Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS KADAR LOGAM BERAT PADA SUNGAI DI JAWA TENGAH

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kadar cemaran logam berat pada sedimen air sungai di Jawa Tengah (Kaligarang, Juwana, Bengawan Solo, Kali Agung, Kali Banger). Sampel penelitian berupa sedimen sungai. Sampel diuji kadar logam berat (Hg, Cd, Cu, Cr, Zn, Pb). Uji kadar logam berat dilakukan dengan menggunakan metode Mercury analycer (Hg) dan AtomicAbsorptionSpectroscopy (Cd, Cu, Cr, Zn, Pb). Hasil pengujian menunjukkan, kadar logam tertinggi adalah Zn dan Cu. Kadar logam Zn dari sumber cemaran industri makanan, farmasi, rumah tangga, peleburan timah, pembuangan oli, limbah minyak dan limbah batik secara berturut-turut sebesar 254,12 ppm; 211,65 ppm; 151,56 ppm; 112,02 ppm; 124,65 ppm; 127,42 ppm dan 133,417 ppm. Kadar logam Cu dari sumber cemaran yang sama selain limbah farmasi berturut-turut sebesar 49,78 ppm; 30,77 ppm; 30,01 ppm; 27,98 ppm; 16,20 ppm dan 25,70 ppm. Untuk industri farmasi, kadar logam tertinggi kedua adalah Pb yaitu sebesar 57,40 ppm. Disimpulkan bahwa dari semua jenis sumber cemaran yang masuk ke badan air sungai sebagian besar mengandung logam Zn dan Cu. Secara keseluruhan kadar Hg, Cd, Cu, Zn, Cr, dan Pb cukup tinggi. Perairan sungai dalam penelitian ini, pada saat pengamatan menerima masukan limbah yang mengandung Zn lebih banyak dibandingkan logam lain.

POTENSI KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG SEBAGAI SENTRA PERTANIAN ORGANIK MELALUI KEGIATAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT KELOMPOK WANITA TANI

Jurnal Abdimas Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Gunungpati Semarang memiliki potensi untuk menjadi sentra pertanian kebun buah dan sayur organik salah satunya melalui kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT). Namun selama ini, kegiatan yang ada di KWT dan hasil pertanian belum optimal. Hal ini dikarenakan belum efektifnya penataan tanaman di kebun pekarangan rumah, masih ada lahan kebun yang kosong belum dimanfaatkan, belum ada pembukuan kegiatan dan manajemen penjualan hasil pertanian, masih rendah difersifikasi hasil pertanian menjadi produk bernilai jual tinggi, dan minimnya pengetahuan dan sarana pembuatan pupuk kompos dari limbah organik di lingkungan sekitar sebagai upaya meminimalisir pengeluaran untuk kebutuhan pupuk. Berdasarkan permasalahan tersebut, iptek bagi masyarakat (IbM) melalui program pengabdian masyarakat dilakukan dengan cara pemberian pengetahuan dan keterampilan di bidang optimalisasi lahan, pembukuan dan manajemen hasil pertanian, difersifikasi jahe menjadi minuman jahe instan, dan pembuatan pupuk kompos. Luaran yang dihasilkan adalah peningkatan keterampilan anggota KWT dalam optimalisasi lahan untuk pertanian organik, terampil dalam mengolah jahe menjadi minuman jahe instan, membuat pupuk organik, serta kompeten dalam pembukuan dan manajemen penjualan hasil pertanian.

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA SMEDIG MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA TINGKAT SMA

