Articles

Found 21 Documents
Search

MENANAMKAN KOMPETENSI PROFESIONAL DAN BUDAYA BELAJAR MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARANDENGAN METODEINFORMATION SEARCH PADA MATA KULIAH ANALISIS VEKTOR

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 5, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI PACITAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 This study aims at inculcating Professional Competence and Cultural Learning Through Learning implementation using Information Search Method in the Vector Analysis Subject. This study uses the mechanism and design of learning software development according to Fenrich (2007). The data collection techniques that are used are: observation, test and questionnaire. The data analysis techniques are by using quantitative and qualitative descriptive analysis ( mixing method). The subject of this study is 39 students of sixth semester of academic year 2012/2013 Mathematic study program of IKIP PGRI MADIUN.The results shows that: (1) learning by using information search method in the Vector Analysis subject to inculcate a culture of learning and professional competence of students developed include: lesson plans, LKM, and THB with good and excellent category making it feasible to use, (2) Attainment Level of students’ professional competence through information search learning method in the Vector Analysis subject has not met the predetermined criteria. There are approximately 58.97 % of students who pass the study, it means that the professional competence has not been achieved because the number of students who pass the study are less than 75 % of the total number of students, (3) The attainment level of student learning culture through the information search method in the Vector Analysis subject is obtained satisfactorily and very good criteria with a percentage of more than 75 %.Keywords: professional competence, learning culture, information search method, Vector Analysis.

The Development of Research-Based Learning Materials with Problem Solving and Problem Posing Oriented of Mathematics Statistics

Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2018): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.749 KB)

Abstract

This study aims to describe the feasibility of research-based learning materials with problem solving and problem posing oriented of Mathematics Statistics. This research is a development research refers to the instructional development cycle by Fenrich (1997). Data collection techniques by observation, tests, and closed questionnaires. Data analysis techniques used qualitative and quantitative descriptive analysis (mixing method). The results: (1) a valid Semester Learning Plan (RPS) both in content and construct, Student Activity Sheet (LKM) based on research and a Learning Result Test (THB) assessment sheet with good and very good assessment from the validator that can be used with few revision, (2) positive response from students to teaching materials amounted to 88.67%, (3) effectiveness of teaching materials was seen based on student learning completeness of 78.20%and better compared to classes that are not taught to use research-based learning teaching materials developed. The development of research-based learning materials with problem solving and problem posing oriented are valid, practic and effective that suitable for use in Statistics Mathematics learning process. 

PENGEMABANGAN LKS DENGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS LIFE SKILLS MATERI BANGUN RUANG

Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUN Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orientation: life skills education has become one of the governments policy in the field of education. Implementing life skills education in the learning process, schools need to prepare oriented curriculum to life skills education. Achievement of these life skills must be specifically designed not just as an accompaniment destination (by chance). One of the mathematics learning approaches that link real-life experiences of students with mathematics material is Realistic Mathematics Education (RME). Research purpose: develop student worksheets with Realistic Mathematics Education (RME) based life skills that meet the criteria of validity on the solid material. Research design, approach and method: this type of research is development research. Development of Student Worksheet in this research refers to the 4-D models by Thiagarajan, et al which has been adjusted. The phase 4-D models are used only three stages are comprised of: define, design, and develop. This research was conducted in class VIII-C SMP Negeri 2 Kwadungan Ngawi. Main Findings: learning device test results obtained are categorized of Student Worksheet is valid, because it meets the requirements set out, namely: (1) the category of expert validation is valid, (2) the category of students readability test is valid, and (3) the category of students response is positive.Keywords: RME, Life Skills, Solid.

