspresikan tumor ganas ovarium.
Simulasi Doking Antibodi Monoklonal Chimeric dan Humanized dengan Reseptor HER-1 dan HER-2 Rustaman, Rustaman; Mutalib, Abdul; Siregar, Rustam E.; Syukur S., Ukun M.
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.198 KB)

Abstract

In the last decade, cancer treatment get into a new era called targeted therapy for cancer. Monoclonal antibody (mAb) is one of the targeted therapy agents and belongs to a part of passive immunotherapy. The aim of this study is to predict the relative strength of binding affinity for several monoclonal antibodies binding to HER-1 and HER-2 receptors by calculating dissociation constants, evaluating  a dominant interaction of the complexes, and predict the reactivity of HER-1 and HER-2 according to potential electrostatic map. Structures of the complexes of mAB (cetuximab and nimotuzumab) with HER-1 and anti-HER-2 (trastuzumab and petuzumab) with HER-2 was generated by docking simulation which combine three docking protocols (ZDOCK, ZRANK, and RDOCK). Filtering the initial docked poses with CDR’s (Complementarity Determining Regions) residues of antibody and the binding site of residues was done to narrow the resulted poses. The result of this study show that generally, the interaction between chimeric and humanized monoclonal antibodies with HER-1 present polar-polar interaction from lysine, asparagin, serin, arginin, and glutamin amino acids, and both of mAb interacted with domain III of HER-1, whereas, interaction between humanized monoclonal antibodies with HER‑2 was dominated by  polar-polar interaction from aspartic acid, glutamic acid, glutamin, and lysin amino acids with domain II and IV of HER-2.*****Pada dekade terakhir, pengobatan kanker memasuki era baru yang disebut terapi kanker terarah. Antibodi monoklonal (mAb) adalah salah satu jenis obat terapi terarah yang merupakan bentuk pasif dari imunoterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi kekuatan relatif afinitas pengikatan kompleks-kompleks yang terbentuk dari hasil simulasi doking dengan menghitung tetapan disosiasinya, menginventarisasi jenis-jenis interaksi yang dominan, dan memprediksi reaktifitas HER-1 dan HER-2 berdasarkan pemetaan potensial elektrostatik molekul. Struktur kompleks tiga dimensi kompleks antibodi monoklonal anti-HER-1 (cetuximab dan nimotuzumab) dengan reseptor HER-1 dan antibodi monoklonal anti-HER‑2 (trastuzumab dan pertuzumab) dengan reseptor HER-2 ditentukan menggunakan metode doking protein-protein yang mengkombinasikan antara protokol pencarian ZDOCK dan fungsi skor ZRANK, serta protokol perbaikan pose RDOCK. Penyaringan hasil pose dilakukan berdasarkan sekuen asam-amino di daerah CDR (Complementarity Determining regions) dari antibodi dan sisi binding dari reseptor. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa secara umum interaksi antara antibodi monoklonal chimeric dan humanized dengan HER-1 digambarkan oleh interaksi polar-polar dari asam-asam amino lisin, asparagin, serin, arginin, dan glutamin serta keduanya berinteraksi di domain III HER-1, edangkan interaksi antara antibodi monoklonal humanized dengan HER‑2 didominasi oleh interaksi polar-polar dari asam-asam amino aspartat, glutamat, glutamin, dan lisin di domain II dan IV HER-2.
SINTESA 1,2-BIS(FOSFINO) ETANA UNTUK PREPARASI TETROFOSMIN DAN SENYAWA TURUNANNYA Purwoko, Purwoko; Pardede, Ratlan; Maskur, Maskur; Mutalib, Abdul; Hashimoto, K.
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 9 (2006): jurnal PRR 2006
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.886 KB)

