Ahmad Mustafa
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Haluoleo Jl. HEA Mokodompit Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kendari

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

THE DYNAMIC OF LANDSCAPE CHANGE AT COAST AREA, IN LABAKKANG SUBDISTRICT, PANGKEP REGENCY, SOUTH SULAWESI Tantu, andi GUsti; Soemarno, S; Harahab, Nuddin; Mustafa, Ahmad
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 15, No 2 (2012): Volume 15, Number 2, Year 2012
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.75 KB)

Abstract

Development is a changing process to improve human standard of life that strongly related to the activities of natural resource utilization. It is frequently found that these activities  change the ecosystems and their resources.  Eventually, these changes will give serious impacts to the environments. The most distinct environmental problems are caused by resident migration to the coastal areas, coastal developments, and land limitation. Coastal reclamation is an example of human effort to respond to the land limitation in the coastal areas as observed in coastal areas of Labakkang Subdistrict. Reclamation activity is doing along the coast of Pundata Baji Village, whereas, in other villages, cutting off of mangrove areas as an alternative land expansion is increasingly practiced by the local communities. This Research was aimed to observe the landscape change from 1980 to 2010 at coast area in Labakkang Subdistrict. Each review considers Landsat Image Map (acquired in 1980); Landsat Image Map (acquired in 1990); Landsat  Image Map-7 Enhanced Thematic Mapper Plus (ETM+) (acquired in 2000); Spot Image 4 (acquired in 2005); and Spot 4 LAPAN (acquired in 2010). Result of research indicates that at coast area of Labakkang Subdistrict in 1980, there are 248.3 ha of mangrove vegetation, 2,756.63 ha inundation, and 4,157.0 ha open land. In 1990, there are 234.2 ha mangrove vegetation, 2,251.63 ha embankment, 933.2 ha rice field, and 582.0 ha open land. In 2000, there are 218.3 ha mangrove vegetation, 2,848.1 ha embankment, and 3,579.2 ha rice field. In 2005, it has 121.4 ha mangrove vegetation, 3,762.6 ha embankment, and 2,306.2 ha rice field. In 2010, it is found 48.9 ha mangrove vegetation, 5,029.35 ha embankment, and 749.98 ha rice field.
The Effect of Functionalization Carbon Nanotubes (CNTs) on the Performance of PES-CNTs Mixed Matrix Membrane Mustafa, Ahmad; Kusworo, Tutuk Djoko; Busairi, Abdullah; Ismail, Ahmad Fauzi
International Journal of Science and Engineering (IJSE) Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3467.069 KB)

Abstract

A new type of mixed matrix membrane consisting of functionalized carbon nanotubes (CNTs) and polyethersulfone (PES) is prepared for biogas purification. PES mixed matrix membrane with and without modification of carbon nanotubes were prepared by a dry/wet phase inversion technique using a pneumatically flat sheet membrane casting machine system. The modified carbon nanotubes were prepared by treating the carbon nanotubes with chemical modification using Dynasylan Ameo (DA) silane agent to allow PES chains to be grafted on carbon nanotubes surface. The results from the FESEM, DSC and FTIR analysis confirmed that chemical modification on carbon nanotubes surface had taken place. Meanwhile, the nanogaps in the interface of polymer and carbon nanotubes were appeared in the PES mixed matrix membrane with unmodified of carbon nanotubes. The modified carbon nanotubes mixed matrix membrane increases the mechanical properties, the productivity and purity of biogas. For PES-modified carbon nanotubes mixed matrix membrane the maximum selectivity achieved for CO2/CH4 is 36.78
Application of Activated Carbon Mixed Matrix Membrane for Oxygen Purification Kusworo, Tutuk Djoko; Ismail, Ahmad Fauzi; Mustafa, Ahmad; Budiyono, ,
International Journal of Science and Engineering (IJSE) Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4691.992 KB)

Abstract

This study is performed primarily to investigate the effect of activated carbon on oxygen separation performance of polyethersulfone mixed matrix membrane. In this study, polyethersulfone (PES)-activated carbon (AC) mixed matrix membranes were fabricated using dry/wet technique. This study investigates the effect of polyethersulfone concentration and activated carbon loading on the performance of mixed matrix membrane in terms of permeability and selectivity of O2/N2 gas separation. The fabricated flat sheet mixed matrix membranes were characterized using permeation test, Field Emission Scanning Electron Microscopy (FESEM) analysis and Differential Scanning Calorimetry (DSC). It was found that the activated carbon loading affected the gas separation performance of mixed matrix membrane. PES- 1wt% AC membrane yielded 3.75 of O2/N2 selectivity, however 5 wt% of AC can produced 5 O2/N2 selectivity
PROFIL ASAM LEMAK IKAN GABUS (Channa striata) ASAP YANG DIPRODUKSI DARKABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Isamu, Kobajashi Togo; Ibrahim, Mohammad Nuh; Mustafa, Ahmad; Sarnia, Sarnia
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.662 KB)

