Arief Mulyono
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

Genetic dynamic analysis of the H5N1 Avian influenza virus NS1 gene isolated in Bali Mulyono, Arief; Asmara, Widya
Health Science Journal of Indonesia Vol 3, No 2 Des (2012)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/HSJI/article/view/3071

Abstract

AbstrakLatar belakang:Virus Avian Influenza H5N1 diperkirakan terus bermutasi, yang berpotensi meningkatkan kapasitas untuk melompati barier spesies, dan dapat menular secara mudah antar manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika genetik gen NS1 dan mengetahui adanya marka virulensi pada sekuen gen NS1 VAI H5N1 ayam asal Bali.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah isolasi RNA, amplifikasi gen NS1 dengan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), elektroforesis dan sequencing. Data sekuen isolat virus Avian influenza H5N1 asal Bali tersebut selanjutnya dibandingkan dengan multiple aligment dengan isolat asal Indonesia lainnya dari berbagai hospes yang diakses melalui GenBank tahun 2005-2007, dan pembuatan pohon filogenetik.Hasil:Keempat isolat uji mengalami substitusi P42S dan delesi 5 asam amino pada posisi 80-84 yang mengakibatkan potensi peningkatan virulensi virus, namun tidak dijumpai adanya substitusi D92E, F103L dan M106I. Analisis filogenetik menunjukkan keempat isolat uji mempunyai kekerabatan genetik lebih dekat dengan isolat asal kucing dan manusia. Dibandingkan dengan isolat Bali tahun 2005 isolat uji mengalami peningkatan substitusi nukleotida dan asam amino.Kesimpulan:Isolat VAI H5N1 asal Bali mengalami dinamika genetik dan ditemukan marker virulensi pada sekuen gen NS1. (Health Science Indones 2012;2:xx-xx)Kata kunci: avian influenza, H5N1, NS1Abstract Background:H5N1 Avian Influenza virus is expected to continue to mutate, potentially increasing the capacity to jump the species barrier, and can be easily transmitted between humans. This study aimed to analyze the genetic dynamics of the NS1 gene and to recognize markers of virulence in VAI H5N1 NS1 gene sequences from Balinese poultry.Methods:The method used was isolation of RNA, NS1 gene amplification  by  Reverse  Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), electrophoresis and sequencing. Data sequence Avian influenza H5N1 virus isolates from Bali is then compared with the multiple alignment with other Indonesian isolates from different hosts accessed through 2005-2007GenBank, and constructing a phylogenetic tree.Results:The four test isolates had substitutions and deletions P42S 5 amino acids at positions 80-84 resulting in the potential for increased virulence of the virus. But no D92E, F103L and M106I substitution were found. Phylogenetic analysis showed four test isolates have a closer genetic kinship with cats and human origin isolates. Compared to the 2005 Bali isolate, the test isolates had increased nucleotide and amino acid substitutions.Conclusions:Avian influenza virus H5N1 isolates from Bali has dynamic genetic and virulence marker had found on NS1 gene sequence. VAI H5N1 isolates from Bali underwent genetic dynamics. Virulence markers were found in the NS1 gene sequences. (Health Science Indones 2012;2:xx-xx)Keywords: Avian influenza, H5N1, NS1
STUDI KOLEKSI REFERENSI RESERVOIR PENYAKIT DI DAERAH ENZOOTIK PES DI JAWA BARAT DAN JAWA TIMUR -, Ristiyanto; Mulyono, Arief; Yuliadi, Bernadus; -, Sukarno
Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 2, No 1 Jun (2010)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/vk/article/view/18