Journal of Biology Education Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi sistem reproduksi manusia memiliki karakteristik dengan banyaknya proses yang panjang. Observasi dan wawancara yang dilakukan di SMA N 1 Kendal, SMA N 2 Kendal dan SMA Pondok Modern Selamat menunjukkan bahwa buku yang menjadi sumber belajar belum dapat menjelaskan proses panjang tersebut. Pembelajaran web-browsing yang dilakukan guru beresiko terhadap penyalahgunaan akses yang mengarah pada pornografi. Sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai tapi belum termanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia yang layak dan efektif pada materi sistem reproduksi. Multimedia yang dikembangkan adalah Science Multimedia Inquiry and Game (SMEDIG). Multimedia SMEDIG mengadaptasi sintaks pembelajaran guided inquiry dan dikombinasikan dengan education game. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Uji coba produk dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kendal. Penelitian ini menghasilkan produk multimedia SMEDIG yang layak dan efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan oleh tercapainya indikator kelayakan dan keefektifan multimedia SMEDIG. Persentase aktivitas klasikal peserta didik mencapai 83,75% dengan kriteria sangat aktif dan rata-rata ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik mencapai 95,6%, sehingga dapat disimpulkan bahwa multimedia SMEDIG yang dikembangkan layak dan efektif diterapkan dalam pembelajaran Human reproductive system has many characteristics with length process. Observations and interviews at SMA N 1 Kendal, SMAN 2 Kendal and SMA Pondok Modern Selamat showed  that books became learning sources have not been able to illustrate such a long process. Web-browsing learning system was risky of unauthorized access that lead to pornography. The school has adequate facilities and infrastructure but has not been utilized optimally. This study aimed to develop a feasible and effective multimedia of human reproduktive systems. Multimedia that is developed is a multimedia was Science Multimedia Inquiry and Game (SMEDIG).  SMEDIG adapts the syntax of guided inquiry learning and combined with education games. The product was tested at SMAN 2 Kendal. This research used Research and Development method. This study provides a product of learning media in the form of multimedia SMEDIG which is feasible and effective to be applied in learning process. This was proven by the achievement indicators of the feasibility and the effectiveness of multimedia SMEDIG. The percentage of learners’ classical activity reached 83.75% with criteria very active and the average of classical completeness learning outcomes of students reached 95.6%, it be concluded that multimedia SMEDIG which develop feasible and effective to be applied in learning process.  

PENGARUH MODEL THINK-PAIR-SHARE (TPS) TERINTEGRASI MIND MAPPING TERHADAP KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA

Journal of Biology Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan model TPS terintegrasi Mind mapping terhadap kreativitas dan hasil belajar siswa materi Archaebacteria dan Eubacteria di MAN 2 Brebes pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016. Metode penelitian yang digunakan Quasi Experiment dengan desain Noneequivalent Control Group Pretest-Postest Design. Sampel penelitian yang digunakan adalah kelas X MIA 3 berjumlah 38 siswa sebagai kelas kontrol yang dan X MIA 4 berjumlah 32 siswa sebagai kelas eksperimen diambil dengan teknik Purposive Sampling. Prosedur penelitian meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tugas, tes, dan angket. Data kreativitas berupa hasil observasi dan hasil Mind mapping yang dibuat siswa. Hasil belajar kognitif diperoleh dari peningkatan nilai Pre-test dan Post-test. Hasil perhitungan kreativitas menunjukkan bahwa kelas eksperimen mencapai kriteria kreatif sedangkan kelas kontrol kurang kreatif. Analisis untuk mengetahui pengaruh model terhadap kreativitas dan hasil belajar dilakukan dengan uji Independent Samples t Test. Hasil uji t data kreativitas siswa menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol yang menggunakan model konvensional dengan kelas eksperimen yang menggunakan model TPS. N-Gain kedua kelas juga terbukti berbeda signifikan. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model TPS terintegrasi Mind mapping berpengaruh terhadap kreativitas dan hasil belajar siswa materi Archaebacteria dan Eubacteria. This research aimed to discover the effect of applyingTPS model integrated with Mind mapping to the students’ creativity and learning achievement inArchaebacteria and Eubacteria subject in MAN 2 Brebes in the first semester inthe academic year 2015/2016. It appliedthe Quasi Experiment with Noneequivalent Control Group Pretest-Postest Design. The sample of the researchused were38 students of X MIA 3 as the class control and 32 students of X MIA 4 as the experimental classby applying Purposive Sampling technique. The procedure of the research included the steps of preparing, conductingandfinishing. The technique to collect the data was done by observation, assignments, tests, and questionnaire. The data of creativity was presented as the observation result and Mind mapping resultmade by the students. The result of cognitive learning was gained by from the improvementon the score in Pre-test and Post-test. The result from the creativity counting shows thatthe experimental classachieves the criteria of creativitywhile class control is less creative. The analysis used for discovering the effect of the model to the students’ creativity and learning achievement is done by Independent samples t test. Based on the result of t test, the data of students’ creativity presents a significant difference between class control which applied conventional model and experimental class which applied TPS. Both of the classes’ N-Gain prove a significant difference. Based on the previous discussion, it can be concluded that the application of TPS model which is integrated with Mind mapping effects on the students’ creativity and learning achievement in Archaebacteria dan Eubacteria subject.

