Articles

Found 17 Documents
Search

Coaching Model of Science Teacher Professionalism Through MGMP Teaching Clinic Management

International Conference on Education and Language (ICEL) Vol 1 (2014): 2nd ICEL 2014
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to improve the quality of education through teacher development needs serious attention. One of the flagship projects implemented through professional organizations MGMP empowerment. MGMP can be developed as a forum for the professional development of teachers. Facts on the ground indicate that the performance of MGMP still low. It is a challenge science teachers professional development. Formulation of the research problem is how the model of coaching junior high science teacher professionalism in management MGMP Teaching Clinic? The purpose of research described Teaching Clinic MGMP management model as a model of professionalism coaching junior high school science teacher. Benefits of the research as materials development science education human resource management (MSDMP). The model developed can be used as study design, organization, coaching, evaluating performance and professionalism of science teachers. The study design is a Research and Development (R & D) to develop management models MGMP Science Teaching Clinic SMP Semarang. The products produced in this study is the management model and the Guidelines for Teaching Clinic MGMP. Validation results showed the model can be used as a junior high science teacher professional development. The effectiveness of the model shown in performance enhancement science teacher before and after participating in the Cluster Clinical Didactic methodical. This means that the performance of science teachers through the Teaching Clinic is better than before. Conclusions showed that MGMP empowerment through Teaching Clinic to improve service quality in building and developing the junior high science teacher professionalism. Teaching Clinic MGMP serves as a follow-up professionally assistance given to teachers who have problems. Recommended science teacher, MGMP, Teaching Management Clinic at the Department of Education and related agencies as a model of training and professional development of teachers through MGMP.

BUDAYA KERJA DALAM PENGEMBANGAN KINERJA GURU MTs DI KABUPATEN DEMAK

Al-Qalam Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.655 KB)

Abstract

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SLAWI

Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.953 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan menganalisis pengaruh kepemimpinan visioner kepala sekolah terhadap efektivitas sekolah di sekolah dasar negeri Kecamatan Slawi, mengetahui gambaran dan menganalisis pengaruh iklim sekolah terhadap efektivitas sekolah di sekolah dasar negeri Kecamatan Slawi, dan mengetahui gambaran dan menganalisis pengaruh kepemimpinan visioner kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap efektivitas sekolah di sekolah dasar negeri Kecamatan Slawi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan dan uji hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Slawi yang berjumlah 231 orang. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling  sebanyak 147 guru dari 37 SD Negeri. Hasil uji prasyarat dari data penelitian diperoleh data berdistribusi normal, linier, tidak multikolinier.Hasil penelitian diperoleh (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan visioner kepala sekolah terhadap efektivitas sekolah, (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan iklim sekolah terhadap efektivitas sekolah, dan (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan visioner kepala sekolah dan iklim sekolah secara bersama-sama terhadap efektivitas sekolah  

BUDAYA SEKOLAH BERBASIS MUTU DI SMP TAKHASSUS AL QUR’AN TARUB KABUPATEN TEGAL

Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.646 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: (1) nilai-nilai dasar budaya sekolah berbasis mutu di SMP Takhassus Al Qur’an Tarub Kabupaten Tegal, (2) cara penanaman nilai-nilai budaya sekolah di SMP Takhassus Al Qur’an Tarub Kabupaten Tegal, (3) cara mempertahankan budaya sekolah berbasis mutu di SMP Takhassus Al Qur’an Tarub Kabupaten Tegal.Pendekatan yang digunakan dalam pemelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian menggunakan jenis penelitian naturalistik. Tempat penelitian adalah di SMP Takhassus Al Qur’an Tarub Kabupaten Tegal. Desain dan langkah penelitian dilaksanakan dengan mengadakan pra penelitian terlebih dahulu, kemudian menyusun instrumen penelitian dan melaksanakan pengumpulan data dengan kehadiran peneliti sebagai instrumen utama pengambil data. Teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Teknik analisis data yaitu dengan mereduksi data yang diperoleh, menyajikan data kemudian membuat kesimpulan dari data yang didapatkan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik.Hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa nilai-nilai dasar budaya sekolah berbasis mutu yang dikembangkan SMP Takhassus basis mutu adalah nilai-nilai akhlak mulia, disiplin, dan tanggung jawab. Cara penanaman nilai-nilai budaya sekolah berbasis mutu adalah dengan menggunakan cerita, ikon, dan ritual budaya sekolah. Untuk mempertahankan nilai-nilai budaya sekolah berbasis mutu adalah dengan melakukan seleksi, manajemen puncak, dan sosialisasi.