Abstract

SINTESA 1,2-BIS(FOSFINO) ETANA UNTUK PREPARASI TETROFOSMIN DAN SENYAWA TURUNANNYA. Senyawa 1,2-bis (fosfino)etana adalah senyawa khelat bidentat sederhana dengan atom fosfor sebagai donor ligan. Telah dilakukan sintesa 1.2bis(fosfino)etana melalui dua tahap: reaksi trietil fosfit dengan 1,2 dibromo etana didapat senyawa tetra etil etilen difosfonat (fosforan), reduksi fosforan dengan LiAlH4 diperoleh senyawa fosfin 1.2- bis(fosfino)etana. Analisa hasil dari setiap tahap reaksi dilakukan dengan mengamati spektrum infra merah, spektrum massa serta kromatografi cairan dan telah diperoleh hasil senyawa fosfin 1,2 bis-(fosfino) etana sebagai starting material dalam sintesa tetrofosmin dan senyawa turunannya dengan kemurnian lebih 98 % dan rendemen sebesar 34%. Kata kunci: 1,2-bis (fosfino)etana, khelat bidentat, sintesa SYNTHESIS OF 1.2-BIS(PHOSPHINO)ETHANE FOR PREPARATION OF TETROFOSMINE AND DEREVATIVES. 1.2-bis(phosphino)ethane is a simple chelate bidentate based on phosphorous as a donor ligands . The 1.2-bis(phosphino)ethane was synthesized through two steps reaction: triethyl phosphite was coupled with dibromo ethane to give tetra ethyl ethylene diphosphonate (phosphorane), the reduction of phosphorane by LiAlH4 gave the phosphine compound 1.2-bis(fosfino)etana. Investigation of the product every steps reaction by observing infra red spectra, as well as mass spectrometric and high performance liquid chromatographic analysis showed that the product was pure phosphine 1,2 bis-(phosphino) ethane as starting material in the synthesis of tetrofosmine and derivatives, the purity more than 98% and yield was around 34 %. Key words: 1.2-bis(phosphino)ethane, chelate bidentate, synthesis.
LOW DOSE RATE (LDR) Ir-192 WIRE SOURCES FOR BRACHYTHERAPY Genka, Tsuguo; Rediatning, Wayan; Mutalib, Abdul
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 2, No 1/2 (1999): JURNAL PRR 1999
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3170.047 KB)

Abstract

SUMBER KAWAT Ir-192 DOSIS RENDAH UNTUK "BRACHYTHERAPY". Makalah ini mengemukakan tinjauan beberapa aspek "afterloading brachytherapy" dengan menggunakan sumber Ir- 192 (kawat) dosis rendah. Beberapa keunggulan Ir-192 dosis rendah dibandingkan dengan dosis tinggi dibahas pula dalam makalah ini. Ditekankan pula bahwa ketepatan kalibrasi radioaktivitas merupakan hal yang sangat penting, serta disarankan untuk menggunakan metode radiokalorimetri sebagai teknik kendali kualitas yang baru. Status Ir-192 "brachytherapy" dosis rendah di Jepang dan di Indonesia juga dikemukakan serta beberapa contoh aplikasi klinisnya. Sebagai penutup, penulis menyimpulkan bahwa produksi Ir-192 dosis rendah mempunyai potensi besar untuk dapat dikembangkan di BATAN dan karena keunggulannya, penggunaan sumber Ir-192 dosis rendah mempunyai peluang yang besar untuk disebarluaskan sesuai dengan minat beberapa rumah sakit di Indonesia. Langkah awal telah dimulai dengan melakukan kerjasama dengan Bagian Radiologi-Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. LOW DOSE RATE (LDR) Ir-192 WIRE SOURCES FOR BRACHYTHERAPY. This article reviews several aspects of afterloading brachytherapy using low dose rate radioactive sources especially Ir-I92 wire sources. The rationale for low dose rate is referred and the advantages of Ir-192 were also considered. The importance of accurate radioactivity calibration is stressed and the radiocalorimetric method is suggested as a new quality control technique. The present status of the low dose rate Ir-192 brachytherapy in Japan is briefly described along with an example of clinical practices in this technique. The status in Indonesia is also quoted by introducing the recent commencement of cooperation between the BATAN and the Hasan Sadikin Hospital, Bandung. As a summary the author appeals the importance of low dose rate brachytherapy using Ir-192 sources which has a potential of development and dissemination with a number of advantageous characteristics for the both production and utilization sectors.
PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI MOLIBDENUM-99 HASIL FISI DENGAN MENGGUNAKAN TARGET FOIL LOGAM Uranium PENGKAYAAN RENDAH Mutalib, Abdul; Vandegrift, G. F.; Conner, C.; Gunawan, Adang Hardi; Lubis, Hotman; Sukmana, Ateng; Purwadi, Bambang; Wisnukaton, Khadarisman; Jatmiko, Diki Tri; Sriyono, Sriyono
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 3, No 1 (2000): JURNAL PRR 2000
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8009.772 KB)

