YUNUS MUSA
Universitas Hasanuddin, Fakultas Pertanian, Jurusan Agronomi Jl. Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar, Sulawesi Selatan

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

RODUKSI BENIH PADI MELALUI BUDIDAYA MINAPADI PADA KELOMPOK TANI WANUAE DAN HARAPAN DI KABUPATEN BONE Farid BDR, Muh.; Musa, Yunus; Nasaruddin, .
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 1, No 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan memperbaiki sistem produksi benih padi untuk mendapatkan metode perbenihan padi yang ideal dikembangkan pada setiap wilayah pengembangan berdasarkan agroekologi padi dengan teknologi minapadi secara terpadu dengan penentuan varietas yang sesuai dan perbaikan kualitas lahan melalui pemanfaatan limbah organik dengan menggunakan mikroorganisme lokal (MOL). Kegiatan ini berlangsung selama 8 bulan di Kabupaten Bone dengan menggunakan sistem tanam legowo 2:1. Disamping itu, sistem legowo yang memberikan ruang yang luas (lorong) sangat cocok dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan (minapadi legowo).  Hasil ikan yang diperoleh mampu menutup sebagian biaya usahatani sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.  Perbenihan padi merupakan salah satu usaha tani yang dapat dikelola oleh petani dan keluarganya secara berkelompok pada kelompok tani Wanuae dan Harapan untuk memenuhi kebutuhan benih padi sendiri dan dapat juga dijual ke petani di daerah lainnya sebagai suatu usaha agribisnis teknologi minapadi. Selain memproduksi padi juga memproduksi ikan yang secara langsung akan menambah pendapatan petani sehingga diharapkan teknologi ini dapat diserap oleh petani dan dikembangkan secara berkelanjutan.  Untuk keperluan tersebut, maka sebuah lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Unhas diharapkan dapat membina kelompok tani menjadi penangkar benih melalui pelatihan dan praktek di wilayah kerjanya masing-masing, yang meliputi: teknik pembuatan/cara menghasilkan benih padi berkualitas, cara mempertahankan kualitas benih dan cara mendeteksi atau mengukur kualitas benih, serta teknik budidaya minapadi yang baik dan benar. Kata kunci: perbenihan padi, minapadi, mikroorganisme lokal 
Analisis Parameter Agronomis Beberapa Varietas Tanaman Tebu (Saccharum spp. L.) (Analysis of Agronomical Characteristics of Some Sugarcane (Saccharum spp. L.) Varieties) Musa, Yunus
Agrotek Vol 1, No 2 (2008): Agrotek
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.30862/agt.v1i2.179

Abstract

The experiment was carried out at Takalar sugarcane factory, in Parapungan, sub district Polombangkeng Utara from March until July 2007.  There were six potential varieties tested, namely Bukit Loe; R-579 ; PS 81-362 ; Q 81 ; SM 86 ; and ROC 26. Cuttings with three nodes were planted overlapped 25% in plot area of 12 x 25 m with the planting distance of 1,30 m between rows. Parameters of plant height, length of internodes, numbers of leaves, stem diameters and weight were measured at the age of six months after planting. The differences between parameters were analyzed using t-test, mean and variance. The results of the experiment revealed that highest plant height (242 cm) was gained by planting V3PS 81-362, while longest internodes (15,3 cm) was obtained from SM 86 variety. In terms of number of leaves, PS 81-362 variety was the most prominent having 17 leaves. Highest stem diameter and weight is achieved by planting Variety of R 579 followed by SM 86 having diameters of around 2,80 cm and stem weight of 0,80 kg.m-1 respectively.  Based on the above agronomical characters it is indicated that sugarcane varieties will not superior in almost all parameters, however the length of internodes, stem diameters and weight can be used as target parameters in selecting sugarcane at the seedlings stages.
Pengaruh Kombinasi Pemupukan dan Varietas terhadap Produksi Tanaman Jagung Laporan Percobaan dari 3 daerah di Jeneponto; Bulukumba dan Sinjai di Sulawesi Selatan Musa, Yunus; Baan, Samen
Agrotek Vol 1, No 3 (2008): Agrotek
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.30862/agt.v1i3.158

