. Mustaruddin
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

Management Effectiveness of Southeast Aru Islands Marine Conservation Area Dangeubun, Fernando Dayandri Willem; Wiryawan, Budy; Mustaruddin, .; Purbayanto, Ari
JURNAL MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.242 KB) | DOI: 10.7226/jmht.19.2.119

Abstract

Southeast Aru Islands Marine Conservation Area (SE Aru MCA) has been existed for nearly 21 years, a period that long enough for a timely evaluation about how far improvement of management has been made in the area in question, i.e. whether management has improved situation of local communities and marine resources availability in the area. This study, therefore, aims at assessing management effectiveness and impacts of SE Aru MCA. Results suggest that the MCA, which was originally established as a marine nature reserve (Cagar Alam Laut, CAL) in 1991 and changed status into marine sanctuary in 2009, has not yet produced the expected positive impacts. Assessment using available tools indicated that the management level of SE Aru MCA is at level 1, with percentage of 34.12%, meaning it is still at initiation stage and less effective in terms of management outcomes. Index of conservation area effectiveness with a value of 0.387 shows that the overall conservation area in the 3 categories mentioned above is less effective, therefore conservation effect has not been able to solve area problems. It is concluded that, after more than 20 years exists in the area, few benefits have been produced by SE Aru MCA for local people associated with it and biological resources in it.Keywords: marine sanctuary, conservation, effectiveness, impactDOI: 10.7226/jtfm.19.2.119
KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN PANCING TONDA DI PPP LABUHAN LOMBOK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Gigentika, Soraya; Wisudo, Sugeng Hari; Mustaruddin, .
Buletin PSP Vol 21, No 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.388 KB)

Abstract

Pancing tonda merupakan alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan di PPP Labuhan Lombok. Usaha perikanan pancing tonda tersebut perlu dihitung kelayakan finan-sialnya untuk mengetahui keberlangsungannya di masa yang akan datang. Penelitian ini bertu-juan untuk mengetahui modal awal, biaya produksi, pendapatan serta kelayakan finansial dari usaha perikanan pancing tonda di PPP Labuhan Lombok. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis usaha dan analisis investasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pancing tonda di PPP Labuhan Lombok dioperasikan dengan kapal kayu yang berukuran antara 12-18 GT. Jumlah nelayan dalam satu unit penangkapan pancing tonda tersebut adalah 4-6 orang. Nelayan mengoperasikan pancing tonda di sekitar rumpon. Modal awal yang dibutuhkan untuk usaha pancing tonda di PPP Labuhan Lombok adalah Rp 222.250.000. Biaya produksi yang dikeluarkan untuk setiap trip penangkapan yaitu Rp 58.525.000 per tahun untuk biaya tetap dan Rp 114.889.500 per tahun untuk biaya tidak tetap. Adapun pendapatan yang diperoleh dari kegiatan penangkapan dengan pancing tonda tersebut yaitu Rp 1.242.600.000 per tahun. Usaha perikanan pancing tonda di PPP Labuhan Lombok merupakan usaha perikanan tangkap yang layak untuk dilakukan hingga 10 tahun ke depan.
HUBUNGAN KONDISI SUMBERDAYA IKAN DENGAN PELARANGAN PENGGUNAAN ALAT TANGKAP PUKAT TARIK DI KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN Sajeri, Harlisa; Mustaruddin, .; Nurani, Tri Wiji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.18777

Abstract

Salah satu kebijakan pemerintah Indonesia untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan adalah PERMEN-KP No. 2 tahun 2015 tentang pelarangan alat tangkap pukat hela dan pukat tarik di seluruh wilayah pengelolaan perikanan Indonesia. Kebijakan dikeluarkan karena pukat tarik dianggap merusak habitat sumberdaya ikan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan unit penangkapan ikan pukat tarik, mengukur ikan dominan yang tertangkap dan mengukur kondisi sumberdaya ikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli ? September 2017 di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Analisis data dalam penelitian adalah analisis deskriptif, CPUE, hubungan CPUE dengan upaya penangkapan, serta perhitungan tingkat pemanfaatan. Hasil penelitian menunjukkan alat tangkap pukat tarik saat ini sebanyak 58 kapal berukuran 5-6 GT. Hasil tangkapan mengalami penurunan ukuran dibandingkan 9 tahun yang lalu. CPUE ikan pelagis kecil menurun dari tahun 2008-2014, namun meningkat 55% pada tahun 2015. Nilai MSY ikan pelagis kecil dan demersal sebesar 16844,15 dan 2126,6 ton/tahun dengan upaya optimum adalah 320 dan 274 unit. Tingkat pemanfaatan ikan pelagis kecil dan demersal adalah 66% dan 94% menunjukkan sumberdaya ikan sudah fully exploited. Naiknya CPUE di tahun 2015, maka pelarangan penggunaan pukat tarik secara nyata memang dapat memulihkan sumberdaya ikan.
STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN CAKALANG DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (Skipjack Tuna Fisheries Development Strategy at East Lombok District West Nusa Tenggara Province) Gigentika, Soraya; Wisudo, Sugeng H.; Mustaruddin, .
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 5, No 1 (2014): Marine Fisheries - Mei 2014
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.998 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.1.27-40