Abstract

PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI MOLIBDENUM-99 HASIL FISI DENGAN MENGGUNAKAN TARGET FOIL LOGAM URANIUM PENGKAYAAN RENDAH. Badan Tenaga Nuklir Nasional dan Argonne National Laboratory dewasa ini sedang melaksanakan kerja sama penelitian dan pengembangan produksi molibdenum-99 dengan menggunakan foil logam uranium pengkayaan rendah. Pembahasan dalam makalah ini lebih difokuskan terhadap hasil kerja sama pengembangan dan penelitian tersebut yang telah dilaksanakan di Pusat Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka. Dalam makalah dijelaskan (1) keberhasilan pemisahan dan pemurnian 99Mo dari target foil logam uranium pengkayaan rendah yang telah diiradiasi di reaktor RSG-GA Siwabesy, dan (2) keberhasilan memodifikasi proses Cintichem. Hasil pengembangan pendahuluan metoda kuantitatif elektrodeposisi cemaran uranium dan plutonium di dalam 99Mo juga akan dijelaskan. DEVELOPMENT OF PRODUCTION PROCESSES OF FISSION PRODUCT MOLYBDENUM-99 USING LEU METAL FOIL TARGETS. A collaboration is underway between Indonesian National Nuclear Energy Agency and Argonne National Laboratory to carry out R&D on the production of molybdenum-99 using LEU (Low Enriched Uranium)-metal foil targets. A review in this paper is focused mainly on the results of laboratory experiments conducted at the Center for Development of Radioisotopes and Radiopharmaceuticals, Serpong. It describes succeses in (1) performing separation and purification of 99Mo in the irradiated LEU-metal foil targets, and (2) modifying Cintichem procedure. A method for quantitatively electrodepositing uranium and plutonium contaminants in the 99Mo is also described.
BINDING AFINITY OF ANTIBODY MONOCLONAL TRASTUZUMAB AND HUMAN EPIDERMAL RECEPTOR TYPE-2 OVEREXPRESSED BY MAGLINAT OVARIUM TUMOR Fiddiyanti, Ilma; Ramli, Martalena; Soetikno, Ristaniah D.; Mutalib, Abdul
Jurnal Sains Materi Indonesia 2012: Desember 2012 - Edisi Khusus
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.834 KB)

Abstract

Malignant ovarian tumor is the fourth most common malignancy in woman and the second most gynecological malignancy next to the endometrial carcinoma. High morbidity and mortality rates of the malignant ovarian tumor are mostly caused by the inability to detect an early stage of this malignancy. Almost 65-70% cases of ovarian tumor are found on later stage, with survival rate of about 5-50%. Human Epidermal Receptor (HER-2) is an epidermal growth factor receptor found on the surface of ovarium cells. Interaction between HER-2 with monoclonal antibody (mAb) has been an approach for diagnosis associated with specific interaction which is more targeted on molecule target. Trastuzumab is a humanized mAb which has amino acid structure similar to that of human mAb amino acid. The aim of this study was to analyse binding affinity of interaction between trastuzumab and HER-2 receptor overexpressed by malignant ovarian tumor. The experiments results would be used as a basic consideration for the use of trastuzumab as molecular carrier for specific targeted contrast agent in Magnetic Resonance Imaging (MRI) procedure for maglinant ovarium tumor. This research covered descriptive study of trastuzumab radiolabeling and experimental design of corellational study to evaluate interaction between trastuzumab and HER-2 overexpressed by malignant ovarium tumor cell-lines. The malignant ovarian tumor cell-lines, SKOV-3 provided by LAPTIAB-BBPT, were treated with 125 Iradiolabeled trastuzumab. The in vitro interaction between trastuzumab and HER-2 was analysed by using Scatchard formula. Analysis result gave the value of maximum binding capacity, Bmax and discotiation constant, Kd were 4x10-7 M and 9,17x10-9 M respectively. It can be concluded that there was a strong interaction between trastuzumab with HER-2 which was expressed by malignant ovarian tumor.Keywords: Malignant ovarian tumor, HER-2, Monoclonal antibody, Trastuzumab, 125I, , Binding affinity.
OPTIMASI KONDISI SPEKTROMETER ALFA DENGAN DETEKTOR ION-IMPLATED SILIKON DI PUSAT PRODUKSI RADIOISOTOP Kadarisman, Kadarisman; Mutalib, Abdul; Gunawan, Adang Hardi; Lubis, Hotman; Lestari, Enny; Mujinah, Mujinah; Hafid, Dadang
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 1, No 1 (1998): Jurnal PRR 1998
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1935.418 KB)