MENINGKATKAN NILAI AFEKTIF DAN HASIL BELAJAR MATERI NATURAL PHENOMENA MELALUI MODEL SCIENTIFIC INQUIRY

Journal of Biology Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Application measures of inquiry conducted by teachers who do not meet the basic standards, so that students have trouble doing scientific work skills well. Teachers had not found the right method for learning the material Natural Phenomena. In addition, teachers do not monitor students affective value in a sustainable manner, while the affective value determines the success of student learning. This study aimed to analyze the application of scientific inquiry teaching model can improve student affective value and learning outcomes class VII in SMP N 2 Semarang. This research was classroom action research which consisted of 3 cycles of learning. The sample in this research were class VII D and VII E. Results of the analysis of students affective learning value showed the average scientific interests and attitudes of students  in learning increases in each cycle. Average learning outcomes student of class VII D and VII E on the first cycle of 46,32; second cycle of 49,63; and the third cycle 82,81. Conclusions from this research was the application of scientific inquiry teaching model can increase the value of affective and cognitive learning outcomes matter Natural Phenomena class VII D and E in the Junior High School 2 Semarang Penerapan langkah-langkah inkuiri yang dilakukan oleh guru tidak memenuhi standar yang baku, sehingga siswa kesulitan melakukan ketrampilan bekerja ilmiah dengan baik. Guru belum menemukan metode yang tepat untuk pembelajaran materi Natural Phenomena. Selain itu, guru belum memantau nilai afektif siswa secara berkelanjutan, sedangkan nilai afektif menentukan keberhasilan belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah analisis penerapan model pembelajaran scientific inquiry untuk meningkatkan kemampuan afektif dan hasil belajar siswa kelas VII di SMP N 2 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan kolaborasi antara guru dengan mahasiswa yang terdiri dari 3 siklus pembelajaran. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VII D dan VII E. Hasil analisis nilai afektif siswa terhadap pembelajaran menunjukkan rata-rata minat dan sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran meningkat di setiap siklusnya. Rata-rata hasil belajar siswa kelas VII D dan VII E pada siklus I sebesar 46,32; siklus II 49,63; dan siklus III 82,81.  Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran scientific inquiry dapat meningkatkan nilai afektif dan hasil belajar kognitif materi Natural Phenomena siswa kelas VII D dan E di SMP Negeri 2 Semarang.

PERSEPSI SISWA TERHADAP PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA N 1 PEKALONGAN

Journal of Biology Education Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pekalongan adalah salah satu sekolah yang menerapkan tutor sebaya sebagai metode pembelajaran andalan untuk mensukseskan Ujian Nasional kelas XII. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi yang dimiliki siswa Kelas XII IPA Tahun 2015/2016 terhadap penerapan metode pembelajaran tutor sebaya pada Mata Pelajaran Biologi. Pengambilan data penelitian dengan triangulasi teknik yaitu menggunakan angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data hasil teknik triangulasi dengan model Miles and Huberman. Hasil observasi menggunakan teknik angket dan wawancara menyatakan bahwa pelaksanaan Tutor Sebaya Biologi sudah baik dan mendukung adanya gambaran positif yang dimiliki siswa. Hasil data dokumentasi mendukung persepsi positif yang dimiliki siswa. Kesimpulannya adalah siswa kelas XII memiliki persepsi positif terhadap penerapan metode pembelajaran tutor sebaya pada Mata Pelajaran Biologi, sehingga penerapan tutor sebaya pada Mata Pelajaran Biologi dapat dijadikan sebagai referensi untuk mata pelajaran lain yang diujikan khusunya di SMA N 1 Pekalongan. SMA 1 (Senior High School 1) Pekalongan has been implementing peer tutoring as the main learning method to improve the students’s National Examination achievement. The purpose of this study was to determine the perception of the XII grade Science student of 2015/2016 academic year on the implementing of peer tutoring as learnig method in Biology subject. Data was collected by triangulation technique using questionnaires, interviews, observation, and documentation. Data was analyzed using Miles and Huberman technique. The result of Observation using technique questionnaires and interviews that the implementation of Peer Tutoring was a good practice and can support the existence of positive envision of student. Similary, the documentation support the high participation of student. It was concluded that XII grade Science students have a positive perception of the implementation of peer tutoring as learning method in Biology Subject, and it was suggested to implement the peer tutoring in other subject Examined Nationally especially in SMA N 1 Pekalongan.