Abstract

ENGLISHReservoir Reference Study Collection Disease, particularly rats have been conducted in several areas such as the enzootic plague area in the district of Nongkojajar, Pasuruan, East Java and Ciwidey district, Bandung regency, West Java. These were organized in May-October 2007. The method used for the collection and reference reservoir of disease is rodentia survey methods. Result of the reference collection reservoir of disease is the house rat Rattus tanezumi Nongkojajar found either in the of Pasuruan, East Java (3 rats) and the District of Ciwidey (4 rats). Polynesian rat R. exulans, three rats were only found in the District Nongkojajar, whereas three rats R. tiomanicus, three rats were found in Ciwidey. In addition another types of mice were also found 1 Insectivora mice Suncus murinus in the District Ciwidey. Type of rats captured in habitat homes in the District Ciwidey Bandung regency, West Java and Pasuruan, East Java is the same type, namely house rat Rattus tanezumi. Types of mice caught in the habitat garden in the District Ciwidey Bandung regency, West Java (tiomanicus R. tree rats) were different from mice found in Pasuruan, East Java (Polynesian rat R. exulans). Local environment in plague enzootic area in Pasuruan, East Java is mountainous and forest conservation area Bromo-Tengger, while District Ciwidey, Bandung is the highland tourism areas / mountainous and agricultural areas.INDONESIAKoleksi referensi reservoir penyakit khususnya tikus telah dilakukan di beberapa daerah enzootik pes seperti di Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dan Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2007. Metode yang digunakan untuk koleksi dan referensi reservoir penyakit adalah metode survei rodensia. Hasil koleksi referensi reservoir penyakit adalah tikus rumah Rattus tanezumi ditemukan baik di Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (3 ekor) maupun Kecamatan Ciwidey (4 ekor). Tikus polinesia R. exulans, 3 ekor hanya ditemukan di Kecamatan Nongkojajar, sedangkan tikus pohon R. tiomanicus, 3 ekor ditemukan di Kecamatan Ciwidey. Selain jenis tikus tersebut ditemukan pula seekor insektivora celurut rumah Suncus murinus, 1 ekor di Kecamatan Ciwidey. Jenis tikus yang tertangkap di habitat rumah di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur adalah sama jenisnya, yaitu tikus rumah Rattus tanezumi. Jenis tikus yang tertangkap di habitat kebun di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, Jawa Barat (tikus pohon R. tiomanicus) berbeda dengan jenis tikus di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (tikus polinesia R. exulans). Lingkungan daerah enzootik pes di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur merupakan daerah pegunungan dan kawasan hutan lindung Bromo-Tengger, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung merupakan daerah wisata dataran tinggi/pegunungan dan daerah pertanian/perkebunan
KARAKTERISTIK HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS GOT Rattus norvegicus INFEKTIF Leptospira sp. Mulyono, Arief; -, Ristiyanto; Soesanti H, Noor
Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 1, No 2 Okt (2009)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/vk/article/view/8

Abstract

ENGLISHThe research on the histological structure of Rattus tanezumi hepar infected by Leptospira sp. was conducted. The purpose of this research was to determine the change of hepar tissue structure of R. tanezumi due to the patogenicity of Leptospira sp. bacteria. The research was done in Miroto, Central Semarang District, Semarang Municipality. R. tanezumi were caught and their hepar were taken, then histological preparat were made using paraffin and HE coloring method. The data was collected qualitatively and then analyzed descriptively by describing histological hepar appearance of R. tanezumi which were infected by Leptospira sp. The results of Rattus norvegicus histological hepar examination which were infected by Leptospira sp. were as many as 8 individuals (72,7%). The examination results of histological hepar of Rattus norvegicus infected by Leptospira sp. show that the fat degeneration in part of hepar cell occured in 50%. The fat degeneration in almost all hepar cell occurred in 12.5%, 12.5% infiltration of inflammation cell and fat degeneration occured in part of hepar cell and 25% of the hepar structure were normal.INDONESIATelah dilakukan penelitian tentang struktur histologi organ hepar tikus got, Rattus norvegicus infektif Leptospira sp. Tujuan penelitian untuk mengetahui perubahan struktur jaringan hepar R. norvegicus akibat patogenitas bakteri Leptospira sp. Penelitian dilakukan di Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Kotamadya Semarang. R. norvegicus diambil heparnya dan selanjutnya dibuat sediaan histologis dengan metode parafin dan pewarnaan HE (Hematoxylin Eosin). Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif dan dianalisis secara deskriptif yaitu mencandra gambaran histologis hepar R. norvegicus yang infektif Leptospira sp. Hasil penangkapan menunjukkan bahwa R. norvegicus yang tertangkap sebanyak 11 ekor, dan 8 ekor infektif Leptospira sp. (72,7%). Hasil pemeriksaan histologis hepar R. norvegicus yang infektif Leptospira sp. menunjukkan 50% terjadi degenerasi melemak pada sebagian sel hepar, 12,25% degenerasi melemak hampir pada keseluruhan sel hati, 12,25% degenerasi melemak yang disertai dengan infiltrasi sel radang, dan 25% struktur histologi heparnya normal.
INDEKS KERAGAMAN EKTOPARASIT PADA TIKUS RUMAH Rattus tanezumi Temminck, 1844 dan TIKUS POLINESIA R. exulans (Peal, 1848) DI DAERAH ENZOOTIK PES LERENG GUNUNG MERAPI, JAWA TENGAH -, Ristiyanto; Mulyono, Arief; Agustina, Maria; Yuliadi, Bernadus; -, Muhidin
Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 1, No 2 Okt (2009)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/vk/article/view/7