Abstract

Experiment on Fertilizer and Corn Variety aiming to obtain information concerning fertilizers and corn variety with high yield potency as well as proper fertilizer treatment to give optimum productivity and profit for farmers who planted corn after the first rice crop at paddy field. The experiment was carried out on farmer field located in three sites namely: Jeneponto; Bulukumba and Sinjai Regencies.  The experiment was arranged as factorial in split-plot design with Variety as sub plot and Fertilizer as main plot. There were 10 varieties tested, Bisi-9; Bisi-10; Pioneer-11; Pioneer-12; Jaya-1; NK-11; Lamuru; NK-33; Pioneer-21; and C-7, representing as V1 up to V10, while Fertilization was represented by combinations of nitrogen, phosphate and potassium as: F1 = (350 Urea + 100 ZA + 175 SP-36 + 75 KCl) Kg.Ha-1,; F2 = (250 Urea + 100 ZA + 100 SP-36 + 50 KCl) Kg.Ha-1 and; F3 = (250 Urea + 100 ZA +) Kg.Ha-1. The results of the experiment revealed that highest yield was gained by planting V3, V5, V6, V8, V9 and V10. Grain yield of those varieties ranging from 6,50 – 7,60 ton.ha-1. Spesifically the yield for each locations are as follows:   In the case of Jeneponto, V10; V9 and V8 producing 7,670; 7,57 and 7,38 tons per hectare in average yield respectively;  Bulukumba, V9; V2 and V10 producing 7,395; 7,20 and 7,18 tons per hectare in average, yield respectively; while at Sinjai: V6; V9 and V8 producing 4,324; 4,24 and 4,16 tons per hectare in average.  High rate of fertilizer treatment as F1 (350 kg Urea + 100 kg ZA + 175 kg SP-36 + 75 kg KCl per hectare) does not have any significant effect on yield to lower rate of fertilizer treatment as F2, however its have significant affect with the fertilizer level of F3. Highest benefit for fertilizer and variety treatment in Jeneponto and Bulukumba is achieved by combination of minimum fertilizer rate with variety C-7 (F3V10) giving Rp.5,986,000 and Rp.6,358,000, whereas in Sinjai is achieved by F1V6.
PEMBINAAN USAHATANI SISTEM PERTANIAN TERPADU (TANAMAN-TERNAK) BERBASIS PADI MELALUI SEKOLAH LAPANG IKLIM (SLI) Kaimuddin, .; Rafiuddin, .; Musa, Yunus
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 4, No 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi wilayah menunjukkan bahwa Kelompok Tani Salokaraja Kelurahan Salokaraja Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng memerlukan kegiatan untuk meningkatkan sumberdaya petani dalam mengantisipasi kejadian iklim ekstrim (banjir dan kekeringan) dengan mengadopsi model sistem pertanian terpadu melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI) dengan pertimbangan sebagai berikut: (i) kelompok tani Salokaraja rentan terhadap perubahan iklim, (ii) jumlah petani yang terlibat cukup banyak, dan pemahaman teknologi pertanian masih relatif terbatas, (iii) kondisi sosial ekonomi petani, persepsi dan keinginan serta permasalahan-permasalahan yang timbul yang berhubungan dengan usahatani perlu diperdalam khususnya masalah pemanfaatan informasi iklim melalui SLI. Target luaran kegiatan ini adalah: (i) petani peserta Sekolah Lapang Iklim (SLI) dapat menyerap dengan baik materi aplikasi model sistem pertanian terpadu untuk antisipasi anomali iklim; (ii) peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola lahan usaha taninya; (iii) mampu beradaptasi terhadap kejadian anomali iklim; dan (iv) dampak anomali iklim dapat diatasi dan diteksi secara dini. Metode pelaksanaan kegiatan dalam bentuk penyuluhan / penyadaran.  Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa, Sekolah Lapang Iklim (SLI) memberikan gambaran permasalahan kepada peserta tentang pentingnya data meteorologi digunakan dalam bidang pertanian untuk pengembangan model sistem pertanian terpadu (padi – ternak) serta dapat menjadi solusi sebagai antisipasi dampak perubahan iklim. Perubahan Iklim dapat meningkatkan serangan OPT dan Sistem pertanian terpadu dapat mengurangi serangan OPT. Kata kunci: Sekolah lapang Iklim (SLI), Sistem pertanian terpadu, Kelompok Tani, Penyuluhan
NILAI BUDAYA PADA SISTEM USAHATANI POLA ‘DUSUN’ SUKU KANUM DI KAMPUNG YANGGANDUR KABUPATEN MERAUKE Susanty, Puji; Musa, Yunus; Rahmadanih, Rahmadanih; Bulkis, Sitti
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS HASANUDDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.561 KB) | DOI: 10.1109/jsep.v15i2.6427