Abstract

ABSTRACTEast Lombok District has marine waters area that is transversed by skipjack tuna. This condition makes its production to be the third highest after yellow fin and black marlin. However, there are some conditions related to skipjack tuna fishery in east Lombok District that are necessary to be concerned for its development. Therefore, research on skipjack tuna development strategy in East Lombok District according to its condition in that area is needed to conduct. This research is aimed to formulate skipjack tuna fishing development strategy in East Lombok District. The methodology used in this research are descriptive and SWOT analysis. This study resulting to 7 (seven) alternative strategis for skipjack tuna fisheries development in East Lombok District that are optimizing skipjack tuna utilization, rationalizing the number of skipjack tuna fishing unit, training the fishermen about catch handling, improving fishermen institutional to raise their bargaining position, maximizing market potential for skipjack tuna commodity, and diversifying skipjack tuna processing types.Key words: East Lombok District, skipjack tuna fisheries, strategy of development, SWOT analisys-------ABSTRAKKabupaten Lombok Timur memiliki wilayah perairan laut yang dilalui oleh ruaya ikan cakalang. Hal ini menjadikan ikan cakalang sebagai salah satu sumberdaya ikan dengan produksi terbanyak ketiga setelah ikan madidihang dan setuhuk hitam. Namun, terdapat beberapa kondisi terkait perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur yang perlu dipehatikan. Oleh sebab itu, penelitian mengenai strategi pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur berdasarkan kondisi perikanan cakalang di daerah tersebut perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. Metodologi yan digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis SWOT. Penelitian ini menghasilkan 7 (tujuh) alternatif strategi pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur, yaitu mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya ikan cakalang, merasionalisasikan jumlah unit penangkapan ikan cakalang, memberikan pelatihan kepada nelayan mengenai cara penanganan hasil tangkapan, memperbaiki kelembagaan nelayan untuk meningkatkan posisi tawar nelayan, memaksimalkan potensi pasar komoditi ikan cakalang, serta diversifikasi jenis pengolahan ikan cakalang.Kata kunci: Kabupaten Lombok Timur, perikanan cakalang, strategi pengembangan, analisisSWOT
POLA DINAMIS PENURUNAN HASIL TANGKAPAN UDANG AKIBAT PENGENDAPAN DAN LIMBAH INDUSTRI DI KAWASAN SEGARA ANAKAN (Dynamic Pattern of Degradation of Shrimps Catch as an Effect of Sedimentation and Industrial Waste in Segara Anakan) Mustaruddin, .; Simbolon, Domu; Khotib, Mohammad
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 7, No 2 (2016): Marine Fisheries - November 2016
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.949 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.2.125-136

