Muncarno Muncarno
FKIP Universitas Lampung

Published : 77 Documents
Articles

MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

Jurnal Pedagogik Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of research were to increase the activities and study result of students  by implementation of Cooperative Learning models of Talking Stick type. The method of research was Classroom Action Research with planning, acting, observing, and reflecting step. The instrument of data collection used observation sheet and test. The technique of data analyze used qualitative and quantitative technique. The results of research showed that implementation of Cooperative Learning models of Talking Stick type for thematics learning can improve the activities and study result of student.Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model Cooperative Learning tipe Talking Stick. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Alat pengumpul data menggunakan lembar panduan observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning tipe Talking Stick dalam pembelajaran tematik dapat meningkatkan aktivitas dan dan hasil belajar siswa.Kata kunci: aktivitas, hasil belajar, model cooperative learning tipe talking stick.

PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

Jurnal Pedagogik Vol 1, No 7 (2013): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were to increase the activity and study result of student by implementation of problem based learning model and graphic media. The method of the research was Classroom Action Reserach. The instrument of data collection used observation sheet and test. Technique of data analysis used qualitative and quantitative analysis. The result showed that the student activity in cycle I “Moderately Active” to be “Active” in cycle II. The result study of affective in cycle I “Quite” to be “Good” in cycle II, psychomotor in cycle I “Quite Skilled” to be “Skilled” in cycle II, and percentage of the cognitive completeness in cycle I 68% to be 80% in cycle II.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based  Learning dengan media grafis. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Alat pengumpul data menggunakan lembar observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan, aktivitas siswa siklus I “Cukup Aktif” menjadi “Aktif” pada siklus II. Afektif siswa siklus I “Cukup” menjadi “Baik” di siklus II, psikomotor siswa siklus I “Cukup Terampil” menjadi “Terampil” pada siklus II, dan persentase ketuntasan kognitif siswa siklus I sebesar 68% menjadi 80% pada siklus II.Kata kunci: aktivitas siswa, hasil belajar, media grafis, problem based learning

PENERAPAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA

Jurnal Pedagogik Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of research are to improve motivation and study result of student. The method of research was classroom action research that consist of planning, implementing, observing, and reflecting. The instrument of data collection were formative test and observation sheet. The technique of data analysis used qualitative analysis and quantitative analysis. Implementation of group investigation type can improve motivation and study result of student.Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Metode penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan setiap siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Alat pengumpul data penelitian adalah tes formatif dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Penerapan tipe group investigation dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.Kata kunci: group investigation, hasil belajar, motivasi.

PENGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA REALIA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Jurnal Pedagogik Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data were obtained through observation and tests. Percentage of student learning activities in the first cycle 61,01%, 70,00% second cycle and third cycle of 82,75%. While the percentage of students who completed the first cycle of 17,39%, the second cycle of 60,87%, 82,61% and third cycle. Improving student learning outcomes supported formative test differences in test results by using t-test, the result of tacount (cycle I-II) = 5,01>ttable = 2,074 and tacount (cycle II-III) = 8,49> table = 2,074 at α = 0,05. The result showed an increase of activity and student’s learning outcomesTeknik pengambilan data penelitian dilakukan dengan cara observasi dan tes hasil belajar, dengan menggunakan lembar observasi dan tes formatif.Persentase aktivitas siswa siklus 1 adalah 61,01%, siklus II meningkat menjadi 70,00%, dan siklus III meningkat menjadi 82,75%. Hasil belajar siswa dengan KKM >55 siklus I adalah 17,39%, siklus II meningkat menjadi 60,87%, dan siklus III meningkat 82,61%. Peningkatan hasil belajar siswa didukung dengan uji perbedaan nilai tes formatif menggunakan uji t pada siklus I dan II diperoleh thitung 5,01 > ttable 2,074, siklus II dan III diperoleh hasil thitung 8,49 > ttable 2,074 pada α=0,05. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.Kata kunci: model CTL, media realia, aktivitas, hasil belajar.

