Articles

Waduk Parangjoho dan Songputri: Alternatif Sumber Erupsi Formasi Semilir di daerah Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Bronto, Sutikno; Mulyaningsih, Sri; Hartono, G.; Astuti, B.
Indonesian Journal on Geoscience Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.755 KB) | DOI: 10.17014/ijog.v4i2.71

Abstract

http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol4no2.20091The Semilir Formation was typically originated from products of a very explosive volcanic activity, i.e. breccias, lapillistones, and tuffs containing abundant pumice. It has a light grey to white colour and high silica andesite to dacite in composition, mainly rich in volcanic glass and quartz. Sedimentary structures of these volcanic rocks are massive, grading, planar bedding, and cross-bedding to antidunes, with grain size varies from ash (≤ 2 mm) to lapilli (2 – 64 mm) to bomb and block (> 64 mm). The formation is widely distributed from the west side (Pleret and Piyungan areas, Bantul Regency, Special Province of Yogyakarta) until Eromoko area in the east (Wonogiri Regency, Jawa Tengah Province). Stratigraphically, the Semilir Formation underlies the Nglanggeran Formation, and overlies the Mandalika Formation in the eastern part and Kebo-Butak Formation in the western part. Geomorphological- and lithological analyses of the Semilir Formation in areas of Parangjoho and Song- putri Dams, Eromoko Sub-regency, Wonogiri Regency indicate that the two depressions were alternatively volcanic sources of the Semilir Formation in the Eromoko area. This is proved by the presence of co-ignimbrite breccias(co-ignimbrite lag fall deposits), that descriptively they are polymict breccias. This rock is characterized by a mixing of pumice and various hard rock fragments that primarily are juvenile materials (volcanic blocks, bombs), accessory-, and accidental rock fragments set in pumice-rich volcanic ash and lapilli sizes. The accessory materials came from older volcanic rocks, whereas the accidental ones were originated from basement rocks. During a caldera forming event or a destruction period of an older composite volcanic cone(s), all older rocks resting above the magma chamber were ejected to the surface by a very high magmatic pressure. Since they were heavier than the juvenile material, most accessory and accidental rock fragments were left (lag fall) in caldera rim behind the ash and pumice flow. In the dam areas of Parangjoho and Songputri, the lag fall fragments consisting of andesite, pyroxene andesite, dacite, and pumice, being 10 – 150 cm in diameter are set in pumice-rich lapilli tuffs. Some of the rock fragments are volcanic blocks and bombs, while the older rocks are angular to very angular shape, having prismatic jointing or jigsaw-crack structures. The eruptions in the Parangjoho and Songputri craters were controlled by north-south trending fractures, and they resemble to the Katmaian caldera explosion type.  
Gunung Api purba Watuadeg: Sumber erupsi dan posisi stratigrafi Bronto, Sutikno; MulyaningSih, Sri; Hartono, G.; Astuti, B.
Indonesian Journal on Geoscience Vol 3, No 3 (2008)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.976 KB) | DOI: 10.17014/ijog.v3i3.53

Abstract

http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol3no3.20081Pillow lava flows of pyroxene basalt containing 50 wt.% SiO are exposed at Opak River, west of Watuadeg Village, Sleman - Yogyakarta. The length of flow structures is between 2 – 10 m, with diameter of 0.5 – 1.0 m and it has a glassy skin at the surface body. Flow directions vary from N70E in the northern side, through N 120E in the middle to N 150E in the southern side. About 150 m away from the river to the west, there is a small hill about 15 m high, that has a similar composition with the pillow lavas. Both lava flows and the small hill are composed of pyroxene basalt, dark grey in color, hypocrystalline vitrophyre to porphyritic texture, with fine-grained phenocrysts of pyroxene (10 %) and plagioclase (25 %) set in glassy groundmass. These data indicate that the small hill was the eruption source of the basaltic pillow lavas. The lavas are overlain by pumice-rich volcaniclastic rocks, composed of tuff, lapillistones and pumice breccias, that are known as the Semilir Formation. Near the contact with lavas, the volcaniclastic rocks contain some fragments of pyroxene basalt, similar composition with the pillow lavas. This fact, together with analyses of petrology, volcanology, and radiometric dating show that the basaltic pillow lavas are unconformably overlain by the Semilir Formation.  
Dinamika pengendapan lahar permukaan pada alur-alur lembah di bagian selatan Gunung Api Merapi, Yogyakarta Mulyaningsih, Sri; Sampurno, Sampurno; Zaim, Yahdi; Puradimaja, Deny Juanda; Bronto, Sutikno
Indonesian Journal on Geoscience Vol 1, No 3 (2006)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.621 KB) | DOI: 10.17014/ijog.v1i3.15