Abstract

ABSTRACT ?The aims of this study was to analyze fatty acid concentration of fishes taken from different producers in Konawe District,Southeast Sulawesi. This research was conducted at Konawe District, and tested at the Laboratory of Integrated Researchand Testing, Universitas Gadjah Mada. Statistic analysis used was descriptive analysis with three repetitions (n=3) to providegeneral representation of the data. The presented results were the averages of standard deviation. The results show that thefatty acid concentration was varied between producers. The relative percent value of unsaturated fatty acid with double fiveloop methyl cis-5-8-11-14-17-Eicosapentaenoate (EPA) in producers A, B, and C were 5.96%, 3.63%, and 2.93%,respectively. Meanwhile, the relative percent value of unsaturated faty acid with double six loop cis-4-7-19-13-16-19docosahexaenoate(DHA)inproducersA,B,and C were3.51%,6.35%,and 3.02%,respectively.?Keywords: Channa striata, smoking, fatty acid. ?ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan asam lemak yang diambil dari produsen berbeda di KabupatenKonawe Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Konawe serta Laboratorium Penelitian dan PengujianTerpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptifuntuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh dengan ulangan sebanyak 3 kali (n=3). Hasil yangdisajikan merupakan nilai rata-rata ? standar deviasi (SD).? Hasil penelitian penelitian menunjukkan terdapat perbedaankandungan asam lemak setiap produsen. Nilai persen relatif asam lemak tak jenuh banyak dengan lima ikatan rangkap;methyl cis-5-8-11-14-17-Eicosapentaenoate (EPA) pada produsen A, B, dan C berturut-turut 5,96%;? 3,63%; 2,93%. Nilaipersen relatif asam lemak tak jenuh banyak dengan enam ikatan rangkap; cis-4-7-19-13-16-19-docosahexaenoate (DHA)pada produsen A, B, dan C berturut-turut 3,51%;6,35%; 3,02%. ?Kata kunci: Channa striata, pengasapan, asam lemak.
Studi penggunaan X Power pada media mesin diesel untuk efisiensi bahan bakar Kapal Pancing Tonda Abdul Razak, La Ode; Anadi, La; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.675 KB)

Abstract

Efisiensi pengunaan bahan bakar minyak dilingkungan nelayan merupakan salah satu solusi untuk menjawab permasalahan kelangkaan BBM dan efisiensi usaha penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi penggunaan x power pada media mesin diesel untuk efisiensi bahan bakar kapal pancing tonda. Penelitian ini dilaksanakan pada akhir Juli sampai dengan awal bulan agustus 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan X Power pada media mesin diesel dapat menurunkan konsumsi bahan bakar solar dengan perbandingan 1 : 1,25 – 1 : 1,39 dibanding tanpa X Power. Pengiritan bahan bakar pada mesin diesel dikarenakan oleh X Power yang mampu mengubah molekul bahan bakar menjadi ion positif sehingga menjadikan bahan bakar mempuyai kekuatan penuh untuk mengikat oksigen dari udara sehingga dapat menyerap oksigen lebih sempurna yang berdampak pada penghematan bahan bakar, penurunan temperatur mesin diesel dan menambah performa mesin diesel.Kata kunci: penghematan bahan bakar, performa mesin, temperatur mesin, X Power.
Sebaran suhu permukaan laut dan tracking daerah penangkapan Ikan Cakalang di Perairan Barat Laut Banda Agusliana M, Sri Eka; Tadjuddah, Muslim; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.324 KB)

