Articles

Pengaruh Penggunaan Kulit Buah Kakao Fermentasi dengan Fermentor yang Berbeda terhadap Kecernaan Komponen Serat Pakan pada Ternak Kambing Lokal Jantan Jayadin, Faisal; Syahrir, Syahrir; Mulyati, Mulyati
AGROVET Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah kakao merupakan salah satu jenis limbah perkebunan kakao yang belum belum dimanfaatkan secara optimal. Petani kakao hanya membuang begitu saja dalam perkebunan sehingga dapat mengganggu kebersihan lingkungan. Sementara bahan tersebut bias dimanfaatkan sebagai pakan ternak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan kulit buah kakao fermentasi dengan fermentor yang berbeda terhadap kecernaan komponen serat pakan pada ternak kambing local jantan. Penelitian didesain dengan menggunakan RancanganAcakKelompok (RAK)  dengan 3 perlakuandan 5 ulangan.  Perlakuan yang dicobakanyaitu R1 = hijauan jagung + konsentrat mengandung KBKF dengan Saccharomyces cerevisiae 15%, R2 = hijauan jagung + konsentrat mengandung KBKF dengan Aspergillus niger15% dan R3 = hijauan jagung + konsentratmengandung KBKF dengan Neurosporasitopilla15%. Pengujian daya cerna menggunakan teknik uji daya cerna dengan metode konvensional (in-vivo), menggunakan hijauan jagung sebagai ransum basal pada15 ekor kambing lokal jantan dengan kisaran umur 8 – 9 bulan dan bobot badan antara 9 – 15 kg. Data dialanalisis dengan menggunakan analisis varian sesuai rancangan yang digunakan. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap daya cerna NDF dan hemiselulosa, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap dayacerna ADF dan selulosa. Kecernaan tertinggi dari tiga perlakuan yang diujikan adalah dengan menggunakan jamur Saccharomyces cerevisiae(R1) dengan nilai kecernaan: NDF 71,48%, ADF 68,64%, hemiselulosa 78,02% dan selulosa 53,59%; kemudian diikuti perlakuan R2 menggunakan jamur Aspergillusniger dengan nilai kecernaan: NDF 64,12%, ADF 62,77%, hemiselulosa 68,77% danselulosa 43,74%; dan terendah pada perlakuan R3 menggunakan jamur Neorosporasitopilla dengan nilai kecernaan  NDF 59,31%, ADF 56,19%, hemiselulosa 68,62%, dan selulosa 35,28%.
Candida spp Identification Using Chromogenic Medium Wahyuningsih, Retno; Eljannah, Syarifah M.; Mulyati, Mulyati
Journal of the Indonesian Medical Association Vol. 62 No. 3 March 2012
Publisher : Journal of the Indonesian Medical Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Candida identification is important for the diagnosis and prediction of antifungal. Normally, identification is performed using conventional methods, which is time-consuming. Chromogenic medium is expected to give faster result. In this study we compare Candida identification using chromogenic media and conventional methods.Methods: A total of 340 isolates were collected from clinical specimen submitted to themycologylaboratory of Parasitology FMUI. All specimens were already cultured in dextrosesaboroaout agar. Suspencions of candida isolates were then cultured in CHROM agar. Candida (CAC) in 35-37oC for 48 hrs. As gold standard Wikerham Fermentation Assimilation test (Conventional test) was used.Result: The CAC medium is able to identify 148 isolates (43.5%) consisting of Candida tropicalis, Candida albicans, Candida parapsilosis, Candida glabrata and Candida krusei, while 192 isolates (56.5%) were unidentified. By conventional methods 15 species of Candida, two of Trichoporon and one of Rhodotorula were identified. Chromogenic medium can be used as a isolation and identification medium, and distinguish C. albicans from four other species that might cause systemic infection.Conclusion: CAC medium can be used as isolation and identification medium for some candidaspecies, and also can differentiate C. albicans with other sistemic candida. Outside that fivespecies conventional methods four night be needed. J Indon Med Assoc. 2012;62:83-9.Keywords: Chromogenic medium, assimilation-fermentation, Candida, Trichosporon, Rhodotorula
PEMEROLEHAN BAHASA JAWA ANAK USIA 4-6 TAHUN (Studi Kasus: TK Al-Hidayah 06 Candisari Semarang) Mulyati, Mulyati
SulukIndo Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : SulukIndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.203 KB)

