Articles

Found 39 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK OUTBOUND UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI MAHASISWA Herdiani, Renie Tri; Mulyani, Mulyani
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2018): IN PRESS
Publisher : Research Institution and Community Service of Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v12i2.1131

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi antar pribadi akan selalu terjadi tak terkecuali di lingkungan kampus. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model bimbingan kelompok dengan teknik outbound yang efektif untuk meningkatkan komunikasi antar pribadi mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D), desain penelitian one group pretest and posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan kelompok teknik outbound untuk meningkatkan komunikasi antar pribadi mahasiswa yang efektif dikembangkan melalui 10 komponen dan lebih menekankan pada tahap kegiatan melalui the briefing dalam bentuk focus discussion. Kesimpulan bahwa layanan bimbingan kelompok mempunyai peran penting dalam mengembangkan kemampuan komunikasi antar pribadi mahasiswa terutama dengan teknik outbound sehingga perlu dikembangkan lagi dengan ide-ide yang lebih kreatif agar bisa digeneralisasikan. Kata  Kunci: Bimbingan Kelompok Teknik Outboud, Komunikasi Antar Pribadi
PENERAPAN METODE COOPRATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMPN - 2 HANAU Mulyani, Mulyani
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Education (PAI) has ore value in the cultivation of the values and character of the learners. Islamic education is the cornerstone of character development of students. Improving the quality of Islamic education in schools is intended as an effort to achieve goals through increased PAI minimum standards of achievement in the subject of PAI in the cognitive and psychomotor. Learning in the Education Unit Level Curriculum (SBC) requires  the active participation of all students. So in the prosess of learning, student-centered activities, the teacher’s role as motivator an facilitator only it is cooperative learning. In cooperative learning activities of students during script really empower students to actualize the potential of knowledge an dkills, so it really fits with the constructivist approach develoved at this time.In cooperative learning, students are trained to be able to work together and recognize differences of opinion with other people. Of some kinds of models of cooperative learning, cooperative learning model used in the script is very precise and PAI learning as a strategy to improve student learning outcomes PAI. Cooperative script is a learning model that conditioned student to work in pairs and verbally summarize the parts of the material being studied. Analysis of the data used is a different test pairs of data it can be concluded that the use of learning using cooperative learning methods of students more active script and understand the subject matter. Students are also more willing to as the teacher, it is supported by a fun learning atmosphere, compared with conventional models, students are less active and the students seem less enthusiastic in participating in learning.
Multiple ring buffer untuk mengetahui aksesibilitas fasilitas kesehatan terhadap pola hidup sehat masyarakat kecamatan prambanan Septiyaningsih, Eka; Pahleviannur, Muhammad Rizal; Kinthen, Nabila; Mulyani, Mulyani; Delisa Putri, Else Nungky; Syahputra, Alfi Okta
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.912 KB)