Abstract

Informasi mengenai daerah penangkapan ikan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pengembangan perikanan tangkap.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran suhu permukaan laut dan pola daerah penangkapam ikan cakalang (Katsuwonus pelamis)di bagian Barat Laut Banda.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April - Juni 2016. Hasil pengamatan sebaran suhu permukaan laut di perairan Barat Laut Banda pada bulan April 2016 sampai Juni 2016 berkisar antara 26ºC – 31,98ºC. Pergerakan suhu hangat berasal dari arah selatan Laut Banda (Kepulauan Wakatobi) dansuhu dingin berasal dari Laut Banda.Adapun pola spasial dan temporal daerah penangkapan ikan cakalang oleh nelayan pancing pancing tonda pada bulan April – Juni 2016 dominan berada di bagian Timur Pulau Wawonii.                                                      Kata kunci:Aqua MODIS, daerah penangkapan ikan, Katsuwonus pelamis, Laut Banda, suhu permukaan laut
Tingkat eksploitasi Kerang Pasir (Modiolus modulaides) di perairan Bungkutoko Kecamatan Abeli Kota Kendari Sulawesi Tenggara Untu, La; Bahtiar, .; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.617 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2015 dengan tujuan untuk mengetahui tingkat eksploitasi kerang pasir di perairan Bungkutoko. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak melalui koleksi bebas dengan cara mengumpulkan semua kerang yang diperoleh selama periode penelitian di lapangan.Total sampel kerang pasir selama penelitian sebesar 2.263 individu yang terdiri dari 1.221 (jantan) dan 1.042 (betina). Data yang ditemukan dilapangan dianalisis dengan menggunakan program FiSAT II versi 3.0. Hasil analisis pengukuran panjang cangkang yang ditemukan berkisar 2–9,03 cm (jantan) dan 2,95–8,77 cm (betina). Kisaran ukuran panjang dominan pada jantan dan betina masing-masing sebesar 6,48–7,11 cm dan 6,13–6,65 cm. Hasil analisis kelompok ukuran berkisar pada kelompok ukuran dewasa dan tua. Hasil analisis parameter pertumbuhan menunjukkan nilai panjang asimtotik (L∞), konstanta pertumbuhan (K), dan nilai dugaan to pada jantan dan betina masing-masing sebesar 9,04, 1,5, dan -0,07 serta 8,83, 0,87, dan -0,22. Hasil analisis pendugaantingkat mortalitas menunjukkan nilai mortalitas alami (M), mortalitas penangkapan (F), dan mortalitas total (Z) pada jantan dan betina masing-masing sebesar 2,91, 3,36, dan 6,27 serta 0,90, 2,37, dan 3,27, sehingga tingkat eksploitasi (E) jantan dan betina masing-masing sebesar 0,46 dan 0,28. Nilai eksploitasi tersebut menunjukkan bahwa tingkat eksploitasi kerang pasir di perairan Bungkutoko masih tergolong rendah (under fishing) dengan belum mencapai titik maksimum pemanfaatan.Kata Kunci : Kerang Pasir, Perairan Bungkutoko,Tingkat Eksploitasi
Biologi reproduksi Ikan Nila (Oreohcromis niloticus) di Perairan Rawa Aopa Watumohai Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan Erni, Rosma; Asriyana, .; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.81 KB)