PENERAPAN STRATEGI STORY TELLING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MOLEKULER BERBASIS KOMPETENSI DAN KONSERVASI

Journal of Biology Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembelajaran Biologi Molekular berbasis Kompetensi dan Konservasi menggunakan strategi Paired Story telling with picture untuk mendiskripsikan bentuk pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan nilai-nilai konservasi dalam diri mahasiswa serta mengetahui efektivitasnya. Subyek penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Biologi berjumlah 42 orang angkatan 2013 yang telah menggunakan kurikulum Unnes 2012. Pembelajaran Biologi molekular berbasis kompetensi dan konservasi didiskripsikan sebagai pembelajaran yang mengintegrasikan materi dengan nilai karakter konservasi menggunakan strategi paired storytelling with pictures dengan terlebih dahulu melakukan analisis Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dan pemetaan materi ajar yang memiliki korelasi dengan tema karakter atau nilai-nilai moral dalam konservasi, yang selanjutnya dirumuskan indikator pencapaian SK, KD dengan menyertakan kualitas nilai-nilai konservasi. Pembelajaran yang dilakukan efektif dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter dalam diri mahasiswa dengan indikator: (1) hasil penilaian diri (self assessment) 94,07% mahasiswa setuju dan sangat setuju dengan pernyataan tentang nilai karakter yang ada, (2) kemampuan komunikasi lisan mahasiswa dalam storytelling with picture70% mahasiswa memiliki performance sangat baik dan baik, dan (3) tanggapan mahasiswa terhadap pelaksanaan pembelajaran 97% mahasiswa berpendapat bahwa strategi pairedstory telling with pictures melatih kemampuan mahasiswa mengamati dan menganalisis gambar dan menceritakan kembali kepada teman secara tertulis maupun lisan. Molecular Biology and conservation competency-based described as learning that integrates the material with the character of the conservation value using paired strategy storytelling with pictures by analyzing the standard of competence and basic competence. Subjects in this study were 42 students of Biology Education year 2013 who have used the 2012 Unnes curriculum learning. Further, mapping of teaching materials that have a correlation with the theme of character or moral values in conservation was performed. Then, it indicators was formulated for achievement of standard of competence and basic competence to include the quality of conservation values. The results showed that lessons were effective in growing the value of conservation characters within the student by the indicator: (1) the results of self-assessment (self-assessment) was 94.07% of the students agreed and strongly agreed with the statement on the value of the existing character, (2) oral communication skills of students in storytelling by picture media was 70% of students have a performance very well and good, and (3) the response of students to the implementation of the study was 97% of the students found the strategy paired storytelling by picture media could train the students ability to observe and analyze the image and retell to friends written or orally.

PENGEMBANGAN MODUL HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM BERBANTUAN FLASHCARD UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER CINTA LINGKUNGAN PADA SISWA SMP

Unnes Science Education Journal Vol 2 No 2 (2013): July 2013
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS EDUCATION GAME PADA TEMA ROKOK DAN KESEHATAN

