Akhmad Mustofa
University of Slamet Riyadi (UNISRI), Jl. Sumpah Pemuda, No. 18, Joglo, Surakarta. Central Java, Indonesia, Tel. +62-271-7013199, 856879, Fax.: +62-271-854670 Bioscience Program, School of Graduates, Sebelas Maret University, Surakarta 57126, Centr

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PASIEN TERHADAP DIMENSI MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG Mustofa, Akhmad
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit PKIJ Muhammadiyah Temanggung mempunyai misi yaitu memberikan pelayanan kesehatan optimal berkualitas berdasarkan profesionalisme dan akhlaqul karimah.Penelitian ini bertuiuan untuk mengetahui hubungan antar persepsi responden terhadap dimensi mutu pelayanan keperawatan (wujud nyata, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati) dengan kepuasan pasien.Rancangan penelitian yang dipakai adalah cross sectional dan merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian dengan jumlah responden 30 orang. Data diolah menggunakan statistic deskiptif kemudian dianalisis secara non parametric menggunakan rumus chi square.Hasil penelitian didapatkan hubungan antara persepsi terhadap dimensi mutu dengan kepuasan sebagai berikut : Dimensi buki nyata didapatkan X2 = 54.762 dengan nitai P = 0.000, dimensi keandalan didapatkan xz =9.542 dengan nilai P = 0.049, dimensi ketanggapan didapatkan X= 15.696 dengan nilai P = 0.003, dimensi jaminan didapatkan X=16,875 dengan nilai P = 0.019. Kelima dimensi tersebut nempunyai P<0.05 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi pasien terhadap mutu pelayanan dengan kepuasan pasien.Kata kunci : Persepsi, Kepuasan, Mutu Pelayanan Keperawatan
Pengaruh latihan Kegel Terhadap Frekuensi lnkontinensia Urine Pada Lansia di Panti Wreda Pucang Gading Semarang Mustofa, Akhmad; Widyaningsih, Wahyu
FIKkeS Vol 2, No 2 (2009): Keperawatan, Kesehatan, dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan kegel adalah latihan yang digunakan untuk memperkuat otot dasar panggul dengan cara mengkontraksikan rectum dan uretra yang ditahan selama 3 - 5 detik kemudian merelaksasikannya, dan ini diulangi sebanyak l0 kali selama 4 minggu. Kontraksi otat dasar panggul yang melemah dapat menyebabkan inkontinensia urine, dimana ini merupakansalah satu masalah yang dialami lansia dan perlu mendapatkan perhatian khusus seiring dengan meningkatnya populasi lansia di indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan kegel terhadap frekuensi inkontinensia urine pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental dengan rancangan "Time Series Design" yang dilakukan pada 24 orang responden, untuk mengetahui pengaruh latihan kegel terhadap frekuensi inkontinensia urine pada lansia.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa setelah dilakukan latihan kegel terjadi penurunan frekuensi inkotinensia urine sebesar 21,6 % dari 10,043 kali menjadi 7,871 kali. Dari hasil uji T-dependent test didapatkan nilai p sebesar 0,000 sehingga ada pengaruh latihan kegel terhadap frekuensi inkontinensia urin pada lansia di PantiWreda Pucang Gading Semarang.Hasil penelitian tersebut mengindikasikan perlunya latihan kegel secara teratur dalam waktu yang relatif lama untuk mengetahui pengaruh latihan kegel terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin.Kata kunci : Latihan Kegel, Frekuensi lnkontinensia Urine, Lansia.
Activity of Zymomonas mobilis on ethanol products made of cashew nut apple (Anacardium occidentale) with different sources of nitrogen MUSTOFA, AKHMAD; *, SURANTO
Nusantara Bioscience Vol 1, No 3 (2009): Nusantara Bioscience
