Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Penggunaan Atraktor Buatan yang Ramah Lingkungan dalam Pemanenan Anakan Udang Lobster Laut (Panulirus spp) Musbir, Musbir; Sudirman, Sudirman; Palo, Mahfud
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.464 KB)

Abstract

Spiny lobster (Panulirus spp) is one of important commodities in Bulukumba Regency.  The lobsters used for aquaculture were obtained from the wild catch in the sea.  The purpose of  this study  was to  develop artificial gear to attract the lobster seed to beeasily caught.  The research was conducted in marine coastal of Ujung Bulu, Bulukumba Regency, South Sulawesi from July to October 2013.   There are three artificial attractors that consisted of light attractor, trap shelter attractor, and shelter benthic attractor. Results showed that the spiny lobster catches from artificial attractor consisted of 47.5 % of pearl lobster (Panulirus ornatus), 25.8% of sand lobster (P. homarus), 21.2 % of bamboo lobster (P. versi color), 5.6% of stone lobster (P. penicilatus).  The carapace length of both pearl lobsterand sand lobster ranged from  2,6 to 6,0 cm, which were longest among the other lobsters.. 
ANALISIS PRODUKTIVITAS PURSE SEINE YANG MENGGUNAKAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN RUMPON DI PERAIRAN TELUK BONE Nurwahidin, Nurwahidin; Musbir, Musbir; Kurnia, Muhammad
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.99 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara panjang atraktor rumpon, kedalaman perairan, dan jarak rumpon dari garis pantai dengan produktivitas purse. Metode survei dilaksanakan dengan mengumpulkan data primer meliputi: titik koordinat lokasi rumpon, panjang atraktor,  kedalaman perairan dan jarak rumpon dari garis pantai terdekat dan produktivitas jumlah hasil tangkapan purse seine setiap hauling serta data tambahan melalui wawancara dengan nelayan purse seine. Data sekunder berupa peta lokasi penelitian dan data statistik dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bone.  Data diolah dengan menggunakan program Excel dan ArcGIS 10.1 yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk deskriptif (Peta dan grafik).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 107 unit  rumpon berhasil dipetakan di perairan Teluk Bone.   Hubungan antara panjang atraktor dan kedalaman perairan dengan produktivitas purse seine tidak signifikan, dan tidak hubungan  antara jarak  rumpon dari garis pantai dengan produktivitas purse seine. Produktivitas purse seine tertinggi diperoleh pada rumpon kode A2B2C1.
PENDUGAAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis) DI TELUK BONE Fajrianti, Dwi; Mallawa, Achmar; Musbir, Musbir
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.858 KB)

Abstract

Perairan Teluk Bone yang terletak di wilayah pengelolaan perikanan (WPP 713) merupakan salah satu daerah penangkapan ikan cakalang terbaik di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini menentukan musim penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di Teluk Bone dan menganalisis hubungan antara hasil tangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan faktor oseanografi di Teluk Bone. Metode yang digunakan adalah metode survey, penelitian ini menggunakan dua kelompok data yaitu data primer adalah data hasil pengamatan langsung dilapangan, sedangkan data sekunder meliputi data citra suhu permukaan laut dan klorofil serta data hasil tangkapan perbulan selama kurun waktu 4 tahun terakhir (2011 – 2014) dari dinas perikanan kabupaten Luwu. Hasil penelitian menunjukkan puncak musim penangkapan ikan cakalang di Teluk Bone dalam kurun waktu tahun 2011 – 2014 terjadi pada kuartal IV (Oktober, November dan Desember). Distribusi suhu permukaan laut di daerah penangkapan ikan cakalang berkisar antara 29.5°C – 30°C dan konsentrasi klorofil-a berkisar 0,22 – 0,25 mg/m³. Terdapat korelasi yang signifikan antara hasil tangkapan cakalang dengan suhu permukaan laut, sedangkan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara hasil tangkapan cakalang dengan klorofil-a.
Beberapa Aspek Perikanan Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) Di Perairan Barru Selat Makassar Sulawesi Selatan Mallawa, Achmar; Musbir, Musbir; Sitepu, Farida; Amir, Faisal
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2590.235 KB)

Abstract

Ikan cakalang merupakan salah satu komoditas perikanan penting di perairan Selat Makassar sehingga penting dilakukan penelitian biologi populasi dan aspek perikanan sumberdaya tersebut. Penelitian aspek perikanan ikan cakalang dilakukan di perairan Barru Selat Makassar, April – Oktober 2014, bertujuan (1) menganalisis struktur ukuran dan kelompok umur hasil tangkapan serta persentase ukuran layak tangkap menurut musim dan teknologi penangkapan, (2) menganalisis produksi dan produktivitas menurut musim dan upaya penangkapan. Data primer, ukuran panjang ikan dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan, data sekunder melalui desk studi. Perbandingan sebaran ukuran per musim dan teknologi penangkapan digunakan uji t student, kelompok umur metoda Bhattacharya, ukuran layak tangkap metoda histologi, persentase ukuran layak tangkap metoda Mallawa, produksi dan produktivitas menurut upaya dan musim penangkapan secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa kisaran panjang, jumlah kelompok umur, dan ukuran layak tangkap masing-masing adalah 17,5 – 80,1 cm, dua – tiga kohort, dan 19,32 % pada musim  Timur, dan 17,5 – 80,1 cm, dua – tiga kohort, dan 22,68 % pada musim peralihan Timur ke Barat, dan 17,5 - 72,5 cm, dua – tiga kohort, dan 26.02 % pada peralihan Barat ke Timur. Produktivitas purse seine tertinggi pada musim Timur yaitu 1.000-2.000 ekor per trip, sedang musim lainnya 200 – 500 ekor per trip.Kesimpulan bahwa struktur ukuran berbeda menurut musim, jumlah kelompok umur sama untuk semua musim, ukuran layak tangkap bervariasi menurut musim dan sangat rendah. Produktuvitas alat tangkap berbeda menurut musim penangkapan, produktivitas tertinggi pada musim Timur dan nelayan dapat melakukan penangkapan sepanjang tahun.