Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH IBU TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA TODDLER (1-3 TAHUN) DI DESA SAMBIROTO DEMAK Munir, Misbakhul; Yosafianti, Vivi; -, Shobirun
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh ibu merupakan interaksi antara anak dan ibunya selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Keterlambatan dalam berbahasa pada anak usia toddler di antaranya disebabkan oleh faktor pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua dapat diartikan sebagai pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak, dari segi negatif maupun positif. Terdapat 4 macam pola asuh orang tua yaitu pola asuh demokratis, pola asuh otoriter, pola asuh permisif dan pola asuh laissez faire. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh ibu terhadap perkembangan bahasa pada anak usia toddler (1-3 tahun) di Desa Sambiroto Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan studi cross sectional. Banyaknya sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 63 responden ibu dan anak usia todler. Berdasarkan dari hasil analisis hubungan antara pola asuh ibu terhadap perkembangan bahasa anak usia toddler (1-3 tahun) diperoleh data dengan  karakteristik perkembangan bahasanya baik dengan pola asuh demokratis sebanyak 36 (75,0%), otoriter sebanyak 6 (12,5%), permisif 2 (4,2%) dan laissez faire sebanyak 4 (8,3%). Responden yang karakteristik perkembangan bahasanya kurang baik dengan pola asuh demokratis sebanyak 3 (20,0%), otoriter 1 (6,7%), permisif 6 (40,0%) dan laissez faire sebanyak 5 (33,3%). Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola asuh ibu terhadap perkembangan bahasa anak usia toddler (1-3 tahun) di Desa Sambiroto Kecamatan Gajah Kabupaten Demak.   Kata kunci: Pola Asuh Ibu, Perkembangan Bahasa Toddler
ANALISIS KERAGAMAN GENETIK ISOLAT CORYNESPORA CASSIICOLA (BERK & CURT) WEI. DI INDONESIA MENGGUNAKAN MARKER ISSR (INTER SIMPLE SEQUENCE REPEAT) Munir, Misbakhul; Suryaningtyas, Heru; Kuswanhadi, Kuswanhadi
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 30, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v30i2.125

Abstract

Penyakit Gugur Daun Corynespora (PGDC) yang disebabkan oleh patogen Corynespora cassiicola (Berk & Curt) Wei., merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman karet (Hevea brasiliensis). Klon-klon karet yang semula bersifat moderat terhadap serangan jamur ini, setelah beberapa tahun menjadi rentan dan terserang hebat. Hal tersebut diduga karena evolusi patogen menghasilkan ras baru yang lebih merusak. Oleh karena itu, informasi yang berkaitan dengan variabilitas patogen sangat diperlukan. Bahan yang dipakai dalam penelitian ini adalah isolat Corynespora cassiicola dari 7 daerah sentra perkebunan karet Indoneia yaitu Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Jawa Tengah. Prosedur kerja dalam penelitian ini meliputi penyiapan kultur isolat, ekstraksi DNA Corynespora cassiicola menggunakan metode modifikasi CTAB berdasarkan Situmorang (2002),  analisis PCR dengan Inter Simple Sequence Repeat (ISSR), analisis data menggunakan UPGMA dalam program NTSYS, dan uji kelayuan daun menggunakan metode Nghia et al. (2007). Hasil analisis keragaman genetik isolat Corynespora cassiicola asal 7 wilayah sentra karet di Indonesia menggunakan marker ISSR menghasilkan 4 kelompok (4 ras) C. cassiicola, kelompok A (Ras 1) yaitu isolat asal Bengkulu, kelompok B (Ras 2) meliputi isolat asal Lampung dan Sumatera Utara, kelompok C (Ras 3) meliputi isolat asal Kalimantan Barat, Sumatera Selatan dan Jambi, dan kelompok D (Ras 4) yaitu isolat asal Jawa Tengah. Hasil uji kelayuan daun menunjukkan bahwa isolat-isolat Corynespora yang berada pada kelompok yang sama berdasarkan hasil analisis genetik, juga mempunyai tingkat infeksi (patogenitas) yang sama terhadap beberapa daun karet yang diuji. Isolat asal Jawa tengah (CJT) mempunyai rata-rata tingkat infeksi (patogenitas) tertinggi dibandingkan isolat yang lainnya. Tingkat infeksi terendah dari 7 isolat adalah pada klon RRIM 712 dan IRR 5, sedangkan tingkat infeksi 7 isolat Corynespora tertinggi terdapat pada klon BPM 24 dan PR 255. Diterima : 9 Juli 2012; Disetujui : 20 September 2012 How to Cite : Munir, M., Suryaningtyas, H., & Kuswanhadi. (2012). Analisis keragaman genetik isolat corynespora cassiicola (berk & curt) wei. Di indonesia menggunakan marker ISSR (inter simple sequence repeat). Jurnal Penelitian Karet, 30(2), 86-99. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/125 
KARAKTERISASI SIDIK JARI DNA ISOLAT Corynespora cassiicola YANG BERASAL DARI BERBAGAI SENTRA PERKEBUNAN KARET INDONESIA Oktavia, Fetrina; Munir, Misbakhul; Suryaningtyas, Heru; Kuswanhadi, Kuswanhadi
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 29, Nomor 2, Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v29i2.244