PROFIL PENALARAN SISWA KELAS X SMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN KUADRAT DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA

Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib ditempuh mulai dari tingkat dasar hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika adalah terletak pada penalaran dalam menyelesaikan masalah bentuk soal cerita termasuk didalamnya pada materi persamaan kuadrat. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penalaran siswa kelas X SMA dalam menyelesaikan masalah persamaan kuadrat ditinjau dari kemampuan awal siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa. Teknik pengumpulan data melalui tes tulis dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) Siswa dengan kategori kemampuan awal tinggi memiliki kecenderungan menggunakan unsur-unsur penalaran induktif dan deduktif dengan baik. Siswa dapat memecahkan masalah persamaan kuadrat dalam bentuk soal cerita dengan baik sesuai dengan langkah-langkah penyelesaian masalah. (2) Siswa dengan kategori kemampuan awal sedang memiliki kecenderungan menggunakan unsur-unsur penalaran induktif dan deduktif dengan cukup baik. Siswa dapat memecahkan masalah persamaan kuadrat dengan baik tetapi kurang mampu dalam menentukan cara lain untuk mencari jawaban. (3) Siswa dengan kategori kemampuan awal rendah memiliki kecenderungan menggunakan unsur-unsur penalaran induktif dan deduktif dengan kurang baik. Siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah persamaan kuadrat sesuai langkah-langkah pemecahan masalah dan tidak mampu dalam menentukan cara lain untuk mencari jawaban. Kata Kunci: Penalaran, Menyelesaikan Masalah, Persamaan Kuadrat, Kemampuan Awal

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN ALAT PERAGA GEOBOARD TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII MTs AL ISTIQOMAH

JIPM Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui manakah model pembelajaran yang lebih efektif Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard atau model pembelajaran  konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa. (2) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh motivasi tinggi, sedang, dan rendah pada siswa terhadap prestasi belajar matematika. (3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Al Istiqomah tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengambilan sampelnya dengan cluster random sampling dan sampelnya yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard, dan kelas VII D sebagai kelas kontrol yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data untuk data prestasi belajar menggunakan metode tes dan data motivasi belajar siswa menggunakan metode angket. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa. (2) Motivasi belajar siswa tinggi, sedang, dan rendah pada siswa tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa. (3) Tidak terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah. Kata kunci: Alat Peraga Geoboard, Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT),  Motivasi  Belajar, Prestasi Belajar Matematika.

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN ALAT PERAGA GEOBOARD TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII MTs AL ISTIQOMAH

Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui manakah model pembelajaran yang lebih efektif Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard atau model pembelajaran  konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa. (2) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh motivasi tinggi, sedang, dan rendah pada siswa terhadap prestasi belajar matematika. (3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Al Istiqomah tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengambilan sampelnya dengan cluster random sampling dan sampelnya yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard, dan kelas VII D sebagai kelas kontrol yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data untuk data prestasi belajar menggunakan metode tes dan data motivasi belajar siswa menggunakan metode angket. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa. (2) Motivasi belajar siswa tinggi, sedang, dan rendah pada siswa tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa. (3) Tidak terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah. Kata kunci: Alat Peraga Geoboard, Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT),  Motivasi  Belajar, Prestasi Belajar Matematika.

Using critical analysis to develop metacognitive ability and critical thinking skills in biology

Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 5, No 1 (2019): March
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.147 KB)

Abstract

Possessing and developing metacognitive abilities are an essential part of the learning process. This study is a class action research on the use of critical analysis to identify its influence on students’ metacognitive abilities and critical thinking skills as well as to discover the relationship between metacognitive abilities and critical thinking skills. The sample of this study is 76 students from 217 students taking cell biology and non-vascular plants subject during the fall semester. It is a descriptive quantitative study with critical analysis assignments. Critical analysis rubric is used to collect the data of students’ critical analysis and the essay test to measure students’ critical thinking and metacognitive ability. The data of metacognitive ability and critical thinking were analyzed using regression test. The result showed there was a positive influence of the use of critical analysis to the student metacognitive abilities and critical thinking skills. The results of a simple correlation analysis of metacognitive abilities and critical thinking skills show the means value (r) of 0.904, which means that there is a strong positive relationship between the two components. The higher the student’ metacognitive skills, the higher their critical thinking skill will be.

