Articles

Found 11 Documents
Search

The Influence of Oceanographic Factors on The Available of Grouper (Ephinephelus spp) in Near Shore Habitat Musbir, Musbir
TORANI Vol 19, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.581 KB)

Abstract

Grouper is a common species that is found in a variety of habitats; coral and rocky reefs, tide pools, estuaries, mangrove swamps and sandy/mud bottom. The goal of this research was to quantify the influence of oceanographic factors such as sea surface temperature, salinity, tide height, lunar day on the available and species composition of groupers.  The surface temperature ranged from 25,5 to 31.3 0C.  Salinity ranged from 25.3 to 31.2 ppt. The abundance of grouper at south costal of Bulukumba was not significantly correlated with temperature and salinity variation. Grouper caught within set net was significantly different among the four lunar days. Ephinephelus suillus and E. mallabaricus were  most abundant on near shore habitat. The total length of grouper caught  within set net ranged from 5.1 cm to 14.6 cm.  The results indicate clearly that this habitat was important for growth of grouper juvenile. Similarly, management and conservation of these species must be implemented. Key Words: grouper, sea surface temperature,  salinity, tide.
Penggunaan Atraktor Buatan yang Ramah Lingkungan dalam Pemanenan Anakan Udang Lobster Laut (Panulirus spp) Musbir, Musbir; Sudirman, Sudirman; Palo, Mahfud
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.464 KB)

Abstract

Spiny lobster (Panulirus spp) is one of important commodities in Bulukumba Regency.  The lobsters used for aquaculture were obtained from the wild catch in the sea.  The purpose of  this study  was to  develop artificial gear to attract the lobster seed to beeasily caught.  The research was conducted in marine coastal of Ujung Bulu, Bulukumba Regency, South Sulawesi from July to October 2013.   There are three artificial attractors that consisted of light attractor, trap shelter attractor, and shelter benthic attractor. Results showed that the spiny lobster catches from artificial attractor consisted of 47.5 % of pearl lobster (Panulirus ornatus), 25.8% of sand lobster (P. homarus), 21.2 % of bamboo lobster (P. versi color), 5.6% of stone lobster (P. penicilatus).  The carapace length of both pearl lobsterand sand lobster ranged from  2,6 to 6,0 cm, which were longest among the other lobsters.. 
ANALISIS PRODUKTIVITAS PURSE SEINE YANG MENGGUNAKAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN RUMPON DI PERAIRAN TELUK BONE Nurwahidin, Nurwahidin; Musbir, Musbir; Kurnia, Muhammad
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.99 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara panjang atraktor rumpon, kedalaman perairan, dan jarak rumpon dari garis pantai dengan produktivitas purse. Metode survei dilaksanakan dengan mengumpulkan data primer meliputi: titik koordinat lokasi rumpon, panjang atraktor,  kedalaman perairan dan jarak rumpon dari garis pantai terdekat dan produktivitas jumlah hasil tangkapan purse seine setiap hauling serta data tambahan melalui wawancara dengan nelayan purse seine. Data sekunder berupa peta lokasi penelitian dan data statistik dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bone.  Data diolah dengan menggunakan program Excel dan ArcGIS 10.1 yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk deskriptif (Peta dan grafik).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 107 unit  rumpon berhasil dipetakan di perairan Teluk Bone.   Hubungan antara panjang atraktor dan kedalaman perairan dengan produktivitas purse seine tidak signifikan, dan tidak hubungan  antara jarak  rumpon dari garis pantai dengan produktivitas purse seine. Produktivitas purse seine tertinggi diperoleh pada rumpon kode A2B2C1.
PENDUGAAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis) DI TELUK BONE Fajrianti, Dwi; Mallawa, Achmar; Musbir, Musbir
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.858 KB)