Abstract

Salah satu tahapan penting untuk mendapatkan klon unggul yang tahan terhadap Penyakit Gugur Daun Corynespora (PGDC) adalah uji ketahanan klon-klon karet terhadap serangan jamur Corynespora cassiicola. Untuk mendapatkan hasil yang tepat, diperlukan informasi genetik dari isolat C. cassiicola yang digunakan. Analisis sidik jari DNA dari tujuh isolat C. cassiicola sudah dilakukan dengan menggunakan teknik RAPD. Isolat C. cassiicola diisolasi dari klon karet GT 1 di tujuh sentra perkebunan Karet di Indonesia yaitu Bengkulu (CBK), Lampung (CLP), Kalimantan Barat (CKB), Jawa Tengah (CJT), Sumatera Selatan (CSS), Jambi (CJB) dan Sumatera Utara (CSU). Hasil analisis RAPD menggunakan 15 primer menunjukkan bahwa keragaman genetik tujuh isolat C. cassiicola cukup tinggi (89,3%). Nilai kesamaan genetik antara isolat bervariasi, dimana kesamaan genetik tertinggi ditemukan antar isolat Sumatera Selatan dengan Jambi yaitu (68,49%) dan kesamaan terendah antara isolat Lampung dengan Sumatera Selatan (51,09%). Analisis UPGMA menunjukkan isolat terbagi ke dalam empat kelompok. Dari 15 primer yang digunakan, 10 primer yaitu OPN-04, OPN-05, OPN-11, OPN-12, OPN-19, OPN-20, OPH-04, OPH-09. OPH-12 dan OPH-16 mampu menghasilkan pola spesifik pada masing-masing isolat, sehingga dapat digunakan sebagai metode identifikasi alternatif.  Diterima : 19 September 2011; Disetujui : 15 Oktober 2011How to Cite : Oktavia, F., Munir, M., Suryaningtyas, H., & Kuswanhadi. (2011). Karakterisasi sidik jari DNA isolat Corynespora cassiicola yang berasal dari berbagai sentra perkebunan karet Indonesia. Jurnal Penelitian Karet, 29(2), 118-129. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/244
PENGUJIAN BIOFUNGISIDA BERBASIS MIKROORGANISME ANTAGONIS UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH PADA TANAMAN KARET Kusdiana, Alchemi Putri Juliantika; Munir, Misbakhul; Suryaningtyas, Heru
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v33i2.179