Abstract

AbstractSegara Anakan, Cilacap Regency is an important marine fisheries producer in Central Java Province, especially for shrimps. The objective of this study were to analyze the production and fishing ground of shrimps, to analyze dynamic patterns of shrimps cat ch affected by sedimentation and  industrial waste in Segara  Anakan, and to develop intervention option to the degradation  of shrimp  catch  as  well.   Some  methods  were  used  in  this  study  such  as  descriptive  method, geographic information system, and dynamic model approach included the test of model structural stability and performance. In  2002?2013, the highest production of shrimps in the Segara Anakan was in 2006 (2263.0 ton) and the lowest was in 2010 (884.7 ton). Fishing ground of shrimp in the Segara  Anakan  already  had high total suspended solid, and also  low contaminated oil and  lead (Pb). Results of dynamic model analysis showed that shrimp catch degraded exponentially along with the increasing of sediment accumulation and industrial waste. Shrimps production in 2013 was 1147.8  tons,  and  might  decrease   43.04  %  to  be  653.8  tons  over  75  years  later  without intervention. If the model was intervenced by fishing open -close system and limited acces fishing ground,  hence  shrimps  catch  showing  stable  around  902.2?929.1  ton  every  year.  While  if  the intervention was conducted by the stopping of industrial waste to Segara Anakan, hence shrimps catch only decrease 13.00 % to be 998.6 tons over 75 years later.Keywords: dynamic model, fishing ground, industrial waste, shrimp catchAbstrakABSTRAKSegara Anakan, Kabupaten Cilacap merupakan basis produksi perikanan laut yang penting di  Provinsi  Jawa  Tengah  terutama  jenis  udang.   Penelitian  ini  bertujuan  menganalisis  kondisi produksi dan daerah penangkapan udang, menganalisis pola dinamis penurunan hasil tangkapan udang  akibat  pengaruh  pengendapan  dan  pembuangan  limbah  industri  di  kawasan  Segara Anakan,  serta  mengembangkan  alternatif  intervensi  secara  modelling  terhadap  penurunan tersebut.  Metode  yang  digunakan  terdiri  dari  metode  deskriptif,  sistem  informasi  geografi, pendekatan  model  dinamis,  serta  uji  kestabilan  struktur  dan  kinerja  model.  Pada  periode  tahun 2002  ?  2013, produksi tertinggi udang terjadi pada tahun 2006 (2263,0 ton) dan terendah terjadi pada tahun 2010 (884,7 ton). Daerah penangkapan udang di kawasan Segara Anakan mempunyai total padatan tersuspensi dan kekeruhan yang tinggi, serta tercemar ring an oleh minyak dan logam timbal. Analisis model dinamis menunjukkan bahwa hasil tangkapan udang cenderung menurun secara eksponensial seiring meningkatnya akumulasi endapan  dan cemaran limbah industri dari waktu  ke  waktu.  Hasil  tangkapan  udang  yang  saat  ini  (tahun  2013)  mencapai  1147,8  ton,  bisa menurun 43,04 % menjadi 653,8 ton setelah 75 tahun kemudian. Bila model tersebut diintervensi dalam  bentuk  penerapan  sistem  open-close  dan  pembatasan  daerah  penangkapan  yang  bisa diakses,  maka  hasil  tangkapan  udang  cenderung  stabil  pada  kisaran  angka  902,2  ?  929,1  ton setiap  tahunnya.   Akan  tetapi  bila  intervensi  dilakukan  dalam  bentuk  penghentian  pembuangan limbah industri ke kawasan Segara  Anakan  dan sekitarnya, maka hasil  tangkapan udang hanya turun 13,00 % (menjadi 998,6 ton) setelah 75 tahun kemudian.Kata kunci: model dinamis, daerah penangkapan, limbah industri, hasil tangkapan udang
Management Effectiveness of Southeast Aru Islands Marine Conservation Area Dangeubun, Fernando Dayandri Willem; Wiryawan, Budy; Mustaruddin, .; Purbayanto, Ari
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.242 KB) | DOI: 10.7226/jtfm.19.2.119

Abstract

Southeast Aru Islands Marine Conservation Area (SE Aru MCA) has been existed for nearly 21 years, a period that long enough for a timely evaluation about how far improvement of management has been made in the area in question, i.e. whether management has improved situation of local communities and marine resources availability in the area. This study, therefore, aims at assessing management effectiveness and impacts of SE Aru MCA. Results suggest that the MCA, which was originally established as a marine nature reserve (Cagar Alam Laut, CAL) in 1991 and changed status into marine sanctuary in 2009, has not yet produced the expected positive impacts. Assessment using available tools indicated that the management level of SE Aru MCA is at level 1, with percentage of 34.12%, meaning it is still at initiation stage and less effective in terms of management outcomes. Index of conservation area effectiveness with a value of 0.387 shows that the overall conservation area in the 3 categories mentioned above is less effective, therefore conservation effect has not been able to solve area problems. It is concluded that, after more than 20 years exists in the area, few benefits have been produced by SE Aru MCA for local people associated with it and biological resources in it.
SELECTION OF KURAU FISHING TECHNOLOGY UNITS Eleutheronema tetradactylum WHICH COMPETITIVE AND SUSTAINABLE Kholis, Muhammad Natsir; Wahju, Ronny I; Mustaruddin, .
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 9, No 2 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v9i2.19288