Abstract

Informasi mengenai biologi reproduksi ikan dibutuhkan sebagai acuan dalam pengelolaan sumber daya ikan nila secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek biologi reproduksi ikan nila di perairan Rawa Aopa. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2017. Sampel ikan nila ditangkap menggunakan bubu, pancing, dan jaring. Parameter yang diukur meliputi sebaran ukuran, sex ratio, tingkat kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Keseimbangan rasio kelamin jantan dan betina diuji menggunakan Chi-square. Jumlah total ikan yang tertangkap sebanyak 120 ekor yang terdiri atas 64 ekor betina dan 56 ekor jantan. Ukuran panjang dan berat ikan jantan masing - masing berkisar 10,2 - 28,1 mm dan 17 – 371 g, selang ukuran panjang dan bobot ikan betina masing-masing berkisar 9,5 - 28,0 mm dan 17 - 447 g. Sex ratio ikan nila saat bulan April dan Mei berada dalam keseimbangan (sex ratio 1 : 1), kecuali bulan Juni. Tingkat kematangan gonad didominasi TKG I (74,17%) dengan indeks kematangan gonad berkisar 0,0002 - 0,0009. Fekunditas ikan nila berkisar 439 - 4.281 butir. Hasil analisis hubungan fekunditas dan berat total diperoleh persamaan F = -1,907X+17,44 (R2 = 0,474), persamaan ini menunjukkan bahwa keragaman hanya mampu menjelaskan 47,4% terhadap perubahan berat total. Sedangkan hubungan fekunditas dengan panjang total mengikuti persamaan y = -6,640x+43,26 (R2 = 0,651), persamaan ini menunjukkan bahwa keragaman hanya mampu menjelaskan 65,1% terhadap perubahan panjang total. Ukuran pertama kali matang gonad (Lm) ikan betina diperoleh pada ukuran 185,17 mm, sedangkan pada ikan jantan ukuran pertama kali matang gonad tidak ditemukan.Kata Kunci : Biologi reproduksi, Oreochromis niloticus, Rawa Aopa Watumohai.
Studi komunitas ikan pada ekosistem padang lamun yang tereksploitasi di Perairan Mola Taman Nasional Laut Wakatobi Nanto, .; Mustafa, Ahmad; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.79 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi ikan di daerah padang lamun. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Mola Selatan, wangi-wangi Selatan Wakatobi pada bulan Mei sampai Juni 2015. Jenis dan kepadatan lamun diamati secara visual menggunakan transek kuadrat (1mx1m), sedangkan pengamatan ikan dengan metode koleksi bebas menggunakan bubu ukuran bubu tinggi 1 m, lebar 0,8 dan tinggi 0,5 m pada tiga stasiun pengamatan. Stasiun I didominasi lamun T. hemprichii (kerapatan 350 ind/m2) dan Cymodocea sp (kerapatan 100 ind/m2), stasiun II didominasi E. acoroides (kerapatan 340 ind/m2) dan stasiun III didominasi E. acoroides (kerapatan 175 ind/m2) dan T. hemprichii (kerapatan 235 ind/m2). Dilokasi penelitian ditemukan 18 spesies ikan dari 10 famili. Terdapat 8 spesies dari 6 famili ditemukan lamun pada lambung Chaerodon anchorago, Gerres oyena, Letrhinus lentjan, Siganus canaliculatus, Parupeneus barberinus, Naso sp, Acanthurus sp dan canterhines sp; 6 spesies dari 3 famili tidak ditemukan lamun pada lambung Cheilinus trilobatus, Cheilio inermis, Scarus ghobban, S. tricolor, S. ferugineus dan Balistides virdescens, sedangkan 4 spesies lainnya tidak diamati. Stasiun I ditemukan 11 spesies (7 famili) yaitu Scaridae (4 spesies) (38,6%) ditemukan Labridae (2 spesies) (19,3%) dan famili Letrhidae (1 spesies) (19,3%). Pada stasiun II ditemukan 13 spesies (9 famili) yaitu famili Scaridae (4 spesies) (31,2%), Lebridae (1 spesies) (16,7%) dan famili Letrhidae (1 spesies) (18,75%), sedang stasiun III ditemukan 13 spesies (2 famili) yaitu famili Monachantidae (27,15%), famili Labridae (3 spesies) (19,9%) dan famili Lethrinidae (1 spesies) (12,86%). Indeks keanekaragaman tergolong sedang, indeks keseragaman dan dominansi tergolong rendah.Kata Kunci : komunitas ikan, lamun, asosiasi, perairan Mola Selatan
Distribusi suhu permukaan laut secara spasial dan temporal hubungannya dengan hasil tangkapan Madidihang di Perairan Wakatobi Nasiru, Wa Ode Asrina; Tadjuddah, Muslim; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.565 KB)

Abstract

Salah satu parameter yang mempengaruhi distribusi madidihang adalah suhu permukaan laut (SPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran suhu permukaan laut secara spasial dan temporal serta menguji hubungan suhu permukaan laut dengan hasil tangkapan madidihang (Thunnus albacares) yang menggunakan alat tangkap pancing tonda di perairan Wakatobi. Data yang digunakan yaitu data suhu permukaan laut harian yang diperoleh dari sensor satelit Aqua-MODIS level-2 dan data hasil tangkapan perunit upaya penangkapan (CPUE) madidihang dari nelayan Waha dan Mola yang ada di Wakatobi. Penelitian ini berlangsung selama bulan Juli - September 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi suhu permukaan laut di perairan Wakatobi berada pada kisaran 26.00°C – 32.45°C dengan nilai suhu rata-rata 28.44°C. Pola spasial suhu permukaan laut menggambarkan pola sebaran massa air yang lebih dingin bergerak dari arah timur menuju bagian barat kepulauan Wakatobi. Kemudian pola ini berganti menjadi kumpulan massa air yang tidak beraturan dengan massa air yang lebih hangat cenderung berada pada bagian selatan kepulauan Wakatobi (tepatnya di sekitar P. Binongko). Madidihang dapat tertangkap pada kisaran suhu 26.00ºC – 30.81ºC dan dominan tertangkap pada kisaran 28.00ºC – 29.82ºC. Suhu permukaan laut menunjukkan adanya hubungan terhadap hasil tangkapan madidihang dan suhu optimum penangkapan.Kata Kunci: Aqua-MODIS, Daerah penangkapan ikan, Madidihang, Suhu permukaan laut, Kepulauan Wakatobi.