Abstract

Penyakit jamur akar putih (JAP) merupakan salah satu penyakit penting di perkebunan karet Indonesia karena dapat menyebabkan kematian tanaman dan kerugian ekonomi yang cukup tinggi. Salah satu usaha pengendalian penyakit JAP adalah pengobatan tanaman sakit dengan menggunakan biofungisida. Tujuan dari pengujian ini untuk mengetahui efektivitas biofungisida berbahan aktif beberapa mikroorganisme antagonis terhadap penyakit JAP pada skala laboratorium, rumah kaca, dan lapangan. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Sembawa mulai Juli 2012 sampai April 2013. Bahan utama yang digunakan pada penelitian ini adalah formulasi biofungisida yang mengandung cendawan antagonis Trichoderma viridae, T. harzianum, Paecilomyces lilacinus, dan bakteri antagonis Bacillus subtilis. Percobaan terdiri dari tiga kegiatan yaitu pengujian antagonisme formulasi biofungisida terhadap R. microporus di laboratorium dengan menggunakan metode uji ganda, studi efektivitas formulasi biofungisida terhadap penyakit JAP pada bibit karet dalam polibeg klon PB 260 di rumah kaca dengan menggunakan rancangan acak lengkap enam perlakuan dan tiga ulangan yang terdiri dari kombinasi biofungisida + pupuk hayati berbahan aktif mikoriza serta perlakuan fungisida kimia sebagai pembanding, dan studi efektivitas formulasi biofungisida terhadap penyakit JAP pada tanaman karet belum menghasilkan klon PB 260 di lapangan dengan menggunakan rancangan acak kelompok sembilan perlakuan dan  tiga ulangan yang terdiri dari beberapa perlakuan biofungisida dan fungisida kimia pembanding. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan biofungisida mampu menekan perkembangan R. microporus dengan rata-rata penghambatan sebesar 57,62%. Pengujian di rumah kaca dengan perlakuan kombinasi biofungisida 100 g dan pupuk hayati 200 g cukup efektif menurunkan intensitas serangan JAP sebesar 5,56% dan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman yang terlihat dari pertumbuhan akar, tinggi tanaman, dan biomassa kering yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lain. Pengujian biofungisida pada TBM menunjukkan penurunan intensitas serangan penyakit sebesar 18,33% s.d. 23,33% yang tidak berbeda nyata dengan fungisida kimia pembanding dan perlakuan biofungisida 20 g/pohon  memiliki penurunan intensitas serangan penyakit paling tinggi dibandingkan perlakuan biofungisida lainnya. Dari ketiga pengujian menunjukan biofungisida tersebut efektif digunakan untuk mengendalikan penyakit JAP. Diterima : 28 April 2015; Direvisi : 28 Agustus 2015; Disetujui : 10 September 2015 How to Cite : Kusdiana, A. P. J., Munir, M., & Suryaningtyas, H. (2015). Pengujian biofungisida berbasis mikroorganisme antagonis untuk pengendalian penyakit jamur akar putih pada tanaman karet. Jurnal Penelitian Karet, 33(2), 143-156. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/179
STUDI PEMANFAATAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica Valeton) UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH PADA TANAMAN KARET Kusdiana, Alchemi Putri Juliantika; Munir, Misbakhul; Suryaningtyas, Heru
Warta Perkaretan Vol 35, No 1 (2016): Volume 35, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v35i1.85

Abstract

Penyakit jamur akar putih (JAP) yang disebabkan oleh cendawan Rigidoporus microporus (Sw.) Overeem masih menjadi penyakit penting dan merugikan pada perkebunan karet Indonesia hingga saat ini. Upaya pengendalian JAP secara biologi terus dilakukan untuk melengkapi cara lain yang telah ada (kimia dan kultur teknis) agar diperoleh hasil yang lebih efisien dan efektif. Studi pendahuluan pemanfaatan bahan tanaman antagonis telah memberikan capaian yang prospektif. Diperolehnya ekstrak tanaman antagonis kunyit (C. domestica) yang efektif untuk pengendalian JAP. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas, persistensi, dan fitotoksisitas bahan nabati tersebut yang diekstrasi menggunakan berbagai bahan pelarut dan dibuat dalam berbagai bentuk formula. Hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium dan rumah kaca Balai Penelitian Sembawa menunjukkan bahwa pada kondisi laboratorium ekstrak kunyit efektif menekan perkembangan cendawan R. microporus sebesar 43,25% s.d. 65,13% terhadap kontrol. Pada kondisi rumah kaca diperoleh hasil bahwa formula ekstrak kunyit 20 EC + pelarut n-hexane dapat menurunkan intensitas serangan penyakit JAP sebesar 20,80%. Semua jenis formula yang diuji tidak toksik terhadap tanaman karet dan memiliki persistensi yang baik sampai empat hari setelah aplikasi formula ke media tanam (tanah) dalam polibeg.
PROFILE OF TYPE II DIABETES MELLITUS WITH CENTRAL OBESITY IN DR. SOETOMO HOSPITAL Munir, Misbakhul; Sutjahjo, Ari; Sustini, Florentina
Folia Medica Indonesiana Vol 51, No 3 (2015): July - September 2015
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.87 KB) | DOI: 10.20473/fmi.v51i3.2831