Model Pengelolaan Pembelajaran POMER untuk Mengembangkan Bodily Kinesthetic dan Interpersonal Skill Peserta Didik

Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 7, No 2 (2016): JP2F
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.905 KB)

Abstract

Tantangan zaman membawa pergeseran paradigma pendidikan. Tantangan tersebut menjadi latar belakang utama pergeseran kompetensi peserta didik di sekolah. Pembentukan pribadi yang cerdas, mandiri, bermartabat, dan memiliki kesiapan untuk melakukan kerja menjadi capaian utama pembelajaran. Oleh karena itu, inovasi pengelolaan pembelajaran diperlukan dalam mencapai tujuan tersebut. Pengembangan bodily kinesthetic dan interpersonal skill peserta didik dikemas melalui pengelolaan pembelajaran sains (khususnya IPA dan Fisika) dengan model POMER (Planning, Organizing, Maximizing The Potential, Evaluating, Reflecting). Model ini dibangun dan dikembangkan dalam penelitian Research and Development. Hasil validasi ahli menunjukkan model POMER layak digunakan sebagai model pengelolaan pembelajaran sains dengan tingkat kelayakan 83,33%. Hal ini berarti pengelolaan pembelajaran sains dapat ditingkatkan untuk memaksimalkan potensi peserta didik. Model POMER lebih meningkatkan pengembangan potensi kinestetik dan interaktif peserta didik. Potensi kinestetik dapat dikembangkan dalam bodily kinaesthetic skill dan interaktif dapat dikembangkan melalui interpersonal skill. Penelitian direkomendasikan pada guru IPA dan guru Fisika dalam mengemas pembelajaran POMER untuk memaksimalkan potensi peserta didik melalui pengembangan bodily kinesthetic dan interpersonal skill.Kata kunci: Model Pengelolaan Pembelajaran, POMER, bodily kinesthetic dan interpersonal skill

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SMK NEGERI DI KABUPATEN JEPARA

Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.034 KB)

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini adalah motivasi kerja, budaya sekolah dan  kepuasan kerja guru SMK Negeri di Kabupaten Jepara, Tujuan penelitian ini (1) mengetahui pengaruh motivasi  kerja terhadap kepuasan kerja  guru (2) mengetahui pengaruh budaya sekolah terhadap kepuasan kerja  guru (3) mengetahui pengaruh motivasi kerja dan budaya sekolah  terhadap kepuasan kerja  guru SMK Negeri di Kabupaten Jepara.Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMK Negeri di Kabupaten Jepara dengan jumlah 415 orang. Sampel penelitian adalah 81 orang guru. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik  proportional random sampling. Uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, uji regresi tunggal dan regresi ganda menggunakan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja guru sebesar 25,1%, sisanya sebesar 74,9% dipengaruh oleh faktor lain. 2) terdapat pengaruh yang signifikan budaya sekolah terhadap kepuasan kerja guru sebesar 16,6%, sisanya sebesar 83,4% dipengaruh oleh faktor lain. 3) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi kerja dan budaya sekolah terhadap kepuasan kerja  guru  SMK di kabupaten Jepara sebesar 33,3%, sisanya sebesar 66,7% dipengaruhi oleh faktor lain.Saran dari penulis agar kepala SMK Negeri di Kabupaten Jepara menyusun program pembinaan terhadap guru secara terpadu untuk meningkatkan motivasi kerja dan budaya sekolah yang baik sehingga kepuasan kerja guru akan meningkat.