Abstract

Penelitian pemerolehan bahasa Jawa anak usia 4-6 tahun di TK Al- Hidayah 06 Kecamatan Candisari Semarang masih sangat rendah masih sangat mungkin dilakukan dengan pendekatan lainnya. Semoga dengan adanya penelitian ini dapat mendorong penelitianlain yang berkaitan dengan sosiolinguistik, sehingga dapat lebih mendalam.
STUDI PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON NORMAL MENGGUNAKAN SEMEN PORTLAND TIPE I DAN PORTLAND COMPOSITE CEMENT Mulyati, Mulyati; Suhendri, Suhendri
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 No 2 Agustus 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.613 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kuat tekan beton yang dihasilkan dengan menggunakan Ordinary Portland Cement (OPC), dan Portland Composite Cement (PCC). PCC mempunyai karakteristik yang sama dengan semen Portland pada umumnya, tetapi semen jenis ini mempunyai kualitas yang lebih baik, ramah lingkungan dan harga lebih ekonomis, sehingga diharapkan PCC dapat menjadi alternative pengganti semen tipe I. Benda uji dibuat 9 buah untuk masing-masing tipe semen untuk pengujian umur 3 hari, 14 hari, dan 28 hari dengan kuat tekan beton rencana K225. Perencanaan campuran menggunakan metode American Concrete Institute (ACI 211.1-91). Dari hasil pengujian terbukti bahwa dengan menggunakan PCC diperoleh nilai kuat tekan beton yang lebih tinggi pada umur pengujian 14 hari dibandingkan dengan menggunakan OPC.
Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Mulyati, Mulyati; Maramis, Aprino
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.568 KB)

Abstract

Beton merupakan material yang terdiri dari beberapa campuran aggregat kasat, aggregat halus, semen dan air membentuk satu kesatuan menjadi beton melalui proses pengecoran. Semen yang berfungsi sebagai bahan perekat dari susunan beton memerlukan air, guna berlangsungnya reaksi kimiawi pada proses hidrasi. Nilai banding berat air dan semen untuk suatu adukan beton dinamakan faktor air semen (f.a.s). Agar terjadi proses hidrasi yang sempurna dalam adukan beton, pada umumnya digunakan nilai f.a.s 0,4 – 0,6 (PBI 71), tergantung pada mutu beton yang hendak dicapai. Jumlah kandungan semen mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Pada penelitian ini dalam campuran beton memakai jumlah semen yang bervariasi, yaitu 310, 330 dan 350 dengan nilai f.a.s yang sama. Setiap variasi dibuat 5 buah benda uji masing-masing untuk umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Cetakan yang digunakan silinder dari baja dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm.Berdasarkan hasil pengujian dan analisis diperoleh bahwa semakin besar jumlah variasi semen, maka semakin tinggi nilai kuat tekannya. Nilai kuat tekan cendrung meningkat sesuai dengan pertambahan umur beton. Pada umur 28 hari dengan kadar semen 350 mengalami peningkatan nilai kuat tekan sebesar 1,57% terhadap kadar semen 330. Sedangkan jumlah kadar semen 310 mengalami penurunan penurunan sebesar 2,9% terhadap kadar semen 330.
Analisa Pemanfaatan Pasir Sungai Untuk Campuran Beton Di Kabupaten Padang Pariaman Mulyati, Mulyati; Masril, Oyom
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.695 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan tiga jenis pasir sungai di Kabupaten Padang Pariaman dengan perlakuan dicuci dan tanpa dicuci yang digunakan untuk campuran beton normal, guna memperoleh kuat tekan beton tertinggi. Pasir yang digunakan berasal dari Batang Mangor, Batang Tapakis, dan Batang Anai. Beton yang dihasilkan diuji pada umur 3 hari, 14 hari, dan 28 hari, yang masing-masing dibuat tiga buah benda uji. Khusus untuk umur 28 hari dibuat untuk dua macam campuran, yaitu dengan dicuci dan tanpa dicuci. Dari hasil pengujian benda uji diperoleh kuat tekan tertinggi untuk pasir dari Batang Tapakis, yang dicuci dengan kuat tekan sebesar 22,51 MPa, dan tanpa dicuci dengan kuat tekan sebesar 20,34 MPa.
Analisa Efek Dinamik Akibat Kendaraan Bermotor Pada Jembatan Prestress By Pas Jati Mudik Kota Pariaman Mulyati, Mulyati; Nasution, Parwis
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 13, No 2 (2012): Volume 13 No 2 Agustus 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2814.248 KB)