Abstract

Obesity, especially central obesity is often associated with insulin resistance and type 2 diabetes mellitus. Diabetes mellitus is a disease of the number six cause of death in Indonesia with the proportion of deaths by 5.8%. The purpose of this study was to identify central obesity in patients with type 2 diabetes mellitus in Poly Endocrine Dr. Soetomo Hospital, Surabaya. The study design was descriptive study. The sample was 100 type 2 diabetes mellitus patients taken with purposive sampling technique. The variable was central obesity and type 2 diabetes mellitus. The data obtained by interviewing patients and performing measurements on body weight, height and waist circumference. Data were analyzed by interpreting how the description of the variables studied and compared with other studies and theories. The results was the characteristics of patients most were female (66%), level of education was medium, unemployment, most of patient’s age was more than 50 years old, 43% for interval 51-60 years old, 43% were 1,50-1,59 meters in height and 28% were 50-59 kilograms and 28% were 60-69 kilograms in weight. According to Body Mass Index (BMI) measure that 54% the patients are normal in average 25,56 8,12 kg/m2. Measurement of waist circumference showed that 73.5% male and 81.8% female patients had central obesity. The conclusions, precentage of patients with type II diabetes mellitus who have central obesity were 81,82% female and 73, 53% male.
DETEKSI KONTAMINAN FRAGMEN DNA PENGKODE cyt b BABI PADA SAMPEL SOFTGELLCANDY TAK BERLABEL HALAL Rachmawati, Yuanita; Rokhim, Saiku; Munir, Misbakhul; Agustina, Eva
Indonesia Journal of Halal Vol 1 (1) 2018
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.92 KB) | DOI: 10.14710/halal.v1i1.3115

Abstract

Abstrak?Softgellcandy adalah permen bertekstur lunak yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, kaegenan, gelatin dan lain-lain yang digunakan untuk modifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Sayangnya distribusi Softgellcandy di pasaran seringkali terlepas dari pengawasan lembaga berwenang. Banyak ditemukan bermacam merk Softgellcandy yang tidak berBPOM maupun tidak berlabel Halal. Gelatin menjadi titik kritis kehalalan Softgellcandy. Penelitian ini menguji 15 sampel Softgellcandy tak berlabel halal yang dijual bebas di Surabaya dengan primer pengkode fragmen DNA cytochrome b Babi. Metode yang digunakan adalah konvensional PCR pada suhu 98oC-2 menit; 95oC-30 detik; 61oC-30 detik; 72oC-40 detik; dan 72oC-3 menit, selama 30 siklus. Visualisasi hasil PCR menggunakan elektroforesis 2% gel agarosa menunjukkan dari 15 sampel, 8 sampel terindikasi kontaminan DNA babi ditandai dengan pita DNA sebesar ?149bp. Pemerintah perlu melakukan monitoring lebih ketat terkait peredaran produk makanan tak berlabel halal yang dijual bebas di pasaran, mengingat Halal menjadi issue yang sangat sensitif di negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia ini. Karena halal adalah suatu keharusan.?Keywords: Softgellcandy, cyt b Babi, PCR
Development of General Election Services for Disabilities by using Application SUARAKU In Surabaya Saidatin, Naili; Munir, Misbakhul; Oktaviani, Mayang Viorita; Tulus Widodo, Putut Giri
INTEGER: Journal of Information Technology Vol 4, No 1: May 2019
Publisher : INTEGER: Journal of Information Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.936 KB)

