Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Penelitian Sains

Suksesi Bakteri pada Proses Pembusukan Empek-Empek Palembang Selama Penyimpanan Verawaty, Merieska; Munawar, Munawar
Jurnal Penelitian Sains No 16 (2004)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.43 KB)

Abstract

Penelitian mengenai pola suksesi bakteri pada proses pembusukan empek-empek palembang selama penyimpanan telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya Inderalaya, mulai bulan Mei sampai Agustus 2003. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan pola seleksi bakteri yang berperan pada psoses pembusukan empek-empek Palembang selama penyimpanan. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengisolasi mikroorganisme dari sampel empek-empek yang disimpan selama 12 hari, sampel diamati dengan interval 3 hari. Total koloni bakteri yang tumbuh diamati setiap 3 hari pengamatan. Koloni yang tumbuh diisolasi dan diidentifikasi berdasarkan pada ciri-ciri morfologi dan fisiologinya. Kemudian pola suksesi ditentukan berdasarkan persentasi bakteri yang dominan pada setiap interval pengamatan. Persentase bakteri yang tumbuh dihitung menggunakan Plate Count Agar (PCA) dengan metode pengenceran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total koloni bakteri rata-rata meningkat selama penyimpanan. Yaitu pada awal penyimpanan total koloni bakteri adalah 3,8 x 102 sel/cm2, hari ketiga total koloni bakteri 3,5 x 105 sel/cm2, hari keenam total koloni 4,2 x x 107 sel/cm2, hari kesembilan total koloni bakteri 5,6 x x 109 sel/cm2, hari kedua belas total koloni bakteri 8,5 x x 1010 sel/cm2. Isolat yang berhasil diisolasi dan diidentifikasi pada proses pembusukan empek-empek selama penyimpanan yaitu marga Staphylococcus, Micrococcus dan Bacillus. Pola suksesi mikroba pada proses pembusukan empek-empek menunjukkan bahwa selama penyimpanan populasi yang dominan adalah marga Bacillus, yaitu dari hari ke-0 sampai heri ke-12, marga Micrococcus mengalami perubahan pola suksesi dimana pertumbuhan maksimalnya pada hari ke-9, sedangkan marga Staphylococcus sudah ada sejak hari pertama dan jumlahnya meningkat sampai hari ke-6, namun mengalami penurunan mulai hari ke-9 dan terus berlanjut hingga hari ke-12.
Pengaruh Komposisi Bahan dan Lama Penyimpanan Terhadap Aspek Mikrobiologi dan Aspek Biokimia dalam Pembuatan Bekasam H. Widhayanti, H. Widhayanti; Arwinsyah, Arwinsyah; Munawar, Munawar
Jurnal Penelitian Sains No 1 (1996)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh komposisi bahan dan lama penyimpanan dalam pembuatan Bekasam dengan bahan Ikan Betina (Dangila cuvieri, C.V.). Variabel yang diamati meliputi aspek mikrobiologi dan aspek biokimia. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial dimana faktor I (satu) adalah kompisisi bahan dan faktor II (dua) adalah lama penyimpanan. Data dianalisis dengan Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan Uji Lanjut DMRT dengan tingkat kepercayaan 5%. Hasil menunjukkan bahwa komposisi bahan tidak berpengaruh terhadap jumlah angka kuman, jumlah khamir, kadar protein, lemak, karbohidrat, alkohol dan asam laktat sedangkan lama penyimpanan berpengaruh. Interaksi komposisi bahan dan lama penyimpanan hanya berpengaruh terhadap kadar asam laktat.
Optimaslisasi Sumber Nitrogen (KNO3) pada Medium Pertumbuhan Bakteri Pengurai Hidrokarbon Munawar, Munawar
Jurnal Penelitian Sains No 8 (2000)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.695 KB)

Abstract

Penelitian tentang optimalisasi sumber nitrogen (KNO3) pada medium pertumbuhan bakteri pengurai hidrokarbon telah dilakukan. Medium dasar yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai komposisi (gram/liter) sebagai berikut: ekstrak ragi 0,01; K2HPO4 0,1; dan akuades 1 liter. Pada medium tersebut ditambahkan sumber karbon berupa residu minyak bumi dengan konsentrasi 20% (b/v). KNO3 yang digunakan sebagai sumber nitrogen (g/100 ml medium): 0,5; 1,0 dan 1,5. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa medium dengan penambahan KNO3 1,0 g/100 ml medium menunjukkan pertumbuhan paling baikbagi bakteri pengurai hidrokarbon, dibandingkan dengan pada medium dengan penambahan KNO2 dengan konsentrasi yang lain.
Bioremediasi Vitro Limbah Industri Penghilangan Minyak Bumi oleh Bakteri Hidrokarbonklastik Munawar, Munawar
Jurnal Penelitian Sains No 6 (1999)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.432 KB)