Abstract

The development of a region is closely related to the availability of facilities and infrastructure, especially those used as drivers of the economy, education, and health. Good natural resources and human resources in a region will serve as a center of development, one of them is the development of accessibility of health service. The purpose of the research was to determine the effect of health facilities on a healthy lifestyle and to establish a good standard of healthy living in Prambanan Sub-district. The research method used is a quantitative and descriptive method, the data collected using the questionnaire research instrument. The population in this research is the whole plot of residential buildings which amounted to 20,943 buildings with a sample of 2,235 respondents. Respondent data which included in the sample will be input into a multiple ring buffer map to distinguish the healthy lifestyle of the peoples with accessibility criteria for 1.5 km residential area. The result of the research is known the healthy lifestyle of the peoples in Prambanan Sub-district can be distinguished with accessibility criteria of settlement area within 1.5 km and outside 1.5 km. A healthy lifestyle is divided into 2 types, type 1 includes the benefits of drinking water, a good time to eat, waste and cleaning food. Type 2 includes cleaning up the living environment, draining the tub, washing hands with soap and sports. Peoples within the 1.5 km area are understood about a healthy lifestyle with a percentage of 60% and because they have better accessibility than peoples outside the 1.5 km area. Peoples who are not within the 1.5 km area are less understand about a healthy lifestyle with the percentage of 28% and because they have less accessibility than peoples within the 1.5 km area.Perkembangan suatu wilayah sangat terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana, khususnya yang digunakan sebagai penggerak perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang baik di suatu wilayah akan berfungsi sebagai pusat perkembangan, salah satunya perkembangan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh fasilitas kesehatan terhadap pola hidup sehat dan membentuk standar hidup sehat masyarakat yang baik di Kecamatan Prambanan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian berupa angket berisikan daftar pertanyaan atau kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh persil bangunan pemukiman yang berjumlah 20.943 bangunan dengan sampel sebanyak 2.235 responden. Data responden yang termasuk ke dalam sampel akan dimaksukan ke dalam peta multiple ring buffer untuk dibedakan  pola hidup sehat  masyarakat dengan kriteria aksesibilitas daerah permukiman 1,5 km. Hasil penelitian diketahui pola hidup sehat masyarakat Kecamatan Prambanan dapat dibedakan dengan kriteria aksesibilitas daerah pemukiman dalam 1,5 km dan diluar 1,5 km. Pola hidup sehat dibedakan menjadi 2 tipe, tipe yang pertama meliputi manfaat minum air putih, waktu makan yang baik, membuang sampah, dan kebersihan makanan. Tipe yang kedua meliputi lingkungan tempat tinggal, menguras bak mandi, mencuci tangan dengan sabun, dan olahraga. Masyarakat yang masuk dalam wilayah 1,5 km paham akan pola hidup sehat dengan persentase 60% dan karena mereka memiliki aksesibilitas keterjangkauan yang lebih baik daripada masyarakat di luar wilayah 1,5 km. Masyarakat yang tidak masuk dalam wilayah 1,5 km kurang paham tentang pola hidup sehat dengan persentase 28% dan memiliki aksesibilitas keterjangkauan yang kurang baik daripada masyarakat di dalam wilayah 1,5 km.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v24i12019p042
Penentuan Nilai SPF (Sun Protecting Factor) Ekstrak N-Heksan Etanol Dari Rice Bran (Oryza Sativa) Secara In Vitro Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS Mulyani, Mulyani; Syamsidi, Armini; Putri, Pramita
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Number 1 (March 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinar matahari merupakan sumber energy bagi kelangsungan hidup semua makhluk di bumi, namun pada paparan berlebih di kulit akan memberikan derajat kerusakan yang tergantung pada frekuensi dan lamanya sinar matahari mengenai kulit. Kemampuan menahan sinar ultraviolet dari sediaan tabir surya dinilai sebagai factor proteksi sinar (Sun Protecting Factor/SPF). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan SPF (Sun Protection Factor) dari ekstrak n-Heksan etanol bekatul (Oryza sativa) dengan menggunakan metode spektrofotometri. Bekatul diekstraksi dengan metode soxhlethasi menggunakan larutan penyari n-Heksanetanol, kemudian dibuat seri konsentrasi larutan sampel 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, dan 300 ppm dengan pelarut etanol absolut. Larutan tersebut selanjutnya diukur absorbansinya pada spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 280-400 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-Heksanetanol bekatul dapat efektif memberikan perlindungan pada sinar UV-B. Nilai SPF yang diperoleh mulai dari konsentrasi 200 ppm, dengan nilai SPF sebesar 2,355, selanjutnya pada konsentrasi 250 ppm sebesar2,884 dan pada konsentrasi 300 ppm sebesar 3,483.
PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF THE MONOMETAL CATALYST Mo/ USY Nugrahaningtyas, Khoirina Dwi; Trisunaryanti, Wega; Triyono, Triyono; Nuryono, Nuryono; Widjonarko, Dian Maruto; Mulyani, Mulyani
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research deals with preparing and characterizing the metal based-catalyst of Mo supported on Ultra Stable Y-zeolite (USY) and, is aimed to ascertain the best produced catalyst for hydrotreatment reaction in standpoint of its capabilities on removing the unwanted-heteroatom compounds.Procedure of catalyst treatment was preparation, activation and characterization. Monometal catalyst Mo/USY was prepared under variation concentrations of salt metal precursor (concentrations), i.e 2, 6, 10 and 14% wt. The activation steps were carried out by calcination, oxidation, and reduction. Characterization of catalysts were determined by data of XRD, AAS, acidity, surface area and its porosity. The result shows that these catalysts have several good characters that supporting their usefulness in hydrotreatment-catalytic reaction. In addition, catalyst Mo10/USY performs many ideal criteria as the best functional catalyst.
REAKSI PSIKOSOSIAL TERHADAP PENYAKIT DI KALANGAN ANAK PENDERITA TALASEMIA MAYOR DI KOTA BANDUNG Mulyani, Mulyani; Fahrudin, Adi
Sosio Informa Vol 16, No 3 (2011): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini didasarkan pada penelitian tentang Reaksi Psyhcosocial untuk Sakit antara Anak DenganThalassaemia Mayor di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang (1)karakteristik responden, (2) kecemasan kesehatan (3) keyakinan pasien terhadap penyakitt, (4)Persepsi penyakit dari pandangan psikologis dan somatik, (5) pertahanan diri yang efektif darireaksi sakit, (6) reaksi gangguan afektif, (7) reaksi penolakan pasien terhadap penyakit, (8) reaksimarah terhadap penyakit yang dialami responden. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifdengan pendekatan kuantitatif. Sampling yang digunakan Sensus. Teknik pengumpulan datamenggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS 18,00. Hasil penelitian menunjukkanbahwa reaksi psikososial terhadap penyakit dikalangan anak-anak dengan kasus TalasemiaMayor terlihat dalam kategori reaksi psyhosocial sedang. Masalah utama adalah respondentidak sepenuhnya menerima talasemia mayor sebagai bagian dari kehidupan mereka, karenanya,diperlukan upaya untuk menangani masalah Reaksi Psikososial terhadap Penyakit dengan ProgramBantuan Psikososial untuk Anak-anak Dengan Talasemia Mayor melalui Kelompok Bantu Diri.Program ini diharapkan dapat memberikan penguatan emosional pasien talasemia, sehingga adapenerimaan yang talasemia adalah bagian dari kehidupan mereka. Untuk menjalankan programpihak lain baik POPTI, administrator, relawan dan pekerja sosial.Kata Kunci: Anak, Talasemia, Talasemia Mayor,Reaksi Psikososial, Intervensi
PENENTUAN NILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) EKSTRAK N-HEKSAN ETANOL (1:1) DARI RICE BRAN (Oryza sativa) SECARA IN VITRO DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Mulyani, Mulyani; Putri, Pramita; Wahidatullail, Nurul
Program Kreativitas Mahasiswa - Penelitian PKM-P 2014
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.732 KB)