Abstract

http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol1no3.20062Endapan aliran rombakan Gunung Api Merapi, yang lebih dikenal sebagai lahar, terbentuk dari hasil longsoran endapan awan panas yang dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi. Pada saat ini, endapan awan panas tersebut berasal dari guguran kubah lava. Material suspensi tersebut selanjutnya menuruni lereng dengan kecepatan yang tinggi, menghasilkan aliran turbulen. Aliran tersebut biasanya berkembang pada daerah dengan perbedaan morfologi berkemiringan lereng tinggi ke landai, atau yang sering dikenal sebagai daerah tekuk lereng. Studi ini didasarkan pada pengamatan dan pengukuran fragmen lahar yang berukuran besar di permukaan. Analisis meliputi arah penyirapan, bentuk, dan besar butir fragmen. Hasil penelitian mendapatkan model arah aliran fragmen besar lahar dari bagian atas aliran rombakan, yang membentuk “model punggung katak” atau “model punggung gajah”. Bagian depan katak atau gajah (kepala) yaitu arah aliran atau bagian depan aliran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa model tersebut berlaku pada fragmen dengan diameter 90 cm atau lebih besar. Di daerah penelitian, fragmen dengan diameter 90 cm mencapai jarak hingga 22 km dari sumbernya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai model untuk menentukan arah aliran lahar (aliran rombakan) purba yang sumbernya belum diketahui.  
Perkembangan Geologi pada Kuarter Awal sampai Masa Sejarah di Dataran Yogyakarta Mulyaningsih, Sri; Sampurno, Sampurno; Zaim, Yahdi; Puradimaja, Deny Juanda; Bronto, Sutikno; Siregar, Darwin Alijasa
Indonesian Journal on Geoscience Vol 1, No 2 (2006)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1562.85 KB) | DOI: 10.17014/ijog.v1i2.13

Abstract

http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol1no2.20065The uplift of Southern Mountains in Early Pleistocene has formed the Yogyakarta Basin. In this basin, the Merapi volcanic activity has been developing. Based on 14C dating in cinder deposits exposed at Cepogo, the volcanic activity took place since ±42 ka. While on the basis of K/Ar dating in andesitic lava at Bibi Volcano, the activity took place since 0.67 ma. The high in the south and the appearance of Merapi volcanic dome in the north had caused a fl at valley. The southern part of the valley is bounded by the Southern Mountains and the western part is bounded by the West Progo Mountains. In the present time, the lithology of the areas which are interpreted as a palaeo-valley is composed of black clay deposits. This black clay is a contact between the basement rocks and Merapi volcanic deposits. The black clay deposits exposed in the Progo River (Kasihan) has been developed since ±16.59 to 0.47 ka, while in the Opak River (Watuadeg) 6210 y BP. Younger black clay deposits intersecting with lahars are also exposed at the Winongo River and have an age of 310 y BP. The age data of volcanic stratigraphy shows that Merapi activities had taken place since ±6210 up to ±310 years ago.  
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KARAKTER MATERI GETARAN DAN GELOMBANG PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 13 MADIUN SUCI ROSYANTI, APRILLIA Suci; Mulyaningsih, Sri
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG KELAS VIII DI SMP N 1 BANGSAL MOJOKERTO DEWI SEPTINA, NORMA Dewi; Mulyaningsih, Sri
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Sintering Effect on the Microstructure And Magnetic Properties of Co-Alxoy Composite Compound Mulyaningsih, Sri; Purwanto, Setyo; Mujamilah, Mujamilah; A. Adi, Wisnu; Manaf, Azwar
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 19, No 2 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3268.15 KB) | DOI: 10.12962/j20882033.v19i2.154