Abstract

­­NILAI BUDAYA  PADA SISTEM USAHATANI  POLA ‘DUSUN’ SUKU KANUM  DI KAMPUNG YANGGANDUR KABUPATEN MERAUKE    The Cultural Values on  ‘Dusun’ Pattern Farming System of The “Kanum” Tribe in Yanggandur Village Merauke Regency                    Puji Susanty*, Yunus Musa, Rahmadanih, Sitti Bulkis                                *Politeknik Pertanian Yasanto, Merauke                                   (email: pujisusanti74@gmail.com) Abstract“Dusun” is a specific area of the traditional land in Kanum Tribe, which been chosen as place for farmer to cultivated as rural areas for families or in Kanum Tribes Group  Society that been inherite from generation to generation.  This research aimed to describe the cultural values in managing the farming system of “dusun” pattern carried out  by indigenous community of Kanum Tribe. The research was conducted in Yanggandur Village, Merauke Regency.  Qualitative approach and  snowball sampling method were applied  to collect the data through interviews from  informants. In order to analyze the data it applied data reduction techniques, presentation and  conclusion as well as verification. From the research, it was indicated that the prime food crop that cultivated by Kanum Tribe in the “dusun” are ‘kumbili’.  The  Kanum Tribe still actively managed the farming system of “dusun” pattern because the “kumbili” farming system contained the cultural values which they had inherited from generation to generation. The cultural values contained in “kumbili” cultivation were the safety and religious value, the wisdom and  mutual cooperation value, and the responsibility value.Keywords: cultural value; “dusun” pattern farming; Kanum Tribe.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SIPATUO SIPATOKKONG DAN MEKAR DALAM PENINGKATAN KETERSEDIAAN BENIH DAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN SIBULUE KABUPATEN BONE Musa, Yunus; Farid, Muh.; Nasaruddin, .
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbenihan padi merupakan salah satu usaha agribisnis yang dapat dikelola oleh kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan benih padi secara mandiri. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra kelompok tani adalah terbatasnya benih unggul dan pupuk pada saat tanam, maka petani lebih dominan menggunakan benih yang diproduksi sendiri dengan pemupukan yang terlambat dan dosis rendah. Hal tersebut menyebabkan produktivitas yang diperoleh hanya 50% dari potensi yang seharusnya diperoleh (7-8 ton/ha). Kegiatan ini membina kelompok tani menjadi penangkar benih sehingga mampu memproduksi benih unggul secara mandiri, sekaligus mendorong menjadi calon wirausaha baru, melatih petani mengolah limbah organik yang tersedia secar lokal (jerami, limbah ternak, limbah buah-buahan) menjadi pupuk kompos, pupuk cair/ biopestisida, memperbaiki sistem tanam dari hambur menjadi jajar legowo melalui demplot perbenihan untuk mengefisienkan penggunaan benih dan menghindari serangan hama tikus, serta melakukan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan berlangsung selama 5 bulan sejak Juli sampai November 2018 di Desa Mabbiring, Kecamatan SibuluE, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan dan produksi pupuk kompos, produksi pupuk cair dan biopestisida dari limbah tanaman dan ternak, pelatihan perbenihan padi (teknik pengujian daya kecambah), serta demplot perbenihan Jagung hibrida melalui produksi benih dari penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kelompok tani yang dibina sudah mampu memproduksi Mikroorganisme lokal (MOL) yang dapat digunakan sebagai decomposer dalam memproduksi pupuk kompos. Kelompok tani yang dibina sudah mampu memproduksi Mikroorganisme lokal sebagai pupuk cair dan biopestida.  