Abstract

Sunlight is an energy source for the survival of living on earth, but the overexposure on the skin provides the degree of damage depends on the frequency and duration of sunlight exposure on the skin. The ability to withstand ultraviolet rays of a sunscreen is rated as Sun Protecting Factor / SPF. This study aims to determine the SPF (Sun Protection Factor) n-Hexane ethanol extract (1:1) of rice bran (Oryza sativa), using spectrophotometry UV-Vis method. Rice bran was extracted by soxhletasi using mixed solution of n-Hexane ethanol (1: 1), then prepared sample solution using absolute ethanol with the concentration series of 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, and 300 ppm. The absorbance of solutions were then measured by UV-Vis spectrophotometer with a wavelength of 280-400 nm. Result showed that n-Heksan ethanol ekstract (1:1) of rice bran can effectively block the UV-B ray. The SPF values acquired are starting from a concentration of 200 ppm, where the SPF value is 2,355 and then at concentration of 250 ppm is 2,884 and at concentration of 300 ppm is 3.483.Keywords:  Rice bran, Oryza sativa, sunscreen, spectrophotometry.
IDENTIFYING THE CONCEPT OF BILINGUALISM AND BILINGUALS THROUGH SEVEN BAKER’S DIMENSIONS OF BILINGUALISM Mulyani, Mulyani
Englisia Journal Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ej.v5i1.1669