Pengembangan Media Pembelajaran Moodle

Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 7, No 2 (2016): JP2F
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.01 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk Moodle pada materi suhu dan kalor. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (RnD). Pengujian menggunakan angket untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran. Angket diberikan kepada ahli, praktisi dan responden. Hasil angket ahli media dan ahli materi diperoleh rata-rata persentase 84,5% dengan kategori sangat layak. Hasil angket praktisi diperoleh persentase 93% dengan kategori sangat layak. Hasil angket yang diberikan pada responden diperoleh persentase 85,27 %. Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan hasil penilaian angket ahli, praktisi dan responden diperoleh skor rata-rata 86,8175% dengan kategori “sangat layak”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dalam bentukMoodle layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Moodle, Suhu dan Kalor

RANCANG BANGUN MODEL INTEGRASI KOOPERATIF TIPE JIGSAW, NHT DAN STAD PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 5, No 1 (2014): APRIL 2014 - JP2F
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.102 KB)

Abstract

The alternative often used by the teacher to create an atmosphere conducive for the students and involve them in learning process is applying cooperative learning model. But sometimes the application of this model is not the right solution. Because the un organizing application step make un conducive the learning atmosphere, and the effort to give chance for the students to direct involve in learning process become less. The objective of this research is to know how cooperative learning model engineering Jigsaw type, NHT and STAD can be applied or not in Senior High School learning. The population of this research is X grade students and the sample is the X-3 SMAN 1 Karangrayung - Grobogan. The research was in February 2014. The result of the expert validation of the NESG (Numbered Expert Student Group) learning model design from the two valuators got the percentage 80,76%. The valuation of the learning process in model achievement sheet got percentage 95,83%. Those result explained that the result product is good level. The result of the student achievement showed the increment, from the average 7,1 increase on 8,26. This increment in average level based on gain analysis with gain percentage 40%. While, the students respond of the NESG learning model got the average percentage 80,76%. Those result explained that the result product is good level. Integration cooperative learning model engineering Jigsaw type, NHT and STAD is NESG (Numbered Expert Student Group) learning model. 

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN KELAS X TAHUN AJARAN 2012/2013

Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 4, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013 - JP2F
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.475 KB)

Abstract

Pembelajaran yang masih berorientasi pada guru menyebabkan siswa pasif dan kurang termotivasi dalam belajar. Selain itu, siswa menganggap bahwa Fisika itu sulit dan membosankan, sehingga mengalami kesulitan belajar, dan menyebabkan hasil belajar Fisika rendah. Tujuan dalam penelitian ini  yaitu meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika melalui penerapan model pembelajaran card sort pada siswa kelas X TMO SMK Pembangunan Mranggen dengan jumlah 27 siswa dalam satu kelas. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian yang terdiri diri 3 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu  perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Observasi dilakukan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui tingkat afektif siswa, psikomotorik siswa, kinerja guru, dan ketercapaian model pembelajaran card sort, sedangkan tes dilakukan di akhir siklus untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa. Simpulan penelitian yang diperoleh adalah model pembelajaran card sort  dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran  fisika.  Hal  ini  dilihat  dari  hasil  penelitian  yang  menunjukkan bahwa  peningkatan  setiap  indikator pengumpulan data dalam pembelajaran fisika telah dapat mencapai target yang telah ditentukan yaitu sesuai dengan batas KKM.

PENERAPAN MODEL LEARNING STARTS WITH A QUESTION (LSQ) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 DEMAK TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 5, No 2 (2014): SEPTEMBER 2014 - JP2F
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.748 KB)

Abstract

Classroom action research this used Learning Starts with a Question model . This research is motivated by the learning outcomes of students of class XI IPA-4 SMAN 2 Demak in learning physics is lower than other classes. This study aims to improve student learning outcomes class XI IPA SMA N 2 Demak of academic year 2013/2014. The subjects were students of class XI IPA-4 SMA N 2 Demak totaling 40 students, consist of 12 male students and 28 female students.Classroom action research through three cycles of learning. Where each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. Data collected through testing, observation method and documentation method.The results showed this learning by applying Learning Starts with a Question (LSQ) model to improve learning outcome student at each cycle. The conclusion of this research is the application of Learning Start with a Question (LSQ) model to improve learning outcomes student class XI IPA SMA N 2 Demak academic year 2013/2014.