Abstract

Research on sintering effect on the micro structure and the magnetic properties of composite Co-AlxOy materials has been done. The experiment was carried out by high energy milling (HEM) to refine Co and Al sample powder, followed by sintering process. The composition of sample was Co73Al27 wt% with weight ratio to the ball was 1:2.7. The milling time was varied within 4.5, 12 and 20 hours, while sintering process was conducted at 384ºC and 484ºC. Several new peaks were found after sintering process and identified as a Co-Al2O4 compound. The experiment data shows the saturation magnetization Ms value was decline for the entire sample by the sintering process. The Mr value for the 12h milling was remind stable about 9 emu/gr but, for 4.5 milling was decline from 17.5 to 9.2 and 6.2 emu/gr , while for 20h milling from 13,5 to 9.25 and 8 emu/gr. No visible changes in the microstructure are observed.
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE WEBBED PADA TEMA KEBAKARAN HUTAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA ZAKIYAH, ISMATUZ; MULYANINGSIH, SRI; SETIAWAN, BENI
PENDIDIKAN SAINS Vol 1, No 02 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa antara lain: hasil belajar, kinerja siswa, keterampilan berpikir kritis siswa, dan respons siswa. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan angket sesuai dengan instrument yang mendukung. Berdasarkan hasil analisis uji t berpasangan diperoleh nilai Sig.=0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Hasil pengamatan penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran IPA Terpadu tipe webbed pada tema kebakaran hutan telah dilaksanakan dengan baik dengan rentang skor 3,00-3,78, kinerja afektif mendapatkan skor rata-rata 86,1dan psikomotor mendapatkan skor rata-rata 90,8, ketuntasan ranah kognitif siswa diperoleh 28 siswa tuntas dengan ketuntasan klasikal sebesar 93,3 %, keterampilan berpikir kritis siswa yang diketahui berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan kenaikan yang signifikan yakni sebanyak 90,00% siswa mencapai level kritis. Sebagian besar respons siswa setelah diterapkannya pembelajaran IPA terpadu tipe webbed pada tema kebakaran hutan memberikan respons positif dengan nilai persentase rata-rata 92,4. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran IPA Terpadu pada tema kebakaran hutan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa yaitu sebanyak 90% siswa mencapai level kritis. Saran penelitian ini adalah guru sebagai fasilitator dan mediator bagi siswa harus dapat mengaitkan materi pembelajaran IPA Terpadu dengan permasalahan kehidupan sehari-hari siswa sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswanya. Kata kunci: Pembelajaran IPA Terpadu Tipe webbed tema kebakaran hutan, keterampilan berpikir kritis Abstract The pupose of the study is to describe the result of the study including supporting factors of improving learners’ critical thinking such as learners’ performance, learners’ critical thinking skill, and learners respond.  The researcher used an observation, yests, and questionnaires to collect data.  Based on pair examination analysis the researcher also found a value Sig.=0.000 which shows a significant difference between pre-test result and post-test result.  From the observation, the researcher found that application of Integrated Natural Science using webbed type by notion of forest fire was effectively done by the range of score is 3,00 – 3,78; average score for affective performance is 86,1; and average score for psychomotor is 90,8.  Besides, 28 learners are succeed in cognitive aspect by clasical completeness 93,3%; the improvement of learners’ critical thinking skill is about 90,00% based on pre-test score and post-test score.  Additionally, the majority of the learners gave a positive respond after Integrated Natural Science learning using webbed typr by notion of forest fire was applied with average score of 92,4 percent. The conclusion of this research is the implementation of the integrated natural science on forest fire theme can increase students´ critical thinking skills is about 90 % students reached a critical level. The suggestion of this research is the teacher as a facilitator and mediator for the students should be able to relate science integrated learning material to the issues of everyday life of students so that learning becomes meaningful and can develop students´ critical thinking skills. Keyword: Integrated Natural Science learning Webbed type on Forest Fire theme, critical thinking skill.
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TURNAMENTS (TGT) PADA TEMA PEMANASAN GLOBAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP RENSILA IASHA, REVA Rensila; MULYANINGSIH, SRI; NURUL HIDAYATI, SITI
