Articles

Found 31 Documents
Search

Role Of Education Program Kindergarten Children In Developing Creative Group B TK Aisyiah Bustanul RA XIII Pengawu Munirah, Munirah
Bungamputi Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The main problem in this study is what forms the creativity of children, How the implementation of educational programs, and educational programs there any role of kindergarten children to develop creativity in group B TK Aisyiah Bustanul Athfal Pengawu XIII? This study aims to determine the form of the development of creativity of children, knowing the implementation of the education program, and determine the role of education programs in kindergarten children to develop creativity in group B TK Aisyiah Bustanul Athfal Pengawu XIII. Data were collected through observation, interviews, and documentation in the descriptive analysis. Based on the results of observations made, it can be concluded that the development of creativity of children in group B TK Aisyiah Bustanul XIII Pengawu RA has increased every week, it is evident from the increasing number of the percentage of children who enter the category is growing ( SB ). In the course of making various forms of platisin, the development of creativity of children increased from 8.00 % to 25.00 %. In the course of making various shapes of blocks, development of creativity of children increased from 12.00 % to 24.00 %. In the course of making various shapes of beads, the development of creativity of children increased from 20.00 % to 40.00 %. And in the drawing, the development of creativity of children increased from 16.00 % to 36.00 % and in coloring activities, the development of creativity of children increased from 24.00 % to 40.00 %, as well as in paper folding activities, the development of creativity of children increases from 25.00 % to 36.00 %. Implementation of educational programs in group B TK Aisyiah Bustanul XIII Pengawu RA according to the existing curriculum, and in accordance with the indicators through the annual program , the semester program, the program weekly and daily programs. The role of education programs in kindergarten expands creativity kindergarten children in group B Aisyiah Bustanul Athfal XIII Pengawu always there, play a role to make children can create on of not being able to because the program was instrumental in developing a childs creativity and without any meaningful development programs and creativity children will not be able to thrive. Keywords : Education Program Kindergarten, Child Creativity
BENTUK KECURANGAN AKADEMIK (ACADEMIC CHEATING) MAHASISWA PGMI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR Nursalam, Nursalam; Bani, Suddin; Munirah, Munirah
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kecurangan akademik (academic cheating) mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kecu-rangan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa PGMI adalah menyontek pe-kerjaan teman pada saat ujian, membuka buku saat ujian, menyalin tugas teman, membuka internet melalui handphone, copy paste dari internet. Faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa melakukan kecurangan akademik adalah sangat sulit mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen membutuhkan jawaban yang real, mahasiswa terpengaruh dengan adanya mahasiswa lain yang menyontek, soal yang diberikan oleh dosen terlalu sulit, waktu yang disediakan sangat singkat, mahasiswa tidak memahami materi yang diujikan, ragu dengan jawaban sendiri, tidak ada hukuman yang diberikan jika berbuat curang, mendapatkan nilai yang bagus.Abstract: This study aims to determine the forms of academic cheatings of the students of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Program at Tarbiyah and Teacher Training Faculty of UIN Alauddin Makassar. The results showed that the forms of academic cheating committed by the students while doing the exam are copying their friends’ work, opening book, copying friend’ task, open the internet via mobile phones, and doing copy-paste from the internet. The factors that lead to student academic cheating is the task given by the lecturers is very difficult and it needs text-book answers, the students affected by the presence of other students who cheat, questions given by the lecturers were too difficult, the time provided in the exam is very short, the students do not understand the material tested, they are unsure with their own answers, no penalty is given for cheating, and even the cheaters get good grades.
UPAYA PENINGKATAN MUTU HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN Munirah, Munirah
Auladuna Vol 1, No 1 (2014): Auladuna
Publisher : PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pada dasarnya, belajar dan mengajar dapat mewakili/menggambarkan komunikasi dalam proses pendidikan antara guru dan murid. Dalam proses komunikasi akan sukses dengan keterlibatan indra/akal siswa. Ini digunakan untuk menerima dan mengelola informasi sebaik mungkin. Informasi dapat dipahami oleh siswa dengan cara menghafal. Oleh karena itu, mereka menerima beberapa hal dari guru mereka dengan baik. Media pendidikan merupakan salah satu alat dalam proses pembelajaran. Lokasi media pendidikan di dalam kelas khusus dan pemanfaatannya dalam proses belajar tentu saja dapat meningkatkan hasil penelitian/belajar.Abstract: Learning and teaching can reperesent the communication in the process of education between teacher and students. The process of communication will be success with the involvement of students sense and mind which are used to learn. Therefore, they can get information from their teacher well. Educational media is one of the tools in the learning process. The position of media in the specific classroom and its usage in the learning process, of course, can improve the outcome of learning.