Abstract

Penelitian tentang bioremediasi in vitro industri pengilangan minyak bumi oleh bakteri hidrokarbonoklastik telah dilakukan dengan tujuan menentukan kemampuan bakteri hidrokarbonoklastik dalam mendegradasi limbah industri pengilangan minyak bumi yang ditunjukkan oleh perubahan viskositas, hidrokarbon terlarut dan pH. Bakteri yang digunakan sebagai remediator adalah Achromobacter sp, Bacillus brevis dan Pseudomonas vesicularis. Proses bioremediasi dilakukan dalam medium uji yang ditambah limbah industri pengilangan minyak bumi 20% (v/v) dan diinkubasi pada suhu 30°C selama 14 hari dengan kecepatan pengocokan 120 rpm. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masing-masing bakteri hidrokarbonoklastik yang digunakan mempunyai kekhususan dalam mendegradasi limbah. Achromobacter sp mempunyai kemampuan paling tinggi dalam menurunkan viskositas (dari 54,64 cSt menjadi 28,99 cSt), Bacillus brevis mempunyai kemampuan paling tinggi dalam meningkatkan hidrokarbon terlarut (dari 3,90 x 10-5 g/m3 menjadi 3,75 x 10-4 g/m3), sedangkan Pseudomonas vesicularis mempunyai kemampuan paling tinggi dalam menurunkan pH (menurunkan hingga 35,58%).
Isolasi Bakteri Termofilik Penghasil Biosurfaktan yang Ber-potensi sebagai Agen MEOR (Microbial Enhanched Oil Re-covery) dari Sumur Minyak di Sungai Angit Laini, Rora Eva; A. Napoleon, A. Napoleon; Munawar, Munawar
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.269 KB)

Abstract

Salah satu teknik EOR yang dikembangkan saat ini adalah memanfaatkan mikroba yang dikenal den-gan microbial enhanced oil recovery (MEOR). MEOR merupakan teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikro-ba dan dilakukan dengan tujuan meningkatkan perolehan minyak pada suatu reservoir minyak bumi dengan cara menginjeksikan mikroba ke dalam reservoir tersebut. Riset ini bertujuan untuk mendisolasi bakteri termo-filik penghasil biosurfaktan yang berpotensi sebagai agen MEOR. Sampel minyak diambil dari tiga sumur mi-nyak yang berbeda di desa Sungai Angit, Musi Banyuasin menggunakan metode Multiple Sampling. Bakteri yang berhasil diisolasi diuji kemampuannya bertahan hidup pada suhu tinggi dan kemampuannya menghasil-kan biosurfaktan. Ada 8 bakteri hasil isolasi, namun hanya 7 yang lolos uji termofilik dan 3 bakteri yang secara signifikan menghasilkan biosurfaktan, yaitu : Pseudomonas citronellolis, Pseudomonas fluorescens dan Burkholde-ria glumae.
Deteksi Beberapa Bakteri Patogen pada Berbagai Jenis Ikan Konsumsi yang Laku Dijual di Pasaran Palembang Munawar, Munawar; H. Widjajanti, H. Widjajanti; E. Patriono, E. Patriono; Sarno, Sarno; A. Wulandari, A. Wulandari
Jurnal Penelitian Sains No 1 (1996)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa ikan-ikan konsumsi yang terdiri atas 13 jenis dari ketiga pasar tempat pengambilan sampel tidak mengandung Salmonella, tetapi ditemukan satu jenis ikan, yaitu ikan gabus yang diambil dari salah satu pasar tempat pengambilan sampel mengandung V. Cholerae. Sedangkan hasil perhitungan angka kuman dari semua jenis ikan menunjukkan masih di bawah batas maksimum yang ditentukan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Antara angka kuman dengan keadaan morfologi ikan menunjukkan terdapat hubungan yaitu keadaan morfologi ikan semakin jelek, angka kuman semakin meningkat. 
Eksplorasi Bakteri Hidrokarbonoklastik dari Rhizosfer di Lahan Tambang Minyak Rakyat, Kecamatan Babat Toman, Sumatera Selatan Hardestyariki, Dwi; Yudono, Bambang; Munawar, Munawar
Jurnal Penelitian Sains Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.983 KB)

Abstract

This study aims to obtain rhizosphere bacteria as a potential agent of bioremediation. The method of sampling the plant rhizosphere by purposive sampling. Soil samples were taken from around the rhizos-phere of plants that live in soil contaminated oil. Bacteria were isolated from the rhizosphere soil samples, then they were selected into steps : performed purification, selection I and selection II. The among bacteria are tested the synergism, then characterized and identified it’s genus. The results showed that there were as many as 34 rhizosphere bacterial isolates were collected from three different sampling locations. Identification of bacteria that have potential as a bioremediation agent. Each bacterial isolate was identified as Sporosarcina sp. A.4.10, Proteus sp. C.6.7, Actinobacillus sp. A.6.3, and Flavobacterium sp. A.5.8.