Abstract

OPTIMASI KONDISI SPEKTROMETER ALFA DENGAN DETEKTOR ION­IMPLATED SILIKON DI PUSAT PRODUKSI RADIOISOTOP. Telah dilakukan penetapan kondisi optimum spektrometer alfa yang dibubungkan dengan detektor silikon yang diimplantasi ion dengan standar sumber radiasi alfa campuran 239Pu, 241Am dan 244Cm.Pengamatan meliputi penetapan jarak antara cuplikan dengan detektor, tingkat kevakuman, batas deteksi alat dan penetapan efisiensi pencacahan dari masing-masing radionuklida. Dari percobaan diperoleh hasil kondisi optimum yaitu, jarak antara detektor dengan standar 1- 2 cm, tekanan kevakuman -1050 mbar, batas deteksi 5,1 dpm dan efisiensi pencacahan masing-masing untuk 239Pu (5157 keV) 10.6%, 241Am(5486 keV) 10,3% dan 244Cm(5805 keV) 9,9%. OPTIMIZATION OF ALPHA SPECTROMETER COUPLED TO ION-IMPLANTED SILICON DETECTOR IN RADIOISOTOPE PRODUCTION CENTER. The optimization of alpha spectrometer coupled to an ion-implanted silicon detector was carried out using an alpha radiation mixed standard source containing radionuclides of 239Pu, 241Am and 244Cm. This experiment involved the determination of the optimum distance between a radiation source and the detector surface, the pressure of the vacuum chamber, and the detection limit and the efficiency of the detector. The results show that the optimum distance between the radiation source and the detector is 1-2 cm; the pressure is -1050 mbar; the detection limit is 5.1 dpm, and the efficiencies for 239Pu ( 5157 keV), 24lAm (5486 keV) and 244Cm(5805 keV) are 10.6%, 10.3% and 9.9%, respectively.
Co-Authors . Sulaeman Adang H G Adang Hardi Gunawan Agus Ariyanto Aloma Karo Karo Anas Subarnas Anni Anggraeni, Anni Anung Pujiyanto ARDIYATNO, CAHYA NOVA Ari Handayani Ateng Sukmana Bambang Purwadi Basuki Hidayat C, Sutriyo C. Conner Canti Besari Dadang Hafid Diki Tri Jatmiko Eli Halimah, Eli Endang Sarmini Enny Lestari Fauzia, Retna Putri Fikri, Fauzan G. F. Vandegrift Gina Mondrida Harimukti Wandebori Hendrati, Diana Herlan S, Herlan Herlina Herlina Herman Herman Herry Sastramihardja, Herry Hotman Lubis Husein H. Bahti Ilma Fiddiyamti Ilma Fiddiyanti Johan S. Masjhur, Johan S. Joshita Djajadisastra, Joshita Jutti Levita K. Hashimoto Kadarisman Kadarisman Kamal, Elvan Karyadi Karyadi Khadarisman Wisnukaton KUSUMAWARDANI, ARINA L, Indrarini L, Rien Martalena Ramli MASJHUR, JOHAN Maskur Maskur mr Karyadi, mr Mrs Sutari, Mrs mrs Triningsih, mrs Muchtaridi Muchtaridi, Muchtaridi Muhammad Yusuf Muhayatun . Mujamilah Mujamilah Mujinah Mujinah Nafisah, Zuhrotun NAWAWI, AS' ARI Nawawi, Asari Nur Rahmah Hidayati, Nur Rahmah Pertiwi, Ratih Dyah Pratiwi, Megasari Purwoko Purwoko Ratlan Pardede Ratu Ralna Ismuha Ridwan Ridwan Rien Ritawidya Ristaniah D. Soetikno Rohadi Awaludin Rustam E. Siregar Rustaman Rustaman S, Rista A Saptarini, Nyi M. Sastyarina, Yurika Slamet Ibrahim Sodjanaatmadja, Ukun M. S. Soedjanaatmadja, Ukun Soedjanaatmadja, Ukun M.S. Sri Aguswarini Sri Setyowati Sriyono Sriyono Stepanus Massora, Stepanus SUBUR, HAMMAD SUDARYANTO SUDARYANTO Suharmadi Suharmadi Sulaiman Sulaiman Sumiwi, Sri A. Susanto Imam Rahayu Susyati Susyati, Susyati Sutisna Sutisna Titis Sekar Humani Tsuguo Genka Ukun M. Syukur S. Veronika Yulianti Susilo Wahyudianingsih, Wahyudianingsih Wayan Rediatning Widyastuti Widjaksana Y, Iyus M