Publisher : “Bioscience Community”, School of Graduates, Sebelas Maret University, Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mustofa A, Suranto. 2009. Activity of Zymomonas mobilis on ethanol production made of cashew nut apple (Anacardiumoccidentale) with different sources of nitrogen. Nusantara Bioscience 1: 105-109. This research is aimed at identifying Zymomonasmobilis in producing ethanol through batch fermentation process (in 24, 48 and 72 hours) using cashewnut apple extract (red, green andyellow variety) and urea, ammonium sulphate, extract of green peanut sprout and extract koro (Mucuna pruriens) as sources of nitrogen.The research showed that green cashewnut extract with ammonium sulphate in 24 hours of fermentation produced ethanol in optimumresult. This treatment had pH of 5.87, 7.64 g/100 mL of sugar (with 48.44% of consumption), 8.0x107 amount of bacterium (μ = 0.154)and production of ethanol equal to 33.02 g/L (Ye = 90.19%).
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PASIEN TERHADAP DIMENSI MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG Mustofa, Akhmad
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit PKIJ Muhammadiyah Temanggung mempunyai misi yaitu memberikan pelayanan kesehatan optimal berkualitas berdasarkan profesionalisme dan akhlaqul karimah.Penelitian ini bertuiuan untuk mengetahui hubungan antar persepsi responden terhadap dimensi mutu pelayanan keperawatan (wujud nyata, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati) dengan kepuasan pasien.Rancangan penelitian yang dipakai adalah cross sectional dan merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian dengan jumlah responden 30 orang. Data diolah menggunakan statistic deskiptif kemudian dianalisis secara non parametric menggunakan rumus chi square.Hasil penelitian didapatkan hubungan antara persepsi terhadap dimensi mutu dengan kepuasan sebagai berikut : Dimensi buki nyata didapatkan X2 = 54.762 dengan nitai P = 0.000, dimensi keandalan didapatkan xz =9.542 dengan nilai P = 0.049, dimensi ketanggapan didapatkan X= 15.696 dengan nilai P = 0.003, dimensi jaminan didapatkan X=16,875 dengan nilai P = 0.019. Kelima dimensi tersebut nempunyai P<0.05 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi pasien terhadap mutu pelayanan dengan kepuasan pasien.Kata kunci : Persepsi, Kepuasan, Mutu Pelayanan Keperawatan
Pengaruh latihan Kegel Terhadap Frekuensi lnkontinensia Urine Pada Lansia di Panti Wreda Pucang Gading Semarang Mustofa, Akhmad; Widyaningsih, Wahyu
FIKkeS Vol 2, No 2 (2009): Keperawatan, Kesehatan, dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan kegel adalah latihan yang digunakan untuk memperkuat otot dasar panggul dengan cara mengkontraksikan rectum dan uretra yang ditahan selama 3 - 5 detik kemudian merelaksasikannya, dan ini diulangi sebanyak l0 kali selama 4 minggu. Kontraksi otat dasar panggul yang melemah dapat menyebabkan inkontinensia urine, dimana ini merupakansalah satu masalah yang dialami lansia dan perlu mendapatkan perhatian khusus seiring dengan meningkatnya populasi lansia di indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan kegel terhadap frekuensi inkontinensia urine pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental dengan rancangan "Time Series Design" yang dilakukan pada 24 orang responden, untuk mengetahui pengaruh latihan kegel terhadap frekuensi inkontinensia urine pada lansia.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa setelah dilakukan latihan kegel terjadi penurunan frekuensi inkotinensia urine sebesar 21,6 % dari 10,043 kali menjadi 7,871 kali. Dari hasil uji T-dependent test didapatkan nilai p sebesar 0,000 sehingga ada pengaruh latihan kegel terhadap frekuensi inkontinensia urin pada lansia di PantiWreda Pucang Gading Semarang.Hasil penelitian tersebut mengindikasikan perlunya latihan kegel secara teratur dalam waktu yang relatif lama untuk mengetahui pengaruh latihan kegel terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin.Kata kunci : Latihan Kegel, Frekuensi lnkontinensia Urine, Lansia.
Stabilitas Ekstrak Antosianin Beras Ketan (Oryza sativa var. glutinosa) Hitam selama Proses Pemanasan dan Penyimpanan Suhartatik, Nanik; Karyantina, Merkuria; Mustofa, Akhmad; Cahyanto, Muhammad Nur; Raharjo, Sri; Rahayu, Endang Sutriswati
Agritech Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.9533