Abstract

ENGLISHStudy of index diversity of ectoparasite species in the body of rat R. tanezumi and Polynesian rat R. exulans was conducted on the slopes of Mt. Merapi, Sukabumi village, Cepogo Sub District, Boyolali District, Central Java from May up to December 2008. The purpose of this study was to accounter index diversity of ectoparasite species in roof rat R. tanezumi and Polynesia rat R. exulans. This study was descriptive research. The method of study was by wire trap and ectoparasite processing by combing the hair. Five main groups of ectoparasites were found on the bodies of roof rat R. tanezumi and Polynesian rat R. exulans i.e mites, chiggers, ticks, lice and fleas. It had been found 10 species of ectoparasites on the body of R. tanezumi. It was 2 species of fleas, Xenopsylla cheopis and Stivalius cognatus, 2 species of lice Polyplax spinulosa and Hoplopleura pasifica, 5 species of chiggers Leptotrombidium deliensis, L. lacunosa,and Gahrliepia disparunguis, 2 species of mites larvae Laelap echidninus and L. nuttalli and 1 species of tick Ixodes sp., whereas in the bodies of polynesian rat R. exulans were found all of species ectoparasites, exceptly chigger L. lacunosa and ticks Ixodes sp. Species of chiggers L. fletcheri and Celadonta were found too in the bodies of Polynesian rats R. exulans. Poly-ectoparasitism and indexs diversity of ectoparasites species on the bodies roof rats R. tanezumi and R. exulans (male and female) in domestic and peridomestic habitat in slope of Merapi Mountain, Central Java were not different significantlyINDONESIAStudi indeks keanekaragaman jenis ektoparasit pada tubuh tikus rumah Rattus tanezumi dan tikus Polinesia R. exulans telah dilakukan daerah di lereng Gunung Merapi, Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dilakukan pada bulan Mei-Desember 2008. Tujuan penelitian adalah mengetahui indeks keragaman ektoparasit pada tikus rumah Rattus tanezumi dan tikus polinesia R. exulans. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei rodent dengan perangkap kawat, serta pemrosesan ektoparasit dengan penyisiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima kelompok ektoparasit telah ditemukan pada tubuh tikus rumah R. tanezumi dan tikus polinesia R. exulans.. Di tubuh tikus rumah R. tanezumi telah ditemukan 10 jenis ektoparasit yaitu 2 jenis kelompok pinjal, Xenopsylla cheopis dan Stivalius cognatus, 2 jenis kelompok kutu Polyplax spinulosa dan Hoplopleura Pasifica, 5 jenis kelompok larva tungau Leptotrombidium deliensis, L. lacunosa, dan Gahrliepia disparunguis, 2 jenis kelompok tungau Laelap echidninus dan L. nuttalli dan 1 jenis kelompok caplak Ixodes sp.,sedangkan pada tubuh tikus polynesia R. exulans telah ditemukan semua dari jenis ectoparasit tersebut di atas L. lacunose. Jenis larva tungau L. fletcheri dan Celadonta telah ditemukan di tubuh tikus polinesia R. exulans. Indeks keragaman ektoparasit pada tubuh tikus R. tanezumi dan tikus polinesia R. exulans, baik jantan maupun betina tidak ada perbedaan yang bermakna 
METODE KONTAK TIDAK LANGSUNG UNTUK UJI KEPEKAAN PINJAL PADA TIKUS TERHADAP INSEKTISIDA -, Ristiyanto; Handayani, Farida Dwi; Mulyono, Arief
Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 1, No 1 Jun (2009)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/vk/article/view/6

