Articles

Found 10 Documents
Search

THE UNBROKEN LEGACY: AGRARIAN REFORM OF YUDHOYONO’S ERA Mulyani, Lilis
Masyarakat Indonesia Vol 40, No 2 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.79 KB)

Abstract

Di saat pemerintahan yang baru akan segera dipilih, Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sebetulnya masih menyisakan beberapa “pekerjaan rumah” yang cukup besar bagi pemerintahan baru. Sebuah program (dan visi) mengenai reforma agraria telah dilaksanakan dalam bentuk proyek rintisan (pilot project) sejak tahun 2007 meskipun kenyataan memperlihatkan bahwa pelaksanaan program ini mendapat banyak tantangan. Sebagai sebuah visi pemerintahan, diujicobakannya program reforma agraria di beberapa daerah sangat menarik, karena telah lama “reforma agraria” dipetieskan, belum lagi tantangan yang kemudian muncul karena saat ini pemerintah telah terlalu berat berpijak pada sistem ekonomi pasar bebas, sementara di sisi lain masih amat tergantung pada pola-pola kolonial yang mengandalkan industri ekstraktif atas pengelolaan sumber daya alam. Pola-pola industri ekstraktif ini terbukti membawa keuntungan bagi sektor yang mengelolanya sehingga ketika ada suatu program yang membutuhkan elemen terpenting dari industri itu, yaitu tanah dan sumber daya agraria untuk diredistribusikan pada masyarakat miskin, resistensi sektoral kemudian menguat. Dengan menggunakan pendekatan sosio-legal, tulisan ini mencoba mendalami bagaimana peninggalan pemerintahan-pemerintahan yang lalu berupa industri ekstraktif dan pengelolaan sektoral dalam sumber daya agraria, menjadi penghalang dilaksanakannya programprogram berbasis agrarian, termasuk program reforma agraria, baik secara ideologi maupun secara kelembagaan.Kata kunci: Reforma agraria, land reform, Pemerintahan SBY, pengelolaan sumber daya agrarian, institusi ekstraktif
KRITIK ATAS PENANGANAN KONFLIK AGRARIA DI INDONESIA Mulyani, Lilis
BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan No 39 (2014): BHUMI
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.17 KB)

Abstract

The occurance of agrarian conflict in Indonesia, which are increasing in term of numbers and intensity, showed thatthere is a chronic and systemic problem in Indonesia’s agrarian resource management. This article is re-written based on aresearch conducted through desk research, workshops and series of Focus Groups Discussions to understand the roots andmechanisms of agrarian conflict resolution in some institutions. Among the results are that the increased numbers of newconflicts, and the long-recurrent conflict indicates that the roots of agrarian conflict has not been resolved yet. Meanwhile, thelocal, national and global dynamics have shown a phenomena that potentially leads to other agrarian conflicts. Pressures fromthese dynamics certainly need to be responded by adequate measures and efforts.Keywords: agrarian conflict, conflict resolution
Review Buku “Kolonialisme Dan Kapitalisme: Fenomena Global Yang Terus Berulang Dalam Proses Perubahan Agraria” Mulyani, Lilis
BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Vol 4, No 2 (2018): BHUMI
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.918 KB)

Abstract

Buku ini diterbitkan sebagai buku pertama dalam rangkaian seri Agrarian Changeand Peasant Studies oleh Initiatives in Critical Agrarian Studies (ICAS). Dalam salahsatu pidato colloqium di Yale University, disebutkan mengenai gagasan awal buku ini,yaitu bahwa Bernstein bersama-sama dengan Saturnino J. Borras memiliki pandangankreatif untuk membuat rangkaian publikasi terkait dengan perubahan agraria dan studipetani, dua topik yang memang secara khusus menjadi perhatian Bernstein. Penulisbuku juga menjadi penggagas awal dan pengurus dua jurnal utama tentang topiktersebut, yaitu Journal of Agrarian Studiesdan Journal of Peasant Studies, yang keduanyaberada di dalam institusinya, yaitu School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London (Bernstein, 2010)
THE DILEMMA OF MULTICULTURALISM Mulyani, Lilis
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 11, No 1 (2009)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.057 KB)

Abstract

Book Review
INDONESIA’S MIGRANT WORKERS AND OVERSEAS LABOR POLICY Tirtosudarmo, Riwanto; Mulyani, Lilis
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.657 KB)

Abstract

Demographically, Indonesia is the fourth largest country in the world, yet international migration is a meager issues and only recently becoming a hot policy debates on the problem of migrant workers protection. The huge demand for domestic workers since the mid 1980s from the Gulf countries, Malaysia, Singapore and Hong Kong, continue unabated, increasingly creates tensions between the state and the civil societies, as many migrant workers exposed to exploitation and human right abuses. The center of the tension lays on the wide discrepancy between the policy to bolster the overseas labor and the failure of the state in providing a proper regulation in which protection for migrant workers is secured. To understand the current problems of overseas labor policy in Indonesia is necessary to trace the relationship between migration and the state and the history of state policy on migration. Assessing the role of stakeholders in this migration industry is important in able to understand the apparently lack of grasp and continuously reactionary and ad hock nature of the policy and related regulations. Keywords: Indonesia’s overseas labor policies, migrant workers, migration of labor
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DI MATA MAHKAMAH KONSTITUSI: Analitis Kritis atas Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Sumber Daya Alam Mulyani, Lilis
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 10, No 2 (2008)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.581 KB)

