Murisal Murisal
Faculty of Ushuluddin, State Institute of Islamic Studies Imam Bonjol Padang

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH KELOMPOK TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PADA REMAJA PUTERI Murisal, Murisal
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.773 KB)

Abstract

One of the factors that can affect a persons consumption behavior is peer group. The individual peers feel a similarity one to another, such as age, needs and goals to strengthen the group. Peer as a group is more influence in choosing how to clothe, hobby, association and other social activities. Teenager is often faced with the acceptance or rejection of peers in the association. To avoid rejection of peers, the youth tend to follow the same thing with a peer group that are well accepted in the peer group. One way is to follow the consumerist lifestyle of a group of peers.  Keywords : Consumer behavior, girls and peer group Copyright © 2012 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v2i2.58
Hubungan Bersyukur dengan Kesejahteraan Subjektif pada Orang Tua yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB Negeri 2 Kota Padang Murisal, Murisal; Hasanah, Trisna
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 4, No 2 (2017): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.67 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang. Alat ukur dalam penelitian ini adalah berupa skala psikologi yang mengungkap aspek-aspek penelitian berupa aitem- aitem pernyataan. Data dikumpulkan dengan menggunakan dua skala, yaitu skala bersyukur dan skala kesejahteraan subjekif. Skala bersyukur dirujuk dari teori Al- Ghazali yang operasionalisasinya berdasarkan tafsir dari ayat-ayat mengenai syukur. Sedangkan skala kesejahteraan subjektif dirujuk dari teori diener yang menyatakan bahwa kesejahteraan subjektif terdiri dari dua dimensi, yaitu afektif dan kognitif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang yang berjumlah 83 orang. Teknik   pengambilan   data   dalam penelitian ini adalah menggunakan simple random sampling yang berarti bahwa setiap subjek memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang. Koefisien korelasi dari hasil analisis data adalah sebesar 0,156 (rxy= 0,516 p<0,05). Deskripsi umum dari data penelitian menunjukkan bahwa tingkat bersyukur orang tua anak tunagrahita termasuk ke dalam kriteria tinggi dengan persentase sebesar 56% dan tingginya kesejahteraan subjektif orang tua anak tunagrahita sebesar 62%. Hal ini berarti bahwa orang tua anak tunagrahita mampu bersemangat dalam mendidik anaknya dan menerima keadaan   anaknya   dengan   lapang   dada.
Hubungan Bersyukur dengan Kesejahteraan Subjektif pada Orang Tua yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB Negeri 2 Kota Padang Murisal, Murisal; Hasanah, Trisna
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 4, No 2 (2017): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.67 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang. Alat ukur dalam penelitian ini adalah berupa skala psikologi yang mengungkap aspek-aspek penelitian berupa aitem- aitem pernyataan. Data dikumpulkan dengan menggunakan dua skala, yaitu skala bersyukur dan skala kesejahteraan subjekif. Skala bersyukur dirujuk dari teori Al- Ghazali yang operasionalisasinya berdasarkan tafsir dari ayat-ayat mengenai syukur. Sedangkan skala kesejahteraan subjektif dirujuk dari teori diener yang menyatakan bahwa kesejahteraan subjektif terdiri dari dua dimensi, yaitu afektif dan kognitif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang yang berjumlah 83 orang. Teknik   pengambilan   data   dalam penelitian ini adalah menggunakan simple random sampling yang berarti bahwa setiap subjek memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang. Koefisien korelasi dari hasil analisis data adalah sebesar 0,156 (rxy= 0,516 p<0,05). Deskripsi umum dari data penelitian menunjukkan bahwa tingkat bersyukur orang tua anak tunagrahita termasuk ke dalam kriteria tinggi dengan persentase sebesar 56% dan tingginya kesejahteraan subjektif orang tua anak tunagrahita sebesar 62%. Hal ini berarti bahwa orang tua anak tunagrahita mampu bersemangat dalam mendidik anaknya dan menerima keadaan   anaknya   dengan   lapang   dada.
MOTIF DAN DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI INDARUNG NGALAU BATU GADANG Murisal, Murisal
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.438 KB)

Abstract

Motif and Impact of Early Marriage in Indarung Ngalau Batu Gadang.Penelitian is motivated by teenagers who married early on. Today, young men and women have a tendency to be less prepared to enter the home life, they are only ready to marry (ready here can be interpreted, maturity in terms of financial, understand what the meaning of marriage according to marriage law) is the bond of inner birth between a man and a woman as husband and wife for the purpose of forming a happy and eternal family (household) based on the Supreme Godhead while they are not ready to set up a home, whereas to build a household requires preparation both physically and spiritually . The purpose of this study to determine the motives underlying adolescents to make early marriage and the impact caused in the household as a result of the marriage.