Abstract

anthocyanin pigments are responsible for the red, blue, and purple colour in crop produces such as fruits, vegetables, rice, and flowers. This bioactive compound has been developed for natural colorants in food products, especially functional foods. The aims of this research were to study the stability of anthocyanin and its colour during heating in various temperatures and during storage under different conditions. The results showed that the higher the heating temperature and the longer the heating time, the higher degradation of anthocyanin. Except for anthocyanin extract heated below 50 c for not more than 15 min, it has increased the anthocyanin stability. antioxidant activities (% RSa, radical scavenging activity and fRaP value, Ferrous Radical Activity Power) decreased after the extract were heated at 70c. Extracts stored at room temperature with neutral solution (pH 7.0) have decreased their level of anthocyanin from 25 to 1.87 mg/100 mL. Storage at low temperature had not reduced significantly their anthocyanin concentration. ABSTRAKAntosianin sebagai senyawa yang menyebabkan timbulnya warna merah, biru, dan ungu pada padi, buah, sayuran, dan produk hortikultura lainnya, sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan pewarna alami pada produk pangan fungsional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari stabilitas dan warna ekstrak antosianin dari beras ketan hitam selama proses pemanasan dan penyimpanan. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pemanasan dan semakin lama waktu pemanasan, menyebabkan kerusakan antosianin semakin banyak. Kecuali pada pemanasan <50 c tidak lebih dari 15 menit yang dapat meningkatkan kestabilan antosianin. aktivitas antioksidan (% RSa, radical scavenging activity dan nilai fRaP, Ferrous radical Activity Power) mengalami penurunan setelah dipanaskan pada suhu 70 oc. Penyimpanan pada suhu kamar dan pH 7,0 dapat menurunkan kadar antosianin ekstrak dari 25 menjadi 1,87 mg/100 mL. Sedangkan penyimpanan pada suhu rendah tidak menyebabkan perubahan kadar antosianin yang berarti.
POTENSI PRODUKSI BIOETANOL DARI BUAH SEMU JAMBU METE (Anacardium occidantale L.) Mustofa, Akhmad
Joglo Vol 22, No 1 (2010): Joglo
Publisher : Joglo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Changing the status of Indonesia's oil-exporting countries to be oil importing countries was certainly a heavy burden on the state budget. Search new fuel source that could produce by the nation itself becomes a necessity. Cashewnut apple fruit production was very abundant in Indonesia. It was about 2,250,180 tons per year and most just become garbage. This fruit had a huge potential to be used as bio-ethanol. When 10% of the fruit could be used as bio-ethanol will be obtained for 225,180 tonnes of bioethanol annually.Keyword : Cashewnut apple fruit, bioethanol
KARAKTERISTIK KIMIAWI MIE KERING DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) DAN EKSTRAK BIT (Beta vulgaris L) DENGAN BERBAGAI PERLAKUAN PENDAHULUAN MUSTOFA, AKHMAD; WIDANTI, YANNIE ASRIE
Jurnal Sagu Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Sagu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Noodles is one of the favorite foods in Indonesia. This condition is due to the practicality in processing thenoodles so that anyone does not take long to cook it and can be served in various variations. Therefore itneeds an innovation to make dry noodles with other useful compounds such as antioxidants so that the drynoodle can be more healthful for the consumers. The research was done by factorial completely randomizeddesign experiment, ie pre treatment of red beans and the amount of beet extracts added. The results showedthat the best results was found when using pre treatment boiling for red beans for 90 minutes and the additionof 50% beet extract for making dry noodles. This treatment produced dry noodles with phytic acid of 0.398%,acid number of 0.291 mg KOH / g of oil and antioxidant activity of 42.188%.
Stabilitas Minuman Isotonik Antosianin Beras Ketan Hitam dengan Senyawa Kopigmentasi Ekstrak Bunga Belimbing (Averrhoa carambola) Suhartatik, Nanik; Mustofa, Akhmad
Agritech Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.15395