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DENGAN MEDIA GRAFIS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Jurnal Pedagogik Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research method used was classroom action research. Research procedures performed in 3 cycles through the assessment process cycle, which consists of four stages, namely (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. Data were obtained through observation and tests. The data analysis technique used is the qualitative and quantitative analysis. Percentage of student learning activities in the first cycle 50,41%, 62,58% second cycle and third cycle of 81,50%. While the percentage of students who completed the first cycle of 62,50%, the second cycle of 70,84%, 83,33% and third cycle.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Prosedur penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus melalui proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari 4 tahap, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I 50,41%, siklus II 62,58%, dan siklus III 81,50%. Sementara persentase hasil belajar siswa yang tuntas pada siklus I sebesar 62,50%, siklus II sebesar 70,84%, dan siklus III 83,33%.Kata kunci: model jigsaw, media grafis, aktivitas, hasil belajar.

MODEL QUANTUM TEACHING DAN SEQIP UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA

Jurnal Pedagogik Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to increase the activities and study result of student through Quantum Teaching model and SEQIP. This research was Classroom Action Research (CAR) which was done in two (2) cycles. Each cycle consists of planning, implementing, observing, and reflecting. Data collecting technique was gained through non-test and test technique by using observation sheet to know the teacher performance and mastering the students’ activities and question test in order to find out the study result of students. It can be seen from the mastering the science process skill in cycle I which was in the moderate category, increased to high category in cycle II. The percentage of the minimum score of the student’s study result in cycle I 43.75% % increased 40.63% to 84,37% in the end of cycle II.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui model quantum teaching dan SEQIP. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data diperoleh melalui teknik non tes dan tes dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui kinerja guru dan aktivitas siswa serta soal tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari penguasaan aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori cukup, meningkat menjadi kategori baik pada siklus II. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 43,75% meningkat 17,85% menjadi 84,37% pada akhir siklus II.Kata kunci : aktivitas, hasil, quantum teaching, SEQIP.

PENERAPAN METODE PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV

Jurnal Pedagogik Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to increase the activity and student mathematics learning outcomes in fourth grades of D at Kartika II-5 Bandar Lampung. A method used in this research is classroom action research. It consists of two cycles and each cycle consists of 4 steps; planning, acting, observing and reflecting. A data collecting tool used in research is observation paper for student activity and teacher’s performance and student learning test. A result of data’s collecting were analyzed by using a qualitative and quantitative analysis. A result showed an increase in student activity and mathematics learning outcomes. It can be seen from the average student activity in cycle I is 71,26% with enough active category and increase in cycle II to 82,65% with active category. Furthermore, the completeness of student learning result in cycle I is 68,29% with the average score was 72,36 and in cycle II was increase to 87,80% with the average score was 84,19.Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas IV D SD Kartika II-5 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah classroom action research (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas dan kinerja guru, dan tes hasil belajar. Data penelitian ini dianalisis mengunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan terhadap aktivitas dan hasil belajar matematika. Hal ini terlihat dari rata-rata siswa aktif siklus I 71,26% dengan kategori cukup aktif dan meningkat pada siklus II menjadi 82,65% dengan kategori aktif. Selanjutnya ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 68,29% dengan rata-rata 72,36 dan pada siklus II meningkat menjadi 87,80% dengan rata-rata 84,19.Kata kunci: aktivitas, hasil belajar, metode permainan

PENERAPANAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA

Jurnal Pedagogik Vol 1, No 8 (2013): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research are to increase the motivation and the learning result of the students through the implementation of guided discovery learning. The kind of this research is Classroom Action Research consists with planning, acting, observing, and reflecting. Collecting the data use observation sheet to the motivation data, and the learning result data use test. Qualitative data is analyzed with the qualitative analyzes technique, whereas the learning result data is used quantitative analyzes technique. The result of the research showed that the implementation of guided discovery learning can increase the motivation and the learning result of the students. This case can be seen from the percentage of student motivation in cycle I (52,63%), cycle II (84,21%) increase by 31,58%. Percentage of the learning result in cycle I (63,165), cycle II (84,21%) increase by 21,05%.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan model guided discovery learning. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk data motivasi dan untuk data hasil belajar menggunakan tes. Data kualitatif dianalisis dengan teknik analisis kualitatif , sedangkan data hasil belajar digunakan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model guided discovery learning  dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari persentase motivasi siswa pada siklus I (52,63%), pada siklus II (84,21%) meningkat sebesar 31,58%. Persentase hasil belajar kognitif siswa pada siklus I (63,16%), pada siklus II (84,21%) meningkat sebesar 21,05%.nilai rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa menunjukkan kategori baik.Kata kunci: guided discovery learning, hasil belajar, motivasi.