Abstract

One form of democracy in Indonesia is a general election to determine every leader in a region. As an election participant not all people have the same ability, one of them is disability people who still often find it difficult to take part in elections. Some people with disabilities in Surabaya are blind, deaf and illiterate. To support the disability following the general election in Surabaya an application called SUARAKU was created. SUARAKU is an application based on Android mobile that can help people with disabilities, especially blind, illiterate and deaf in identifying candidate pairs, track record, mission vision and campaign schedule of the candidate pairs. SUARAKU can help people with disabilities in the form of sounds and images. The voice used consists of two kinds of languages, namely Javanese and Indonesian which aims to facilitate the users of this application. With the existence of the SUARAKU application, it is expected to support the achievement of the disability rights to participate in voicing their rights and obligations in order to create a just and prosperous IndonesiaKeyword: general election, disability, android
Dogs (Canis lupus familiaris) as Virus Carrier in Indonesia Hadi, Moch Irfan; Alamudi, Muhammad Yusuf; Kumalasari, Mei Lina Fitri; Hidayati, Sri; Prakarsa, Tatag Bagus; Agustina, Eva; Ratodi, Muhamad; Munir, Misbakhul; Pribadi, Eko Teguh; Faizah, Hanik
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol 2 No 2 (2018): Biotropic, Volume 2, Nomor 2, 2018
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.994 KB) | DOI: 10.29080/biotropic.2018.2.2.100-107

Abstract

A Virus is an individual that cannot be described as an animal or a plant. If animals and plants contain two nucleic acids (DNA and RNA), on the contrary, the virus only has one of them. These nucleic acids can stimulate a complete virus replication cycle. The virus can only replicate and live on a living host if the host is finally dead, then the virus will move on the cells that are still alive. The virus has genetic material which is a protective protein coat called a capsid. Viruses can infect various varieties of organisms, both eukaryotes (animals, plants, protists, and fungi) and prokaryotes (bacteria and archaea). The Virus infects bacteria known as bacteriophage (phage). The Virus can cause serious diseases for humans such as AIDS, HIV, rabies, etc. Dogs belonging to Canidae family are the sibling of wolves, foxes and raccoon dogs. Among all members of Canidae, dogs have the most closely related to wolves which are the ancestors of dogs. The Canidae family generally has a small elongated body, sharp ear and muzzle, sharp smelling, can run fast and can swim. Dogs are human best friends. While taking care of the dogs, they can be attacked by various diseases. The closeness of the relationship between humans and dogs raises the potential for disease transmission, especially zoonosis and pandemics viruses. Keywords:  Canis lupus familiaris, Carier, Influenza, virus
STUDI PREVALENSI GAKY DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2007 Kusumawati, Erna; Sri Rejeki, Dwi Sarwani; Munir, Misbakhul
Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2008.1.2.89

Abstract

Iodium Deficiensy Disorder (IDD) is a group of symptom which arising from body lacking of element iodium continually within sufficiently long, one of indicator  used to measure the level of problem in community that is by measure of prevalensi endemic thyroid with Total Prevalency Goiter (TGR) The objectives of this study was to prevalensi IDD at women in reproductive age (WUS) in Banyumas regency year 2017. The type of this research was descriptive survey with cross sectional study. Sampel in this this research is WUS (15-49 year) amounting to 500 people coming from 5 district in Banyumas Regency. Data collecting conducted by observation with Urinary Excretion Iodine (UEI), inspection of degree of GAKY with palpalasi method. This survey is executed in August September 2017. Research result with palpalasi found the amount of Total Goiter Rate at WUS in Banyumas Regency Year in 2017 is 11,4% endemic category with detail degree of IA and IB (3,4%), II (4,0%). At inspection of UEI show has varying with value of lowers 3, highest value 296, average value 192,82 with standard of deviasi 64,40. At inspection of UEI known was 10,1% WUS of include in deficiencies category of iodium with heavy deficiencies (1,2%), moderate (2,8%) and lowers (6,2%). Require to continue to be improved by Communication Information and Education (KIE) so that knowledge of community concerning GAKY mount, so that effect at decrease of prevalensi GAKY.