I Nyoman Murdiana
Unknown Affiliation

Published : 33 Documents
Articles

Found 33 Documents
Search

IbM DAERAH KONFLIK (NUNU-TAVANJUKA) PALU BARATSULAWESI TENGAH

Kreatif Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.026 KB)

Abstract

ABSTRAK : Kegiatan Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) ini merupakan kegiatan Ibm tim Pengabdi usulan tahun 2012. Kegiatan Ibm ini difokuskan pada kegiatan pelatihan/workshop bagi para guru SD untuk merancang kurikulum tematik berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan (Human Values) untuk membentuk karakter cinta kasih dan perdamaian bagi siswa SD daerah konflik (Nunu-Tavanjuka) Palu Barat. Metode yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan ini adalah pelatihan/workshop pengembangan kurikulum tematik yang berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan (Human Values), termasuk praktek dalam mengimplementasikannya sesuai model atau pendekatan pembelajaran yang digunakan. Selain itu juga akan dievaluasi kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan Ibm ini berupa: (1) kemampuan para guru SD dalam merancang kurikulum tematik berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan (Human Values) untuk membentuk karakter cinta kasih dan perdamaian bagi siswa SD daerah konflik; (2) produk kegiatan IbM berupa sampel perangkat pembelajaran tematik  berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan (Human Values) untuk membentuk karakter cinta kasih dan perdamaian bagi siswa SD daerah konflik. Adapun hasil yang telah dicapai antara lain: (1) adanya paradigma guru dalam proses pembelajaran dengan mengintegrasikan Nilai-Nilai Kemanusiaan (pendidikan karakter) pada setiap pembelajaran; (2) kompetensi guru dalam mengintegrasikan Nilai-Nilai Kemanusiaan dalam proses pembelajaran cukup baik; (3) respon guru dan siswa cukup baik terhadap kegiatan proses pembelajaran yang menitikberatkan pada pengintegrasian Nilai-Nilai Kemanusian. Kata Kunci: karakter, Human Values, siswa SD dan daerah konflik.

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIB SDN Inpres Dodung Pada Materi Luas Permukaan Bangun Ruang Melalui Penggunaan Media Peraga

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.759 KB)

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VIB pada mata pelajaran matematika pada materi luas permukaan bangun ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam menghitung luas permukaan bangun ruang dengan menggunakan media peraga. Subjek penelitian adalah guru dan seluruh siswa kelas VIB SDN Inpres Dodung yang berjumlah 23 siswa terdiri dari 11 perempuan dan 12 laki – laki pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Pelaksanaan kegiatan penelitian ini dilakukan dengan dua siklus. Siklus (1) menghitung luas permukaan balok dan kubus, (2) menghitung luas permukaan tabung. Setiap siklus terdiri dari tahapan-tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data pada penelitian ini diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan tes.  Hasil observasi siklus I dan II menunjukkan aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam pembelajaran adalah baik. Dari hasil tes terlihat bahwa pada siklus I didapatkan ketuntasan klasikal sebesar 52,17% dan daya serap klasikal sebesar 64,17%, sedangkan pada siklus II didapatkan ketuntasan klasikal sebesar 100% dan daya serap klasikal sebesar 80,28%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menggunakan media peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIB SDN Inpres Dodung pada materi menghitung luas permukaan bangun ruang.Kata Kunci: Hasil Belajar, Luas Permukaan Bangun Ruang, Media Peraga

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN Pembina Liang Pada Pokok Bahasa Luas Segitiga Melalui Pendekatan Kontekstual

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.011 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji  hasil belajar siswa kelas III SDN Pembina Liang melalui pendekatan kontekstual. Masalah utama yang mendasari penelitian ini adalah apakah  dengan menggunakan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil  belajar siswa kelas III SDN Pembina Liang. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Pembina Liang pada materi luas segitiga melalui  pendekatan kontekstual. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas III SDN Pembina Liang yang berjumlah 20 orang siswa terdiri dari 11 orang siswa laki-laki dan 9 orang perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berdaur ulang/siklus yaitu meliputi perencanaan,  pelaksanaan, observasi dan refleksi. Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar siswa  karena siswa tidak mengetahui asal terbentuknya bangun segitiga melalui pengalaman mereka yang mereka peroleh sendiri. Setelah diterapkan 7 komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual yaitu : 1). Kontruktivisme (contructivism) 2). Menemukan (inquiri)3).Bertanya (questioning) 4).Masyarakat Belajar (learning comunity) 5). Permodelan (modeling) 6). Refleksi (reflection) 7). Penilaian Ssebenarnya (autentic assesment). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas III SDN Pembina  Liang terdapat  peningkatan yang cukup  baik dari tes awal ke siklus I dengan perolehan nilai 7,0 keatas sebesar 52,38% serta ke siklus II sudah mencapai target yang di inginkan yaitu 100%. Kata kunci: Pendekatan Kontekstual, hasil belajar, luas segitiga