Abstract

The natural resources management in Indonesia has been overburdened with problems, starting from legislation problems to the impacts of their exploitations to the people and environment. The absence of uniformed national paradigm due to overlapping and multi-interpretation legislation have worsened the problems. The establishment of the Indonesian Constitutional Court in 2004 has brought a new hope to unfold the mess. However, as this writing reveals, the “interpretation” of the Constitutional Court on different types of management of natural resources has caused the policy on natural resource management even more complicated. The “stream” that the Constitutional Court follows seems to be no different than the political economy pragmatism, which was also followed by the current government.
CAPITALIZATION OF ASSETS AS THE “MYSTERY” BEHIND CAPITAL Mulyani, Lilis
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.985 KB)

Abstract

Title of Book : The Mystery of Capital Author : Hernando de Soto Year Published : 2000 Number of pages : 276 pages
THE PRACTICE OF THE RIGHT OF WORKERS TO ORGANIZE IN POST-REFORMATION ERA Mulyani, Lilis
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.909 KB)

Abstract

Serikat Pekerja di Indonesia seolah menemukan kembali “semangat”nya setelah masa reformasi. Aktifitas Serikat Pekerja yang di rejim sebelumnya sangat terbatas mulai bangkit dan kembali menyuarakan hak-hak pekerja. Namun demikian, kebangkitan Serikat Pekerja ini tidak berarti tanpa kendala, terutama apabila pelaksanaannya disandingkan dengan pedoman yang diberikan dalam hokum internasional khususnya dalam Konvensi-konvensi ILO. Dalam artikel ini dibahas berbagai bentuk kendala yang dihadapi Serikat Pekerja di Indonesia seperti kriminalisasi aktivis Serikat Pekerja dan pengerahan massa dalam menghadapi aksi-aksi Serikat Pekerja. Serikat Pekerja sebagai ujung tombak pemenuhan hak-hak dasar pekerja di Indonesia menjadi penting di tengah menurunnya kondisi ekonomi yang seringkali dijadikan alasan banyak pengusaha untuk tidak memenuhi hak pekerja. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan analisa media. Dari studi ini ditemukan beberapa ‘tren’ sikap diskriminasi anti-serikat pekerja, meski beberapa diantaranya bukan merupakan bentuk yang baru seperti kriminalisasi aktivis serikat pekerja, pembentukan serikat pekerja “bayangan”, penyerangan terhadap aktivis serikat pekerja, intimidasi pada pekerja, mekanisme registrasi yang masih berbelit, dan respon pasif atas laporan-laporan tindakan diskriminatif yang diterima aktivis dan anggota serikat pekerja. Keyword: Worker Union, the Right to Organise, Indonesian Labour.
CONSTITUTIONALIZING HUMAN RIGHTS: A Comparative Studies on Thailand and Indonesia’s Constitutional Reform Mulyani, Lilis
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.13 KB)

Abstract

Perkembangan dan proses reformasi konstitusi di suatu Negara tidak bisa terlepas dari pengaruh konsep-konsep global di antaranya adalah konsep hak asasi manusia. Konsep hak asasi manusia merupakan suatu konsep yang paling penting peranannya dan paling banyak diadopsi di abad ini. Namun demikian dalam proses adopsi ke dalam konstitusi suatu negara, konsep ini mengalami lagi proses ‘adaptasi’ sejalan dengan situasi politik dan sosial-budaya di Negara penerima. Hal ini diperlihatkan dalam proses reformasi konstitusi yang dilakukan di dua Negara Asia yang berada dalam situasi transisi demokrasi yaitu Thailand dan Indonesia. Dari perbandingan dua negara ini ditunjukkan bahwa tidak akan ada dua Negara yang mengadopsi konsep hak asasi manusia yang serupa secara substansial. Di dalam perjalanannya konsep ini akan mengalami interpretasi, modifikasi -dan bahkan mengalami perubahan- yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah konsep hak asasi manusia yang memiliki karakteristik yang khusus.
PENDEKATAN SOSIAL DALAM PENELITIAN HUKUM Mulyani, Lilis
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 12, No 3 (2010)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.479 KB)

Abstract

Recently, we are witnessing the vast expansion of the use of social methods in law research. The so-called socio-legal research is one way of using scientific methodologies in social science disciplines (such as sociology, anthropology, economics, language) to find answers for legal problems. In this paper I would like to unfold how these methods influence the legal reasoning in legal research, to what extent they can be used or even to be misused. Law, is a specific subject, in which law text are authoritative in nature, which makes it having its own particularities that differs it from other texts. As an authoritative text, approach to law is narrowed as it supposed to maintain the certainty of the law itself. However, legal problems do not always concern with merely legal text, it also touches many aspects of the societies, which for this part, law needs approaches from other social sciences methods. In this writing, legal research methods are differentiated based on the user of the information it will provide. Keywords: legal research, socio-legal studies, interdisciplinary studies