Abstract

Jembatan prestress merupakan salah satu jenis jembatan yang bahan dan material balok/gelagarnya terbuat dari beton prategang. Beban kendaraan bermotor yang bergerak di atas jembatan akan menimbulkan efek dinamik terhadap balok jembatan. Beban yang ditinjau berupa dua buah kendaraan bermotor berupa truk bergerak searah melewati dua lajur jalan di jembatan dengan beban dan kecepatan yang bervariasi yang bergerak secara bersamaan dan dengan selang waktu tertentu, dengan studi kasus pada jembatan By Pass Jati Mudik Kota Pariaman. Respon struktur yang dianalisa adalah lendutan, gaya lintang dan momen yang terjadi di tengah bentang selama kendaraan berada di atas jembatan. Dari hasil studi dan analisa data, diperoleh bahwa respon strukur sangat kecil dibandingkan dengan kapasitas aktualnya. Jika kendaraan bergerak secara bersamaan, maka respon struktur memberikan hasil yang lebih besar dari pada bergerak dengan selang waktu tertentu. Peningkatan beban kendaraan menyebabkan respon struktur bertambah besar secara proporsional. Semakin cepat kendaraan bergerak, maka perioda yang terjadi semakin pendek. Dua buah kendaraan dengan beban yang sama dan kecepatan yang berbeda bergerak memasuki jembatan secara bersamaan atau dengan selang waktu tertentu, menyebabkan respon struktur menjadi tidak beraturan.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TIPE JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DITINJAU DARI MOTIVASI SISWA MULYATI, MULYATI
Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1, No 3 (2013): TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research is aimed to know: (1) Is there any effect from cooperative learning model, type STAD and Jigsaw to learning achievement of social study, (2) is there any effect between high learning motivation and low learning motivation to learning achievement of social study, (3) is there any interaction in both effects of learning model and learning motivation to learning achievement of social study.The type of this research is experimental. The research was done at State Elementary Schools in Girimarto district. The population of this research is all of fifth grade students of state elementary schools in Girimarto district. There are 584 students. The research technique which is used in this research is multi stage cluster random sampling. The chosen samples are 30 students of SD Negeri I Girimarto and as the experiment sample the chosen samples are 30 students of SD Negeri II Girimarto as the control group. The validity of the data is tested by using correlation formula of product moment from Karl Parson and the reliability test is tested by using KR-20 formula. The technique of analyzing data which is used is prerequisite test and two ways variance analysis.Conclusion: first, there is a significant different effect between the usage of learning model, type STAD and Jigsaw to the learning achievement of social study. It can be seen based on the result that Fobs = 58,418 > F0,05= 4,02, second, there is a significant different effect between high motivated student and low motivated student to the learning achievement of social study (Fobs = 20,321 > 4,02), third, there is a significant interacting effect between learning model and motivation to the students’ learning achievement of social study (Fobs = 9,279 > F0,05 = 4.02). Keywords: STAD and Jigsaw, motivation, learning achievement
PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK CANGKANG LOKAN SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Mulyati, Mulyati
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP ISSN 2354-8452 Vol 1, No 1 (2014): Volume 1 No 1 Januari 2014
Publisher : JURNAL TEKNIK SIPIL ITP ISSN 2354-8452

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.645 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik beton normal dan untuk mengetahui apakah cangkang lokan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti agregat halus untuk campuran beton normal K225 sesuai dengan kekuatan yang direncanakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan benda uji dengan cetakan silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, dengan rancangan eksperimen untuk penggunaan serbuk cangkang lokan pengganti agregat halus adalah 0%, 10%, 20%, dan 30%. Pengujian terhadap benda uji dilakukan pada umur 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan dengan menggunakan serbuk cangkang lokan diperoleh kuat tekan beton karakteristik mencapai 177,31 kg/cm2. Kuat tekan karakteristik beton yang menggunakan serbuk cangkang lokan sebagai pengganti agregat halus akan bertambah tinggi apabila persentase campuran serbuk cangkang lokan lebih ditingkatkan.
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BETON SEBAGAI AGREGAT KASAR DAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Mulyati, Mulyati; A, Arman
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.411 KB)

Abstract

Limbah beton banyak terdapat di beberapa labor pengujian beton, terkadang sudah menumpuk karena sulitnya mencari lokasi sebagai tempat pembuangannya. Hal ini akan berdampak buruk terhadap pelestarian lingkungan. Proses daur ulang merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan limbah beton. Pada penelitian ini, digunakan limbah beton sebagai agregat kasar dan agregat halus untuk campuran beton baru sebagai pengganti batu pecah dan pasir. Dari penelitian ini diharapkan dapat mengatasi pemborosan penggunaan material alam, dan juga dapat menghemat biaya dalam membuat campuran beton baru, terutama untuk pembangunan rumah masyarakat yang kurang mampu. Disamping itu secara tidak langsung sudah mendukung gerakan menuju green Concrete, kususnya untuk perlindungan dan pelestarian lingkungan.