PERAN IBU DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK PERSPEKTIF ISLAM Munirah, Munirah
Auladuna Vol 1, No 2 (2014): Auladuna
Publisher : PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini mengkaji tentanng peran ibu dalam membentuk karakter anak perspektif Islam. Masalah yang penting untuk dibahas adalah bagaimana bentuk keutamaan ibu serta bagaimana pula perannya. Pedidikan karakter mutlak dibutuhkan oleh semua kalangan karena kemuliaan seseorang terletak pada karakternya. Karakter begitu penting karena dengan karakter yang baik membuat kita tahan, tabah mengahdapi cobaan, dan dapat menjalani hidup dengan sempurna. Berdasarkan pembahasan dalam tulisan ini dipahami bahwa posisi ibu dalam pandangan Islam sangatlah mulia. Sebagai bukti mulianya kedudukan ibu dalam ajaran Islam, seorang ibu berhak memperoleh bakti dari seorang anak sebanyak tiga kali lipat dibanding ayah. Kemuliaan itu juga disinyalir bahwa surga terletak di bawah telapak kaki ibu, bahkan ridha Allah tergantung pada ridha orang tua terutama ibu. Di samping itu, seorang ibu berperan dalam membentuk karakter anak. Untuk melakukan tugas ini, ibu dapat melakukan hal seperti memberi nama yang baik, memaksimalkan perkembangan otak anak, melatih kemandirian di dalam rumah, berkomunikasi secara sehat dengan anak, serta menjadikan alam sebagai sekolah bagi anak. Abstract: This paper examines the role of women in shaping the character of children in the Islamic perspective. The formulation of the most important issues to be discussed is whar forms are maternal virtue in Islamic view and how is the mother’s role in shaping the character of children. Character education is absolutely necessary by all the glory of man lies in his character. Character is so important because a good character makes us resistant, tough to face trial, and can live perfectly. Character education is required not only at school, but at home and in the social environment. Even now, the participant are no longer character education early childhood to adolesence, but also absolutely necessary to edulthood for the survial of this nation. Based on the discussion in this paper, it is understood that the posititon of the women in the Islamic view is glorius. As proof of her noble posititon of the mother in Islamic teaching, a mother is entitled to devotion of a child as much as three times more than the father. Glory was also pointed out that heaven lies at the feet of mother even the pleasure of Allah depens on the parents, especially mothers. Besides, a mother plays crucial role in shaping the character of children. To perform such a noble task, a mother can do things like: giving a children a good name, maximizing children’s brain development, training independence in the house, communicating healthy with children and making nature as a school for children.
URGENSI PENDIDIKAN AGAMA LUAR SEKOLAH TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK DALAM RUMAH TANGGA Munirah, Munirah
Irfani Vol 11, No 1 (2015): Irfani
Publisher : Institut Agama Islam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pendidikan agama Islam dalam rumah tangga dimulai sebelum anak lahir dan anak sesudah lahir yaitu dimulai sejak memilih pasangan hidup, sejak usia 0-5 tahun, 6-12 tahun, 13-20 tahun. Urgensi pendidikan agama luar sekolah sangat besar, sebab di sekolah atau di lembaga pendidikan lainnya hanya dapat diperoleh pengetahuan tentang pendidikan agama namun pelaksanaannya berada pada keluarga.