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Tentang Konsep Keliling dan Luas Persegi Panjang Melalui Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik di Kelas III SDN Luksagu

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.3 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas III SDN Luksagu pada konsep keliling dan luas persegi panjang di kelas III SDN Luksagu. Tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Luksagu tentang konsep keliling dan luas persegi panjang melalui pembelajaran matematika realistic. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri 4 langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SDN Luksagu sebanyak 15 siswa yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan data awal siswa yang kategori tuntas 5 orang atau presentase ketuntasan klasikal 33,3%. Pada siklus I banyak siswa yang tuntas 7 orang, presentase ketuntasan klasikal 46,7%. Penelitian dilanjutkan pada tindakan siklus II menunjukkan peningkatan menjadi siswa yang tuntas 13 orang dengan presentase ketuntasan klasikal 86,7%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang konsep keliling dan luas persegi panjang di kelas III SDN Luksagu. Kata Kunci: hasil belajar; Keliling dan Luas Persegi Panjang; Pembelajaran Matematika Realistik  

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Perhitungan Bilangan 1-100 Dengan Menggunakan Media Simpoa di Kelas I SDN Inpres Kautu Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.767 KB)

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian tindakan kelas ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas I SDN Inpres Kautu dalam berhitung bilangan 1-100 yang disebabkan karena siswa hanya menggunakan media jari tangan sehingga mendapat kesulitan dalam proses behitung. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah upaya mendeskripsikan hasil belajar siswa dengan penggunaan media simpoa pada materi berhitung bilangan 1-100 di kelas I SDN Inpres Kautu Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Inpres Kautu Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 16 laki-laki dan 14 Perempuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan kegiatan penelitian ini dilakukan dengan dua siklus, yang terdiri 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dari hasil tes akhir tindakan siklus I didapatkan nilai rata – rata hasil belajar siswa 65,66 dengan ketuntasan klasikal sebesar 60%, sedangkan pada siklus II didapatkan nilai rata – rata hasil belajar siswa  84 dengan ketuntasan klasikal 90%. Berdasarkan tindakan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media simpoa dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SDN Inpres Kautu Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan dalam berhitung bilangan 1-100. Kata Kunci:  Hasil Belajar; Bilangan 1-100; Media Simpoa

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SDN 2 Tolitoli Pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Sampai 20 Dalam Bentuk Soal Cerita

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 3 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.277 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil observasi peneliti ditemukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam belajar pada materi penjumlahan dan pengurangan dalam bentuk soal cerita pada siswa kelas I SDN 2 Tolitoli. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD materi penjumlahan dan pengurangan sampai 20 dalam bentuk soal cerita pada siswa kelas I SDN 2 Tolitoli. Subyek penelitian adalah siswa kelas I SDN 2 Tolitoli.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan data hasil penelitian hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 88,46% dan siklus II mencapai 96,15%. Begitu juga aktivitas belajar kelompok siswa pada setiap siklus berlangsung sangat baik.Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD materi penjumlahan dan pengurangan dalam bentuk soal ceritadapat meningkatkan hasil belajar siswasiswa kelas I SDN 2 Tolitoli. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif TipeSTAD; Hasil Belajar; Bentuk Soal Cerita; Penjumlahan dan Pengurangan Sampai 20

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPENUMBEREADHEADS TOGETHERUNTUK MENINGKATKANHASIL BELAJARSISWA KELAS VSDN MESELESEK KECAMATAN BULAGI PADA MATERI LUAS BANGUN DATAR

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 3, No 3 (2015): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.901 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalahdalam pembelajaran matematika pada materi menghitung luas bangun datar merupakan salah satu mata pelajaran yang relatif sulituntukdipelajarisiswa.Beberapasiswabanyak yang tidak memahami konsep luas pada bangun datar walaupun topik tersebut telah diajarkan, sehingga sebagian besar siswa merasa kurang senang, merasa sangat jenuh dan kurang aktifdalampembelajaranmatematika.Berdasarkanpermasalahan di atas, maka peneliti melakukan penelitian tindakan kelas melalui penerapan pembelajarankooperatiftipeNHT. Penelitiantindakaninimenggunakan model Kurt Lewindanterdiridari empat komponen, yaitu  1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Data yang dikumpulkanpadapenelitianiniadalahberupa data hasil tes, aktivitas guru dansiswa dengan menggunakan lembar observasi dan data hasil belajar siswa yang diperoleh dengan memberikanteskepadasiswa.Padapelaksanaansiklus I diperoleh persentase ketuntasan klasikal 50% dan daya serap klasikal sebesar 63,75%. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, ketuntasan klasikal sebesar 87,50% serta daya serap klasikal sebesar 75%. Pada hasil observasi jugamengalamipeningkatanaktivitassiswapadasetiap siklus, siswa terlihat aktif mengikuti pembelajarandalamkelompoknyamasing-masing.Berdasarkanhasilpelaksanaantindakan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajarankooperatiftipeNHTdapatmeningkatkanhasil belajar siswa kelas V SDN MeselesekKecamatanBulagipadamateriluasbangundatar. Kata Kunci: Model PembelajaranKooporetifTipeNumberead Heads Together(NHT),HasilBelajar, Luas Bangun Datar  