Abstract

Perairan Teluk Bone yang terletak di wilayah pengelolaan perikanan (WPP 713) merupakan salah satu daerah penangkapan ikan cakalang terbaik di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini menentukan musim penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di Teluk Bone dan menganalisis hubungan antara hasil tangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan faktor oseanografi di Teluk Bone. Metode yang digunakan adalah metode survey, penelitian ini menggunakan dua kelompok data yaitu data primer adalah data hasil pengamatan langsung dilapangan, sedangkan data sekunder meliputi data citra suhu permukaan laut dan klorofil serta data hasil tangkapan perbulan selama kurun waktu 4 tahun terakhir (2011 – 2014) dari dinas perikanan kabupaten Luwu. Hasil penelitian menunjukkan puncak musim penangkapan ikan cakalang di Teluk Bone dalam kurun waktu tahun 2011 – 2014 terjadi pada kuartal IV (Oktober, November dan Desember). Distribusi suhu permukaan laut di daerah penangkapan ikan cakalang berkisar antara 29.5°C – 30°C dan konsentrasi klorofil-a berkisar 0,22 – 0,25 mg/m³. Terdapat korelasi yang signifikan antara hasil tangkapan cakalang dengan suhu permukaan laut, sedangkan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara hasil tangkapan cakalang dengan klorofil-a.
Beberapa Aspek Perikanan Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) Di Perairan Barru Selat Makassar Sulawesi Selatan Mallawa, Achmar; Musbir, Musbir; Sitepu, Farida; Amir, Faisal
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2590.235 KB)

Abstract

Ikan cakalang merupakan salah satu komoditas perikanan penting di perairan Selat Makassar sehingga penting dilakukan penelitian biologi populasi dan aspek perikanan sumberdaya tersebut. Penelitian aspek perikanan ikan cakalang dilakukan di perairan Barru Selat Makassar, April – Oktober 2014, bertujuan (1) menganalisis struktur ukuran dan kelompok umur hasil tangkapan serta persentase ukuran layak tangkap menurut musim dan teknologi penangkapan, (2) menganalisis produksi dan produktivitas menurut musim dan upaya penangkapan. Data primer, ukuran panjang ikan dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan, data sekunder melalui desk studi. Perbandingan sebaran ukuran per musim dan teknologi penangkapan digunakan uji t student, kelompok umur metoda Bhattacharya, ukuran layak tangkap metoda histologi, persentase ukuran layak tangkap metoda Mallawa, produksi dan produktivitas menurut upaya dan musim penangkapan secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa kisaran panjang, jumlah kelompok umur, dan ukuran layak tangkap masing-masing adalah 17,5 – 80,1 cm, dua – tiga kohort, dan 19,32 % pada musim  Timur, dan 17,5 – 80,1 cm, dua – tiga kohort, dan 22,68 % pada musim peralihan Timur ke Barat, dan 17,5 - 72,5 cm, dua – tiga kohort, dan 26.02 % pada peralihan Barat ke Timur. Produktivitas purse seine tertinggi pada musim Timur yaitu 1.000-2.000 ekor per trip, sedang musim lainnya 200 – 500 ekor per trip.Kesimpulan bahwa struktur ukuran berbeda menurut musim, jumlah kelompok umur sama untuk semua musim, ukuran layak tangkap bervariasi menurut musim dan sangat rendah. Produktuvitas alat tangkap berbeda menurut musim penangkapan, produktivitas tertinggi pada musim Timur dan nelayan dapat melakukan penangkapan sepanjang tahun.
PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 4 PEUSANGANKABUPATEN BIREUEN Musbir, Musbir
Jurnal Ilmiah Didaktika Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA Februari 2014
Publisher : State Islamic University (UIN) of Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.512 KB) | DOI: 10.22373/jid.v14i2.502