Unnes Science Education Journal Vol 3 No 3 (2014): December 2014
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi di SMP Islam Roudlotus Saidiyyah Semarang menunjukkan bahwa LKS sebagai salah satu bahan ajar yang digunakan belum menunjukkan adanya keterpaduan antara materi biologi dan kimia dan masih berpotensi untuk dikembangkan sehingga membuat siswa lebih tertarik untuk membaca dan mengerjakannya. Sehingga diperlukan LKS yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS berbasis education game pada tema rokok dan kesehatan untuk siswa SMP kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Hasil uji kelayakan dari pakar sebesar 88,06% termasuk dalam kategori sangat layak, uji keefektifan meliputi tingkat ketuntasan klasikal sebesar 90,9% dan persentase keaktifan sebesar 85,16% dengan kriteria sangat aktif, hasil tanggapan siswa dan guru termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa LKS berbasis education game yang telah dikembangkan dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran IPA pada tema rokok dan kesehatan.  The observation result in Islamic Junior High School of Roudlotus Saidiyyah Semarang showed that student worksheet as one of the teaching materials used was had not shown the integration of biological and chemical materials and still potentially to be developed in order that the students were more interested in reading and doing it. So, there was needed student worksheet that able to create fun learning condition. This study aimed to develop of student worksheet based educational game on the theme of cigarette and health for junior high school student class VIII. This study was a Research and Development (R & D). The result of the feasibility test of expert was 88.06 % included in the very feasible category, the effectiveness test included classical completeness rate was 90.9 % and the percentage of activity was 85.16 % with the very active criteria, the result of students’ and teachers’ responses was included in the criteria very well. The result of these study indicated that the student worksheet based educational game which had been developed was stated feasible and effective to be used in science teaching on the theme of cigarette and health.  

Development of Life Skill-Based Learning Instruments: Biotechnology Material in Junior High School

Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 7, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The result of preliminary observations in Empu Tantular Semarang junior high school showed that the learning instruments was still focused on the achievement of cognitive competence. The present study aimed to develop a life skill-based learning instruments of biotechnologi material. Learning instruments including syllabi, lesson plans, worksheets, scale attitudes sheets, and vocational skills assessment sheet, as well as to test its feasibility and effectiveness. This study was Research and Development, whereas the trial product design was a One Shot Case Study pattern. Trials of limited scale and large scale were done in the student of class IX at odd semester of year 2014/2015. The results of the three expert assessment of learning instruments showed very feasible criteria to be used. Inter-rater correlation analyzes were performed using the SPSS16 program which obtained a yield of 0.99. It indicated that the inter-rater reliability was exceptionally high. Classical completeness to the cognitive learning, affective and vocational skills of students of class IX A were 92.1%; 97.4%; 92.1%, respectively. Meanwhile, the results of class IX D were 74.4%; 94.9%; 100%, respectively. The percentage of student who reach the level of adherence to the learning ?61% were 100% in class IX A and 87.2% in class IX D. Therefore, the developed learning instrument was fit to be used and also effectively applied in the Empu Tantular Semarang junior high school. Beside of improving student cognitive competence in Empu Tantular Semarang junior high school, development of life skill-based learning instruments can also provide knowledge and skills that can be used so that students can make a positive contribution in later life as a member of the family and society.Hasil Observasi awal di SMP Empu Tantular Semarang, menunjukkan perangkat pembelajaran yang diterapkan masih terfokus pada pencapaian kompetensi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran IPA berbasis kecakapan hidup materi bioteknologi yang meliputi silabus, RPP, LKS, dan instrumen penilaian serta menguji kelayakan dan efektivitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Desain uji coba produk menggunakan pola One Shot Case Study. Uji coba skala terbatas dan skala luas dilakukan pada peserta didik kelas IX semester gasal tahun ajaran 2014/2015. Hasil penilaian dari ketiga pakar terhadap silabus, RPP, LKS, lembar skala sikap, dan lembar penilaian kecakapan vokasional mencapai kriteria Very Feasible digunakan. Analisis korelasi inter rater yang dilakukan menggunakan program SPSS16 memperoleh hasil sebesar 0,99. Hal ini menunjukkan bahwa reliabilitas inter rater/antar penilai tergolong sangat tinggi. Ketuntasan klasikal untuk hasil belajar kognitif, afektif dan kecakapan vokasional dari kelas IX A berturut turut 92,1%; 97,4%; 92,1% dan kelas IX D berturut turut 74,4%; 94,9%; 100%. Persentase jumlah anak yang mencapai tingkat keterlaksanaan pembelajaran ? 61% dari kelas IX A sebesar 100% dan kelas IX D sebesar 87,2%.Perangkat pembelajaran yang dikembangkan Very Feasible digunakan dan efektif diterapkan di SMP Empu Tantular Semarang.