Abstract

The study is mainly aimed at investigating and analyzing the concept of bilingualism and bilinguals based on seven Baker’s (2011) dimensions of bilingualism; ability, culture, context, age, use, elective bilingualism, and balance of two languages. All of the dimensions were discussed specifically and comparatively based on Baker’s bilingualism dimensions related to the experience of learning second language (L2) of both the participants. However, another dimension; development is not discussed in this study since there is insufficient information and no correlation to the participants’ experience in learning L2. There were two participants involved in this study; they are Australian but coming from different backgrounds and experiences of learning L2. The data was collected by means of semi-structured interviews using both closed-question and open-question methods. The findings indicates that it is arduous to specify to what extent the concept of bilingualism and bilinguals are.
KONVERSATISME AKUNTANSI & FAKTOR YANG MEMPENGARUHI (Suatu Analisis terhadap Biaya Litigasi, Leverage, dan Growth Opportunities) Mulyani, Mulyani
Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Prodi Akuntansi FEB UNITOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.033 KB) | DOI: 10.25139/jaap.v1i2.166

Abstract

Laporan keuangan merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban manajemen untuk memenuhi kepentingan investor, kreditor, dan pemerintah. Selain itu, informasi yang ada dalam laporan keuangan dapat digunakan  untuk pengambilan keputusan, sehingga harus mengandung informasi yang dapat dipercaya. Manajemen diberikan fleksibilitas dalam memilih metode akuntansi yang akan digunakan, salah satunya dengan menerapkan konservatisme akuntansi. Konservatisme didefinisikan sebagai usaha antisipasi atas kerugian yang mungkin terjadi dalam proses bisnis perusahaan dengan cara mengakui beban lebih cepat dibandingkan dengan pendapatan. Bila prinsip ini diterapkan maka akan menyebabkan angka laba dan pendapatan cenderung rendah sedangkan angka biaya cenderung tinggi. Penggunaan prinsip ini didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi di masa yang akan datang, sehingga pengukuran dan pengakuan untuk angka-angka tersebut dilakukan dengan hati-hati. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2015. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode judgment sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 279 data observasi yang diambil dari 93 perusahaan selama periode 2013-2015. Regresi logistik digunakan untuk menguji variabel yang diduga berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi. Hasil pengujian SPSS menunjukkan bahwa hipotesis pertama, kedua dan ketiga ditolak. Walaupun hipotesis pertama dan kedua ditolak, namun hasil tersebut signifikan dengan arah hipotesis yang berlawanan. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel biaya litigasi dan leverage terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Sedangkan variabel growth opportunities tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi.
PENGUATAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB MELALUI POLA ASUH DEMOKRATIS (Studi di Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Karanganyar) Mulyani, Mulyani
PKn Progresif Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : PKn Progresif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.993 KB)

Abstract

The implementation of the strengthening of character through the responsibilities of democratic parenting is implemented through: 1) Parenting democratic, 2) implementation of obligations, 3) Modeling, and 4) Planting of religion values. In practice there are several barriers experienced that came from the caregivers, and foster children such as: relationships influences from within and outside the orphanage, and the amount of caregivers is less than the amount of foster children. Although the implementation of the responsibility of strengthening character through democratic parenting  is less than the maximum but the responsibility is always shown in the form of foster children in everyday life, such as: 1) responsibility to God, for example by carrying out obligatory prayers, 2) responsibility self as body hygiene and 3) responsibility for the orphanage, for example, always keep the good name of the orphanage.