Kemampuan mahasiswa calon guru matematika dalam pemecahan masalah pembuktian teorema geometri

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.038 KB)

Abstract

Pemecahan masalah sangat diperlukan baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan. Pemecahan masalah membutuhkan suatu kemampuan berpikir tingkat tinggi. Khususnya dalam geometri pemecahan masalah yang sering dihadapkan adalah masalah pembuktian. Melalui pembuktian selain mengetahui kebenaran suatu teorema juga dapat mengasah kemampuan berpikir logis mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah pembuktian geometri oleh mahasiswa calon guru matematika Universitas PGRI Madiun. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 2 mahasiswa berkemampuan akademik tinggi dan rendah yang melakukan pembuktian teorema geometri berdasarkan langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah pembuktian geometri mahasiswa berkemampuan tinggi dalam setiap tahap pemecahan masalah adalah mahasiswa mampu menentukan hipotesis dan kesimpulan dengan bahasa matematis sendiri, mengaitkan dan menggunakan definisi, postulat dan teorema yang telah dibuktikan sebelumnya untuk menyusun pembuktian yang logis disertai visualisasi. Mahasiswa berkemampuan tinggi mampu menyusun metode pembuktian yang berbeda dari yang telah dilakukan. Mahasiswa dengan kemampuan rendah belum mampu merumuskan kesimpulan dengan bahasa matematika sendiri dan belum mampu membuat hubungan antar definisi, postulat dan teorema sehingga belum mampu menyusun pembuktian yang logis. Mahasiswa dengan kemampuan rendah belum mampu menyusun pembuktian yang berbeda dari yang telah dilakukan. Berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah ditemukan factor yang sangat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah mahasiswa yaitu kemandirian belajar (self regulated learning). 

MENANAMKAN KOMPETENSI PROFESIONAL DAN BUDAYA BELAJAR MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN METODE INFORMATION SEARCH PADA MATA KULIAH ANALISIS VEKTOR

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 5, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims at inculcating Professional Competence and Cultural Learning Through Learning implementation using Information Search Method in the Vector Analysis Subject. This study uses the mechanism and design of learning software development according to Fenrich (2007). The data collection techniques that are used are: observation, test and questionnaire. The data analysis techniques are by using quantitative and qualitative descriptive analysis ( mixing method). The subject of this study is 39 students of sixth semester of academic year 2012/2013 Mathematic study program of IKIP PGRI MADIUN.The results shows that: (1) learning by using information search method in the Vector Analysis subject to inculcate a culture of learning and professional competence of students developed include: lesson plans, LKM, and THB with good and excellent category making it feasible to use, (2) Attainment Level of students’ professional competence through information search learning method in the Vector Analysis subject has not met the predetermined criteria. There are approximately 58.97 % of students who pass the study, it means that the professional competence has not been achieved because the number of students who pass the study are less than 75 % of the total number of students, (3) The attainment level of student learning culture through the information search method in the Vector Analysis subject is obtained satisfactorily and very good criteria with a percentage of more than 75 %.Keywords: professional competence, learning culture, information search method, Vector Analysis.

PELATIHAN PENGELOLAAN DATABASE DESA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERANGKAT DESA KRANGGAN KECAMATAN GEGER KABUPATEN MADIUN

Jurnal Terapan Abdimas Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Terapan Abdimas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this activity IbM program is to help facilitate the management of village database particular use of information technology by using Microsoft Access. Currently in the village administration is still largely in the form of written records form (manual). Through the utilization of training computer-based applications, is expected to help support the management of the village administration to become more convenient, efficient and effective. IbM activity is carried out by providing training to the village on how to use information technology for database management village. The technology used is the application of system administration using Microsoft Access, which begins with the introduction phase of Microsoft Word and Microsoft Excel as basic training, further d i re c t e d   t o   u s e   M i c ro s o f t   A c c e s s   p ro g r a m m i n g   l a n g u a g e   w i t h   a   s i m p l e   s t a g e . Based on the results of community service that has been implemented, the following conclusions can be drawn: 1) Community service activities by the team can be conducted properly and smoothly; 2) Training participants consisting of 6 people, 5 of them have the ability to grasp in the category of medium (83.33%) and one person has the ability to grasp in the category of low (16.67%); 3) Making village database using Ms.Access not been up and still in the early stages of introduction. This is due to the low capacity of participants understanding of the basic concepts of training materials and the allocation of limited time.Keywords: Information Technology, Database, Microsoft Access.