Abstract

School based management (MBS) is an alternative in educational management that emphasizes in the school autonomy and creativity to improve the quality of education. This research is aiming at knowing the implementation of MBS in the field of: 1) learning teaching process, 2) school administration, and 3) school relationship with society to improve the quality of SMPN 4 Peusangan Bireuen Regency. This research used a qualitative approach with a descriptive method. The data were gathered by using observation, interview and documentation. The subject of the research were school principal, vice principal, teacher, and school’s committee. The result showed as follow:1) In learning teaching process, there were three activities, they were: a) opening; checking attendance, asking previous material (pretest) and apperception, b) main activity; explaining about aims of study, writing the core of materials, explaining the materials, using instructional tools and concluding the study, and c) closing; giving question,reexplaining unclear material, giving assignment (posttest), and informing the materials that will be discussed in the next meeting. 2) for school’s personnel,there were supervising and developing the school’s personnels by involving them in making decision of the school, activating the school’s MGMP, sending teachers to follow trainings, giving permittion for teachers who want to pursue their degree. Besides, there were also promotion, mutation, job discontinuance,compensation and employees’ evaluation. 3) to build school relationship with the society, there were several efforts have been done such as forming and empowering school’s committee, having a routine meeting with school’s committtee at the end of semester, obligating the parents to take the rapport of their children every semester, explaining the improvement and the declining of school’s prestige,building the relationship with society to be involved actively in the improvement of educational quality, providing information about the school to the society and cultivate the transparancy in school management.
EFEKTIVITAS DAN KERAMAHAN LINGKUNGAN SET NET TIPE JEPANG DI PERAIRAN TELUK BONE Sudirman, Sudirman; Hajar, Muhammad Abduh Ibnu; Musbir, Musbir; Sapruddin, Sapruddin; Suhartono, Suhartono; Arimoto, Takafumi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.16.1.2010.35-47

Abstract

Masalah yang dihadapi nelayan tradisional di pantai Sulawesi Selatan adalah meningkatnya harga bahan bakar minyak, biaya operasional yang mahal, terbatasnya kemampuan manajemen, aspek kebijakan perikanan, dan kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Untuk mengatasi masalah tersebut, transfer teknologi perikanan set net telah dilakukan di Teluk Bone, Sulawesi Selatan dalam periode 2007 sampai dengan 2010. Penelitian telah dilakukan untuk mengkaji seleksi lokasi, persiapan pemasangan, proses penangkapan, dan evaluasi hasil tangkapan set net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi set net yang dioperasikan tergolong Otoshi-Ami skala kecil yang dapat diterapkan ke masyarakat nelayan. Rata-rata hasil tangkapan harian berkisar antara 60-75 kg/ hari dengan hasil tangkapan tertinggi pada bulan Juli 2009 mencapai 540 kg/hari. Hasil tangkapan didominasi oleh ikan selar kuning (Selaroides leptolepis), peperek (Gazza spp.), tembang (Sardinella fimbriata), biji nangka (Upeneus sulphureus), cendro (Tylosurus spp.), dan alu-alu (Sphyraena spp.). Alat tangkap set net termasuk alat tangkap yang ramah lingkungan namun efektivitasnya masih rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan set net sebagai strategi pengembangan manajemen perikanan pantai di Indonesia. Local traditional fishermen at coast of South Sulawesi face some problems due to increase of fuel price and other operation cost, limited management capability, fisheries policy and development, and recently unpredictable weather. In order to reduce those problems, transfer of ecofriendly fishing technology of set net has been conducted at Bone Bay, South Sulawesi in the period of 2007 to 2010. A study including activities of site selection, preparation, capture process, and evaluation of the catch of set net was done. Results of the study showed that the set net operated was classified into a small scale Otoshi-Ami which can be implemented to the fishermen community. An average of daily catch ranged 60-75 kg/day with highest catch of 540 kg/day in July 2009. The fish catch composition dominated by trevallies (Selaroides leptolepis), slipmouth (Gazza spp.), sardine (Sardinella fimbriata), goat fish (Upeneus sulphureus), gar fish (Tylosurus spp.) and baracuda (Sphyraena spp.). The set net is an ecofriendly fishing gear even thought its effectiveness is still low. The result is expected could be useful as reference for those who are interested on set net development strategy in coastal fisheries and fisheries management of Indonesia.
FISHING GEAR PERFORMANCE ON SKIPJACK TUNA IN BONE BAY DISTRICT LUWU Akmaluddin, Akamlauddin; Najamuddin, Najamuddin; Musbir, Musbir
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 2 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.025 KB)