Abstract

Pada bulan Januari 2005, uji metode tidak langsung untuk uji kepekaan pinjal pada tubuh tikus telah dilakukan di Laboratorium Pes Puskesmas Nongkojajar Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan alat uji kepekaan pinjal pada tubuh tikus terhadap insektisida (metode kontak tidak langsung).Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat uji kepekaan pinjal pada tubuh tikus terhadap insektisida (metode kontak tidak langsung) dapat digunakan untuk uji kepekaan pinjal. Pinjal Xenopsylla cheopis dan Stivalius cognatus peka terhadap insektisida fenitrothion 2,5%, baik dengan metoda kontak lagsung maupun metode kontak tidak langsung. LT50 (Lethal Time 50%) pada metode kontak tidak langsung, pinjal X. cheopis yang diinvestasikan pada tikus rumah Rattus rattus diardii adalah 18 menit dan pada metode kontak langsung, LT50 pinjal X. cheopis adalah 12 menit. LT95 pada pinjal yang sama untuk metode kontak langsung adalah 60,9 menit dan 62,3 menit untuk metode kontak tidak langsung. Pinjal tikus hutan S. Cognatus pada tikus ladang Rattus Exulans, LT50 adalah 16 menit untuk metode kontak langsung dan 31 menit untuk metode kontak tidak lamgsung, sedangkan LT95 untuk S. Cognatus pada metoda kontak langsung adalah 59 menit dan 114 menit untuk metode kontak tidak langsung.
HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS RUMAH (RATTus TAnEzumI) INFEKTIF PATOGENIKLEpTospIRAspp. Mulyono, Arief; DH, Farida; H, Noor Soesanti
Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 5, No 1 Jun (2013)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.536 KB)

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang struktur histologi hepar (hati) tikus rumah (Rattus tanezumi) infektif Leptospira spp.  Tujuan  penelitian  untuk  mengetahui  perubahan  struktur  jaringan  hepar  R.  tanezumi  akibat  patogenitas bakteri Leptospira spp. Penangkapan tikus dilakukan di Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. R. tanezumi diambil heparnya dan selanjutnya dibuat sediaan histologis dengan metode parafin dan pewarnaan HE (Hematoxylin Eosin). Data dianalisis secara deskriptif yaitu mencandra gambaran histologis hepar  R  tanezumi  infektif  Leptospira  patogenik.  Hasil  penangkapan menunjukkan  bahwa  R.  tanezumi  yang tertangkap sebanyak 8 ekor, dan 2 ekor infektif Leptospira patogenik. Hasil pemeriksaan histologis menunjukkan bahwa sebagian sel hepar R. tanezumi infektif Leptospira patogenik terjadi degenerasi melemak.Kata kunci: Hepar, Leptospira, Rattus tanezumiAbstractThe study on the histological structure of Rattus tanezumi liver infected by Leptospira spp was conducted. The purpose of this study was to determine the change of hepar tissue structure of R. tanezumi due to the patogenikity of Leptospira spp bacteria. The rats were collected from Miroto region, Central Semarang District, Semarang Municipality. R. tanezumi were caught and their hepar were taken, then histological preparat were made using paraffin and HE staining method. The data were collected qualitatively and then analyzed descriptively by describing histological hepar appearance of R. tanezumi which were infected by Leptospira spp. The results of this research show that 8 individuals of R. tanezumi caught and 2 induvidual infected by Leptospira spp. The results of R. tanezumi histological hepar examination which were infected by Leptospira spp. show fat degeneration in part of hepar cell.Key words: Hepar, Leptospira, Rattus tanezumi
HUBUNGAN KEBERADAAN TERNAK DAN LOKASI PEMELIHARAAN TERNAK TERHADAP KASUS MALARIA DI PROVINSI NTT (ANALISIS LANJUT DATARISKESDAS2007) Mulyono, Arief; Alfiah, Siti; Sulistyorini, Evi; Negari, K. Sekar
Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 5, No 2 Okt (2013)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.693 KB)