Pengaruh Penggunaan Gambar Seri Terhadap Keterampilan Menulis Cerita Murid Kelas III Sd Inpres Bontokanang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Herlinda, Herlinda; Munirah, Munirah; Syakur, Abdan
JKPD : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2018): Juli (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian Pra-eksperimen bentuk pretest dan Postest Desain yaitu sebuah eksperimen yang dalam pelaksanaanya hanya melibatkan satu  kelas sebagai kelas eksperimen tanpa adanya kelas pembanding (kelas kontrol) yang bertujuang mengetahui pengaruh penggunaan gambar seri terhadap keterampilan menulis cerita murid kelas III SD Inpres Bontokanang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar tahun ajaran 2016-2017. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah murid kelas III sebanyak 20 orang. Penelitian dilaksanakan selama lima kali pertemuan. Keberhasilan proses pembelajaran ditinjau dari aspek yaitu: keterampilan ketuntasan hasil belajar bahasa Indonesia murid secara klasikal, aktifitas siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran dikatakan berhasil jika aspek diatas terpenuhi. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah data skor perolehan hasil keterampilan menulis cerita murid yang dikumpulkan dengan menggunakan test melalui media gambar seri, data tentang aktifitas murid dalam pembelajaran bahasa Indonesia dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi  aktivitas belajar murid. Hasil analisis stastistik deskriptif penggunaan media gambar seri terhadap keterampilan menulis cerita murid positif, keterampilan menulis cerita murid dengan menggunakan media gambar seri menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dari pada sebelum diterapkan media gambar seri. Hasil analisis statistik inferensial menggunakan rumus uji-t , diketahui bahwa nilai t Hitung  yang diperoleh adalah 9, 30 dengan frekuensi db = 20-1 = 19, pada taraf signifikansi 5% diperoleh t Tabel = 2,09. Jadi, t Hitung > t Tabel atau hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (H1) diterima. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh penggunaan gambar seri terhadap keterampilan menulis cerita murid kelas III SD Inpres Bontokanang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Kata Kunci: Eksperimen, Gambar Seri dan Keterampilan Menulis Cerita
PERAN IBU DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK PERSPEKTIF ISLAM Munirah, Munirah
Auladuna Vol 1, No 2 (2014): Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini mengkaji tentanng peran ibu dalam membentuk karakter anak perspektif Islam. Masalah yang penting untuk dibahas adalah bagaimana bentuk keutamaan ibu serta bagaimana pula perannya. Pedidikan karakter mutlak dibutuhkan oleh semua kalangan karena kemuliaan seseorang terletak pada karakternya. Karakter begitu penting karena dengan karakter yang baik membuat kita tahan, tabah mengahdapi cobaan, dan dapat menjalani hidup dengan sempurna. Berdasarkan pembahasan dalam tulisan ini dipahami bahwa posisi ibu dalam pandangan Islam sangatlah mulia. Sebagai bukti mulianya kedudukan ibu dalam ajaran Islam, seorang ibu berhak memperoleh bakti dari seorang anak sebanyak tiga kali lipat dibanding ayah. Kemuliaan itu juga disinyalir bahwa surga terletak di bawah telapak kaki ibu, bahkan ridha Allah tergantung pada ridha orang tua terutama ibu. Di samping itu, seorang ibu berperan dalam membentuk karakter anak. Untuk melakukan tugas ini, ibu dapat melakukan hal seperti memberi nama yang baik, memaksimalkan perkembangan otak anak, melatih kemandirian di dalam rumah, berkomunikasi secara sehat dengan anak, serta menjadikan alam sebagai sekolah bagi anak. Abstract: This paper examines the role of women in shaping the character of children in the Islamic perspective. The formulation of the most important issues to be discussed is whar forms are maternal virtue in Islamic view and how is the mother’s role in shaping the character of children. Character education is absolutely necessary by all the glory of man lies in his character. Character is so important because a good character makes us resistant, tough to face trial, and can live perfectly. Character education is required not only at school, but at home and in the social environment. Even now, the participant are no longer character education early childhood to adolesence, but also absolutely necessary to edulthood for the survial of this nation. Based on the discussion in this paper, it is understood that the posititon of the women in the Islamic view is glorius. As proof of her noble posititon of the mother in Islamic teaching, a mother is entitled to devotion of a child as much as three times more than the father. Glory was also pointed out that heaven lies at the feet of mother even the pleasure of Allah depens on the parents, especially mothers. Besides, a mother plays crucial role in shaping the character of children. To perform such a noble task, a mother can do things like: giving a children a good name, maximizing children’s brain development, training independence in the house, communicating healthy with children and making nature as a school for children.
PENGGUNAAN KATA PENGHUBUNG (SEBALIKNYA, MALAH ATAU MALAHAN, APALAGI, DAN JANGANKAN) DALAM PENULISAN KALIMAT BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 25 MAKASSAR Munirah, Munirah