PENDIDIKAN SAINS Vol 1, No 02 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas siswa, hasil belajar dan respons siswa pada IPA terpadu tema pemanasan global. Penelitian ini menggunakan rancangan “One Shot Case Study” dan analisis dilakukan secara deskriptif kualitaif kuantitatif. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Kokop Bangkalan tahun ajaran 2012-2013. Rata-rata keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru adalah 3,42 dengan berkatagori sangat baik. Sebanyak 81,47% siswa tuntas secara kognitif. Hasil belajar siswa aspek afektif mempunyai rata-rata 81,21 dengan katagori sangat baik. Hasil belajar psikomotor dalam membaca skala stopwatch dan termometer adalah 20 siswa berkatagori baik dan 7 siswa berkatagori sangat baik. Respons siswa terhadap pembelajaran yang telah dilakukan adalah sebesar 84, 22% siswa menjawab positif. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran IPA terpadu tema pemanasan global menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT memberikan hasil belajar positif bagi siswa, yaitu sebesar 81,47%. Saran dalam penelitian selanjutnya adalah perlu pengelolahan waktu, kelas dan materi dengan baik. Kata Kunci: IPA terpadu, TGT, pemanasan global, hasil belajar.   Abstract This research aims to describe the feasibility study, student activities, student learning result and student responses on an integrated science of theme global warming. This study uses the design of "One Shot Case Study" and qualitative quantitative descriptive analysis. Objectives of this study were students of class VII A State Junior high School 3 Kokop Bangkalan 2012-2013 school year. The average of feasibility study conducted by the teachers was 3,42 with a very well categorized. A total of 81.47% of students completed cognitively. The average of affective aspects of student learning outcomes have a 81,21 with very good category. Psychomotor learning outcomes in reading stopwatch and thermometer scale is 20 students categorized as good and 7 students categorized as very good. Student’s response in learning that has been done is 84,22% of students responded positively. Conclusions from this research is the application of integrated science teaching using cooperative learning model type  TGT on theme of global warming provides a positive learning result for students is 81,47%. Advices for next research are managing time, class, and materiil well. Keywords: integrated science, TGT, global warming, learning results
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE WEBBED DENGAN TEMA “MAKANAN SEHAT” UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA LUTVIYAH, IVA; MULYANINGSIH, SRI
PENDIDIKAN SAINS Vol 1, No 02 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran IPA terpadu tipe Webbed dengan tema “Makanan Sehat” pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Jabon yang bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan, aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan respon siswa terhadap pembelajaran IPA terpadu tipe webbed. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah“pre-test and post-test group design”. Sampel penelitian adalah kelas VIII-A. Hasil data penelitian penerapan pembelajaran IPA terpadu tipe webbed dengan tema ”Makanan Sehat” untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 1 Jabon, menunjukkan bahwa: (1) Guru telah melakukan pembelajaran IPA terpadu tipe Webbed dengan memiliki n ilai rata-rata total pada pertemuan I sebesar 3,54 dan pertemuan II sebesar 3,73 yang masing-masing dalam kriteria baik. (2) Aktivitas siswa yang dilakukan pada pembelajaran IPA terpadu tipe webbed pada pertemuan I dan II memperoleh skor rata-rata masing-masing sebesar 9,04 dan 10,01 yang berarti pada pertemuan I dan II mengalami kenaikan. (3) Hasil belajar dengan ketuntasan klasikal 86,84% dan diperoleh harga t tabel sebesar 1,69 sedangkan thitung = 22,75. Karena thitung > ttabel maka ada perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Dan aspek afektif siswa diperoleh rata-rata skor 3,13 dan 3,16 pada pertemuan I dan II yang berarti “Baik”. Sedangkan aspek psikomotor tiap aspek penilaian dalam pertemuan I dan II mendapat skor rata-rata 3,14 dan 3,22 yaitu “Baik”. (4) Respon siswa dalam pembelajaran IPA terpadu tipe Webbed adalah siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran tersebut. Kata kunci: Pembelajaran IPA terpadu tipe Webbed, makanan sehat, dan hasil belajar   Abstract Has been conduct research about applying natural science learning cohesiveness of webbed type with theme ‘healthy food’ at class student VIII in state SMP 1 Jabon that purpose to describe execution, student activity, learn result of student, and student respond to natural science learning cohesiveness of webbed type. This research represents experimental research. Used method in this research is ‘pretest and posttest group design’. Sample in this research is class VIII-A. Data result of research of applying natural science learning cohesiveness of webbed type with theme ‘healthy food’ to improving result learn of student class VIII in state SMP 1 Jabon, indicate that: (1) teacher has been conduct learning of natural science cohesiveness of webbed type with has average total at first meeting as 3,54 and second meeting as 3,73 at each criteria is good. (2) Student activity that conduct at learning of natural science cohesiveness of webbed type at I meeting and II meeting obtained average score is 9, 04 and 10,01, respectively, mean that at I meeting and II meeting experience improve. (3) Learn result with classical completeness is 86,84% and obtain ttable value as 1,69 while tcount=22,75. Because tcount > ttable hence there are significant difference between pretest value and posttest. And affective aspect of student is obtain score average is 3,13 and 3, 16, respectively, mean that meeting of I and II is ‘good’. While psychomotor aspect every assessment aspect in meeting of I and II that obtain average score is 3,14 and 3,22 that is ‘good’. (4) Student respond in learning of natural science cohesiveness of webbed type is student giving positive response to those learning. Keywords: natural science learning of webbed type, healthy food, and learn result.