Minat kelompok tani dalam berusaha tani padi semakin meningkat dengan kemampuan memproduksi benih padi sebagai usaha komersial. Kemampuan UMKM memproduksi kompos, pupuk cair, biopestida dan benih padi, keuntungan petani melalui perbenihan padi meningkat dua kali lipat (Rp.27.000.000ha) dibandingkan dengan produksi jagung pakan (Rp.16.000.000/ha), serta tambahan pendapatan melalui penjualan kompos Rp.750/kg dan pupuk cair/biopestisida Rp.8000/liter. Kata Kunci: Perbenihan padi, kompos, pupuk cair dan biopestisida.
Budidaya Jagung dengan Populasi Tinggi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Lahan di Indonesia Zhiwu, Wang; Kai, Chen; Shijun, Qi; Zengbin, Lu; Wen, Cheng; Huanying, Xiao; Suxian, Zhao; Musa, Yunus; Dermawan, Rahmansyah; Syahruddin, Karlina; Zhaohua, Ding
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 1 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendukung secara teknis pemanfaatan ruang dengan mengatur jarak tanam dan penggunaan varietas jagung baru CI01, CI02 dan CI03, berdaya hasil tinggi yang dikembangkan bersama-sama oleh peneliti jagung dari Cina dan Indonesia dengan teknik budidaya yang sesuai. Percobaan ini dilakukan pada Maret 2018 di Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Penanaman dilakukan di bedengan dengan menggunakan mulsa plastik. Penanaman dirancang dengan populasi tinggi menggunakan jarak antar tanaman 14 cm, 2 baris per bedengan, dan ditanam secara zigzag sehingga diperoleh populasi sebanyak 99.000 tanaman/Ha. Dengan metode ini diperoleh hasil tinggi sebesar 13,35 ton/Ha untuk varietas CI01, 13,72 ton/Ha untuk varietas CI02, dan 12,78 ton/Ha untuk varietas CI03. Tingkat serangan penyakit downy mildew hanya berkisar 0,8-2,1% dan serangan terendah pada varietas CI01. Secara ekonomi, penggunaan metode penanaman pola hasil tinggi ini mampu meningkatkan hasil panen lebih dari 20% dan meningkatkan keuntungan ekonomi sebesar 15% dari biaya produksi jagung.
MEKANISME RANTAI PASOK CABE RAWIT DI PROPINSI GORONTALO Indriani, Ria; Tenriawaru, A. Nixia; Darma, Rahim; Musa, Yunus; Viantika, Nimade
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : UNIVERSITAS HASANUDDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.934 KB)

Abstract

AbstractPenelitian bertujuan mendeskripsikan mekanisme rantai pasok cabe rawit berdasarkan aliran produk, aliran informasi dan aliran uang, Penelitian dilaksanakan di Provinsi Gorontalo  dengan metode penelitian menggunakan metode survei dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan : Mekanisme  rantai pasok cabe rawit di Provinsi Gorontalo bersifat modern dimana aliran produk berdasarkan ketersediaan berupa cabe rawit segar dan produk olahnya. Aliran Informasi cukup lancar dan aliran uang menggunakan sistem transaksi pembayaran tunai dan kredit. Rantai pasok cabe rawit terdiri tujuh saluran distribusi dan saluran tiga merupakan saluran yang paling dominan.Keywords : Mekanisme, supply chainThe aim of this research is to describe the supply chain mechnanism of chilis based on product, information and cash flows. This research conducted at Gorontalo Province by using surveyed and descriptive analysis methods. The result of the research shows that :  the supply chain of chilis at Gorontalo Province were modern which the products flow were based on its raw chilis availabilities and its derived products. The information flow was smooth and the cash flows is using a cash payment transaction system and credts. There are seven channel distribution happened and the third channel were the dominants among all.