Lingua Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh hasil yang jelas tentang bagaimana penggunaan kata penghubung dalam kalimat bahasa Indonesia pada siswa kelas VII SMP Negeri 25 Makassar.jenis ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik penugasan, dan dokumentasi. Adapun sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 25 Makassar yaitu sebanyak 28 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum bentuk penggunaan kata penghubung dalam kalimat bahasa Indonesia pada siswa kelas VII SMP Negeri 25 Makassar sangat rendah. Dari 25 soal tentang penggunaan kata penghubung yang terdiri atas 13 jenis kata penghubung yang diberikan dalam tugas, seperti kata penghubung dan, dengan, dan atau; namun, sedangkan, dan sebaliknya; malah, hanya, dan lagipula; apalagi, itupun, dan jangankan; serta kata penghubung bahkan yang menunjukkan tingkat penggunaannya yang tertinggi yaitu kata penghubung sebaliknya sebanyak 16 orang siswa menggunakannya, kata penghubung apalagi sebanyak 10 orang siswa menggunakan, dan kata penghubung jangankan sebanyak 12 orang yang menggunakan. Penggunaan kata penghubung di atas dikarenakan siswa kurang memahami fungsi dari tiap-tiap kata penghubung dengan baik, sehingga dalam penggunaan kata penghubung tersebut seringkali tertukar atau salah. Selain itu, masih terdapat siswa yang menghadapi kerancuan dalam memahami makna suatu kata penghubung sehingga penggunaan kata penghubung dalam kalimat menjadi tidak tepat.The purpose of this study was to obtain a clear result of how the use of conjunctions in Indonesian Language sentences by class VII students of SMPN 25 Makassar. The type of research is descriptive qualitative research. Data collection techniques in this study are observation techniques, assignment techniques, and documentation. The sample of this research is class VII students of SMPN 25 Makassar as many as 28 students. The results of this study indicate that in general the use of conjunctions in Indonesian Language sentences by class VII students SMP Negeri 25 Makassar is very low. From 25 questions about the use of conjunctions consisting of 13 types of conjunctions given in the assignment, such as conjunctions dan, dengan, and atau; namun, sedangkan, and sebaliknya; malah, hanya, and lagipula; apalagi, itupun, and jangankan; as well as conjunction bahkan. Which shows the highest level of use is conjunction sebaliknya as many as 16 students use it, conjunction apalagi as many as 10 students use it, and conjunction jangankan as many as 12 students use it. The use of the above conjunctions is because the students do not understand the function of each conjunction well, so that the use of conjunctions is often switched or wrong. In addition, there are still students who face confusion in understanding the meaning of some conjunctions causing the use of the conjunction in the sentence to be inappropriate.
BENTUK KECURANGAN AKADEMIK (ACADEMIC CHEATING) MAHASISWA PGMI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR Nursalam, Nursalam; Bani, Suddin; Munirah, Munirah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2013v16n2a1

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kecurangan akademik (academic cheating) mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kecu-rangan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa PGMI adalah menyontek pe-kerjaan teman pada saat ujian, membuka buku saat ujian, menyalin tugas teman, membuka internet melalui handphone, copy paste dari internet. Faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa melakukan kecurangan akademik adalah sangat sulit mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen membutuhkan jawaban yang real, mahasiswa terpengaruh dengan adanya mahasiswa lain yang menyontek, soal yang diberikan oleh dosen terlalu sulit, waktu yang disediakan sangat singkat, mahasiswa tidak memahami materi yang diujikan, ragu dengan jawaban sendiri, tidak ada hukuman yang diberikan jika berbuat curang, mendapatkan nilai yang bagus.Abstract: This study aims to determine the forms of academic cheatings of the students of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Program at Tarbiyah and Teacher Training Faculty of UIN Alauddin Makassar. The results showed that the forms of academic cheating committed by the students while doing the exam are copying their friends’ work, opening book, copying friend’ task, open the internet via mobile phones, and doing copy-paste from the internet. The factors that lead to student academic cheating is the task given by the lecturers is very difficult and it needs text-book answers, the students affected by the presence of other students who cheat, questions given by the lecturers were too difficult, the time provided in the exam is very short, the students do not understand the material tested, they are unsure with their own answers, no penalty is given for cheating, and even the cheaters get good grades.
Seal apikal dari sealer berbahan dasar resin epoksi dan berbahan dasar mineral trioxideaggregate (Apicalsealingofepoxyresin-basedandmineral trioxideaggregatebased root canal sealers) Munirah, Munirah; Trilaksana, Aries Chandra; Nugroho, Juni Jekti
Journal of Dentomaxillofacial Science Vol 13, No 3 (2014): Formerly Jurnal Dentofasial ISSN 1412-8926
Publisher : DiscoverSys Inc

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/jdmfs.v13i3.410

Abstract

This study aimed to compare the apical sealing of epoxy resin-based and mineral trioxide aggregate (MTA)-based rootcanal sealer. Twenty four permanent central incisors were selected at random and divided into 4 groups (N = 24),namely positive control group, negative control group, Fillapex obturator group (MTA, and TopSeal group (epoxyresin). The samples were decoronated, root canal preparation, then kept in incubator of 37 C for 24 hours. Sampleswere immersed in india ink for 7 days. The samples were washed with distilled water, dried and nail varnish removed.The samples was grooved longitudinally on both side, and then carefully sectioned. Penetration was measured using astereo microscope and given score 0-4. Measurements were analyzed statistically. By using the Mann Whitney andKolmogorov-Smirnov tests, there is no significant difference between the apical sealing of the epoxy resin root canalsealer with MTA root canal sealer based (p>0.05). It means that the apical sealing of the epoxy resin root canal sealerbased comparable with MTA root canal sealer based. It was concluded that the apical sealing of epoxy resin-based sealer does not different to the MTA-based sealer.