Abstract

Provinsi    Nusa    Tenggara    Timur     merupakan    salah    satu    provinsi    dengan    angka    kesakitan    malaria    yang    tinggi    diIndonesia. Faktor    risiko    individu    dan    lingkungan    diduga    berperan    terhadap    kejadian    infeksi    malaria    di    daerahendemis.    Pada    dasarnya    Anopheles    (vektor    atau    non    vektor)    lebih    menyukai    darah    hewan.    Nyamuk    banyakditemukan    di    sekitar    kandang    ternak.    Tujuan    analisis    data    riskesdas    ini    untuk    mengetahui    pengaruh    faktorlingkungan    perumahan    dalam    hal    ini    pemeliharaan    ternak    sedang    dan    besar     serta    lokasi    pemeliharaan    ternakterhadap    kasus    malaria    di    Provinsi    NTT.  Penelitian    ini    merupakan    studi    analitik    dengan    menggunakan    datasekunder    Riskesdas    2007.    Rancangan    penelitian    ini    adalah    cross    sectional.    Analisis    data    dilakukan    dengandua    tahap,    yaitu    analisis    univariat    dan    bivariat.    Hasil    analisis    univariat    menunjukkan    61,5%    respondenmemelihara    ternak    sedang    dan    17,2%    memelihara    ternak    besar.    Persentase    kasus    malaria    ditemukan    tertinggipada    responden    yang    tidak    memelihara    ternak    besar    (84,6%).    Hasil    analisis    bivariat    menunjukkan    adahubungan    yang    nyata    antara    pemeliharaan    ternak    dan    lokasi    pemeliharaan    ternak    terhadap    kasus    malaria    diNTT    (P.    value    <    0,05).Kata    Kunci:     Ternak,    Anopheles,    malaria,    NTT
SEROPREVALENSI LEPTOSPIRA PADA RATTUS NORvEgICUS DAN RATTUS TANEzUmI BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN UMUR Mulyono, Arief; Ristiyanto, Ristiyanto; H, Farida Dwi; WP, Dimas Bagus; Rahardianingtyas, Esti
Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 7, No 1 JUN (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.922 KB)

Abstract

Rats are the main natural infectious host of leptospirosis to human. Rattus norvegicus (rats) and Rattus tanezumi (house mice) are two types of domestic rats that related with leptospira infection in the world. They are played the main role major leptospirosis transmission to human than others. This study aims to determine seroprevalence of Leptospira of R. norvegicus and R. tanezumi based of the sex and age. The method of study was trapping rats in the Miroto village (Semarang) and Tridonorejo village (Demak). LeptoTec Dri-Dot test has used after take  blood of the rats intracardially and weight eye lens used to determinan age of the rats. The results showed seroprevalence of Leptospira in R. norvegicus were 66,67% and R. tanezumi were 24,39%. Seroprevalence of Leptospira in R. norvegicus females were 71,43% and R. norvegicus males were 60%. Seroprevalence of Leptospira in R. tanezumi females were 21,43% and R. tanezumi male were 30,77%. Based of age showed seroprevalence of Leptospira was highest in R. norvegicus and R.tanezumi adult than R. norvegicus and R. tanezumi young.
STUDI POPULASI VEKTOR MURINE TYPHUS (XENOPSYELLA CHEOPIS) DI DAERAH ENDEMIS LEPTOSPIROSIS, KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH Mulyono, Arief; Ristiyanto, Ristiyanto; Bagus, Dimas
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol 13, No 4 Des (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.387 KB)