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV

Jurnal Pedagogik Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The subject of this three cycle classroom research were students of 4th class of SD Negeri 1 Panjang Selatan. The data analysis techniques in the form of qualitative and quantitative analysis. Data obtained through observation and formative tests. The results showed that there were  increase in activity and result of learning students.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data dalam bentuk analisis kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi dan tes formatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa.Kata kunci: TPS, aktivitas, hasil belajar, matematika.

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN INTERAKTIF

Jurnal Pedagogik Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were to increase the activities and study result of student by interactive instruction. The method of the research was Classroom Action research . The instrument of data collection used observation sheet and test. Technique of data analysis used qualitative and quantitative analysis. The result showed that the student activities in cycle I “Moderately Active” to be “Active” in cycle II. Percentage of the cognitive completeness in cycle I 67% to be 85% in cycle II.  The result study of affective in cycle I is “Quite” to be “Good” in cycle II, and psychomotor in cycle I is “Quite Skilled” to be “Skilled” in cycle II.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran interaktif. Metode penelitian ini adalah Tindakan Kelas. Alat pengumpul data menggunakan lembar observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan, aktivitas siswa siklus I “Cukup Aktif” menjadi “Aktif” pada siklus II. Persentase ketuntasan kognitif siswa siklus I sebesar 67% menjadi 85% pada siklus II,  Afektif siswa siklus I “Cukup” menjadi “Baik” di siklus II, dan psikomotor  siswa siklus I “Cukup Terampil”  menjadi “Terampil” pada siklus II.Kata kunci: aktivitas siswa, hasil belajar, pembelajaran interaktif

Co-Authors A. Sudirman, A. A.S., Luiki Prianti Agustina, Ella Ahmad Sudirman Alben Ambarita Aldona Meylina Manalu, Aldona Meylina Amanda, Yan Bella Andreas Tri Wibowo, Andreas Tri Anggun Febri Anita Antonina Meilani Asta. S. N, Antonina Meilani Anugrah, Desi Tri Anyta MJ, Anyta Apriliani, Vivi Apriyana Apriyana Aqmarina Ferial Asmaul Khair Astri Indriyani Astuti, Astri Indriyani Ayu Saputri, Ayu Ayu Silvia Febriani Darmanita, Avira Rizka Darsono Darsono Dessy Ayu Purwandari, Dessy Ayu Diah Nuraini Dwi Iswahyudi, Dwi Ester Handayati, Ester Faqih Muhammad Ridho, Faqih Muhammad Fatih Istiqomah Febrilla, Milla Martha Fitriana, Uswatun Ika H., Yulina Hera, Made Melsa Helma Istiqomah, Ani Kinanti, Nadya Indah Kojat Sudiatmaja Komang Okayana, Komang Lusia Pramita Sari Maisyaroh, Siti Maulinda Putri Prasojo Mayang Saputri Meisyuri, Anisa Redha Melina Budiawati, Melina Muawana, Shefa Mugiadi Mugiadi Mugiadi Mugiaidi, Mugiadi Muhammad Khoirul Huda Mukti Ari Wibowo, Mukti Ari Mursyid, Ema Mutiara Nanda Pratiwi Nelly Astuti Ni Komang Megasari Nola Susanti Nurazizah, Siti Nyoman Tri Yulianti Oktarina, Bella Patmi, Silvia Neli Pita Prasetio, Deni Wahyu Prisintia Wahyu Utami Purwasih, Retno Puspitaningrum, Febri Putra, Hendri Pratama Putri, Kurnia Rapani Rapani Riyani Cahyanti Rohman, Abi Rosnita Cecilia Marbun Salwa, Agin Fifi Sandra, Dona Mei Saras Rohmawati Sarengat Sarengat Sari, Yopita Septiana, Eka Setianingsih, Dita Shella Dyah Wulan Sari Siswantoro Siswantoro Siti Fatimah Siti Nurjanah Siti Rachmah Sofiani Sowiyah Sowiyah Sulistiasih Sulistiasih Sunita, Sunita Supriyadi Supriyadi susti anggra eni syahri hasan mulya Tika Fransiska Wahyu Setiawan Wardianto, Derios Wulandari Wulandari Yani, Imelda Astika Yeni Safitri Yulina Hamdani