Abstract

Mayority fishing gear by Skipjack tuna as a main target by fisherman Distrit Luwu are using for operation di Bone Bay every year, so there is over eksploitation matter in some spesies of fish especially skipjack tuna as a main target. The Goal of study is to analysis of performance skipjack tuna fishing gear (pole and line, hand line, and payang) based on four aspect are biology, technical, social,and economi. Design of study is direct observation in the field using interview methode to choice responden as line owner of fihsing boat each skipjack fishing gear. Analysis use skoring methode with formula by Mangkusubroto and Trisnadi (1985). Result of study is the pole and line is the best in the technical aspect and economi aspect, but hand lineis  the best in biology aspect and social aspect. The main priority fishing gear in succession is first pole and line, second hand line and last payang. The conclution is the fishing gear of pole and line have the best performance than others in District Luwu, beside that it’s suitable to be continued and developed in the future because it’s very adventageous and brief in payback periode.
Penggunaan Atraktor Buatan yang Ramah Lingkungan dalam Pemanenan Anakan Udang Lobster Laut (Panulirus spp) Musbir, Musbir; Sudirman, Sudirman; Palo, Mahfud
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spiny lobster (Panulirus spp) is one of important commodities in Bulukumba Regency.  The lobsters used for aquaculture were obtained from the wild catch in the sea.  The purpose of  this study  was to  develop artificial gear to attract the lobster seed to beeasily caught.  The research was conducted in marine coastal of Ujung Bulu, Bulukumba Regency, South Sulawesi from July to October 2013.   There are three artificial attractors that consisted of light attractor, trap shelter attractor, and shelter benthic attractor. Results showed that the spiny lobster catches from artificial attractor consisted of 47.5 % of pearl lobster (Panulirus ornatus), 25.8% of sand lobster (P. homarus), 21.2 % of bamboo lobster (P. versi color), 5.6% of stone lobster (P. penicilatus).  The carapace length of both pearl lobsterand sand lobster ranged from  2,6 to 6,0 cm, which were longest among the other lobsters.. 
PEMETAAN POLA PERGERAKAN PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DENGAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT DAN PURSE SEINE DI SELAT MAKASSAR SELAMA JULI-OKTOBER 2018 Oktari, Ahmad Rezha; Ridwan, Muhammad; Zainuddin, Mukti; Musbir, Musbir
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 6, No 12 (2019)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan memetakan pola pergerakan ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) pada bulan Juli ? Oktober 2018   dengan fishing base di Kabupaten Pinrang di Selat Makassar. Data yang digunakan yaitu data primer yang dikumpulkan dengan mengikuti operasi penangkapan purse seine dan dikombinasikan dengan data sekunder yaitu citra satelit suhu permukaan laut dan klorofil-a yang diperoleh dari satelit Aqua modis sesuai dengan waktu penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dimana data sampling dianalisis dengan menggunakan analisis statistic General Additive Model (GAM) yang menganalisis hasil tangkapan dan beberapa parameter oseanografi. Dari hasil tersebut kemudian dilakukan analisis dengan tehnik spasial analisis pada sistem informasi geografis (SIG) menggunakan perangkat lunak ArcGis 10.2 sehingga didapatkan pola pergerakan ikan cakalang di Perairan Selat Makassar. Hasil penelitian menunjukkan pola pergerakan ikan cakalang pada bulan Juli sampai Oktober secara signifikan dipengaruhi oleh konsentrasi Klorofil-a. Pola pergerakan ikan cakalang di Perairan Selat Makassar yaitu pada bulan Juli ? Agustus 2018 berada di Perairan Pare pare ? Barru, Sulawesi selatan dan bulan September gerombolan ikan bergerak ke arah barat lepas pantai. Selanjutnya pada bulan Oktober konsentrasi ikan cenderung bergerak terus ke arah barat mendekati perairan pantai Kotabaru, Kalimantan Selatan. Diduga kuat pola pergerakan ikan cakalang terkait dengan pola distribusi makanan ikan / nutrient yang diindikasikan oleh kondisi klorofil-a.