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II SDN 2 Tolitoli Pada Materi Pengukuran Waktu

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 11 (2016): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama  pada penelitian ini adalah  rendahnya hasil belajar siswa  kelas II SDN 2 Tolitoli pada materi pengukuran waktu, yang masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal( KKM) 70 %  yang telah ditentukan. Untuk meningkatkan Hasil belajar siswa kelas II SDN 2 Tolitoli, maka peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan penelitain ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa pada materi pengukuran waktu siswa kelas II SDN 2 Tolitoli melalui model pembelajaran Kooperatif tipe STAD. Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas  yang mengacu pada pada modifikasi  spiral yang dikemukakan  Kemmis dan Mc Tanggart yang dilakukan  dalam dua siklus,  dalam setiap siklus melalui 4 ( (empat) tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas II  SDN 2 Tolitoli dengan jumlah siswa 34 orang, 16 orang siswa laki-laki dan 18 orang  siswa peremnpuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I daya serap klasikal siswa mencapai 64,3% . Pada tindakan siklus II daya serap klasikal 81,2%. Hal ini menunjukkan pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan daya serap individu minimal 65 dan ketuntasan belajar klasikal memperoleh nilai minimal 70%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN 2 Tolitoli. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif tipe STAD; Meningkatkan hasil belajar  siswa pada materi pengukuran waktu.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Luas Persegi dan Persegi Panjang di Kelas IV SD Inpres 2 Slametharjo

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 12 (2016): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres 2 Slametharjo pada luas persegi dan persegi panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SD Inpres 2 Slametharjo tahun pelajaran 2013/2014 pada siswa Kelas IV yang berjumlah 20 orang siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan selama dua kali tindakan (siklus). Setiap tindakan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui tes hasil belajar. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar luas persegi dan persegi panjang melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD kelas IV SD Inpres 2 Slametharjo. Peningkatan dalam penelitian ini cukup berarti yakni dari rata-rata hasil belajar siklus I sebesar 65,75 naik menjadi 73,25 pada siklus II atau naik sebesar 7,5%. Akan halnya pada ketuntasan hasil belajar secara klasikal dari 60 % pada siklus I meningkat menjadi 90 % pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 30%. Artinya bahwa hasil yang diperoleh tersebut telah memenuhi kriteria ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebagaimana yang telah ditetapkan pada indikator penelitian ini yaitu sebesar 80% dan ketuntasan hasil belajar individu sebesar 70. Kata Kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Model Pembelajaran Kooperatif, Tipe STAD

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Kelas V SD Inpres 3 Nambo Pada Materi Luas Layang-Layang Melalui Pendekatan Scientific

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 12 (2016): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang mendasar dalam penelitian ini adalah pembelajaran menentukan luas layang-layang tidak optimal sehingga hasil belajar siswa kurang memuaskan. Faktor penyebabnya antara lain sebagian besar siswa kurang aktif dan tidak tertarik belajar matematika karena kurang bervariasinya penyajian guru dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas layang-layang di kelas V SD Inpres 3 Nambo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah guru dan seluruh siswa kelas V SD Inpres 3 Nambo sebanyak 22 orang siswa yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 10 orang perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014. Fokus penelitian ini adalah pendekatan Scientific dan hasil belajar. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes, observasi, dan wawancara. Desain (Rancangan) penelitian yang digunakan adalah desain PTK model Kurt Lewin yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan scientific dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas layang-layang di kelas V SD Inpres 3 Nambo. Hasil ini didukung oleh presentasi daya serap individu yang meningkat dari 65,76% (Tes awal) ke 74,84% (Siklus I) dan menjadi 83,93% (Siklus II). Persentasi ketuntasan belajar klasikal sebesar, 72,72% dari Siklus I, menjadi 100% pada Siklus II. Hasil observasi aktifitas siswa meningkat dari 71,43% (Baik) pada Siklus I menjadi 76,66% (Sangat baik) pada Siklus II, serta aktifitas guru meningkat dari 67,65% (Baik) pada Siklus I menjadi 80,88% (Sangat baik) pada Siklus II. Kata Kunci: Hasil Belajar, Pendekatan Scientific, Luas Layang-layang.