Abstract

Murine typhus dan leptospirosis memiliki kecenderungan berbagi rute dalam penularan terutama di daerahdengan populasi tikus yang tinggi. Infeksi ganda penyakit ini pernah dilaporkan di Asia Tenggara danmempersulit pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk melihat populasi vektor murine typhus, X. cheopis didaerah endemis leptospirosis di Kota Semarang, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan di lima kelurahandengan kasus leptospirosis tertinggi pada tahun 2011 (Kelurahan Sambiroto, Sendangguwo, Tandang,Bulustalan, dan Randusari). Metode penelitian adalah survei dengan melakukan penangkapan tikus,pengumpulan dan identifikasi ektoparasit tikus serta menghitung indeks khusus X. cheopis. Hasil penelitianmenunjukkan keberhasilan pengangkapan tikus sebesar 8,5%, tikus terinfestasi X. cheopis 28%, dan indekX. cheopis sebesar 0,68%. Disimpulkan Kota Semarang berpotensi terhadap penularan murine typhus. 
Detection of Markers of Increased Virulence Non Structural protein (NS I) Avian Influenza Virus H5N1 from Indonesia=DETEKSI PENANDA PENINGKATAN VIRULENSI NON STRUKTURAL PROTEIN (NS1) VIRUS AVIAN INFLUENZA H5N1 ASAL INDONESIA Mulyono, Arief
Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 6, No 1 Jun (2014)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3130.709 KB)

Abstract

ENGLISHAbstractNS1 protein is a multifunction protein that plays key role of pathogenesis and virulence of avians influenza virus H5N1. The amino acid substitution at the position P42S, D92E, F103I, M106I and 5 amino acid deletion at the position 80 to 84 in NS1 protein reported increasing virulence of avians influenza virus H5N1. Several studies showed avians influenza virus H5N1 in Indonesia has dynamic changed. This study aimed to analyze the markers of virulence of NS1 protein sequences of all H5N1 virus isolates from Indonesia. The source of NS1 protein sequence data gene obtained from GeneBank and Gisaid. Data were analyzed using Bioedit software. The Results showed the isolates from Indonesia had substitutions P42S and 5 amino acids deletions at positions 80-84 resulting in the potential for increased virulence of the virus. However, amino acid substitution at the position D92E, F103L and M106I substitution were not found.INDONESIANAbstrakProtein NS1 adalah protein multifungsi yang memainkan peran kunci dalam patogenesis dan virulensi virus avian influenza H5N1. Substitusi asam amino P42S, D92E, F103I, M106I, dan delesi 5 asam amino di posisi 80 - 84 dilaporkan meningkatkan virulensi virus avian influenza H5N1. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa virus avian influenza di Indonesia mengalami perubahan dinamis. Studi ini akan menganalisis motif asam amino yang menjadi penanda peningkatan virulensi pada sekuen protein NS1 virus avian influenza H5N1 asal Indonesia. Data sekuen asam amino protein NS1 diperoleh dari database GeneBank dan Gisaid. Analisis data menggunakan Bioedit software. Hasil analisis menunjukkan subtitusi asam amino dari prolin ke serin di posisi 42 (P42S) dan delesi 5 asam amino di posisi 80 – 84 telah ditemukan pada virus avian influenza asal Indonesia, akan tetapi tidak ditemukan substitusi asam amino aspartat ke glutamat diposisi no 92 (D92E) dan tidak ada yang mengalami 2 substitusi asam amino sekaligus diposisi 103 dan 106.