Abstract

Environmentally friendly fishing technology unit is needed in sustainable fisheries management. The purpose of this study was to determine the fishing technology unit of kurau competitive and sustainable. Data collection was carried out from July to September 2016 in the Coastal Pambang of Bengkalis District of Riau Province, by using the survey method. The analytical data method used is scoring the biological, technical and socioeconomic aspects the fishing technology unit of kurau. Results of research show that combined analysis of biological, technical and socioeconomic aspects have the value of the VA fishing line function (2.48) is higher than the other three fishing gear. Thus, the fishing line is a selected fishing technology unit of kurau competitive and sustainable in the Coastal Pambang Bengkalis District. Keywords: competitive,coastal pambang, fishing technology, kurau fish,sustainable fishing
PERFORMA HASIL TANGKAPAN TUNA DENGAN PANCING TONDA DI SEKITAR RUMPON (Performance Catch of Tuna from Troll Line in Rumpon) Nurani, Tri W; Wahyuningrum, Prihatin I; Mustaruddin, .; Maarif, Roisul; Wiratama, Bayu
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 3, No 1 (2012): Marine Fisheries - Mei 2012
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.987 KB) | DOI: 10.29244/jmf.3.1.1-6

Abstract

In tuna fisheries along south coast Java, rumpon (fish aggregating devices) are mostly used by fishermen. The using of this technology implies in increasing catch. Some result from previous researches indicated that tuna catch from trolling were small size and far from export quality standard. This phenomenon threats sustainability of tuna fisheries. The aim of this research was to determine feasibility of tuna catch and its quality that trolling around rumpon. This research was carried out in Tamperan fishing port within July-August 2010 and Sadeng fishing port within 15-29 July 2010. Survey method was used in this research and the catch data were analyzed based on their composition, size and organoleptic The result showed that in Tamperan fishing port most of the catch was yellow fin tuna, 68% was under size (below the length of maturity) and 75% organoleptic value was below 7. In Sadeng fishing port most of the catch was big eye, 95% was under size and organoleptic value was more than 7 for all catch. For exporting whole fresh tuna, the organoleptic value of more than 7 is needed.Keywords: tuna resources, sustainability, rumpon, South Coast of Java---------------Rumpon banyak digunakan pada perikanan pancing tonda untuk menangkap tuna di perairan selatan Pulau Jawa. Penggunaan rumpon telah meningkatkan produksi tuna yang sangat tinggi di beberapa perairan. Dari beberapa hasil penelitian diinformasikan bahwa jenis ikan hasil tangkapan pancing tonda adalah tuna yang berukuran kecil dengan mutu yang tidak memenuhi standar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan hasil tangkapan tuna di sekitar rumpon. Penelitian dilakukan di PPP Tamperan antara Juli-Agustus 2010 dan PPP Sadeng antara 15-29 Juli 2010. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dimana analisis dilakukan terhadap komposisi jenis, ukuran hasil tangkapan dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tuna hasil tangkapan dominan nelayan PPP Tamperan adalah jenis yellowfin. Sekitar 68% berukuran kecil dan belum layak tangkap. Jenis hasil tangkapan tuna di Sadeng didominasi oleh bigeye tuna. Hampir 95% dari seluruh tangkapannya berukuran kecil dan belum layak tangkap. Selanjutnya, 75% tuna hasil tangkapan nelayan PPP Tamperan memiliki nilai organoleptik kurang dari 7. Sementara nilai organoleptik tuna yang tertangkap nelayan PPP Sadeng lebih dari 7.Kata kunci: sumberdaya tuna, keberlanjutan, rumpon, pantai selatan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEMBANGUNAN PERIKANAN: STUDI KASUS PADA PERIKANAN TANGKAP DI INDRAMAYU (Factors affecting the performance of fisheries development: A case study of capture fisheries in Indramayu) Wiyono, Eko Sri; Mustaruddin, .
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 7, No 1 (2016): Marine Fisheries - Mei 2016
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.84 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.1.109-115