Abstract

Anthocyanin is a bioactive component which give basic color of red, purple, and blue to blackish foodstuffs. So, the anthocyanin could be developed as a natural pigment in foodstuffs, but it is unstable. Several studies have been conducted to improve its stability in the food system. The purpose of this study was to analyze the stability of anthocyanin in isotonic beverages as food system with the addition of copigmentation compound derived from star fruit flower extract. The stability of the isotonic beverage was tested at some heating temperatures and storage periods. Isotonic drink were formulated using anthocyanin extracted from glutinous rice flour. Isotonic beverages consist of sucrose, fructose, sodium benzoate, citric acid, KCl, and K2PO4 which were regulated containing anthocyanin equivalent to 25 mg/L. Added ingredients to increase the stability of anthocyanin in isotonic drinks was 5% star-fruit flower extract. During storage, the phenolic content, anthocyanin, and antioxidant activity of isotonic beverages were observed. The results showed that heating process declined the anthocyanin content significantly, from 25 mg/L to 2.82 mg/L. Decreased level of anthocyanin also occurred during storage. Heating at 50, 65, and 70 °C gave no significant difference of phenol content. Similar to its ability to capture DPPH radicals (% RSA DPPH, radical scavenging activity 2.2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Increasing the temperature from 50 to 70 °C would increase the stability of anthocyanin, total phenolic, and also the antioxidant activity. Meanwhile, storage would decrease the anthocyanin content but increase the phenolic content and the antioxidant activity. ABSTRAKAntosianin merupakan komponen bioaktif dan warna dasar bahan makanan yang berwarna merah, ungu, biru hingga kehitaman. Antosianin berpotensi dikembangkan sebagai pewarna alami untuk makanan, akan tetapi pigmen ini bersifat tidak stabil. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan stabilitasnya dalam sistem pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis stabilitas antosianin dalam minuman isotonik sebagai sistem pangan dengan penambahan senyawa kopigmentasi yang berasal dari ekstrak bunga belimbing. Stabilitas minuman isotonik diuji pada beberapa suhu pemanasan dan periode penyimpanan. Minuman isotonik diformulasikan menggunakan antosianin hasil ekstraksi dari tepung beras ketan hitam. Minuman isotonik terdiri dari sukrosa, fruktosa, Na-benzoat, asam sitrat, KCl, dan K2PO4 yang diatur mengandung antosianin setara dengan 25 mg/L. Bahan yang ditambahkan untuk meningkatkan stabilitas antosianin pada minuman isotonik adalah ekstrak bunga maya (belimbing) 5%. Selama penyimpanan diamati kadar fenolik, kadar antosianin, dan aktivitas antioksidan dari minuman isotonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemanasan menyebabkan penurunan yang signifikan dari kadar antosianin, dari semula 25 mg/L menjadi hanya 2,82 mg/L saja. Penurunan kadar antosianin terjadi juga selama penyimpanan. Perlakuan suhu 50, 65, dan 70 °C memberikan perbedaan kadar fenolik yang tidak signifikan. Begitu pula dengan kemampuannya untuk menangkap radikal DPPH (% RSA DPPH, radical scavenging activity 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Kenaikan suhu dari 50 menjadi 70 °C, meningkatkan stabilitas antosianin, meningkatkan kadar fenolik, dan aktivitas antioksidannya. Sementara proses penyimpanan membuat kadar antosianin semakin menurun dan meningkatkan kadar fenolik serta aktivitas antioksidannya.
PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale var Amarum) DAN EKSTRAK KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria) PADA PEMBUATAN TELUR ASIN DENGAN VARIASI LAMA PEMERAMAN Wibowo, Diky Gusnanto; Widanti, Yannie Asrie; Mustofa, Akhmad
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Pertanian (Teta)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.987 KB)

Abstract

Salted eggs is eggs preserved by marinated. The use of ginger extract in the salting solution can increase lipase enzyme activity that can decrease the fat content. The addition of white turmeric in foodstuffs can maintain its freshness and nutritional value, increase its palatability and to prolong the shelf-life. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 2 factors. The first factor was the ratio of ginger extract and turmeric extract (100 mL : 50 mL, 75 mL : 75 mL , and 50 mL : 100 mL) while the second factor was the duration of curing time (7, 14, and 20 days). The purpose of this study was to produce salted egg that have favored by consumers. The optimum result of this research was salted egg with 100 mL ginger extract, 50 mL turmeric extract, and 14 days of  curing. Chemical characteristics of egg yolk: water (34.18%), fat (26.13%), peroxide number (6.03%), free fatty acid (FFA) (0.16%), and pH (6,1).The sensory characteristics of egg yolk: color (3.84), texture (3.84), ginger flavor (3.84), turmeric flavor (3.16), and overall preferences of panelists (4.68).Chemical characteristics of egg white: water (82.39%), fat (0.076%), peroxide number (0.791%), free fatty acid (FFA) (0.16%), and pH (8.45 %).The sensory characteristic of egg white: color (3.84), texture (3.84), ginger flavor (3), turmeric flavor (3.16), and overall favor of panelist (3.84).Keywords: ginger, long curing, salted egg, turmeric.