Abstract

ABSTRACTVarious policies of fisheries development have been implemented by Indonesian government. However, they have not reached the expected results. Until now the policy/program of empowerment has not been able to significantly increase fishermen income and welfare. Fishermen are still poor and underdeveloped compared to other community groups. Therefore, some corrective measures are needed to improve programs/policies that have been implemented over the years. To get the answer, a study that examines factors affect the success of a fisheries policy is conducted in Indramayu, West Java. By using analysis of Structural Equation Modelling (SEM), the research defines that fisheries institutions factor significantly led to the success of fisheries development.Keywords: fisherman, Indramayu, capture fisheries, SEM-------ABSTRAKBerbagai upaya pembangunan perikanan tangkap sudah dilakukan pemerintah. Namun demikian, hasil pembangunan perikanan tersebut belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Sampai saat ini kebijakan/program pemberdayaan belum secara signifikan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan. Nelayan masih dalam kondisi miskin dan terbelakang dibandingkan kelompok masyarakat lainnya. Oleh sebab itu, diperlukan langkah-langkah untuk memperbaiki program/kebijakan yang telah dilaksanakan selama ini. Untuk mendapatkan jawabannya, telah dilakukan suatu kajian faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Indramayu, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembangunan perikanan di Indramayu. Analisis Structural Equation Modelling (SEM) telah diperoleh hasil bahwa faktor (variabel utama) yang mempengaruhi keberhasilan pembangunan perikanan tangkap adalah kelembagaan. Berdasarkan hal tersebut, pelaksanaan kebijakan perikanan selanjutnya perlu menempatkan aspek kelembagaan sebagai faktor yang penting dilakukan.Kata kunci: Indramayu, nelayan, perikanan tangkap, SEM
POLA MUSIM PENANGKAPAN CUMI-CUMI DI PERAIRAN LUAR DAN DALAM DAERAH PENAMBANGAN TIMAH KABUPATEN BANGKA SELATAN (Squid Fishing Seasons Pattern Inside and Outside Waters of Tin Mining Area in South Bangka District) Febrianto, Arif; Simbolon, Domu; Haluan, John; Mustaruddin, .
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 8, No 1 (2017): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.823 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.1.63-71

Abstract

ABSTRACTSquid fishing inside and outside waters of tin mining area in South Bangka District is carried out by using boat lift nets, stationary lift nets, and hand lines. Squid fishing activities need effective information to achieve maximum results. Good information related to fishing areas and seasonsfor squid fishing can optimize the cost of fishing operations, time and energy. An alternative solution is understanding the patterns of the squid fishing seasons. The objective of this research is to analyze the patterns of the squid fishing seasons outside and inside waters of tin mining area in South Bangka District. Collecting data was done from January to December 2013. This research applied a descriptive survey method using a case study. The results indicatedsquid fishing season outside waters of tin mining area is in September, October, and November (Musim Peralihan II). Whereas in the inside waters of tin mining area, the best season for squid fishing is December, January, and February (Musim Barat), with the highest is in December.Keywords: fishing, patterns of the season, South Bangka, squidABSTRAKPenangkapan cumi-cumi di wilayah perairan luar dan dalam daerah penambangan timah di Kabupaten Bangka Selatan dilakukan dengan menggunakan bagan perahu, bagan tancap, dan pancing. Kegiatan penangkapan cumi-cumi diperlukan informasi yang efektif agar hasil tangkapan bisa mencapai hasil yang maksimal. Informasi yang berkaitan dengan area dan musim dimana cumi-cumi bisa tertangkap dalam jumlah yang besardapat menghemat biaya operasi penangkapan, waktu dan tenaga.Salah satu alternatif yang menawarkan solusi terbaik adalah mengetahui pola musim penangkapan cumi-cumi.Tujuan penelitian adalah menganalisis pola musim penangkapan cumi-cumi di wilayah perairan luar dan dalam daerah penambangan timah Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian telah dilaksanakan di wilayah perairan Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pengambilan data di lapangan dilakukan dari bulan Januari sampai bulan Desember 2013. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif survei yang bersifat studi kasus (case study). Hasil penelitian menunjukkan bahwa musim cumi-cumi di wilayah perairan luar daerah penambangan timah laut Kabupaten Bangka Selatan, terjadi pada Musim Peralihan II (September, Oktober, dan November) dan puncak musimnya pada bulan November. Sedangkan di wilayah perairan daerah penambangan timah laut, yaitu pada Musim Barat (Desember, Januari, dan Februari) dan puncak musimnya pada bulan Desember.Kata kunci:  penangkapan, pola musim, Bangka Selatan, cumi-cumi